- Get link
- X
- Other Apps
ARTIKEL UNGGULAN
Posted by
KELUARGA MANDIRI
on
- Get link
- X
- Other Apps
PUASA SYAWAL
by : Zaharuddin
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sungguh perjuangan yang luar biasa, kita telah melalui bulan Ramadhan dengan sebuah peperangan dalam melawan hawa nafsu, godaan syaithan, dan perbuatan negatif lainnya, demi melatih diri kita menjadi individu yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Suatu kesyukuran tak terhingga terhadap kebesaran Yang Maha Kuasa yang telah memberikan umur yang panjang sehingga masih bisa menyaksikan dan beribadah dalam bulan Ramadhan 1441 H. Kami doakan kepada seluruh pengunjung motivasiibadah.com agar Ramadhan kali ini adalah Ramadhan yang paling berarti, ibadah kita yang paling maqbul. Meski demikian, kita tetap berharap bisa tetap hadir pada bulan Ramadhan berikutnya untuk melakukan yang lebih baik pada Ramadhan kali ini. Amin ya Rabbal 'Aalamiin
Terkadang kita merasa bahwa apa betul puasa kita tidak hampa dalam bulan-bulan Ramadhan? Sehingga hanya lapar dan haus yang kita peroleh. Sepertinya, 1 bulan dengan jumlah 30 hari tidak begitu cukup dalam melatih diri ini menjadi orang yang bertakwa. Dengan sifat kemunafikan yang terus menggoda dalam diri kita, sehingga selain bulan Ramadhan, al-Qur'an jarang lagi dibaca , shalat jama'ah pun entah kapan lagi ke mesjid, apalagi jika hanya puasa sunat di hari senin dan kamis, mungkin itu tidak lagi penting dalam meneruskan manfaat besar dari bulan Ramadhan.
Saya ingin mengutip sebuah hadis dari Imam Muslim mengenai puasa di luar bulan Ramadhan yakni puasa di bulan syawal.
Hadis di atas memberikan informasi kepada kita bahwasanya ada puasa yang disunnatkan oleh Nabi selepas melaksanakan puasa Ramadhan. Puasa tersebut adalah puasa di bulan Syawal. Jumlahnya hanya 6 hari dan pendapat ulama mengatakan bahwa tidak mesti harus dilakukan berturut-turut , selama dilaksanakan pada bulan Syawal maka ia akan terhitung dalam 6 hari tersebut. Selepas bulan Ramadhan bukan berarti tidak memiliki lagi perintah untuk melaksanakan puasa. Walau puasa Syawal ini tidak wajib seperti puasa dalam bulan Ramadhan, namun memiliki keistimewaan dan kelebihan tersendiri bagi orang yang melaksanakan puasa Syawal 6 hari selepas bulan Ramadhan.
Kelebihan yang dimaksudkan adalah sebagaimana dalam terjemahan hadis pada teks di atas bahwa "seolah-olah berpuasa sepanjang masa". Dari teks tersebut dipahami bahwa orang yang berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya 6 hari di bulan Syawal maka ia bagaikan berpuasa sepanjang masa. Sepanjang masa dalam hal ini seumur hidup, atau masa yang dimaksudkan adalah waktu yang ada di dunia, yakni kita hanya memiliki 1 tahun atau 360 hari yang terus berputar dari tanggal 1 Muharram dan kembali lagi 1 Muharram setelah 360 hari. Jadi seumur hidup atau hanya 1 tahun?
Dalam hadis yang lain dikatakan:
Dari hadis ini dikatakan bahwa 6 hari yang dimaksudkan adalah bagaikan berpuasa bila ia berpuasa selama 1 tahun penuh. Dapat juga dilihat dalam sebuah komentar perawi hadis dalam kitab al-Turmudziy sebagaimana berikut :
APAKAH MELAKUKAN PUASA LAIN YANG BUKAN MERUPAKAN NIAT PUASA SYAWAL TETAP DIKATAKAN PUASA SYAWAL ?
Seperti halnya puasa qadha yang tertinggal dalam bulan Ramadhan dan dilakukan dalam bulan Syawal maka ia mendapatkan pahala puasa Syawal bagaikan berpuasa selama 1 tahun penuh ?
Menurut berbagai informasi , apakah berita Islami atau berasal dari ulama cendekia mengatakan bahwa melakukan puasa seperti puasa senin-kamis, pada bulan Syawal sebagaimana digambarkan dalam hadis bahwa bagaikan berpuasa 1 tahun penuh. Anda dapat melihat pendapat ini juga dalam NU ONLINE dalam judul "Bolehkah Niat Qadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Syawal ?"
Hanya saja, terkait dengan puasa qadha yang yang merupakan kewajiban pengganti pada ramadhan bahwa ada ulama yang memakruhkan puasa syawal sebelum menyelesaikan kewajiban. Darisini dapat dipahami bahwa puasa qadha diluar dari niat puasa sunnat syawal. Sementara ulama sepakat kalau puasa syawal ini adalah puasa sunnat. Secara dsahirnya, ia telah berpuasa pada bulan syawal, karena ini adalah puasa wajib, maka tidak ditemukan ulama yang berpendapat bahwa ia juga memperoleh pahala bulan syawal. Anda juga dapat melihat pada wartakota live terkait niat puasa qadha ramadhan di bulan syawal.
MAKNA 1 TAHUN PENUH ?
Dari paragraf-paragraf di atas bahwasanya ada kelebihan bagaikan berpuasa 1 bulan penuh bagi orang yang berpuasa 6 hari di bulan Syawal. Hadis tersebut di atas telah dijelaskan dalam banyak kitab syarah hadis, salah satu di antaranya adalah syarah Imam al-Nawawiy, sebagaimana berikut:
Dari penjelasan di atas, Imam al-Nawawy menjelaskan bahwa mazhab al-Syafi'iy, Imam Ahmad, dan Abu Daud sepakat bahwasanya ini adalah ibadah puasa sunnah. Sementara Imam Malik sendiri memakruhkannya karena menurut pendapat beliau tidak pernah dikerjakan oleh orang ahlul ilmi.
Pada kalimat selanjutnya Imam al-Nawawiy mengatakan kalau para sahabat kami berkata bahwa yang paling afdhalnya adalah agar berpuasa 6 hari secara berturut-turut selepas idul fitri. Namun, jika ada yang memisahkannya (tidak berturut-turut), apakah itu di awal Syawal atau pun mentakhirkannya pada akhir bulan Syawal maka akan tetap mendapatkan kelebihan itu (bagaikan puasa 1 tahun) karena ia telah mengikuti anjuran umum yang diyakini 6 hari dalam bulan Syawal.
Menurut pendapat ulama yang penulis pahami dari isi kandungan dalam gambar syarah hadis di atas bahwa maksud "bagaikan puasa 1 tahun" itu dengan berlandaskan atas "1 kebaikan bagaikan 10 kebaikan". Maka dikatakanlah ia berpuasa Ramadhan selama 10 bulan dan ditambah dengan syawal yang melengkapi 2 bulannya, maka jadilah 12 bulan.
Jika ingin diurai, orang yang berpuasa Syawal seperti dikalikan 10, maka puasanya yang 30 hari dalam 1 bulan Ramadhan itu akan dinilai seperti 10 bulan yaitu 300 hari. Plus ditambah dengan 6 hari Syawal menjadi seperti 60 hari (2 bulan). Maka 300 + 60 hari sama dengan 360 hari dalam hal ini 1 tahun. Itu yang saya pahami dari penjelasan Imam al-Nawawy di atas mengenai kelebihan Syawal "bagaikan berpuasa 1 tahun".
Berkaitan dengan 1 kebaikan dan akan dibalas 10 kebaikan oleh Allah, dapat dilihat pada kutipan hadis riwayat dari imam Muslim yang merupakan firman Allah yang diucapan Nabi tapi tidak ada dalam al-Qur'an atau dengan kata lain hadis Qudsiy, berikut ini :
ARTIKEL TERKAIT : Nilai Pahala Kebaikan dan Balasan Keburukan dalam Hadis
Pendapat ini juga setara dengan apa yang dikatakan oleh Ibn al-Jauzy (Abu al-Farj Abdurrahman ibn al-Jauzy) dalam kitab Kasyful Musykil Min Hadis al-Shahihain, sebagaimana berikut:
Kedua pendapat di atas sepertinya tidak jauh berbeda yang memahami bahwa bagaikan puasa 360 hari karena dasar 1 kebaikan itu seperti 10 kebaikan.
PEMAHAMAN LAIN TERHADAP HADIS DAN SYARAHNYA
Dikatakan bahwa orang yang berpuasa Ramadhan 30 hari lantas berpuasa 6 hari di bulan Syawal maka ia berhak mendapatkan kelebihan "bagaikan berpuasa 360 hari". Dalam artian berlaku kepada orang yang puasa Ramadhannya full sebanyak 30 hari. Maka hitungannya akan cocok dan pas berdasarkan hitungan di atas.
Maka bila ia tidak berpuasa full, alias memiliki qadha kemungkinan penyebabnya karena ada udzur seperti haid. Maka ada ulama yang tidak menganjurkannya puasa Syawal sebelum menyelesaikan kewajibannya. Jika dilogikakan maka hitungannya memang tidak sampai pada 360 hari. Karena 1 atau 2 dari puasa Ramadhannya bolong. Bahkan ada ulama yang memakruhkannya bila meninggalkan puasa Ramadhan tanpa sebuah udzur (sengaja meninggalkan / membatalkan puasa Ramadhan) kemudian ingin berpuasa Syawal.
Waktu Memulai Pelaksanaan Puasa Syawal
Setelah mencari informasi penguat terkait dalil tentang pelaksanaan puasa syawal, maka dari sisi pribadi penulis belum ditemukan dalil kapan waktu memulai. Hanya saja, dalam hadis di atas, ada yang mengatakan bahwa bisa di awal dan bisa juga di akhir bulan syawal. Mungkin saja ini berarti bahwa selepas shalat idul fitri di tanggal 1 yang merupakan larangan berpuasa dalam hari raya, maka di awal bulan syawal yakni tanggal 2 sudah boleh niat puasa syawal.
Di sisi lain, jika melihat waktu silaturrahim di banyak territori untuk saling menjenguk antar sanak kerabat tentunya dengan hidangan kue, ketupat, dan berbagai macam hidangan lainnya. Maka untuk menghargai orang yang menghidangkannya maka mungkin dengan mencicipinya alias tidak berpuasa dulu. Hanya saja, berdasarkan pandangan dari UAS Ustad Abdul Somad bahwasannya puasa syawal itu lebih baik bila disegerakan, sebagai mana di baca dalam detik dot com dalam gambar berikut :
Dalam judul "Puasa Syawal Kapan Sebaiknya di lakukan ? ini Saran ustas abdul somad" bahwa demi menjaga dan melestarikan kebaikan yang didapat dalam bulan ramadhan maka puasa syawal bisa segera dilaksanakan selepas idul fitri. Jadi tidak serta merta menahan makan dan minum di bulan ramadhan dan tidak bisa mengontrol diri dalam makanan pada bulan syawal yang menurut beliau bagaikan kuda lepas dari kandang. (Sumber : dari detik.com "Puasa Syawal Kapan Sebaiknya di lakukan ? ini Saran ustas abdul somad" ).
Karena memang makan dengan berlebihan itu tidak baik untuk kesehatan. Mungkin ini salah satu hikmah yang dapat diperoleh saat puasa syawal.
Saya kira cukup sekian dulu yang sempat saya paparkan pada pertemuan kali ini tentang puasa Syawal. Jika ada benarnya silahkan dimanfaatkan dan jika salah atau khilaf maka biarlah kami perbaiki.
Sekian,
Wassalam...
by : Zaharuddin
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sungguh perjuangan yang luar biasa, kita telah melalui bulan Ramadhan dengan sebuah peperangan dalam melawan hawa nafsu, godaan syaithan, dan perbuatan negatif lainnya, demi melatih diri kita menjadi individu yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Suatu kesyukuran tak terhingga terhadap kebesaran Yang Maha Kuasa yang telah memberikan umur yang panjang sehingga masih bisa menyaksikan dan beribadah dalam bulan Ramadhan 1441 H. Kami doakan kepada seluruh pengunjung motivasiibadah.com agar Ramadhan kali ini adalah Ramadhan yang paling berarti, ibadah kita yang paling maqbul. Meski demikian, kita tetap berharap bisa tetap hadir pada bulan Ramadhan berikutnya untuk melakukan yang lebih baik pada Ramadhan kali ini. Amin ya Rabbal 'Aalamiin
Terkadang kita merasa bahwa apa betul puasa kita tidak hampa dalam bulan-bulan Ramadhan? Sehingga hanya lapar dan haus yang kita peroleh. Sepertinya, 1 bulan dengan jumlah 30 hari tidak begitu cukup dalam melatih diri ini menjadi orang yang bertakwa. Dengan sifat kemunafikan yang terus menggoda dalam diri kita, sehingga selain bulan Ramadhan, al-Qur'an jarang lagi dibaca , shalat jama'ah pun entah kapan lagi ke mesjid, apalagi jika hanya puasa sunat di hari senin dan kamis, mungkin itu tidak lagi penting dalam meneruskan manfaat besar dari bulan Ramadhan.
Saya ingin mengutip sebuah hadis dari Imam Muslim mengenai puasa di luar bulan Ramadhan yakni puasa di bulan syawal.
( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )
Hadis di atas memberikan informasi kepada kita bahwasanya ada puasa yang disunnatkan oleh Nabi selepas melaksanakan puasa Ramadhan. Puasa tersebut adalah puasa di bulan Syawal. Jumlahnya hanya 6 hari dan pendapat ulama mengatakan bahwa tidak mesti harus dilakukan berturut-turut , selama dilaksanakan pada bulan Syawal maka ia akan terhitung dalam 6 hari tersebut. Selepas bulan Ramadhan bukan berarti tidak memiliki lagi perintah untuk melaksanakan puasa. Walau puasa Syawal ini tidak wajib seperti puasa dalam bulan Ramadhan, namun memiliki keistimewaan dan kelebihan tersendiri bagi orang yang melaksanakan puasa Syawal 6 hari selepas bulan Ramadhan.
Kelebihan yang dimaksudkan adalah sebagaimana dalam terjemahan hadis pada teks di atas bahwa "seolah-olah berpuasa sepanjang masa". Dari teks tersebut dipahami bahwa orang yang berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya 6 hari di bulan Syawal maka ia bagaikan berpuasa sepanjang masa. Sepanjang masa dalam hal ini seumur hidup, atau masa yang dimaksudkan adalah waktu yang ada di dunia, yakni kita hanya memiliki 1 tahun atau 360 hari yang terus berputar dari tanggal 1 Muharram dan kembali lagi 1 Muharram setelah 360 hari. Jadi seumur hidup atau hanya 1 tahun?
Dalam hadis yang lain dikatakan:
( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )
( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )
APAKAH MELAKUKAN PUASA LAIN YANG BUKAN MERUPAKAN NIAT PUASA SYAWAL TETAP DIKATAKAN PUASA SYAWAL ?
Seperti halnya puasa qadha yang tertinggal dalam bulan Ramadhan dan dilakukan dalam bulan Syawal maka ia mendapatkan pahala puasa Syawal bagaikan berpuasa selama 1 tahun penuh ?
Menurut berbagai informasi , apakah berita Islami atau berasal dari ulama cendekia mengatakan bahwa melakukan puasa seperti puasa senin-kamis, pada bulan Syawal sebagaimana digambarkan dalam hadis bahwa bagaikan berpuasa 1 tahun penuh. Anda dapat melihat pendapat ini juga dalam NU ONLINE dalam judul "Bolehkah Niat Qadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Syawal ?"
Hanya saja, terkait dengan puasa qadha yang yang merupakan kewajiban pengganti pada ramadhan bahwa ada ulama yang memakruhkan puasa syawal sebelum menyelesaikan kewajiban. Darisini dapat dipahami bahwa puasa qadha diluar dari niat puasa sunnat syawal. Sementara ulama sepakat kalau puasa syawal ini adalah puasa sunnat. Secara dsahirnya, ia telah berpuasa pada bulan syawal, karena ini adalah puasa wajib, maka tidak ditemukan ulama yang berpendapat bahwa ia juga memperoleh pahala bulan syawal. Anda juga dapat melihat pada wartakota live terkait niat puasa qadha ramadhan di bulan syawal.
MAKNA 1 TAHUN PENUH ?
Dari paragraf-paragraf di atas bahwasanya ada kelebihan bagaikan berpuasa 1 bulan penuh bagi orang yang berpuasa 6 hari di bulan Syawal. Hadis tersebut di atas telah dijelaskan dalam banyak kitab syarah hadis, salah satu di antaranya adalah syarah Imam al-Nawawiy, sebagaimana berikut:
( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )
Dari penjelasan di atas, Imam al-Nawawy menjelaskan bahwa mazhab al-Syafi'iy, Imam Ahmad, dan Abu Daud sepakat bahwasanya ini adalah ibadah puasa sunnah. Sementara Imam Malik sendiri memakruhkannya karena menurut pendapat beliau tidak pernah dikerjakan oleh orang ahlul ilmi.
Pada kalimat selanjutnya Imam al-Nawawiy mengatakan kalau para sahabat kami berkata bahwa yang paling afdhalnya adalah agar berpuasa 6 hari secara berturut-turut selepas idul fitri. Namun, jika ada yang memisahkannya (tidak berturut-turut), apakah itu di awal Syawal atau pun mentakhirkannya pada akhir bulan Syawal maka akan tetap mendapatkan kelebihan itu (bagaikan puasa 1 tahun) karena ia telah mengikuti anjuran umum yang diyakini 6 hari dalam bulan Syawal.
Menurut pendapat ulama yang penulis pahami dari isi kandungan dalam gambar syarah hadis di atas bahwa maksud "bagaikan puasa 1 tahun" itu dengan berlandaskan atas "1 kebaikan bagaikan 10 kebaikan". Maka dikatakanlah ia berpuasa Ramadhan selama 10 bulan dan ditambah dengan syawal yang melengkapi 2 bulannya, maka jadilah 12 bulan.
Jika ingin diurai, orang yang berpuasa Syawal seperti dikalikan 10, maka puasanya yang 30 hari dalam 1 bulan Ramadhan itu akan dinilai seperti 10 bulan yaitu 300 hari. Plus ditambah dengan 6 hari Syawal menjadi seperti 60 hari (2 bulan). Maka 300 + 60 hari sama dengan 360 hari dalam hal ini 1 tahun. Itu yang saya pahami dari penjelasan Imam al-Nawawy di atas mengenai kelebihan Syawal "bagaikan berpuasa 1 tahun".
Berkaitan dengan 1 kebaikan dan akan dibalas 10 kebaikan oleh Allah, dapat dilihat pada kutipan hadis riwayat dari imam Muslim yang merupakan firman Allah yang diucapan Nabi tapi tidak ada dalam al-Qur'an atau dengan kata lain hadis Qudsiy, berikut ini :
( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )
ARTIKEL TERKAIT : Nilai Pahala Kebaikan dan Balasan Keburukan dalam Hadis
Pendapat ini juga setara dengan apa yang dikatakan oleh Ibn al-Jauzy (Abu al-Farj Abdurrahman ibn al-Jauzy) dalam kitab Kasyful Musykil Min Hadis al-Shahihain, sebagaimana berikut:
( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )
Kedua pendapat di atas sepertinya tidak jauh berbeda yang memahami bahwa bagaikan puasa 360 hari karena dasar 1 kebaikan itu seperti 10 kebaikan.
PEMAHAMAN LAIN TERHADAP HADIS DAN SYARAHNYA
Dikatakan bahwa orang yang berpuasa Ramadhan 30 hari lantas berpuasa 6 hari di bulan Syawal maka ia berhak mendapatkan kelebihan "bagaikan berpuasa 360 hari". Dalam artian berlaku kepada orang yang puasa Ramadhannya full sebanyak 30 hari. Maka hitungannya akan cocok dan pas berdasarkan hitungan di atas.
Maka bila ia tidak berpuasa full, alias memiliki qadha kemungkinan penyebabnya karena ada udzur seperti haid. Maka ada ulama yang tidak menganjurkannya puasa Syawal sebelum menyelesaikan kewajibannya. Jika dilogikakan maka hitungannya memang tidak sampai pada 360 hari. Karena 1 atau 2 dari puasa Ramadhannya bolong. Bahkan ada ulama yang memakruhkannya bila meninggalkan puasa Ramadhan tanpa sebuah udzur (sengaja meninggalkan / membatalkan puasa Ramadhan) kemudian ingin berpuasa Syawal.
Waktu Memulai Pelaksanaan Puasa Syawal
Setelah mencari informasi penguat terkait dalil tentang pelaksanaan puasa syawal, maka dari sisi pribadi penulis belum ditemukan dalil kapan waktu memulai. Hanya saja, dalam hadis di atas, ada yang mengatakan bahwa bisa di awal dan bisa juga di akhir bulan syawal. Mungkin saja ini berarti bahwa selepas shalat idul fitri di tanggal 1 yang merupakan larangan berpuasa dalam hari raya, maka di awal bulan syawal yakni tanggal 2 sudah boleh niat puasa syawal.
Di sisi lain, jika melihat waktu silaturrahim di banyak territori untuk saling menjenguk antar sanak kerabat tentunya dengan hidangan kue, ketupat, dan berbagai macam hidangan lainnya. Maka untuk menghargai orang yang menghidangkannya maka mungkin dengan mencicipinya alias tidak berpuasa dulu. Hanya saja, berdasarkan pandangan dari UAS Ustad Abdul Somad bahwasannya puasa syawal itu lebih baik bila disegerakan, sebagai mana di baca dalam detik dot com dalam gambar berikut :
( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )
Karena memang makan dengan berlebihan itu tidak baik untuk kesehatan. Mungkin ini salah satu hikmah yang dapat diperoleh saat puasa syawal.
Saya kira cukup sekian dulu yang sempat saya paparkan pada pertemuan kali ini tentang puasa Syawal. Jika ada benarnya silahkan dimanfaatkan dan jika salah atau khilaf maka biarlah kami perbaiki.
Sekian,
Wassalam...
Popular Posts
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN dalam Hadis
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN - Hadis tentang Pahala Berlipat Ganda by : Zaharuddin Assalamu Alaikum Wr. Wb. Kembali lagi berjumpa bersama kami dalam motivasiibadah.com , sebuah kesyukuran karena masih bisa berinteraksi sampai saat sekarang ini, tak lupa kita kirimkan salawat kepada Nabi Muhammad Saw yang telah menunjukkan kita kepada jalan-jalan kebaikan dan menjauhkan kita dari jalan keburukan. Pada beberapa pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai konsistensi dalam beribadah, baik dari segi mengontrol mindset dan niat dalam beribadah, begitupula karena faktor kebiasaan yang bisa membantu seseorang agar tetap semangat dalam melaksanakan kebaikan dan bernilai ibadah kepada Allah Swt . ARTIKEL TERKAIT : Cara Semangat ibadah- Mengontrol Mindset dan Niat positif dan baca Juga Tentang Faktor Kebiasaan dan Ketekunan BAGAIMANAKAH ALLAH MEMBALAS KEBAIKAN ITU ? Semangat dalam melakukan s...
DEFENISI DAN HUKUM MAF'UL BIH
BAB I PENDAHULUAN A . Latar Belakang Bahasa Arab sebagai bahasa al- Qur’an dan hadis yang keduanya sumber ajaran pokok(primer) Islam dan kedua sumber ajaran Islam itu harus diamalkan. Namun demikian, tak dapat kita pungkiri bahwa mempelajari bahkan menguasai bahasa Arab tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi bukan berarti kita tidak mempelajarinya. Karena bahasa Arab mempunyai karakter dan keistimewaan tersendiri yang berbeda, bahkan mungkin tidak dimiliki oleh bahasa-bahasa yang lain. Al-Lughah al-‘Arabiyyah merupakan kata yang menerangkan gaya bahasa arab, sedangkan tentang ‘Ulum al-‘Arabiyyah adalah ilmu yang membahas cara pengucapan dan penulisan yakni Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah seperti ‘ Ilm al-sharf wa al-Nahwu Makalah ini merupakan sebagian dari Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah , ilmu ini mengajarkan agar memudahkan dalam pemakaian gaya bahasa, jelas maknanya, dan mendekatkan pemahaman kita sebagai al-Muta’allimin B . Rumusan Masalah ...
Bunga Imitasi, Cara Percantik Rumah
Bunga Imitasi , Cara Percantik Rumah Life Style dalam motivasi ibadah kali ini memberi apresiasi tertulis bagi jiwa kreatif yang terus produktif. Aktifitasnya mampu memberi solusi dan membantu sebagian kalangan. Bunga, sering dijadikan sebagai hiasan banyak orang karena ia mampu memberi nilai positif tersendiri saat terpajang di suatu tempat. Tentunya, ia akan memiliki harga rupiah ( Indonesia Rupiah ) karena suasana cantik yang dihasilkan saat memajang bunga hias itu. Takkala hebohnya, bila bunga hias ini dilirik oleh orang yang memang memiliki hobby dan kesukaan dalam mendekor, merangkai helai dan daun yang cocok, menata ruang dan tempat yang cocok di hias dengan bunga. Maka ia akan familiar dan terkenal dengan keelokannya karena di tata oleh orang tepat. Sehingga, jangan heran bila ia memiliki harga yang lumayan cantik juga.. Bunga hias , sebagian memilih yang hidup dan sebagian juga memilih yang imitasi (hias tidak hidup). Masing masing memiliki alasan tersendiri dan ...
Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan
LARANGAN MENYIKSA HEWAN TANPA HAK DAN PERINTAH MEMBUNUH HEWAN YANG BERBAHAYA by : Zaharuddin Dalam sebuah hadis dari kitan al-Nasaiy yang berbunyi : ( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas ) Terlihat sangat jelas dalam teks hadis di atas, bilamana seseorang membunuh seekor burung tanpa ada tujuan tertentu untuk dimanfaatkan maka itu merupakan sebuah tidakan yang akan dimintai pertanggung jawabnnya di sisi Allah. Jika melihat teks " Saalallahu " Allah akan memintai pertanggung jawabannya, sebagaimana dalam kitan faidh al-Qadir mengenai hadis ini bahwa kata itu dipahami sebagai sebuah hukuman, siksaan di hari kemudian. Manusia hidup di muka bumi tidak seorang diri melainkan bersama makhluk ciptaan Allah lainnya seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan. Semua mempunyai peran dalam kehidupannya masing-masing. Olehnya itu, semua makhluk dituntut untuk hidup damai dan saling memberi manfaat. Manusia dan hewan bisa mempunyai hubungan erat lay...
VIDEO - Penyaluran Zakat Langsung Ke Mustahik YATIM DHUAFA - Sanggar Tamarunang Makassar
VIDEO - Penyaluran Zakat Langsung Ke Mustahik YATIM DHUAFA - Sanggar Tamarunang Makassar Salah satu video saat penyaluran zakat sedekah langsung ke mustahiq YATIM DUAFA di SANGGAR TAMARUNANG Sanggar Tamarunang adalah salah 1 bagian dari Yayasan Yatim Mandiri Makassar yang terdaftar di BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL - BAZNAS.
LAMBAT MANDI JUNUB SAAT PUASA RAMADHAN
Assalamu Alaikum Wr Wb. Pertama yang ingin di sampaikan terkait tema kali ini adalah batalnya puasa. Salah satu hal yang dapat membatalkan puasa adalah makan dan minum. Selain daripada itu ialah bersenggama atau berhubungan badan/bercampur dengan istri di saat sesahg berpuasa dari terbit matahari/imsak hingga terbenam matahari/buka puasa. Pada dasar hukumnya, Dalam al-Qur'an, Allah mengijinkan berhubungan badan bersama istri pada malam hari sebelum imsak. Karena apabila telah melewati waktu imsak melakukan hubungan badan maka secara otomatis puasa jadi batal. Jadi, silahkan, bagi yang tidak bisa menahan nafsu di malam hari, maka datanglah kepada istri. Yang jelasnya, bukan pada istri orang lain, maka itu lebih parah lagi. Selanjutnya adalah ada banyak kebiasaan suami istri pada saat setelah berhubungan badan, mereka tidak langsung mandi junub, pasalnya adalah masih tengah malam, masih dingin, dan faktor kesehatan juga berbahaya. Jadi, banyak yang menunda mandi junubnya hingga sub...
DISKURSUS QIRA`AH SAB`AH DALAM KITAB AL-TAYSIR FI AL-QIRA`ATI AL-SAB`I
cara agar semangat beribadah - KEBIASAAN dan KETEKUNAN
FAKTOR KEBIASAAN dan KETEKUNAN by ; Zaharuddin "Tempuhlah wahai anakku, jalan yang ditempuh para tokoh- Beperilakulah dengan kebiasaan termulia" (Balagatul Hukama by. Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A) Assalamu Alaikum Wr. Wb Pertama-tama, tetap bersyukur kepada Allah karena iman dan takwa senantiasa ada dalam hati, serta salawat dan taslim kepaada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW sebagai tauladan kita. Pembahasan sebelumnya tentang 'taubat dan konsisten' dan saya mengatakan bahwa sangat berkaitan dengan pembahasan selanjutnya. Nah, inilah yang kita bahas pada pertemuan kali ini yakni KEBIASAAN dan KETEKUNAN. Pernahkah anda mendengar pepatah 'ala bisa karena biasa'? Suatu kegiatan akan mudah terlaksana dan diselesaikan, karena proses kerjanya sudah biasa dilakukan sebelumnya. Seperti halnya pelajaran matematika, fisika, kimia, serta pelajaran lainnya yang membutu...
Cara Taubat Nasuha
TAUBAT dan KONSISTEN Oleh ; Zaharuddin at 13 April 2020 Assalamu Alaikum wr. wb Rasa Syukur ini tak lupa kita panjatkan kehadirat Allah atas segala nikmat-Nya kepada kita semua serta marilah kita bersalawat kepada Rasulullah Muhammad Saw sebagai Suri tauladan kepada seluruh umat manusia. Kembali lagi berjumpa pada kesempatan yang penuh mubarakah ini, pada pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai pentingnya mengontrol niat dan pola pikir agar bisa menjalankan ibadah yang lebih giat lagi. Perlu kita ketahui juga bahwa dalam pembahasan sebelumnya, secara tidak langsung telah terdapat keterkaitan dengan apa yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini. Pada pertemuan sebelumnya, mengontrol pola pikir yang harus dilakukan setiap saat karena ada niat ingin berubah, niat ingin berubah menjadi lebih baik inilah yang akan kita bicarakan kali ini. Poin Kedua ; Taubat dan Konsisten (Po...
6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah
CERAMAH RAMADHAN 2025 6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah by : Zaharuddin Pemimpin yang memerintahkan kepada yang keji dan mungkar maka tidak perlu di patuhi Assalamu Alaikum warahmatullah wabaraktuh Alhamdulillah rabbil alamin, nahmaduhu wanastainuhi wanastagfiruh wanaudzubillah min syururi ampusina wasayyiati a'malina, man yahdillah falamudillalah waman yudlil fala hadiyalah. Wassalatu wassalamu ala asyrafil anbiyai walmursalin, sayyidina muhammadin waala alih waashabih ajmain. Ammaa ba'du. Sebuah kesyukuran besar bagi kaum muslimin karena telah dianugrahi pedoman / petunjuk ke jalan yang lurus, tuntunan agar mampu menitih jalan yang tepat menuju kebahagiaan abadi di akhirat kelak yakni Al quran dan hadis Nabi Saw yang sebaiknya dipegang teguh agar iman tidak goyang sebelum hari kiamat terjadi. Olehnya itu, patut mengirimkan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad karena telah menyampaikan , menjelaskan, dan membimbing kaum muslimin agar senantiasa konsisten bera...
KONTEN TERBAIK LAINNYA
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN dalam Hadis
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN - Hadis tentang Pahala Berlipat Ganda by : Zaharuddin Assalamu Alaikum Wr. Wb. Kembali lagi berjumpa bersama kami dalam motivasiibadah.com , sebuah kesyukuran karena masih bisa berinteraksi sampai saat sekarang ini, tak lupa kita kirimkan salawat kepada Nabi Muhammad Saw yang telah menunjukkan kita kepada jalan-jalan kebaikan dan menjauhkan kita dari jalan keburukan. Pada beberapa pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai konsistensi dalam beribadah, baik dari segi mengontrol mindset dan niat dalam beribadah, begitupula karena faktor kebiasaan yang bisa membantu seseorang agar tetap semangat dalam melaksanakan kebaikan dan bernilai ibadah kepada Allah Swt . ARTIKEL TERKAIT : Cara Semangat ibadah- Mengontrol Mindset dan Niat positif dan baca Juga Tentang Faktor Kebiasaan dan Ketekunan BAGAIMANAKAH ALLAH MEMBALAS KEBAIKAN ITU ? Semangat dalam melakukan s...
DEFENISI DAN HUKUM MAF'UL BIH
BAB I PENDAHULUAN A . Latar Belakang Bahasa Arab sebagai bahasa al- Qur’an dan hadis yang keduanya sumber ajaran pokok(primer) Islam dan kedua sumber ajaran Islam itu harus diamalkan. Namun demikian, tak dapat kita pungkiri bahwa mempelajari bahkan menguasai bahasa Arab tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi bukan berarti kita tidak mempelajarinya. Karena bahasa Arab mempunyai karakter dan keistimewaan tersendiri yang berbeda, bahkan mungkin tidak dimiliki oleh bahasa-bahasa yang lain. Al-Lughah al-‘Arabiyyah merupakan kata yang menerangkan gaya bahasa arab, sedangkan tentang ‘Ulum al-‘Arabiyyah adalah ilmu yang membahas cara pengucapan dan penulisan yakni Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah seperti ‘ Ilm al-sharf wa al-Nahwu Makalah ini merupakan sebagian dari Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah , ilmu ini mengajarkan agar memudahkan dalam pemakaian gaya bahasa, jelas maknanya, dan mendekatkan pemahaman kita sebagai al-Muta’allimin B . Rumusan Masalah ...
Bunga Imitasi, Cara Percantik Rumah
Bunga Imitasi , Cara Percantik Rumah Life Style dalam motivasi ibadah kali ini memberi apresiasi tertulis bagi jiwa kreatif yang terus produktif. Aktifitasnya mampu memberi solusi dan membantu sebagian kalangan. Bunga, sering dijadikan sebagai hiasan banyak orang karena ia mampu memberi nilai positif tersendiri saat terpajang di suatu tempat. Tentunya, ia akan memiliki harga rupiah ( Indonesia Rupiah ) karena suasana cantik yang dihasilkan saat memajang bunga hias itu. Takkala hebohnya, bila bunga hias ini dilirik oleh orang yang memang memiliki hobby dan kesukaan dalam mendekor, merangkai helai dan daun yang cocok, menata ruang dan tempat yang cocok di hias dengan bunga. Maka ia akan familiar dan terkenal dengan keelokannya karena di tata oleh orang tepat. Sehingga, jangan heran bila ia memiliki harga yang lumayan cantik juga.. Bunga hias , sebagian memilih yang hidup dan sebagian juga memilih yang imitasi (hias tidak hidup). Masing masing memiliki alasan tersendiri dan ...
Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan
LARANGAN MENYIKSA HEWAN TANPA HAK DAN PERINTAH MEMBUNUH HEWAN YANG BERBAHAYA by : Zaharuddin Dalam sebuah hadis dari kitan al-Nasaiy yang berbunyi : ( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas ) Terlihat sangat jelas dalam teks hadis di atas, bilamana seseorang membunuh seekor burung tanpa ada tujuan tertentu untuk dimanfaatkan maka itu merupakan sebuah tidakan yang akan dimintai pertanggung jawabnnya di sisi Allah. Jika melihat teks " Saalallahu " Allah akan memintai pertanggung jawabannya, sebagaimana dalam kitan faidh al-Qadir mengenai hadis ini bahwa kata itu dipahami sebagai sebuah hukuman, siksaan di hari kemudian. Manusia hidup di muka bumi tidak seorang diri melainkan bersama makhluk ciptaan Allah lainnya seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan. Semua mempunyai peran dalam kehidupannya masing-masing. Olehnya itu, semua makhluk dituntut untuk hidup damai dan saling memberi manfaat. Manusia dan hewan bisa mempunyai hubungan erat lay...
VIDEO - Penyaluran Zakat Langsung Ke Mustahik YATIM DHUAFA - Sanggar Tamarunang Makassar
VIDEO - Penyaluran Zakat Langsung Ke Mustahik YATIM DHUAFA - Sanggar Tamarunang Makassar Salah satu video saat penyaluran zakat sedekah langsung ke mustahiq YATIM DUAFA di SANGGAR TAMARUNANG Sanggar Tamarunang adalah salah 1 bagian dari Yayasan Yatim Mandiri Makassar yang terdaftar di BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL - BAZNAS.
LAMBAT MANDI JUNUB SAAT PUASA RAMADHAN
Assalamu Alaikum Wr Wb. Pertama yang ingin di sampaikan terkait tema kali ini adalah batalnya puasa. Salah satu hal yang dapat membatalkan puasa adalah makan dan minum. Selain daripada itu ialah bersenggama atau berhubungan badan/bercampur dengan istri di saat sesahg berpuasa dari terbit matahari/imsak hingga terbenam matahari/buka puasa. Pada dasar hukumnya, Dalam al-Qur'an, Allah mengijinkan berhubungan badan bersama istri pada malam hari sebelum imsak. Karena apabila telah melewati waktu imsak melakukan hubungan badan maka secara otomatis puasa jadi batal. Jadi, silahkan, bagi yang tidak bisa menahan nafsu di malam hari, maka datanglah kepada istri. Yang jelasnya, bukan pada istri orang lain, maka itu lebih parah lagi. Selanjutnya adalah ada banyak kebiasaan suami istri pada saat setelah berhubungan badan, mereka tidak langsung mandi junub, pasalnya adalah masih tengah malam, masih dingin, dan faktor kesehatan juga berbahaya. Jadi, banyak yang menunda mandi junubnya hingga sub...
DISKURSUS QIRA`AH SAB`AH DALAM KITAB AL-TAYSIR FI AL-QIRA`ATI AL-SAB`I
cara agar semangat beribadah - KEBIASAAN dan KETEKUNAN
FAKTOR KEBIASAAN dan KETEKUNAN by ; Zaharuddin "Tempuhlah wahai anakku, jalan yang ditempuh para tokoh- Beperilakulah dengan kebiasaan termulia" (Balagatul Hukama by. Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A) Assalamu Alaikum Wr. Wb Pertama-tama, tetap bersyukur kepada Allah karena iman dan takwa senantiasa ada dalam hati, serta salawat dan taslim kepaada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW sebagai tauladan kita. Pembahasan sebelumnya tentang 'taubat dan konsisten' dan saya mengatakan bahwa sangat berkaitan dengan pembahasan selanjutnya. Nah, inilah yang kita bahas pada pertemuan kali ini yakni KEBIASAAN dan KETEKUNAN. Pernahkah anda mendengar pepatah 'ala bisa karena biasa'? Suatu kegiatan akan mudah terlaksana dan diselesaikan, karena proses kerjanya sudah biasa dilakukan sebelumnya. Seperti halnya pelajaran matematika, fisika, kimia, serta pelajaran lainnya yang membutu...
Cara Taubat Nasuha
TAUBAT dan KONSISTEN Oleh ; Zaharuddin at 13 April 2020 Assalamu Alaikum wr. wb Rasa Syukur ini tak lupa kita panjatkan kehadirat Allah atas segala nikmat-Nya kepada kita semua serta marilah kita bersalawat kepada Rasulullah Muhammad Saw sebagai Suri tauladan kepada seluruh umat manusia. Kembali lagi berjumpa pada kesempatan yang penuh mubarakah ini, pada pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai pentingnya mengontrol niat dan pola pikir agar bisa menjalankan ibadah yang lebih giat lagi. Perlu kita ketahui juga bahwa dalam pembahasan sebelumnya, secara tidak langsung telah terdapat keterkaitan dengan apa yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini. Pada pertemuan sebelumnya, mengontrol pola pikir yang harus dilakukan setiap saat karena ada niat ingin berubah, niat ingin berubah menjadi lebih baik inilah yang akan kita bicarakan kali ini. Poin Kedua ; Taubat dan Konsisten (Po...
6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah
CERAMAH RAMADHAN 2025 6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah by : Zaharuddin Pemimpin yang memerintahkan kepada yang keji dan mungkar maka tidak perlu di patuhi Assalamu Alaikum warahmatullah wabaraktuh Alhamdulillah rabbil alamin, nahmaduhu wanastainuhi wanastagfiruh wanaudzubillah min syururi ampusina wasayyiati a'malina, man yahdillah falamudillalah waman yudlil fala hadiyalah. Wassalatu wassalamu ala asyrafil anbiyai walmursalin, sayyidina muhammadin waala alih waashabih ajmain. Ammaa ba'du. Sebuah kesyukuran besar bagi kaum muslimin karena telah dianugrahi pedoman / petunjuk ke jalan yang lurus, tuntunan agar mampu menitih jalan yang tepat menuju kebahagiaan abadi di akhirat kelak yakni Al quran dan hadis Nabi Saw yang sebaiknya dipegang teguh agar iman tidak goyang sebelum hari kiamat terjadi. Olehnya itu, patut mengirimkan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad karena telah menyampaikan , menjelaskan, dan membimbing kaum muslimin agar senantiasa konsisten bera...
20 ARTIKEL PILIHAN UNTUK ANDA
- PERBEDAAN Kebaikan dan Keburukan Dalam Hadis
- Peduli Sosial Menurut Hadis - Balasan Saling Membantu
- Penyebab Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan
- NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN berdasarkan Hadis
- Saat Jibril Berwujud Manusia - Ajarkan Islam Iman dan Ihsan
- Cara Agar Amalan Disukai Allah - KECIL TAPI DAHSYAT,
- IMAN BERKURANG KARENA MAKSIAT
- HAL YANG JARANG DIKETAHUI TENTANG ORANG TUA
- CONTOH MUKJIZAT AL-QUR'AN
- CARA MEMAHAMI MAKNA AYAT
- Janji Allah dan Janji Manusia
- PENGANTAR CARA MEMAHAMI HADIS
- Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan
- MEMAHAMI AYAT DENGAN AYAT - TAFSIR BIL MA'TSUR
- UKHUWAH ISLAMIYAH MASA CORONA
- SILATURRAHIM BUKAN SEKEDAR PERINTAH
- CARA MENYAMBUNG SILATURRAHIM
- HADIS TENTANG KESEHATAN DAN WAKTU LUANG
- FAEDAH BACA AL-QUR'AN DAN TERJEMAHNYA
- BERLOMBA KEBAIKAN DALAM RAMADHAN







Comments
Post a Comment