Search This Blog

Tuesday, June 30, 2020

3 PUISI PENGGUGAH JIWA

Special Edition - ON PAGE "Kopi Inspiratif"



”Terjerat”
By. Khairil Anwar, 9/5/20

Engkau siapa, engkau seolah punya kekuatan super
Aku tertawan terlalu lama di ruang sempit yang kau buat
Penjarakah ini namanya, entahlah,,aku pun tak tau.
Engkau suntik imajiku, engkau menyanyi dan engkau menangis

Tapi di depanku sungguh semua itu indah
Engkau ciptakan surga di tengah patamorgana
Engkau pancarkan pesonamu, engkau bisikkan ilusi dalam ruang imajiku
Oh,,,mungkin ini pula kesalahanku, terlalu cepat berikrar

Aku memang pengagum keindahan, kedamaian, ketenangan
Aku tak tau ini hanya perangkap, aku terdiam lama
Sampai separuh kekuatanku telah beku

Aku,,,harus mengakhiri ini
Mencari diriku yang telah hilang oleh mantra hatinya
Sadar kekuatanku yang dahsyat itu belum terkubur
Aku harus bangkit….di antara suara hati dan bisikan ego
Biarlah,,,yang aku tau, aku harus menemukan diri yang dulu,
Dulu yang damai bersama titah Ilahi yang samar karena kabut imaji yang buta


--------->>> *** <<<---------

TULUS 
@11/05/20

Engkau Jangan Pergi…..
Aku masih ingin bersamamu
Aku tahu aku telah membalut tulusmu dengan luka
Meski itu atas nama cintaku
Aku pun tulus mencintaimu
Tapi topengku begitu sulit aku singkap
Sehingga ia menyatu dalam aliran tulus yang ku cipta
Kini ia telah lama disini, menunggu mati atau tumbuh dalam cinta Tuhan

23/mei/2020 Ramadhan terakhir diujung senja…

Ramadhan, hari ini engkau begitu berseri
Rona di wajahmu tampak berbeda kali ini
Di balik duka semesta engkau hadir, memekik logika ummat
Semua takdir telah tecatat, dan engkau bagian dari takdir Tuhan itu
Engkau datang dan engkau pergi tampak sama di mata mereka sang pandir dunia, tapi..
Kau begitu berbeda di jiwa mereka, di jiwa para serdadu langit sang pecinta hakiki

Kini semua masih tampak sama, seperti sebelummu
Sampai akhirnya lambaian perpisahan terakhirmu tak juga mampu membuat mereka
Tersadar. Entahlah, mungkin karena hati mereka telah lama buta, atau karena ada
Cinta yang berbeda kepadamu kali ini, atau pula karena mereka terlalu larut dalam

Keadaan ini…
kini engkau telah berada di penghujung senja
saatnya engkau pergi,
tak peduli mereka siap atas takdir ini atau justru tersungkur pada
kerinduan yang panjang, tanpamu…


--------->>> *** <<<---------


Rindu Bidadari Kecilku…

Engkau pernah hadir dalam dekapanku meski hanya sesaat
Engkau bahagiakan kami meski hanya hitungan jam
Kau hadir lalu pergi pada keabadian di sisi-Nya

Bidadari kecilku…
Aku bersyukur karena engkau izinkan aku mendekapmu
Aku bangga karena engkau telah berbisik pada hatiku
Bisikan” abi,, tetaplah disini temani jejak ananda, sampai waktunya tiba
Abi,, tetaplah sabar menapaki kerasnya hidup dan cobaan ini

Abi…
aku hanya datang kepadamu,
karena kelak engkau dan bunda yang akan pertama kali aku sambut di surga

--------->>> *** <<<---------

Sunday, June 28, 2020

COVID 19 DAN TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER

COVID 19 DAN TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER
Oleh: Khairil Anwar, S. S. M. Pd

Pada dasarnya pendidikan adalah sebuah proses interaksi atau komunikasi yang terjalin antara seorang pendidik dengan peserta didik (UU Sisdiknas 2013) dalam interaksi itu terciptalah sebuah nuansa baru yang penulis bahasakan sebagai pencerahan (enlightenment), pencerahan yang meliputi kehadiran seorang guru sebagai panutan dan icon dari hadirnya ilmu pengetahuan pada sosok seorang murid dan  lingkungan menjadi wadah ilmu pengetahuan yang saling terhubung dalam sebuah proses pembelajar dengan lingkungan, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik (Mulyasa, 2006 : 225) dalam sebuah interaksi akan memunculkan banyak faktor yang mempengaruhi baik faktor internal yang datang dari dalam diri individu maupun faktor ekternal yang datang dari lingkungan.

           Hadirnya sekolah dan seorang pendidik dalam dunia pendidikan adalah subtansi dari proses pencerdasan yang berangkat dari seorang pendidik sebagai motor penggerak untuk memastikan berjalan nya sebuah sistem pendidikan, ketika seorang guru melakukan interaksi yang baik dengan seorang murid maka seorang murid akan mudah memahami tujuan dari inti pokok sebuah pembelajaran, ini yang yang terjadi berabad abad lama nya dimana teradisi dari pendidikan ini adalah bagaimana hubungan emosional akan terjalin yang bukan hanya interaksi ilmu pengetahuan semata yang disampaikan oleh seorang pendidik, tapi juga akan tercipta sebuah hubungan emosional yang kuat antara seorang pendidik dan seorang murid.


           Kita lihat begitu banyak seorang murid yang gagal ketika mereka terjun ke masyarakat mereka tak mampu mengaplikasikan ilmu yang mereka proleh secara utuh dikarenakan oleh banyak faktor seperti yang dikatakan oleh jhonson bahwa secara umum siswa gagal dalam belajar tidak menunjukkan sikap setia,tidak suka pada tantangan, mereka cepat menyerah ketika menghadapi tantangan dan kesulitan serta memiliki persepsi control internal yang rendah terhadap keberhasilan dan kegagalan dalam belajar. (schunk, 2012:522), ini indikasi bahwa dalam masalah belajar terdapat pola yang tercipta difikiran mereka bahwa setiap tugas di sekolah adalah sesuatu yang membosankan karena faktor internal yang muncul bahwa apa yang selama ini mereka pelajari pada akhirnya akan mendapat bantuan dari guru ketika ujian nasional dilaksanakan, maka hal semacam ini akan membentuk sebuah karakter yang berbeda yang berdampak panjang ketika kelak mereka menjalani kehidupan yang lebih komplek yaitu dunia kerja yang mengharuskan mereka untuk professional dalam menjawab tantangan zaman mereka pada akhirnya lupa akan ilmu yang mereka pelajari karena faktor faktor tersebut.

           Subtansi dari pendidikan adalah suatu proses pembelajaran yang bukan hanya mengarahkan para peserta didik  pada ranah kognitif semata tapi juga harus memperhatikan wilayah afektif dan psikomotorik karena dari wilayah kecerdasan tersebut masing masing mempunyai grafik peningkatan kecerdasan untuk mencapai kesuksesan peserta didik dalam mengaplikasikan ilmunya, dari sini kita berangkat pada sebuah pemahaman dan kesepakatan bersama bahwa seorang guru harus terus mampu mengupgride dirinya, selalu haus dengan perkembanagan menghadirkan kesadaran untuk terus berinovasi dengan zaman khususnya di era Industri 4,0 ini, oleh karena itu seorang guru tak boleh merasa puas dengan keadaan meskipun secara perangkat dan protokol pembelajaran telah dipenuhi dan dijalankan.

              Seorang pendidik yang hebat adalah mereka yang selalu berinovasi dan berfikir diluar konsep (out of the box), seorang pendidik yang mampu bersinergi dengan perkembangan zaman karena pendidikan harus melibatkan “tri pusat pendidikan yaitu, keluarga, sekolah dan masyarakat,maka sudah seharusnya seorang pendidik bergegas meninggalkan pola lama yang cenderung statis menuju kearah yang dinamis tanpa harus merasa tabu dengan perkembangan yang terjadi disekitar kita, dalam undang undang nomor 14 tahun 2005 dinyatakan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi. dengan tupoksi dan tanggung jawab guru tersebut maka seorang guru harus mampu memformulasikan sebuah khazanah keilmuan yang diajarkan yang bukan hanya berbicara pada tataran materi yang diajarkan dan sekedar menjalankan sebuah kewajiban tapi lebih kepada bagaimana menciptakan sebuah nilai lebih dari proses pembelajaran ,seorang pendidik harus memiliki pola dalam mendombrak system yang dinilai kaku dengan merubah konsep yang selama ini difahami oleh pendidik pada umumnya, munif chatib dalam buku gurunya manusia mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pendidik makaa yang harus di miliki adalah sebuah paradigm berfikir tentang pengetahuan secara koheren saling terhubung,kemudian kompetensi seorang guru yang harus di upgrade setiap saat kaitannya dengan cara atau pendekatan dalam proses pengajaran dan kemudian komitmen yang merupakan daya untuk mempertahankan paradigm dan cara yang sudah disepakati dan dianggap benar.

           Hadirnya seorang guru dalam proses belajar mengajar akan menjadi poin penting dalam menciptakan pendididkan yang unggul, yang bermakna pada proses transefer emosional intelligent dari seorang guru kepada murid yang tidak semata transfer ilmu pengetahuan atau knowledge intelligent, ini penting karena dari sekian banyak orang orang sukses bukan karena mereka memiliki pringkat akademik yang tinggi disekolah, tapi lebih  kepada bagaimana membangun karakter sebagai sebuah nilai, bersahabat dengan rasa takut mereka dan kemudian menakar rasa rasa takut itu merubahnya dengan energy kemenangan.

           Self empowerment atau kekuatan diri  untuk ikut berkompetisi dalam dunia kerja atau dunia global, murid murid yang sukses adalah mereka yang mampu ditempa secara emosional oleh seorang guru yang tidak semata mata mengajar demi menggurkan sebuah kewajiban lalu kemudian dapat upah dari karir mengajarnya tapi lebih jauh dari itu seorang guru adalah mereka yang mampu tampil menjadi motivator dalam kehidupan seorang murid, tentu dengan warna yang berbeda dari sisi seorang guru, ini tentang karakter, ini tentang mewujudkan cita cita bersama Indonesia hebat, mewujudkan sinergisitas antara ilmu pengetahuan dan moral atau karakter seorang murid, dalam hal ini penulis teringat ketika imam malik ra ingin belajar kepada seorang ulama besar yang dikagumi oleh seorang imam malik lalu kemudian dia pamit kepada ibunya lalu kemudian sang ibu mengizinkan anak nya belajar kepada sang ulama tersebut lalu sang ibu memakaikan sorban yang indah kepada imam malik karena salah satu dari adab ilmu itu juga adalah memakaikan mahkota simbol bahwa menuntut ilmu pengetahuan itu adalah simbol kehormatan seseorang, lalu kemudian ibunyapun berkata” wahai anakku belajarlah engkau tentang akhlaknya sebelum ilmunya, inilah adab dari sebuah ilmu pengetahuan itu  yang harus tertanam menjadi karakter bagi setiap pendidik atau guru. ada kata kata dari imam syafi’i yang sangat popular tentang seorang pendidik, pesan beliau adalah” jadilah permulaan perbaikan untuk anak didikmu dengan memperbaiki dirimu sendiri karena mata mereka akan terikat dengan kedua matamu, yang baik menurut mereka adalah apa yang engkau anggap baik sementara yang buruk menurut mereka adalah apa yang engkau tinggalkan.

           Namun dengan mewabahnya pandemi atau corona virus deaseas yang dikenal dengan Covid 19 sebagai wabah penyakit yang menakutkan seluruh warga dunia tak terkecuali negara kita tercinta indonesia dimana sudah tercatat bahwa puluhan ribu manusia telah meregang nyawa oleh virus yang tak terlihat ini yang menjadi sasarannya adalah kita semua karena penyebaran virus ini melalui aktivitas orang ke orang artinya virus ini akan menyebar dalam hitungan detik dari orang yang terindikasi positif terkena virus lalu dengan cepat menulari orang lain dalam skala besar apabila orang tersebut berada dalam aktifitas dan dalam kerumunan, penyebaran itu akan terus berlanjut selama masih ada aktivitas orang dalam jarak yang sangat dekat, disamping itu virus inipun mampu hidup lebih lama dibenda mati atau hal hal yang bisa disentuk baik itu pasilitas umum yang rentan disentuh oleh orang lain.

          Indikasi inilah yang menjadi himbauan pemerintah agar sedini mungkin menghentikan aktivitas diluar rumah, kegiatan kegiatan yang berpotensi menularkan virus ini harus dimatikan dengan cara menutup akses atau mata rantai dari penyebaran virus covid 19 ini, maka secara bertahap pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah sepakat untuk mengambil langkah tegas demi memutus mata rantai penularan virus ini, seperti itupun yang dilakukan oleh negara lain di seluruh penjuru dunia, meskipun Negara kita masih terlalu jauh dari kata sempurna seperti negara negara maju lainnya.

          Negara kita punya sisi yang tidak kalah hebatnya dibanding dengan negara lain yaitu sikap kekeluargaan, sikap kekeluargaan menjadi penting dalam menghadapi pandemik saat ini, kenapa harus sikap kekeluargaan dan seberapa penting peran kekeluargaan dalam menghadapi pandemik ini, dalam hal ini penulis mencoba memberikan penjelasan bahwa negara kita sungguh berbeda dengan Negara lain, kita masih menjunjung tinggi kepedulian kita, itu terwujud di kehidupan masyarakat kita bukankah lebih dari 70% Indonesia terdiri dari rural society atau masyarakat pedesaan, dari sana sifat kekeluargaan itu muncul, dalam era atau masa pandemic saat ini, miris kita melihat jika di media sosial kita lihat cara negara negara barat dalam memperlakukan orang yang meninggal akibat virus ini, ini ntentang etika dan norma yang berbeda antara norma timur dan barat dalam memposisikan seseorang yang suspect dan ini tentang sebuah karakter yang melampaui kecanggihan sebuah alat dalam menanggulangi wabah ada suatu negara yang menempatkan para korban covid sebagai sesuatu pada kondisi tak berdaya sehingga tentu mayat korban dari covid ini pun tak lagi menjadi sesuatu yang harus di hormati dan hal hal atau tradisi penghormatan terakhir, di Indonesia hal hal semacam itu mendapatkan perhatian karena budaya timur khususnya Indonesia mempunyai norma atau tradisi tersendiri terhadap hak hak orang orang yang sudah meninggal.

           Indonesia mempunyai sistem kekeluargaan yang tinggi dalam diri individu masyarakat Indonesia yang masih patuh kepada himbauan pemerintah, tak bisa dibayangkan jika masyarakat Indonesia hidup dinegara seperti jepang yang sebelum menglockdown mereka menjamin setiap rakyat nya dan memastikan kebutuhan pokoknya jauh cukup terpenuhi sehingga tindakan lockdownpun dilakukan, masyarakat jepang ataupun negara lain jika hidup di Indonesia mungkin akan bereaksi dengan kondisi yang ada, karena ditengah kondisi yang mungkin jauh dibawah kemajuan Negara Negara maju lain nya namun Indonesia dengan tradisi ketimurannya yang khas berhasil mengkondisikan situasi pada ranah kearifan lokalnya terlepas dari kuat dan canggihnya peralatan medis yang tersedia. ini tentang kepatuhan warga Negara, dan berfikir out of the box tentu versi warga Indonesia.

         Sebagai akhir dari tulisan ini adalah covid 19 telah merubah wajah pendidikan kita menjadi muram, semoga ini akan segera berakhir mengingat kondisi pendidikan kita yang tampak berada ambang krisis, artinya pendidikan mempunyai peran penting dalam roda kehidupan kita, dengan hadirnya covid 19 semua disulap menjadi wajah baru, semua proses pembelajaran dilakukan dirumah dengan menggunakan sistem daring karena itu mungkin satu satunya cara saat ini yang paling efektif sesuai tagar “ work at home, learning at home” sehingga pemerintah melalui menteri pendidikan menyulap semua pembelajaran menjadi serba virtual, tentu jalan ini bukanlah yang terbaik tapi dimasa pandemik ini mungkin inilah solusinya, karena pendidikan kita dan karakter ketimuran bangsa kita tidak lah bisa disamakan sepenuhnya dengan karakter pendidikan barat yang mungkin media virtual seperti ini tampak sudah lumrah bagi mereka karena mereka lebih cepat berproses dan cenderung lebih kecil daripada permasalahan bangsa kita yang lebih komplek sebagai negara kepulauan terbesar didunia inilah yang yang mendasari kita untuk tetap survive dan ikut serta dalam memutuskan mata rantai dari penyebaran covid 19 ini, biarlah saat ini kita berada dalam kondisi dimana mengutip kata pak presiden jokowi bahwa langkah yag diambil pemerintah untuk membatasi pergerakan ruang publik tentu bukan solusi yang terbaik tapi dimasa pandemik seperti ini, inilah langkah yang diambil artinya langkah yang buruk dari yang terburuk, kita sebagai warga negara harus bisa dan menerima keadaan ini, kita harus belajar dalam suasana yang lain, seorang guru dan murid tak bisa lagi saling bertatap muka padahal cara seperti itu masih lebih efektif sebagai salah satu adab dari menuntut ilmu tentu dalam tradisi timur, berabad abad lamanya tradisi seperti itu yang terjadi dimana seorang guru mengajarkan murid nya secara langsung yang kita kenal dalam pendidikan klasik dengan bahasa sorogan atau bandongan dalam tradisi itu bukan hanya ilmu pengetahuan semata yang dipelajari tapi yang lebih penting dari itu lahirnya sebuah adab dalam menuntut ilmu, saat ini kita harus merelakan semuanya terhenti sejenak sembari merenungi bahwa covid 19 telah memberikan banyak pelajaran penting dalam kehidupan kita tentunya dalam dunia pendidikan dan proses belajar mengajar, dengan belajar dirumah, kita berharap adab ilmu pengetahuan itu akan tersampaikan dan dipelajari oleh murid dengan hadirnya orang tua yang mendampingi mereka sebagai sosok penting dari tercipta pendidikan berkualitas, jika ilmu pengetahuan, adab atau akhlak bisa berbarengan tertanam dalam diri seorang peserta didik maka kitapun akan melihat bahwa bangsa kita akan menjadi bangsa yang hebat dengan generasi yang hebat.

Sunday, June 14, 2020

Penyebab Pentingnya Penelitian Hadis

Penyebab Pentingnya Penelitian Hadis
by : Zaharudin



Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Segala Fuji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Tuhan yang telah menurunkan ajaran agama kepada umat manusia agar senantiasa hidup damai dan sejahtera. Dengan suatu agama, maka suatu kaum akan terhindar dari kehancuran dan kekacauan. Karena seluruh agama mengajarkan di muka bumi ini tidak ada yang menyeru kepada kehancuran, kecuali ia mengikuti ajaran sesat dari kegelapan bangsa jin dan iblis. Seperti halnya ajaran agama islam yang di dalamnya penuh rahmat dan hidayah sebagaimana yang tercantum dalam sumber utama ajaran agama islam yaitu al-Qur'an dan hadis.

LATAR BELAKANG

       Dalam judul di atas di sebutkan bahwa penyebab pentingnya penelitian hadis. Dapat dipahami bahwa judul tersebut meminta sebuah alasan mengenai sesuatu yang menyebabkan sehingga hadis Nabi Saw penting untuk di teliti atau di kaji. Terdapat indikasi bahwa ada sesuatu yang melatar belakangi sehingga suatu hadis harus diteliti.

GAMBARAN UMUM

       Terakait judul tersebut, setidaknya dalam pembahasan ini memberikan ulasan singkat mengenai makna pengertian atau hal yang terkait dengan judul untuk mengantar masuk kepada pembahasan utama.

        Dalam judul 'penyebab pentingnya penelitian hadis', dapat digaris bawahi 2 kata kunci pokok yang dapat diberikan ulasan atau gambaran umum. Yakni "Penelitian" berasal dari kata teliti yang dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti yang sama dengan "cermat atau seksama", dan jika mendapat imbuhan seperti dalam kata "menellit" maka ia menjadi sebuah kata karja yang menunjukkan suatu kegiatan dalam memeriksa atau menyelidiki dengan cermat, sementara jika ia berubah ke kata "penelitian" maka ia berati pemeriksaan dan penyelidikan yang teliti atau kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian suatu data yang dilakukan secara sistematis dalam memecahkan suatu permasalahan, dan seterusnya dalam KBBI.


        Selain kata penelitian, kaitannya dengan peristilahan dalam pembelajaran hadis atau ilmu hadis, maka ia memiliki makna yang mirip dengan isitlah "kritik". Di mana para ahli hadis memberikannya istilah dengan kata "Naqd"yang artinya adalah kritik itu sendiri. Dalam terminologi ahli hadis, kritik hadis itu adalah usaha menemukan kesalahan dan kekeliruan dalam rangka mencari suatu kebenaran.

        Selain kata penelitian, dalam judul di atas juga terdapat kata kunci pokok yakni hadis. Dalam pertemuan sebelumnya sudah dibahas beberapa pengertian umum terkait dengan hadis. Seperti hadis adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Saw baik berupa perkataan, perbuatan, pengakuan dan penetapan, dan yang berkaitan dengan sifat khalqiyah dan khuluqiyah dari Nabi Saw. Yang kemudian diriwayatkan, disampaikan dari orang ke orang, dari masa ke masa, atau dari kaum ke kaum. Di mana dalam proses penyampaian itu tidak menuntut kemungkinan adanya miskomunikasi antara orang yang menyampaikan dan orang yang menerima. Dengan pertimbangan bahawa manusia itu tidak pernah lupuh dari kesalahan dan kehilapan. Unsur atau komponen pokok dalam sebuah hadis terdri dari Rawi atau Sanad (orang yang menyampaikan), matan ( isi dari yang disampaikan). Semuanya ini perlu dilakukan penelitian dan memiliki disiplin ilmu yang sistematis dalam melakukannya.

ARTIKEL TERKAIT : Pemahaman Umum Tentang Hadis

          Demikian gambaran umum di atas mengenai makan dari judul pembahasan ini, yang garis pokoknya adalah hal-hal yang menyebabkan segala hal berasal dari Nabi Saw penting untuk dilakukan kegiatan penelitian terkait adanya kesalahan atau tidak, dalam proses periwayatan dan penyampaian hadis dari seseorang ke orang lain. Sementara jika ada kesalahan maka bukankah informasi yang beredar saat ini menjadi diragukan bila tidak adanya penelitian yang menguatkan atau membatalkan status kehujjahan sebuah hadis, status kualitas referensif sebuah hadis, apakah layak dijadikan patokan hukum dan ajaran agama atau tidak ?


PENTINGNYA PENELITIAN HADIS

1. Karena Hadis merupakan salah satu sumber utama ajaran agama Islam

          Ada banyak dalil yang menyeru untuk berpegang teguh kepada hadis, apakah dalil itu berasal ari al-Qur'an begitu juga dalam hadis itu sendiri yang menyampaikan bawah taatilah Allah (dapat diambil dari al-Qur'an) dan taatilah Rasul-Nya (dari Hadis), serta dalil-dalil lain terkait dengan mengikuti pedoman dari al-Qur'an dan hadis Nabi Saw.

        Ini berarti bahwa jika penelitian terhadap hadis diabaikan maka apalagi yang dapat menguatkan sebuah informasi bila tanpa disertai dengan penelitian yang diakui. Apakah anda rela bila sumber ajaran agama Islam berasal dari dalil yang diragukan, khususnya hadis. Maka oleh sebab itulah penelitian terhadap hadis penting untuk dilakukan demi menguatkan informasi yang akurat atas dalil hadis yang dipakai dalam menjalankan syariat Islam.

2. Hadis tidak seluruhnya tertulis Semasa hidup Nabi Saw.

          Sebagai bukit bahwa pelarangan Nabi dalam menulis hadis darinya semasa turunnya ayat al-Qur'an karena beliau mengkhawatrikan tercampurnya antara hadis dan ayat al-Qur'an yang ditulis oleh para sahabat Nabi. Sehingga pada saat itulah, hadis secara hapalan dan penyampaian secara lisan lebih berkembang dibandingkan dengan penulisan, catatan atau pembukuan. Maka dari sinilah alasan mengapa hadis tidak semuanya tertulis pada masa Nabi.

         Secara logika, tulisan lebih kuat daripada hapalan. Karena kemampuan memori hapalan tiap orang itu berbeda. Sehingga berpotensi dikahwatirkannya terjadi kekeliruan dalam proses pelafalan redaksi hadis dalam proses periwayatan ( penyampaian dan penerimaan hadis). Apalagi yang nantinya dalam proses penelitian hadis terdapat bukit kekeliruan dalam periwayatan seperti seorang rawi terbukti sering lupa dalam menghafalkan hadis, maka ini suatu hal yang fatal dan mesti harus dikaji lebih lanjut.

3. Telah terjadinya Proses pemalsuan terhadap hadis Nabi Saw.

        Masih sangat sulit dibuktikan bila semasa hidup Nabi sudah terjadi pemalsuan hadis, meski beberapa ulama mengatakan bahwa sudah ada indikasi pemalsuan pada masa Rasulullah. Namun, dalam catatan sejarah bahwa tumbuh berkembangnya pemalsuan terhadap hadis terjadi pada masa Ali bin Abi Thalib. Di mana faktor terbesar dalam pemalsuan hadis pada masa itu adalah terkait menguatnya suasana politik dalam kepemimpinan. Sehingga banyak yang membuat berita palsu yang bukan merupakan hadis Nabi Saw demi mendapat dukungan dan memenangkan perjuangan atas sebuah kelompok.

        Karena maraknya pemalsuan hadis, sangat dikhawatirkan bahwa hadis palsu yang telah dibuat telah menyebar dari seseorang ke orang lain sehingga menghasilkan sebuah berita atau ajaran kebohongan dan tentunya sangat berbahaya bagi keselamatan umat. Olehnya itu, perlu dikaji demi mendapatkan kepastian atas akurasi hadis yang dijadikan sebagai dalil pokok ajaran agama.

4. Penghimpunan dan periwayatan hadis telah terjadi dalam kurung waktu yang lama

Penghimpunan hadis yang secara resmi dan massal terjadi pada masa khalifah Umar Bin Abdul Azis yang wafat pada tahun 750 M / 101 H yang berdasarkan atas catatan sejarah. Dikatakan resmi karena kebijakan dari negara dan massal karena perintah dari kepada Negara kepada Gubernur dan ulama ahli hadis pada masa itu. Pertengahan abad kedua (2 H )Hijriyah muncul karya himpunan hadis di kota besar seperti Mekkah, Madinah dan Basrah, serta puncaknya penghimpunan terjadi pada pertengahan abad ketiga (3 H) Hijriyah. Oleh karena itualah, jarak waktu penghimpunan hadis dan wafatnya Nabi Saw terjadi sangat lama. Sehingga dengan penelitian terhadap hadislah dapat mengklarifikasi hadis yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kehujjahannya yang telah terhimpun dalam kitab-kitab hadis.

5. Kitab hadis memiliki metode dan pendekatan yang bervariasi dalam penghimpunannya

           Tentunya sudah terlihat sangat benyak buku-buku hadis yang beredar sampai saat ini, jika dicermati dengan seksama, masing-masng ulama nampaknya memiliki karakter dan perbedaan antata satu sama lain dalam penyusunan kitab hadis yang mereka buat. Baik dalam sistematika, topik, penyusunan dan krtieria lainnya yang terkait dengan penyusunan kitab hadis.

6. Periwayatan hadis secara makna lebih banyak terjadi dibandingkan secara lafads

        Pada masa Nabi sendiri membolehkan meriwayatkan hadis secara makna yang kemungkinan hal ini dipertimbangkan bahwa semasa Nabi, konsultasi terhadap hal-hal yang meragukan para sahabat dapat disampaikan langsung kepada Nabi dan dimintai penjelasan secara langsung. Akan tetapi, sepeninggal Rasulullah, terjadi pertentangan pada para ulama mengenai kebolehan meriwayatan hadis secara makna. Dimana harus mengikuti syarat yang cukup ketat seperti pengetahuan yang fasih akan bahasa Arab dan hadis yang bersangkutan bukan dalam masalah ibadah seperti bacaan dalam shalat.

URGENSI PENTINGNYA PENELITIAN

- Menghindari kekeliruan dalam periwayatan hadis
- Mengklarifikasi kemungkinan adanya kesalahan pada rawi
- Menghadapi pemalsuan terhadap hadis
- Menjelaskan kemungkinan terjadinya kontradiksi antara para periwayat hadis
- Dalam matan, kekhawatrian terjadinya pembuangan terhadap redaksi hadis
- tidak banyak pembicaraan mengenai kritik matan
- Dll.

           Saya kira cukup sekian yang dapat disampaikan pada kesempatan yang penuh mubarakah ini.

Sekian.
Wassalam


Wednesday, June 10, 2020

MEREMEHKAN ORANG - Kecil Tapi Merusak

MEREMEHKAN ORANG - Kecil Tapi Merusak
by : Zaharuddin

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

          Meremehkan orang lain merupakan perbuatan kecil yang terkadang mampu membuat seseorang yang melakukannya menjadi jatuh. Sehingga karena perbuatan tersebut, orang itu merasa dirinya paling hebat. Jikalau perbuatan ini masih berobjek benda pada benda mati, setidaknya tidak memiliki perasaan yang membuatnya tersinggung dan sakit hati karena telah dianggap remeh oleh seseorang. Tapi, bagaimana jika dia adalah manusia yang memiliki jiwa dan raga yang memilki respon terhadap hal dari luar dirinya. Saya berharap tidak adanya kesalahpahaman yang berbuahkan mudharat dari tingkah laku yang merendahkan orang lain, memandang rendah orang, menganggap remeh orang disekitarnya, mungkin karena jabatan yang telah ia raih, kekayaan yang telah ia miliki atau mungkin kecerdasan yang ia miliki sehingga menganggap dirinya paling hebat dan jauh lebih baik dari orang lain.

         Sahabat motivasiibadah.com yang kami cintai dan hormati, Ada banyak cara yang dapat dilakukan agar waktu yang dimiliki di dunia ini tidak terbuang dengan sia-sia dan tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat walau sesuatu itu hanyalah sebuah aktifitas dan amalan kecil. Sebagaimana pada perteua sebelumnya bahwa Allah sangat menyukai amalan kecil yang dkerjakan secara rutin dan istiqamah dan bahkan Allah menyukai hamba yang melakukan amalan kecil tersebut.


         Akan tetapi, jika mendalami karakter banyak orang, apalagi bila orang tersebut memiliki watak yang cepat jenuh terhadap sebuah pekerjaan maka sungguh sangat mengkhawatirkan bila beranjak dari hal yang kecil akan mereka tinggalkan sehingga hasrat dan keinginan untuk menjadi orang cepat sukses itu di dambakannya. Tanpa melalui sebuah proses dari hal yang kecil, yang bawah atau yang standar maka mencapai hal yang besar itu jarang terjadi. Mungkin ada yang berhasil tanpa proses itu, akan tetapi hanya berapa persen saja. Anggaplah 1 dari 100, atau mungkin 1 dari 1.000 atau mungkin lebih. Ini berarti kesuksesan dengan memulai dari hal yang kecil memiliki potensi atau peluang yang lebih besar menuju kesuksesan dibandingkan tanpa melalui proses. Sehingga jika ditanyakan mana yang akan dipilih antara peluang besar atau peluang kecil ? saya pribadi bahwa ingin mengikuti jalan aman saja yakni memilih proses yang memiliki peluang lebih besar. Maka dari sini, pepatah ala bisa karena biasa dapat dipahami sebagai sebuah proses.

ARTIKEL TERKAIT : Cara Semangat Ibadah : Faktor Kebiasaan & Ketekunan

        Jika pembahasan paragraph di atas diarahkan ke perkara bisnis, maka seorang pebisnis akan sangat peduli terhadap hal-hal dasar yang telah membuat bisnisnya berkembang dan bartahan. Karena bisa jadi, hal kecil di sini adalah sebuah pondasi yang dibangun sedikit demi sedikit untuk membesarkan bisnis itu. Tarulah hal kecil itu berupa "kepercayaan", maka mengabaikan kepercayaan terhadap pelanggan dapat menghancurkan sebuah bisnis.

       Akan tetapi, jika pembahasan di atas di arahkan kepada perihal ibadah dalam islam, maka ini tak jauh dari pada rukun iman dan rukun islam dalam ajaran agama islam. Selain daripada itu, saya ingin mengutip sebuah hadis sebagaimana berikut :


Hadis di atas bercerita tentang salah satu manfaat kecil yang diperoleh seseorang dalam pengamalan ajaran agama islam ialah ia sudah mampu meniggalan sesuatu yang tidak begitu memberikan manfaat baik kepada dirinya begitupula kepada orang lain. Semoga karena tidak memberikan manfaat tapi malah berbuah kerusakan kepada dirinya sendiri. Dengan demikian, sebisa mungkin, bila aktifitas tidak memberikan nilai positif kepada diri sendiri, alangkah baiknya bila ditinggalkan saja. Selain ia hanya menjadikan waktu terbuang sia-sia juga dapat membuat tenaga tidak dimanfaatkan kepada hal yang beguna. Jika teori ini terjadi pada seorang pebisnis, maka setiap tindakannya akan berbuah baik dalam pengembangan bisnisnya. setidaknya, ini adalah perihal ibadah yang membuat seseorang bisa bermanfaat di dunia dan termasuk orang yang paling beruntung baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam hadis lain, sebagaimana berikut :


Salah satu hal yang nampaknya sangat mendasar adalah menjaga lisan agar tidak mengucapkan kata-kata negatif, tidak bermanfaat atau bahkan merusak dan menyakiti yang lain. Sebagaimana dalam hadis di atas bahwa daripada perkataan tersebut membawa kerusakan dan menyakiti yang lain bahkan tidak ada manfaatnya sama sekali maka lebih baik hanya diam saja untuk menghindari perkataan negatif tersebut. Sebutlah di antaranya meremehkan, merendahkan, meneriaki atau meniggikan suara dengan nada tidak sewajarnya unutk menekan orang lain. Karena sungguh sangat di sayangkan bila rasa angkuh dan sombong merasuki tubuh seseorang.

           Dalam ungkapan sebuah hadis dengan makna bahwa keselamatan seseorang ada dalam menjaga lisan. Berucap kata kata itu sangat mudah, tapi  jika tidak disertai pengontrolan kepada hal yang bermanfaat maka kata-kata mampu menghancurkan seseorang. Ini adalah perkara yang mendasar, hal sepele, namun terkadang dianggap remeh oleh seseorang. Potensi seseorang dalam memandang remeh orang lain paling sering terjadi dalam bentuk lisan atau ucapan. Padahal salah satu kunci keselamatan dari bahaya, fitnah, adu domba dan lain-lain adalah mengontrol lidah dari ucapan yang tidak bermanfaat dan berbahaya.

         Jikalau perbuatan meremehkan orang lain dilakukan oleh seorang pebisnis, saya khawatir bahwa dia akan membuat pelanggannya pergi dan menghilang dari bisninya alias merusak penghasilannya sendiri. Bukan cuma pebisnis, petani, rektor, dosen, polisi, pegawa dinas, dan kantor swasta lainnya, jika memiliki sifat seperti ini, maka sebaiknya di hentikan, kembalilah menjadi ramah, bersosial yang baik, jadilah tauladan dan saling menegur jika ada kesalahan. utamanya dalam mengontrol ucapan-ucapan baik, jika itu susah terkendali maka lebih baik dia saja unutk menghindari bahaya.

Saya kira cukup sekian, akhir kalam, hadanallah wa iyaakum ajmain.
Wassalam

Sunday, June 7, 2020

SEGI KEMUKJIZATAN AL-QUR'AN

SEGI KEMUKJIZATAN AL-QUR'AN
by : Zaharuddin



Assalamu Alaikum Wr. Wb

Sahabat Motivasiibadah.com yang kami banggakan, suatu kesyukuran masih bisa berkomunikasi dalam pertemuan kali ini untuk memberikan informasi mengenai segi-segi kemukjizatan al-Qur'an. tak lupa juga mengirimkan salawat dan taslim kepada Nabi besar Muhammad Saw yang telah menyampakan dan menjelaskan isi al-Qur'an kepada umat manusia.


Segi Kemukjizatan al-Qur'an dapat dilihat dari beberapa aspek, di antaranya seperti :

MUKJIZAT SEGI KEBAHASAAN

1. Gaya Bahasa

          Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab. Walau orang Arab itu sendiri memiliki bahasa yang sama dengan al-Qur'an namun mereka tidak serta merta mampu menyaingi gaya bahasa yang ada dalam al-Qur'an. Sehingga inilah yang membuat mereka sangat kagum dengan kemukjizatan al-Qur'an. Bahkan Umar ibn khattan pun yang dikenal sangat menolak ajaran islam pada mulanya, namun setelah mendengar lantunan ayat suci al-Qur'an maka hatinya luluh untuk membela ajaran al-Qr'an ini.


Setiap kalimat mengandung bahasa yang menakjubkan, bahkan ahli syair dan prosa pun tidak dapan menandinginya. Susunan bahasanya yang sangat dikagumi oleh ahli pidato pada saat itu seperti walid ibn Mughirah. Oleh karena bangsa Arab sudah hebat dalam perihal seni dan syair, sehingga kedatangan al-Qur'an mampu menantang dan mengalahkan mereka, dan bahkan membuat mereka para penyair sangat terkagum-kagum dengan bahasa yang dimiliki al-Qur'an. Seperti halnya, mereka terpukau dari sisi :
  • Kepadatan bahasanya, 
  • memuaskan hati para cendekiawan, 
  • nadanya, 
  • memuaskan akal dan jiwa, 
  • keindahan dan ketetapan maknanya, 
  • keseimbagan redakasi
  • dll

2. Susunan Kalimat
         Kedatangan al-Quran membuat para penyair sangat terpesona karena susunan kalimat yang tidak biasanya di ungkapkan oleh orang penyair yang pernah ada. Susnan kalimat dalam al-Qur'an lain daripada yang lain.

        Dalam buku stilistika al-Qur'a oleh sihabuddin, dia mengatakan bahwa pemilihan kata, huruf dan penggabungannya antara konsona atau vokal sangat seimbang dan serasi yang membuat pengucapan kalimatnya sangat mudah.Seperti harakah, sukun, mad serta dengung gunnahnya yang jika dibaca dapat menghasilkan dan menyerupai alunan musik yang indah.

MUKJIZAT SEGI KANDUNGAN BERITA

1. Berita Masa Lalu

         Ahli sejarah dan antropologi, artepak dan sebagainya belum mampu menark sejarah sampai kepadah Nabi Adam a.s karena tak disertai bukti-bukti sejarah yang mereka temukan. Semua informasi hanya dapat ditarik dari apa yang disampaikan al-Qur'an tentang sejarah Nabi Adam. Meski bukit Arafah adalah tempat mereka bertemu Namun belum ada yang menemukan informasi jejak Nabi Adam.

2. Berita Akan Datang

          Para normal sering salah terkait dengan masa yang akan datang, tapi al-Qur'an selalu benar di segala waktu " Shalih li kulli zaman wa Makan". Seperti halnya peberitaan tentang akan datangnya dajal, turunya Nabi Isa, Imam Mahdi, bahkan akan terjadinya kehancuran seluruh alam semesta yang dikenal dengan nama hari kiamat.

3.Isyarat Ilmiyah

Ada banyak isyarat ilmiyah dalam al-Qur'an seperti kejadian siang dan malam, proses hujan, suhu udara dan sebagainnya.

4. Berita Hal Gaib.
5. Hukum ilahi yang sempurna

MUKJIZAT SEGI KESEMPURNAAN TASYRI'

Rasyid ridha sendiri mengungkapkan bahwa al-qur'an mengandung ajaran pooko syari'ah dan akidah, ibadah, metafisika, sosial dan politik merupakan pengetahuan pengetahuan yang memilki kandungan yang sangat tinggi.

MUKJIZAT SEGI ISYARAT KEILMUAN

Dan lain-lain.


Mungkin cukup sekian informasi dari kami, terkait dengan materi lengkap segi kemukjizatan al-Qur'an, anda dapat mendownloadnya lewat tombol download di atas. Akhir kalam, wallahu muwafiq ila sabilirrasyad.

Wassalam

Friday, June 5, 2020

Pemahaman Umum Tentang Hadis

PEMAHAMAN UMUM TENTANG HADIS
by : Zaharuddin

Assalamu Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Hadis merupakan sumber kedua dalam syariat Islam setelah Al-Qur'an. Olehnya itu, sangat penting dalam memiliki kepedulian terhadap hadis. Jika ada masalah dalam hadis, tentunya memberi pengaruh yang besar terhadap ajaran Islam karena hadis adalah pondasi atau sumber ajaran Islam.

Ada beberapa hal yang terkait tentang hadis yang perlu dipahami untuk menghindari kesalapahaman terhadap hadis. Salah satunya adalah pengertian atau hakikat serta pembagian dari hadis itu sendiri.

PENGERTIAN UMUM

M. Syuhudi Ismail memberikan penjelasan terkait kaidah kebahasaan tentang hadis seperti al-jadid (yang baru), al-qarib (yang dekat), serta al-habar (berita atau kabar).

Ada beberapa ayat di dalam al-Qur'an yang menyebutkan tentang hadis seperti al-kahfi : 6, al-thuur : 34, dan al-dhuha :  11. Salah satunya sebagai berikut:

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

Terkait dengan makna peristilahan, ulama sudah memberikan defenisi berbeda-beda. Ajjaj al-Khatib mendefenisikan bahwa hadis adalah apa yang disandarkan kepada Nab Saw baik berupa perkataan, tingkah laku perbuatan, penetapan, sifat, dan sirah sebelum atau sesudah kenabian. Pengertian ini juga dikemukakan oleh ulama dan ahli hadis lainnya. Sementara ulama ushul fiqhi yang hanya memahami bahwa pengertian ini hanya berlaku setelah kenabian saja. Ditambahkan oleh Syuhudi Ismail bahwa ulama ushul menyebut hanya bersangkut dengan hukum.

Bertolak dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa segala yang berasal dari Nabi Saw dapat berupa biografi, akitifitas, akhlak, percakapan, pengakuan terhadap suatu hal, penetapan atau ketentuan dari Nabi Saw, apakah itu berhubungan dengan hukum atau pun tidak maka tetap dikategorikan sebuah hadis. Walaupun dari sisi ulama fiqih yang memandang Nabi sebagai pengambil kebijakan terhadap Undang-undang sehingga hadis itu terbatas kepada hal yang sangkut pautnya dengan hukum.

Selain itu, dapat juga diurai dengan gambaran seperti; sifat Nabi yang di ceritakan oleh sahabat, akhlak dan perbuatan beliau yang di terangkan dalam ucapan sahabat, dapat juga berupa perbuatan dan ucapan sahabat sendiri yang mendapat apresiasi khusus dari Nabi dengan memberikan pendapat dan pengakuan terhadap perbuatan dan ucapan sahabat tersebut (taqrir), terkait dengan ucapan Nabi dapat berasal dari diri beliau sendiri dapat juga berasal dari Allah yang bukan merupakan ayat al-Qur'an (Qudsiy), dan bisa juga berupa surat Nabi yang dikirim kepada sahabat yang bertugas di luar  daerah yang berjauhan dengan lokasi Nabi. Hal ini dapat dilihat dalam pengantar ilmu hadis oleh Syuhudi Ismail.

ISTILAH LAIN TERKAIT HADIS

Terdapat kata Khabar yang bermakna berita juga. Sehingga ada yang mengatakan bahwa khabar ini juga adalah sama dengan hadis seperti juga dengan makna istilah hadis sebagaimana paragrap di atas. Walaupun ada ulama yang membatasi bahwa khabar itu bila berasal dari sahabat atau tabi'in. Bahkan ada yang memandang secara bahasa saja sehingga dikatakan bahwa khabar itu bermakna lebih umum daripada hadis.

Terdapat juga istilah Atsar yang dipahami secara bahasa sebagai "sisa", sedangkan makna terminologinya dipahami sebagai istilah yang berbeda dengan hadis yang merupakan sumbernya dari Nabi, sementara atsar itu bersumber dari sahabat dan tabi'in.

Al-Sunnah, Syuhudi Ismail mnegtakan bahwa sunnah itu adalah sinonim dari kata hadis sehingga memiliki defenisi yang sama baik dari pihak ahli hadis maupun ahli ushul. Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa itu adalah tradisi yang berulang kali dikerjakan masyarakat baik terkait ibadah maupun tidak. Sehingga Hasbi Ash-Shiddiqiy memahami bahwa sunnah merupakan suatu amalan yang dilakukan Nabi secara terus menerus dan dipraktekkan kepada kita dari zaman ke zaman secara mutawatir. Maka amalan sunnah itu dikerjakan Nabi bersama sahabat sahabat bersama tabi'in, tabi'in bersama tabi' tabi'in, dan dilaksanakan hingga ke zaman berikutnya. Sebagaimana semua generasi dapat mengamalkan sunnah dalam hadis berikut :

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

Sepertinya dari hadis di ataslah Mustafa Abu as-Sibaiy memahami Sunnah dalam pengertian bahasa bahwa Sebuah jalan yang ditempuh, baik jalan yang terpuji ataupun tercela.

Hadis Qudsiy, juga merupakan hadis tapi di nisbatkan kepada Allah kemudian disampaikan oleh Nabi. Berbeda dengan hadis sebagaimana di atas yang dinisbatikan kepada Nabi kemudian disampaikan oleh Nabi yang saat ini di kenal dengan hadis Nabawiy.

UNSUR POKOK atau KOMPONEN DALAM HADIS


( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

Satu Contoh hadis yang bisa dijadikan patokan dalam pembahasan komponen hadis, penjelasannya sebagaimana berikut :

1. Sumber Hadis dalam hal ini Rasulullah sebagaimana dalam kotak merah pada gambar di atas.

2. Rawi Hadis

        Dia  adalah orang yang menyampaikan hadis baik dari bentuk tulisan dalam kitabnya yang ia terima dari gurunya ataupun dalam bentuk ucapan dari hadis yang telah ia hafalkan dengan baik dari gurunya. Bercerita dari gurunya berarti urutan ini berasal dari yang tertinggi sampai kepada orang terakhir yang menerima hadis itu. Dapat dilihat pada kolom cokelat pada gambar di atas mulai dari Jarir menerima dari Nabi dan berentetan informasinya sampai kepada al-Darimiy sebagaimana kotak biru. Kotak biru pertama "telah mengkhabarkan kepada kami" dalam hal ini al-Darimiy yang menerima dari al-Walid. al-Darimiy adalah perawi terakhir dari hadis ini dan dikatakan sebagai "Mukharrij al-Hadis" yang telah menukil dan membukukannya dalam kitabnya.

3. Sanad Hadis

         Kebalikan dari Rawi hadis, sanad berarti jalan yang menyampaikan pada matan hadis sebagaimana menurut Syuhudi Ismail. Maka sanad dapat dilihat dari rawi terakhir hingga Jarir (Kebalikan dari rawi menurut beberapa ahli hadis ). Tapi jika merujuk ke buku pengantar ilmu hadis oleh Syuhudi Ismail maka sanad pertama adalah al-Walid, bukan al-Darimiy serta Jaril adalah Sanad terakhir atau perawi pertama dalam hadis di atas.

4. Matan Hadis

         Secara bahasa maka matan berarti punggung jalan. Sementara Istilah ialah isi materi atau berita dalam hal ini sabda Nabi, ucapan Nabi, perbuatan, Taqrir pengakuan dan penetapan Nabi yang terletak setelah sanad terakhir. lihat kolom hitam pada gambar di atas.

Saya kira cukup sekian dulu, pemahaman paling umum dalam mengenal hadis. Jika ada kesempatan lagi, akan dicoba masuk dalam pembahasan mengenai disiplin Ilmu yang membahas tentang hadis

Sekian
Wassalam.

Tuesday, June 2, 2020

Sudah Bertaqwakah Anda ? Cek disini

CIRI ORANG BERTAQWA - UKURAN STANDAR TAQWA
by : Zaharuddin

Barang Siapa Yang Bertaqwa, maka Allah akan memberikan jalan keluar, dan memberikannya rezki yang tak disangka-sangkanya.

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Salah satu waktu paling terbaik dalam melatih jiwa dan raga menjadi pribadi yang bertaqwa yakni di dalam bulan ramadhan karena dialah bulan yang penuh berkah dan janji Allah akan pahala yang berlipat ganda. Jika masih ada yang belum tertarik mengembangkan kualitas iman dan taqwanya maka apakah perlu dipertanyakan ulang keseriusannya dalam menjalankan ajaran agama islam ?

        Pertanyaan di atas sepertinya tidak perlu dijawab dan cukup dikembalikan kepada masing-masing individu terkait kesadaran dalam beragama. Dalam bulan ramadhan, pusa wajib bagi seluruh individu sebagaimana puasa ini juga terjadi pada banyak golongan di masa lampau, dengan satu maksud dan tujuan agar menjadi orang yang bertaqwa.


Selepas melaksanakan puasa dan ibadah lainnya dalam bulan ramadhan, maka apakah sudah mencapai tujuan yang diinginkan ? apakah berkah dan hikmah ramadhan sudah kita rangkul dengan baik,  atau mungkin hanya setengahnya, dan bahkan tidak ada sama sekali ? maka itu perlu melakukan cek dan ricek, muhasabah, introspesksi diri bagi masing-masing individu.

STANDARISASI TAQWA BERDASARKAN AYAT

Terkait kriteria standar orang yang bertaqwa, dapat di jumpai di beberapa ayat dalam awal al-Qur'an sebagaimana berikut :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

Taqwa itu sendiri di artikan bahwa melaksanakan segala apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi segala apa yang dilarangnya, kapanpun dan di manapun berada. Jika seseorang sudah mengamalkan devenisi ini, apakah sudah bisa dikatakan orang bertaqwa ? silahkan ceka ayat di atas.

Dalam ayat di atas, sepertinya tidak cukup hanya sebatas melepas kewajiban melaksanakan perintah da menjauhi larangan Allah, tapi memandang juga akan adanya hasil yang diperoleh. seperti; Orang yang bertaqwa sebagaimana di atas bahwa 1) orang itu akan percaya kepada yang gaib. bercerita tentang gaib maka akan memiliki pembahasan yang sangat panjang, sederhananya bahwa gaib adalah sesuatu yang tidak tampak, bukan di waktu sekarang (bukan lampau dan akan datang), tidak terjangkau di dunia nyata, anggaplah keberadaan malaikat, iblis dan jin, Serta Nabi sebelum Nabi Muhammad. semua itu adalah ungkapan sederhana mengenai hal yang gaib dan orang yang bertaqwa meyakini keberadaan hal yang gaib tersebut, terutama kekuasaan Allah. maka apakah anda sudah yakin akan datangnya hari kiamat dan hancurnya alam semesta ? 2 ) Jika anda orang yang bertaqwa maka anda akan menegakkan atas perintah shalat, dalam hal ini kewajiban shalat 5 waktu. Sangat sederhana bahwa cukup memperhatikan keseharian apakah sudah rajin shalat atau belum. 3) Salah satu kebesaran Allah terhadap hamba-Nya karena menganugerahinya fasilitas nikmat yang tak terhitung, salah satunya adalah nikmat harta, maka jika anda bertaqwa maka anda akan menafkahkan sebagian harta yang diberikan Allah semenjak di dunia kepada jalan yang diridhai-Nya. Hal ini dapat berupa sedekah, zakat, infaq, wakaf, hibah serta pemberian lain dengan ikhlas ke arah yang seseuai ajaran islam

Baca Juga : Menafkahi Orang Tua.

4) Informasi dari al-Qur'an merupakan hal yang wajib di yakini bagi orang yang bertaqwa. Bukan cuma al-Qur'an, tetapi kitab atau mushaf yang telah diturunkan Allah kepada kaum-kaum sebelum umat islam adalah bagian dari Maha Kuasa Allah. Sehingga dari sinilah kita meyakini adanya kenabian dan kerasulan selain daripada Nabi Muhammad Saw seperti diangkatnya Nabi Isa, bencana Nabi Nuh, dan diturunkannya Nabi Adam A.s dari Syurga ke Bumi. 5) Setelah melakukan aktifitas selama hidup, maka sebagai orang yang bertaqwa akan paham akan konsequensi atas segala pelanggaran dan balasan kebahagiaan bagi orang yang taat. Semua itu akan di balas di hari akhirat, maka apakah anda sudah yakin akan datangnya hari pembalasan atas segala perbuatan ? semoga Allah terus memberikan petunjuk untuk menjadi orang yang bertaqwa.

         Selain daripada Ayat di atas, masih banyak ayat lain yang menggambarkan tentang ciri dan kriteria orang yang sudah mencapai status bertaqwa. Seperti, QS. al-Baqarah/2 : 177 :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

Mulai dari 6) penerapan rukun iman dan rukun islam, 7 ) menafkahkan harta, 8 ) menunaikan janji, dan 9) senantiasa bersabar adalah bagian dari ciri orang yang bertaqwa. Apakah anda sudah yakin mengenai diri anda, karena telah melaksanakan kriteria ini ? maka pertahankanlah kebaikan dan berusahalah menjadi lebih baik.

Artikel Terkait : Saat Jibril Berwujud Manusia Jelaskan Rukun Iman, Rukun Islam, Ihsan

          Tentunya masih ada ayat lain lagi dapat dibaca pada QS. Ali Imran/3 : 15-17, juga 133 dan 134, dalam urutan gambar berikut :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

10) Orang yang senantiasa berdoa memohon ampunan atas segala kesalahan 11) Orang yang berbuat benar. (hanya disebutkan yang bukan merupakan bagian dari kriteria dalam ayat sebelumnya).

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

12) orang bertaqwa itu manahan amarah dan, 13) memaafkan kesalahan orang lain. dan selanjutnya dalam QS. al-Zariyat : 15-19.

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

terkait ayat tetang 14) mengambil apa yang telah di anugerahkan Allah dapat dilihat pada tafsir kemenag berikut :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

bahwasannya ia telah menerima dan mensyukuri apa yang di anugerahkan oleh Allah serta 15) jika pada malam hari, orang yang bertaqwa itu mengurangi tidurnya dan bangun di 1/3 malam untuk beribadah. Dalam hal ini, shalat tahajjud yang disebutkan dalam tafsir kemenag. dapat dilihat pada gambar berikut :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

Demikian ciri orang bertaqwa, sebagaimana kriterianya telah dijelaskan dalam al-Qur'an. Dengan penjelasaan yang sangat sederhana, cukuplah sebagai penambah informasi, dan mari bersama-sama berjuang, berlomba dalam kebaikan, minimal dari 15 kriteria yang telah di sebutkan di atas.

Mungkin masih ada ayat-ayat lain lagi yang belum sempat di temukan. Cukup sekian dulu dan akhir kalam.

Wassalam

ARTIKEL POPULER

ARTIKEL BERSPONSOR

FOLLOW SITE