ARTIKEL UNGGULAN

Corona Covid 19 Ajang Renungan Introspeksi Giat beribadah

Image
RENUNGAN IBADAH ATAS KORONA COVID 19
by ; Zaharuddin

Ya Allah, Hamba-Mu sudah bertanya-tanya " Kapan virus corona Berakhir ? " 'ketahuilah : Pertolongan Allah sudah dekat dan akan segera tiba '

       Ada banyak Makhluk Allah di Alam semesta ini, baik yang tampak maupun yang tak terlihat langsung oleh mata. Mulai hal yang palng besar hingga paling kecil, terdapat berbagai macam bentuk mereka dan tentunya memiliki tujuan tertentu yang meski masih banyak yang tidak diketahun manfaat dan bahayanya.

      Salah satunya adalah munculnya makhluk kecil di penghujung 2019 sekitaran Pertengahan November di Negara Cina tepatnya di kota Wuhan yang distilahkan saat ini adalah Corona covid19 yang sudah mewabah dan mencapai status pandemi karena menjangkit lebih dari 1, 2 juta jiwa skala internasional (detik.com PERKEMBANGAN VIRUS CORONA, Update 6 April 2020 pukul 15.50 WIB )


       Sampai saat ini, makhluk kecil ini memporak-porandakan kehidupan dunia skala internasional, di mana ku…

MEREMEHKAN ORANG - Kecil Tapi Merusak

MEREMEHKAN ORANG - Kecil Tapi Merusak
by : Zaharuddin

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

          Meremehkan orang lain merupakan perbuatan kecil yang terkadang mampu membuat seseorang yang melakukannya menjadi jatuh. Sehingga karena perbuatan tersebut, orang itu merasa dirinya paling hebat. Jikalau perbuatan ini masih berobjek benda pada benda mati, setidaknya tidak memiliki perasaan yang membuatnya tersinggung dan sakit hati karena telah dianggap remeh oleh seseorang. Tapi, bagaimana jika dia adalah manusia yang memiliki jiwa dan raga yang memilki respon terhadap hal dari luar dirinya. Saya berharap tidak adanya kesalahpahaman yang berbuahkan mudharat dari tingkah laku yang merendahkan orang lain, memandang rendah orang, menganggap remeh orang disekitarnya, mungkin karena jabatan yang telah ia raih, kekayaan yang telah ia miliki atau mungkin kecerdasan yang ia miliki sehingga menganggap dirinya paling hebat dan jauh lebih baik dari orang lain.

         Sahabat motivasiibadah.com yang kami cintai dan hormati, Ada banyak cara yang dapat dilakukan agar waktu yang dimiliki di dunia ini tidak terbuang dengan sia-sia dan tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat walau sesuatu itu hanyalah sebuah aktifitas dan amalan kecil. Sebagaimana pada perteua sebelumnya bahwa Allah sangat menyukai amalan kecil yang dkerjakan secara rutin dan istiqamah dan bahkan Allah menyukai hamba yang melakukan amalan kecil tersebut.

         Akan tetapi, jika mendalami karakter banyak orang, apalagi bila orang tersebut memiliki watak yang cepat jenuh terhadap sebuah pekerjaan maka sungguh sangat mengkhawatirkan bila beranjak dari hal yang kecil akan mereka tinggalkan sehingga hasrat dan keinginan untuk menjadi orang cepat sukses itu di dambakannya. Tanpa melalui sebuah proses dari hal yang kecil, yang bawah atau yang standar maka mencapai hal yang besar itu jarang terjadi. Mungkin ada yang berhasil tanpa proses itu, akan tetapi hanya berapa persen saja. Anggaplah 1 dari 100, atau mungkin 1 dari 1.000 atau mungkin lebih. Ini berarti kesuksesan dengan memulai dari hal yang kecil memiliki potensi atau peluang yang lebih besar menuju kesuksesan dibandingkan tanpa melalui proses. Sehingga jika ditanyakan mana yang akan dipilih antara peluang besar atau peluang kecil ? saya pribadi bahwa ingin mengikuti jalan aman saja yakni memilih proses yang memiliki peluang lebih besar. Maka dari sini, pepatah ala bisa karena biasa dapat dipahami sebagai sebuah proses.

ARTIKEL TERKAIT : Cara Semangat Ibadah : Faktor Kebiasaan & Ketekunan

        Jika pembahasan paragraph di atas diarahkan ke perkara bisnis, maka seorang pebisnis akan sangat peduli terhadap hal-hal dasar yang telah membuat bisnisnya berkembang dan bartahan. Karena bisa jadi, hal kecil di sini adalah sebuah pondasi yang dibangun sedikit demi sedikit untuk membesarkan bisnis itu. Tarulah hal kecil itu berupa "kepercayaan", maka mengabaikan kepercayaan terhadap pelanggan dapat menghancurkan sebuah bisnis.

       Akan tetapi, jika pembahasan di atas di arahkan kepada perihal ibadah dalam islam, maka ini tak jauh dari pada rukun iman dan rukun islam dalam ajaran agama islam. Selain daripada itu, saya ingin mengutip sebuah hadis sebagaimana berikut :


Hadis di atas bercerita tentang salah satu manfaat kecil yang diperoleh seseorang dalam pengamalan ajaran agama islam ialah ia sudah mampu meniggalan sesuatu yang tidak begitu memberikan manfaat baik kepada dirinya begitupula kepada orang lain. Semoga karena tidak memberikan manfaat tapi malah berbuah kerusakan kepada dirinya sendiri. Dengan demikian, sebisa mungkin, bila aktifitas tidak memberikan nilai positif kepada diri sendiri, alangkah baiknya bila ditinggalkan saja. Selain ia hanya menjadikan waktu terbuang sia-sia juga dapat membuat tenaga tidak dimanfaatkan kepada hal yang beguna. Jika teori ini terjadi pada seorang pebisnis, maka setiap tindakannya akan berbuah baik dalam pengembangan bisnisnya. setidaknya, ini adalah perihal ibadah yang membuat seseorang bisa bermanfaat di dunia dan termasuk orang yang paling beruntung baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam hadis lain, sebagaimana berikut :


Salah satu hal yang nampaknya sangat mendasar adalah menjaga lisan agar tidak mengucapkan kata-kata negatif, tidak bermanfaat atau bahkan merusak dan menyakiti yang lain. Sebagaimana dalam hadis di atas bahwa daripada perkataan tersebut membawa kerusakan dan menyakiti yang lain bahkan tidak ada manfaatnya sama sekali maka lebih baik hanya diam saja untuk menghindari perkataan negatif tersebut. Sebutlah di antaranya meremehkan, merendahkan, meneriaki atau meniggikan suara dengan nada tidak sewajarnya unutk menekan orang lain. Karena sungguh sangat di sayangkan bila rasa angkuh dan sombong merasuki tubuh seseorang.

           Dalam ungkapan sebuah hadis dengan makna bahwa keselamatan seseorang ada dalam menjaga lisan. Berucap kata kata itu sangat mudah, tapi  jika tidak disertai pengontrolan kepada hal yang bermanfaat maka kata-kata mampu menghancurkan seseorang. Ini adalah perkara yang mendasar, hal sepele, namun terkadang dianggap remeh oleh seseorang. Potensi seseorang dalam memandang remeh orang lain paling sering terjadi dalam bentuk lisan atau ucapan. Padahal salah satu kunci keselamatan dari bahaya, fitnah, adu domba dan lain-lain adalah mengontrol lidah dari ucapan yang tidak bermanfaat dan berbahaya.

         Jikalau perbuatan meremehkan orang lain dilakukan oleh seorang pebisnis, saya khawatir bahwa dia akan membuat pelanggannya pergi dan menghilang dari bisninya alias merusak penghasilannya sendiri. Bukan cuma pebisnis, petani, rektor, dosen, polisi, pegawa dinas, dan kantor swasta lainnya, jika memiliki sifat seperti ini, maka sebaiknya di hentikan, kembalilah menjadi ramah, bersosial yang baik, jadilah tauladan dan saling menegur jika ada kesalahan. utamanya dalam mengontrol ucapan-ucapan baik, jika itu susah terkendali maka lebih baik dia saja unutk menghindari bahaya.

Saya kira cukup sekian, akhir kalam, hadanallah wa iyaakum ajmain.
Wassalam

Comments

ARTIKEL POPULER

Corona Covid 19 Ajang Renungan Introspeksi Giat beribadah

Cara Mengontrol Niat Positif dan Mindset sebagai Motivasi Ibadah

DETIK TERAKHIR RAMADHAN - Sudahkah Anda ?

COVID 19 DAN TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER

Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan

CONCEPT OF APROACH TO GOD

Ketika Allah Jatuh Cinta - Zuhud

Puasa Syawal Berurutan atau Tidak ?

UMKM Pilihan: Outlet Seluler, Ibadah Tetap Lancar

Keistimewaan Bulan Ramadhan

ARTIKEL BERSPONSOR