- Get link
- X
- Other Apps
ARTIKEL UNGGULAN
Posted by
KELUARGA MANDIRI
on
- Get link
- X
- Other Apps
FAKTOR KEBIASAAN dan KETEKUNAN
by ; Zaharuddin
"Tempuhlah wahai anakku, jalan yang ditempuh para tokoh-
Beperilakulah dengan kebiasaan termulia"
(Balagatul Hukama by. Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A)
Pertama-tama, tetap bersyukur kepada Allah karena iman dan takwa senantiasa ada dalam hati, serta salawat dan taslim kepaada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW sebagai tauladan kita.
Pembahasan sebelumnya tentang 'taubat dan konsisten' dan saya mengatakan bahwa sangat berkaitan dengan pembahasan selanjutnya. Nah, inilah yang kita bahas pada pertemuan kali ini yakni KEBIASAAN dan KETEKUNAN.
Pernahkah anda mendengar pepatah 'ala bisa karena biasa'? Suatu kegiatan akan mudah terlaksana dan diselesaikan, karena proses kerjanya sudah biasa dilakukan sebelumnya. Seperti halnya pelajaran matematika, fisika, kimia, serta pelajaran lainnya yang membutuhkan pemahaman tentang rumus dan proses kerja yang sulit diselesaikan bilamana rumusnya tidak diketahui. Sebaliknya, jika rumus tersebut sudah dipahami dan pernah dilalui maka pekerjaan selanjutnya akan mudah. Lebih dahsyat lagi jika pekerjaan tersebut diiringi dengan pembiasaan, rutinitas,bahkan serasa mendarah daging dalam kecanduan akan nikmatnya melaksanakan pekerjaan itu, di mana hati terasa senang dan bahagia bila menyelesaikannya dan terasa resah bila tidak menengoknya atau serasa ada yang kurang bila tidak melakukannya. Nah, inilah yang dikatakan, 'KEBIASAAN'. Jika dalam makanan dan minuman ada yang menyebutnya 'kecanduan' jika dalam pekerjaan maka ada yang menyebutnya 'tekun'. Kebiasaan yang menjadi rutinitas melahirkan ketekunan dalam diri seseorang.
Faktor kebiasaan yang melahirkan ketekunan dalam hal positif dapat membuat seseorang sangat bermutu dan bisa bermanfaaat bagi makhluk lain. Sebagaimana dalam ungkapan:
"Kita tidak membutuhkan orang yang cerdas, orang kaya, dan orang yang beruntung tapi kita membutuhkan orang yang tekun dan tidak pernah berpikir dirinya akan kalah"
Atau dalam kalimat lain:
"Orang yang paling banyak sukses di dunia ini adalah orang yang tekun"
BACA JUGA : Cara Kontrol Mindset
Pernah jugakah anda mendengar bahwa seorang perokok terlibat dalam kecanduan karena salah satu faktornya adalah 'kebiasaan' mereka dalam menghisap rokok, pergi ke sana ambil roko, singgah di situ bakar rokok, pulang ke rumah tetap menghisap rokok lagi, di mana-mana ada rokok yang menempel di bibirnya yang pada akhirnya merasa kebiasaan dengan menghisap rokok, merasa kehilangan tanpa ada rokok di sisinya, dan ketika tidak ada rokok maka terasa rindu ingin merokok lagi. Dan akan melakukan berbagai cara agar bisa memuaskan keinginannya meski dengan jalan yang tidak benar. Bukankah ini yang dikatakan 'kecanduan'?
Pernah jugakah anda mendengar bahwa seorang perokok terlibat dalam kecanduan karena salah satu faktornya adalah 'kebiasaan' mereka dalam menghisap rokok, pergi ke sana ambil roko, singgah di situ bakar rokok, pulang ke rumah tetap menghisap rokok lagi, di mana-mana ada rokok yang menempel di bibirnya yang pada akhirnya merasa kebiasaan dengan menghisap rokok, merasa kehilangan tanpa ada rokok di sisinya, dan ketika tidak ada rokok maka terasa rindu ingin merokok lagi. Dan akan melakukan berbagai cara agar bisa memuaskan keinginannya meski dengan jalan yang tidak benar. Bukankah ini yang dikatakan 'kecanduan'?
Satu contoh lagi kebiasaan seseorang dalam rumah selalu berdampingan dengan istri dan anak. Setelah kondisi yang membuatnya tidak tinggal di rumah berasamaan untuk satu hari dan bahkan mingguan maka barulah terasa rindu ingin bersama lagi, tempat tidur terasa sunyi dan hampa tidak ada yang tertawa, menangis, dan tidak ada pelukan atau ciuman serta tidak ada lagi yang mengganggu atau usil.
Dari dua contoh di atas, semua melahirkan kata "rasa rindu" dalam hal ini keinginan untuk seperti sebelumnya. Maka analogi-analogi ini, saya ke perihal ibadah. Bagaimana jika seumpama bila kita rindu beribadah terus? Jawabannya adalah hal yang sangat luar biasa. Hati ini terasa terpanggil terus ingin beribadah. Sehingga dalam contoh kecilnya bahwa jika mulut terbiasa berzikir maka dalam tidur pun terkadang mulut ni terasa berzikir, hati ini terus memuja Allah. Bahkan saat menghembuskan nafas terakhir masih mengucapkan La Ilaha Illalah,. Dan barang siapa yang membaca kalimat tersebut di akhir kalam/hayatnya (sekarat) maka ia akan masuk surga. Inilah makna dari kebiasaan dalam beribadah. Subhanallah
Inilah kaitan antara pembahasan sebelumnya mengenai taubat dan konsisten dalam hal ini 'istiqamah', terus-menerus beribadah akhirnya terbiasa dan menjadi sebuah ketekunan yang berujung husnul khatimah. Aamiin. Ayat tentang istiqamah :
(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)
BACA JUGA : Cara Taubat Nasuha
Berdasarkan nasihat para ulama bahwa jika anda ingin husnul khatimah maka biasakan dirimu beribadah. Sebagaimana lidah ini terbiasa berzikir dan pada akhir hayat kita mampu melafadzkan kalimat La Ilaha Illallah dan insya Allah kita akan berada dalam golongan orang yang beruntung. Aamiin.
Saya kira cukup sekian pertemuan kita pada kesempatan ini, semoga bernilai ibadah di sisi Allah, Amin Ya rabbala Alamin.
Wassalam
Popular Posts
KONTEN TERBAIK LAINNYA
20 ARTIKEL PILIHAN UNTUK ANDA
- PERBEDAAN Kebaikan dan Keburukan Dalam Hadis
- Peduli Sosial Menurut Hadis - Balasan Saling Membantu
- Penyebab Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan
- NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN berdasarkan Hadis
- Saat Jibril Berwujud Manusia - Ajarkan Islam Iman dan Ihsan
- Cara Agar Amalan Disukai Allah - KECIL TAPI DAHSYAT,
- IMAN BERKURANG KARENA MAKSIAT
- HAL YANG JARANG DIKETAHUI TENTANG ORANG TUA
- CONTOH MUKJIZAT AL-QUR'AN
- CARA MEMAHAMI MAKNA AYAT
- Janji Allah dan Janji Manusia
- PENGANTAR CARA MEMAHAMI HADIS
- Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan
- MEMAHAMI AYAT DENGAN AYAT - TAFSIR BIL MA'TSUR
- UKHUWAH ISLAMIYAH MASA CORONA
- SILATURRAHIM BUKAN SEKEDAR PERINTAH
- CARA MENYAMBUNG SILATURRAHIM
- HADIS TENTANG KESEHATAN DAN WAKTU LUANG
- FAEDAH BACA AL-QUR'AN DAN TERJEMAHNYA
- BERLOMBA KEBAIKAN DALAM RAMADHAN


Comments
Post a Comment