ARTIKEL UNGGULAN

CARA SEDERHANA MENGUKUR TAQWA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Motivasiibadah.com - Taqwa bagi seorang muslim merupakan puncak meraih kemuliaan di hadapan Allah SWT. Dalam Ramadhan dikatakan sebagai madrasah ibadah, sekolah pelatihan penghambaan kepada Allah dari seluruh aspek ketaatan dalam beribadah kepada Allah. Satu hal yang menjadi peringkat tertinggi pencapaian hamba Allah adalah TAQWA.



CARA SEDERHANA MENGUKUR TAQWA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

 Apakah Pasca Ramadhan, seseorang sudah mampu meraih peringkat TAQWA sebagaimana yang nasehat dari Alquran ?

GAMBARAN TAQWA

GAMBARAN TAQWA

Secara sepintas, seseorang bisa saja mengklaim dirinya sudah bertaqwa kepada Allah, namun apakah semudah itu di katakan sudah bertaqwa ?

Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak momen yang bisa diperhatikan saat sedang beraktifitas. Baik dalam hal ibadah wajib, sunat, pekerjaan, rutinitas lainnya seperti urusan rumah tangga dan lain sebagainya untuk menilai dan mengukur taqwa kepada Allah.

Apakah kamu sudah bertaqwa?

Mengetahui tinggi dan rendahnya taqwa kepada Allah, jangan sampai membuat seseorang merasa angkuh dan menyombongkan diri karena kebanggaannya dalam menilai dirinya termasuk orang yang bertaqwa. Taqwa tidaklah untuk dipamerkan seperti prestasi dan penghargaan duniawi, apalagi di tunjuk tunjukkan dalam postingan medsos. Jika seperti itu jadinya, maka bisa jadi belum termasuk orang yang bertaqwa.

Nilai tinggi rendahnya taqwa seseorang, biarlah di catat oleh malaikat saja, yang nantinya akan dipakai saat berhadapan langsung kepada Allah. karen taqwa akan membuat hamba Allah mengumpulkan pahala sebanyak mungkin sebagai bekal akhirat kelak. Bukan untuk di pamerkan di khalayak umum di depan tontonan umat manusia.

Cara Sederhana mengukur atau mengetahui TAQWA kepada Allah SWT

CARA SEDERHANA MENGUKUR dan MENGETAHUI TAQWA

Dalam sebuah riwayat, seorang sahabat Nabi Saw yang bernama Ubay Bin Ka'ab, beliau merupakan tangan kanan Rasulullah dalam urusan Al-quran. Ketika ayat turun, Rasulullah menyuruh Ubay menulis seluruh firman Allah. Tak heran bila Ubay ini mampu menghafal juga seluruh isi Alquran. Beliau juga dikenal imam shalatnya Umar ibn Khattab.

Umar bin Khattab bertanya kepada Ubay bin Ka'ab terkait seperti apakah itu TAQWA ? Lantas Ubay menggambarkan taqwa itu dengan kembali bertanya kepada Umar bahwa wahai Umar pernahkah Engkau berjalan di atas bebatuan (batu kasar) bersama Rasulullah? jawabnya iya, lantas apakah Rasulullah berhenti melewati batu itu ? Umar menjawab, tidak, Rasulullah tetap lanjut namun dengan cara perlahan , pelan pelan, hati-hati. Ubay berkata bahwa seperti itulah Taqwa yakni penuh kehati-hatian.

"Bisa diambil sebuah ukuran bahwa orang yang memiliki taqwa itu berhati hati."

MENGUKUR TAKWA

MENGUKUR TAQWA

Sebagimana yang telah di ungkapkan sebelumnya bahwa dalam kehidupan sehari-hari, seseorang bisa saja mengukur taqwanya kepada Allah, yakni dengan cara melihat "SEBERAPA HATI HATI DIA DALAM BERTINDAK". Baik dalam hal ibadah, pekerjaan harian dll.

Sebenarnya, semua aktifitas sehari hari bisa saja bernilai ibadah di sisi Allah bila diniatkan karena Allah semata. Bahkan dengan mengumpulkan hartapun bernilai ibadah jika harta nantinya digunakan dijalan yang diridhai Allah dan bukan perbuatan dosa semata.

Taqwa itu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Secara bahasa, taqwa itu dipahami dengan "TAKUT". dalam hal ini takut bersalah.

Seperti halnya seseorang yang sedang bekerja mencari uang, ia akan berhati-hati akan terjadinya kesalahan karena takut ditegur atasannya. Begitu juga taqwa, di saat waktu shalat wajib tiba, maka perlu berhati-hati lupa akan shalat, dengan cara mengurangi kesibukan, terus memantau jam, bahkan memasang alarm waktu shalat, karena takut berdosa meninggalkan shalat.

Contoh ringan, Imsak puasa di pukul 4.45 seumpama., meski belum fajar yang merupakan star awal menahan saat puasa di pukul 4.50 , karena itu mengandung unsur hati hati, jangan sampai masih makan sementara fajar sudah muncul berarti puasa batal Krena 4.50 masih mengunyah.

Contoh lain, saat sedang berpuasa, berinteraksi dengan handphone yang disertai jaringan internet, medsos, iklan, status orang, dan pornografi bisa saja muncul dari segala aplikasi yang terhubung dengan hp. Bila berhati-hati, maka aplikasi atau akses yang tidak penting akan dihindari, karena puasa menahan nafsu mata yang hendak melihat pornografi.

Satu contoh lagi, tutur kata pada keluarga, tetangga, teman, orang lain. Bila sebuah kata yang akan di ucapkan mampu menyinggung orang, menyakiti hati orang maka berhenti dan tidak jadi diucapkan. Perlu untuk diketahui juga bahwa hadis mengatakan bahwa jika kita termasuk orang yang beriman maka bertutur kata yang baik saja, jika tidak mampu maka lebih baik diam. Terlalu banyak canda dan Senda gurau, bohong, marah , kata kata kotor, mending tidak diucapkan.

HASIL dan NILAI TAQWA

HASIL dan NILAI TAQWA

Setelah mengukur dengan cara sederhana dan ringan dalam kehidupan sehari-hari, dapat di ketahui seseorang memiliki taqwa kepada Allah atau tidak, atau ada sedikit, atau mungkin separuh.

Pertama, jika potensi berbuat dosa ada didepan mata, seperti mencuri barang orang ketika tidak ada yang melihat, makan sembunyi sembunyi saat sedang puasa, semunya langsung dilakukan tanpa ada rasa takut sama sekali, bisa dikatakan iman dan taqwa seseorang pada saat itu NIHIL. Karena tidak akan mencuri dan berzina seseorang jika ia sedang beriman dan bertaqwa. Krena iman dan taqwa nya tidak ada dalam dirinya makanya ia berbuat dosa.

Kedua, jika potensi berbuat dosa dalam kehidupan sehari-hari seperti memiliki hp dan berniat untuk mengakses aplikasi JUDI ONLINE , lantas berhati-hati agar tidak menggunakannya maka itu berarti ada iman dan taqwa dalam diri. Karena takut berjudi. Itulah sebabnya cara meminimalisir dosa ialah dengan menghindari tempat tempat, alat alat, bahan bahan yang memiliki potensi dosa. 

Ketiga, selain berhati-hati dan mampu menghindari dosa, peringkat TAQWA akan sempurna bila menghindari dosa dan menggantinya dengan ibadah, berzikir, serta melaksanakan amalan amalan ibadah lainnya. Dengan ini, prestasi TAQWA diraih karena melaksanakan perintah Allah dan Menjauhi larangan-Nya.

Harapan selanjutnya adalah agar seseorang mampu mempertahankan TAQWA dengan beristiqamah. Seberapa lama TAQWA itu akan tinggal dan tumbuh dalam diri seorang hamba.


Wassalam

Comments

Popular Posts

NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN dalam Hadis

DEFENISI DAN HUKUM MAF'UL BIH

Bunga Imitasi, Cara Percantik Rumah

Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan

LAMBAT MANDI JUNUB SAAT PUASA RAMADHAN

cara agar semangat beribadah - KEBIASAAN dan KETEKUNAN

Cara Taubat Nasuha

6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah

KONTEN TERBAIK LAINNYA

NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN dalam Hadis

DEFENISI DAN HUKUM MAF'UL BIH

Bunga Imitasi, Cara Percantik Rumah

Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan

LAMBAT MANDI JUNUB SAAT PUASA RAMADHAN

cara agar semangat beribadah - KEBIASAAN dan KETEKUNAN

Cara Taubat Nasuha

6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah