Search This Blog

Sunday, April 26, 2020

Menafkahi Orang Tua

BACALAH ! Ada Hal yang Jarang diketahui tentang orang tua
By : Zaharuddin

Assalamu Alaikum Wr. Wb

Pertama-tama,penulis mendoakan kepada seluruh pelanggan/subscriber situs ini beserta keluarga mandiri channel di youtube.com/c/keluargamandirichannel agar senantiasa mendapatkan ma'unah dari Allah swt, karunia, dan dilancarkan rezeki dan senantiasa mendapatkan ridha dan rahmat dari Allah Swt.

Kedua, marilah kita bersyukur kepada Allah, atas segala pemberian-Nya kepada kira semua, begitu pula Salawat dan taslim senantiasa tercurah kepada Nabi besar kita Muhammad Saw.

         Seperti halnya, saat kita membaca dan menemukan informasi mengenai sebuah bencana, wabah atau bahkan kita mengalami ujian dar Allah Swt. Dalam sebuah ayat al-Qur'an memberikan sindiran kepada kita bahwa apakah kita mengharap masuk ke dalam syurga Allah lantas Allah sama sekali belum menguji kita. Apakah dengan sebuah bencana, musibah, atau kondisi-kondisi lain agar Allah dapat menguji kita bahwa seberapa besar keimanan kita, seberapa bertaqwa kita kapada Allah Swt. Sebagaimana cobaan-cobaan yang telah dilalui oleh umat-umat terdahulu. Bahkan para Nabi dan Rasul dengan cobaan yang berat bagi mereka dan mereka sukses dalam menghadapai cobaan dan ujian dari Allah.

BACA JUGA : Wabah Korona Covid 19 Mengingatkan Untuk terus Beribadah

        Semoga kita semua tergolong kepada orang-orang yang pantas masuk surga, sehingga walau dengan sebuah ujian maka kita akan tetap bersabar dalam melaluinya. karena dengan ketidak sabaran itu akan membuat kita berkeluh kesah terus minta tolong. bahkan dalam doanya,Ya Allah kapankah pertolongan-Mu akan segera datang kepada kami ? selamatkanlah kami dari cobaan ini," dalam ayat, ketahuilah bahwa pertolongan Allah sudah dekat. QS. al-Baqarah / 2 : 214.

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

         Betapa menenangkannya informasi di kalimat akhir pada paragraph di atas, yaitu "pertolongan Allah sangat dekat", mengandung makna motivasi agar tidak berputus asa dalam berjuang, serta olah kesabaran agar termasuk dalam kelompok orang-orang yang sabar dan tentunya Allah bersama orang-orang yang sabar.

       Mengenai hal ini, coba kembali buka QS. al-Baqarah / 2 : 214 dan QS Ali Imran / 3 :  142. Jika kita ingin menafsirkan ayat maka dibutuhkan sebuah kaedah seperti mengaitkannya dengan ayat sebelum atau sesudahnya.

      Seperti halnya dalam QS. al-Baqarah ayat 214 di atas, maka cobalah membuka ayat selanjutnya yakni 215 bahwasannya ayat tersbut berkaitan tentang menafkahkan harta.

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

       Wallahu A'lam, bahwasannya, apakah dengan menafkahkan harta dapat memberkan pertolongan kepada kita dari sebuah bencana, meringankan bencana, menghindarkan bencana, atau mampu memberi solusi yang tak disangka dari sebuah bencana bila kita menafkahkan sebagian harta kepada jalan yang di ridhai Allah.

      Nafkah dalam artian berinfaq dengan memberi harta, atau mungkin menanggung kebutuhan hidup, dan bahkan mengurus keperluan-keperluan seseorang tanpa mengharapkan balasan apapun dari orang tersebut dengan landasan keihkhlasan.

KAITANNYA DENGAN ORANG TUA

         Seperti halnya dalam redaksi ayat di atas, lihat QS. al-Baqarah / 2 : 215, ayat itu menomor satukan nafkah kepada orang tua sendiri.

         Jadi, saudara-saudara dan sahabat-sahabat ku yang tercinta, apalagi kepada yang sudah memiliki ekonomi lebih dari kata cukup untul dirinya, bagi yang masih hidup orang tuanya atau sakah satu dari keduanya, berupayalah untuk membahagiakan orang tua dengan memberikan atau menutupi kebutuhan-kebutuhan orang tua dari harta yang saudara miliki karena itu merupakan hal yang sangat mulia. Semoga dengan hal itu, kitabisa terhindar dari marabahaya dan menjadi orang yang sabar terhadap ujian dan cobaan dari Allah Swt, serta iman dan taqwa kita semakin kuat kepada-Nya.

         Jangan pernah ragu dalam berinfaq, yakinlah bahwa Allah akan mengganti dan membalasnya. bahkan menurut info bahwa ada sebuah hadis tentang infaq atau shadaqah dan semacamnya akan melindungi kita dari 70 pintu terjadinya musibah, keburukan atau bencana. Sebagaimana ayat sebelumnya yaitu QS, Al-Baqarah / 2 : 214 tentang pertolongan Allah yang akan selalu ada, dekat kepada orang yang beriman. dan mungkin pertolongan itu akan segera diperoleh dengan melaksanakan pesan dalam ayat berikutnya yaitu menafkahi orang tua atau dalam bahasa umumnya barbuat baik kepada orang tua.

BACA JUGA : Berlomba Dalam Kebaikan Dalam Ramadhan

        Seperti dalam QS. al-Baqarah / 2 : 264, tidak jauh setelah memerintahkan berinfak pada ayat 215, yang kemudian kembali memngingatkan pada ayat 264 bahwa janganlah merusak pahala itu dengan rasa riya, ingin dipuji apalagi dengan menyakiti hati, jiwa dan raga orang. Pertahankanlah, berpegang teguhlah, jagalah amal kebaikan kita, pahala sedekah kita, jangan lah membuatnya hangus seperti api membakar kayu bakar. Sehingga sia-sia tak berguna. Semoga itu semua dapat membantu kita senantiasa dekat kepada Allah mendapat pertolongan Allah dan dijauhkan dari marabahaya. Amin ya rabbal Alamin.

       Saya ingin menutup peretemuan kali ini dengan menyampaikan sebuah kisah riwayat dari kitab sahih Muslim. Bahwasannya, ada seseorang yang memerdekakan budaknya dengan tebusan dari harta yang ia miliki. Namun, berita ini sampai ditelinga Rasulullah saw, lantas beliau berkata kepada orang itu bahwa apakah kamu memiliki harta selain daripada budak ini ? jawaban orang ini adalah tidak. Kemudian Rasulullah Saw bersabda bahwa apakah ada seseorang yang ingin membeli budak ini dari saya ? seorang sahabat bernama Nuaim bin abdullah membeli budak tersebut dengan harga 800 dirham dan langsung diberikan kepada Rasulullah. Rasul pun langsung meneruskan uang tersebut kepada pemilik hamba sahaya tadi dan berkata, gunakanlah uang ini untuk dirimu sendiri, jika ada sisanya maka untuk kerabatmu, dan jika masih ada maka untuk orang sekitar mu. Kisah ini adalah sebuah riwayat dari dalam kitab sahih muslim. Silahkan klik gambar berikut :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)


         Selain dari orang tua, maka orang lain yang dsebutkan dalam ayat 216 adalah keluarga terdekat, kemudian kepada anak yatim dan orang miskin.

       Perlu di ingat bahwa perhatikanlah juga kondisi kita, terlebih kepada orang yang sudah menikah maka harusnya mengutamakan diri sendiri jika memang masih di saat saat yang sulit. Sebagaimana pada penjelasan sebelumnya bahwa saya menekankan hal ini kepada saudara-saudara, sahabat-sahabat tercinta yang telah memiliki kelebihan dan kehidupan ekonomi yang jauh lebih dari kata cukup. SEKIAN !

Wassalam

Saturday, April 25, 2020

Faedah Membaca al-Qur'an dan Terjemahnya

FAEDAH MEMBACA AL-QUR'AN DAN TERJEMAHNYA
By. Zaharuddin

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Marilah kita bersyukur kepada Allah Swt yang telah menurunkan al-Qur'an kepada manusia sebagai pedoman jalan lurus yang benar dan tepat, jalan menuju ridha Allah dan rahmat-Nya serta jalan menuju pintu gerbang masuk ke dalam surga Allah Swt.

Senantiasa tercurahkan salawat dan taslim kepada junjungan Nabi besar Muhammad Saw yang telah menyampaikan al-Qur'an kepada kita semua, baik melalui akhlaknya, perkataan ataupun pengakuannya yang kini disebut sebagai hadis dan sunnah Nabi Saw.


          Jika kita melihat judul yang tertera di atas yaitu Faedah membaca al-Qur'an dan terjemahnya. Seakan-akan memberi asumsi kepada kita semua agar senantiasa mengaji dan harus memperhatikan terjemahnya tiap kali membaca ayat al-Qur'an. Namun, maksud dari tema yang di angkat pada pertemuan kali ini adalah ketika membaca al-Qur'an, sekiranya dapat menengok sesekali ke terjemah ayat al-Qur'an. Dengan tujuan agar kita bisa mengetahui dan memahami makna ayat yang kita baca, dan bahkan menafsirkan ayat al-Qur'an dengan syarat telah mengetahui kaedah memahami dan kaedah-kaedah dalam menafsirkan al-Qur'an. dalam hal ini, terdapat banyak ilmu alat yang harus kita persiapkan sebelum menafsirkan al-Qur'an, Maka dengan demikian, sangat di anjurkan dalam membaca al-Qur'an itu sebisa mungkin menengok terjemah ayat agar kita bisa memahami makna isi kandungan ayat tersebut.

        (Sedikit intermeso dari penulis bahwa sebenarnya, materi ini adalah materi untuk kepentingan keluarga pribadi penulis. Bukan cuma ini, tapi postingan dalam situs ini, terlebih kepada nasehat pribadi dan keluarga penulis sendiri. Namun, jika di kemudian hari setelah di publikasikannya artikel ini melalui internet, media sosial, dan sebagainya, sehingga dari hasil publikasi itu terdapat pihak yang ingin memanfaatkannya dalam kehidupannya atau kehidupan keluarganya yang lain, maka dengan senang hati merespek bahwa postingan ini dipublikaskan karena berharap bisa memiliki manfaat yang lebih, selain pada diri dan keluarga penulis begitupula kepada orang lain. Akan tetapi, perlu diketahi bahwa situs ini masih berstatus pribadi, dan hanya menjadi alat penyambung informasi saja. Olehnya itu, penulis menyarankan untuk tetap kembali kepada orang yang lebih tahu, lebih ahli mengenai suatu tema dalam situs ini. dengan pertimbangan bahwa, situs pribadi belum layak jadi referensi atau rujukan utama, tetap kembalikan ke orang yang saudara percaya seperti ulama, kiyai, pemuka agama, dan pihak lain yang lebih kuat.)

Silahkan baca : Syarat dan ketentuan dalam situs ini, About Site, Privacy dan Disklaimer,

          Kembali ke tema utama, tidaklah mengapa jika seseorang membaca al-Qur'an tanpa membaca dan mengetahui arti dari ayat tersebut, serta akan tetap mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang membaca al-Qur'an. Namun, jika mengaji di sertai dengan usaha dalam memahami arti ayat tersebut maka itu akan memiliki pahala lebih baik dari membaca al-Qur'an tanpa memahami arti ayat.

      Saya lebih senang mengembalikan sumber dalil tentang "membaca ayat disertai pemahaman" kepada ayat yang berbicara tentang "bacalah al-Qur'an dengan tartil" yang dapat dilihat dalam QS. al-Muzzammil / 73 : 4. Mengenai hal ini, kitab tafsir fathul Qadir oleh al-Syauqani mengenai tafsir ayat ini bahwa makna tartil yaitu membaca ayat dengan santai tanpa tergesa-gesa disertai dengan tadabbur yakni renungan terhadap ayat tersebut.

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

Kita coba lihat tafsir ayat di atas dari tafsir ringkas kementerian agama, sebagaimana gambar berikut:

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

         Sebagai rakyat non-Arab, tentunya usaha dalam merenungi sebuah ayat yang memiliki redaksi bahasa Arab akan susah karena tidak tahu arti kamus kosa kata ayat itu. Khawatirnya terjadi kesalahpahaman atau paham salah pada ayat. Olehnya itu, gunakanlah al-Qur'an dengan terjemahan bahasa sesuai dengan bahasa yang dipahami seperti halnya terjemahan bahasa indonesia untuk orang yang berbahasa indonesia. tentunya akan sangat membantu dalam memahami ayat itu. Tentunya, kembali menggunakan terjemahan dari kementerian agama RI yang terbaru karena telah di sepakati oleh ulama ulama referensif di Indonesia.

        Selain dari ayat tentang Tartil dari QS. al-Muzzammil / 73 : 4 tersebut di atas, bahkan ada ayat yang langsung menyebut bahwa al-Qur'an di turunkan kepadamu dan penuh berkah agar mentadabburi (merenungi) ayat-ayat Allah dan mendapatkan pahala bagi orang-orang yang berfikir. Silahkan buka QS. Shad / 38 : 29.

          Itulah salah satu sumber referensi agar kita mengupayakan untuk membaca al-Qur'an disertai dengan usaha memahami arti dari ayat yang kita baca. dan mungkin masih banyak lagi yang belum sempat disebutkan dalam pertemuan ini.

FAEDAH MEMAHAMI ARTI AYAT  SAAT MEMBACA AL-QUR'AN

          Menurut pribadi penulis bahwa membaca al-Qur'an dan disertai dengan upaya mengetahui arti ayat seperti menggunakan al-Qur'an dengan terjemahnya ke dalam bahasa yang kita pahami (dalam hal ini tejemahan bahasa Indonesia oleh Kementerian Agama RI), akan memberi banyak faedah, di antaranya :

1. Membaca dan tidak tergesa-gesa

         Dengan membaca tidak tergesa-gesa, kita akan terpancing untuk memperhatikan lebih detail ke bagian tajwid. Seperti; memperhatikan panjang pendek sebuah huruf, memantapkan penyebutan makharijul huruf / tempat penyebutan huruf serta belajar mengelola nada yang fasih seperti para ahli yang fasih dengan suara yang merdu dalam melantunkan ayat al-Qur'an.

2. Belajar kosa kata Bahasa Arab

          Tidak menuntut kemungkinan bahwa kita adalah orang Indonesia dengan serta merta menganggap tidak mengetahui bahasa Arab. Akan tetapi, melalui kosa kata dalam al-Qur'an justru kita akan menemukan kosa kata yang fushah yakni bahasa Arab yang fasih dan umum. Secara tidak langsung, jika diberi kesempatan berkunjung ke negeri Arab, seperti menunaikan kewajiban naik haji berkunjung ke baitullah dan mengambil umrah, kemungkinan kita akan memahami bahasa orang Arab di sekitar kita. Namun, jika ingin mendalaminya maka anda di sarankan masuk ke jurusan bahasa Arab yang fokus mempelajari bahasa Arab.

3. Menemukan tambahan ilmu dengan sumber yang kuat.

          Ada banyak hal dalam kehidupan ini yang belum diketahui, bahkan belum ada yang mampu mengurai ketidaktahuan itu seperti tentang roh, dan lain sebagainya. Dengan keyakinan bahwa al-Qur'an merupakan induk dari segala ilmu pengetahuan, wawasan, maka dengan membaca terjemah berpotensi mendapatkan informasi terbaru, wawasan baru, ilmu yang baru mengenai suatu hal. Apalagi jika dilakukan oleh orang yang aktfitasnya bergelut di dunia al-Qur'an dan hadis, sebutlah di antaranya para pengkaji al-Qur'an dan hadis, peneliti, dan sebagainya yang dapat melahirkan generasi mufassir, maka sangat disarankan agar sering melakukan tadabbur, tafsir, pemahaman akan ayat agar bisa memberi info kepada orang orang yang tidak bergelut di bagian itu.

4. Inspirasi dan Motivasi Pribadi

          Saya pribadi mengatakan bahwa al-Qur'an ini adalah sumber inspirasi terajaib, kandungan makna  motivasi yang terhebat, redaksi yang luar biasa tak tertandingi dalam dunia ini, khususnya pada diri kita sendiri. Seperti halnya saat kita membaca ayat dan menemukan informasi tentang kondisi kita, misalnya sebuah bencana yang melanda kita, wabah, musibah, atau ujian maka senantiasa tetap tenang dan sabar, melakukan hal positif seperti banyak berzikir kepada Allah, rutin beribadah, berinfak di jalan-Nya, dengan tanpa di sadari selalu bertanya tanya bahwa kapankah pertolongan Allah akan datang ? ketahuilah pertolongan Allah akan segera datang, pertolongan Allah sudah dekat. sebagaimana dalam QS. al-Baqarah /2 : 214. dalam ayat itu, memberi asumsi agar tetap tenang dan sabar, memotivasi untuk tidak berputus asa dalam perjuangan. Maha benar firman Allah.

BACA JUGA : Halaman Video Motivasi dan Jangan lupa Subscribe

5. Belajar memahami makna dan isi kandungan ayat per ayat

         Jangankan orang yang ahli di bidang ini seperti mufassir, ulama, dan lain-lain. Akan tetapi, sebagai warga biasa, berpotensi mampu melahirkan pemahaman terhadap ayat , minimal mengetahui arti leksikal sebuah ayat. Dengan catatan juga bahwa pemahaman terhadap sebuah ayat disarankan untuk tetap berkonsultasi kepada ahlinya. hal ini penting dilakukan untuk menghindari pemahaman yang keliru dan menyesatkan, mungkin karena salah paham atau paham salah.

6. Menambah Keyakinan, Iman dan Taqwa

      Masih ingat ciri orang beriman ?



Dalam QS. al-anfal : 2 di atas, salah satunya adalah jika membaca atau mendengar ayat tentang Allah maka imannya bertambah. Keyakinan akan kuat bila memahami sesuatu. lantas, apakah kita bisa memahami ayat tanpa pengetahuan akan arti ayat. Jika sempat, bahkan sempatkanlah diri untuk mempelajari arti ayat, karena akan menghasilkan pengetahuan yang kuat mengenai ajaran Islam.

7. Dan masih banyak lagi faedah dan manfaat lainnya yang dapat diambil dari membaca ayat al-Qur'an dan disertai upaya dalam mengetahui arti sebuah ayat al-Qur'an.

Demikian artikel singkat ini, semoga kita semua mendapatkan hidayah dari Allah Swt, terutama mendapatkan ridha dan rahmat dari Allah dengan senantiasa rutin dalam membaca al-Qur'an,

Wabillahi Taufiq wassaadah

Wassalam

Wednesday, April 22, 2020

Keistimewaan Bulan Ramadhan

KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN
by : Zaharuddin

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

         Sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa hidup ini hanya sementara. Bertolak daripada itu, dapat dikatakan bahwa hidup di dunia ini hanya menunggu kapan hidup ini berakhir. Akan tetapi, seberapa mampu kita memanfaatkan hidup ini dalam memperoleh bekal dalam mempersiapkan diri pada kehidupan setelah di dunia.

         Pengumpulan bekal dalam hal ini hanya membawa amal perbuatan selama kita hidup di dunia sampai batas akhir hayat. Sebagaiman dalam riwayat hadis Bukhari bahwasanya ada 3 hal yang mengiringi mayat dari rumahnya ke tempat pemakaman yakni keluarga, harta, dan amal perbuatan selama hidup. Namun yang tinggal menemani hanyalah amal perbuatan. Maka perbayaklah amal shaleh agar bisa membantu kita kelak. Sementara kehidupan ini, kita hanya memiliki waktu 24 jam dalam sehari, 30 hari dalam sebulan (kadang lebih/kadang kurang) serta 12 bulan dalam setahun dan hanya itu yang terus berputar sampai kita menemui ajal kita.

BACA JUGA : Maksimalkan Diri Beramal di Bulan Ramadhan-Berlomba dalam Kebaikan

         Dalam setahun terdapat 12 bulan, jika dalam bulan Hijriyah ada bulan Ramadhan yang merupakan penghulu, raja dari semua bulan, karena ada banyak hal di dalamnya yang tidak terdapat di bulan lain selain Ramadhan. Sebutlah di antaranya:

     1. Tempat Diturunkannya Al-Qur'an

     Dalam ayat dikatakan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an sebagaimana dapat dilihat dalam Qs. al-Baqarah : 185.
   
     2. Ada Malam Lailatul Qadar, Malam 1000 Bulan

         Ada banyak hadis tentang Lailatul Qadar ada pada bulan Ramadhan seperti hadis yang menyatakan bahwa Rasulullah menyarankan beribadah 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

         Sudah banyak orang yang menghapalkan Surat al-Qadar yang bermakna suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Sehingga dari ayat ini, Al-Syaukani dalam kitab Fathul Qadir mengenai tafsir ayat ini menyebutkan bahwa 'kebanyakan mufassir mengatakan bahwa beramal dalam malam lailatul qadar lebih baik dari beramal selama 1000 bulan di luar malam lailatuil qadar.' dalam pendapat lain bahwa Ada yang mengatakan kurang lebih 83/84 tahun.

        Dalam riwayat Tirmidzi bahwa di bulan Ramadhan itu, ketika kita bertasbih 1x di dalam bulan Ramadhan maka lebih baik dari 1000 tasbih di waktu lainnya.

ARTIKEL TERKAIT : Penyebab Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan

    3. Bulan Penuh Berkah

        Ada banyak hadis mengenai hal ini, seperti dalam riwayat al-Nasa'i dan Ahmad bahwasanya bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Yang paling populer adalah bahwasannya Allah menurunkan al-Qur'an pada malam yang diberkahi, sementara al-Qur'an itu sendiri turun pada bulan ramadhan. Ini adalah salah satu alasan bahwasannya ramadhan itu adalah bulan penuh berkah.

     4. Doa Maqbul

        Doa maqbul dalam Ramadhan bisa dikaitkan dalam hadis Tirmidzi dan Ahmad bahwa ada 3 orang yang doanya tidak tertolak yakni: 1) orang yang berpuasa sampai ia berbuka, 2) pemimpin yang adil, 3) orang yang dizhalimi.

     5. Pintu Surga Dibuka dan Pintu Neraka Ditutup
 
         Bukhari dan Muslim sepertinya sepakat dalam hadis Nabi mengenai terbukanya pintu surga dan pintu neraka ditutup selama Ramadhan.

     6. Bulan Penuh Ampunan

          Sangat familiar dalam telinga orang muslim bahwa orang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keyakinan dan kesungguhan maka ia berhak mendapatkan ampunan Allah dari dosa-dosa yang telah diperbuatnya. Sebagaimana dasar pendapat ini  berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim.

    7. Bulan Pelatihan Jiwa dan Raga

         Konsep ayat agar kita bertakwa saat melaksanakan puasa mengandung banyak nasihat seperti: latihan mengendalikan hawa nafsu dalam diri seseorang dan belajar memperbaiki interaksi luar kepada sesama manusia. Tentunya latihan ini agar iman dan takwa kepada Allah SWT akan tetap terjaga.

         Demikianlah hal penting mengenai bulan Ramadhan yang perlu diketahui, dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa dikutip dari Al-Qur'an dan hadis serta pendapat-pendapat ulama lainnya yang bisa dijadikan acuan dan wawasan dalam hidup kita.


(Tonton Juga Materi Dalam Video Disertai Dalil)

         Semoga informasi ini bermanfaat kepada kita semua. Jika ada benarnya maka datangnya dari Allah. Namun, jika ada salahnya maka dari itu kami memohon maaf dan akan diperbaiki.

   Wassalam
   

Tuesday, April 21, 2020

Lowongan Kerja Mulai Bulan Ramadhan

Berlomba-lomba Dalam Kebaikan Awal Mulai Bulan Ramadhan
by : Zaharuddin


Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pertama-tama, saya mengingatkan untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT atas karunia kehidupan, umur yang panjang sehingga sampai bulan ini masih tetap berlomba-lomba dalam menggapai ridha dan rahmat Allah.

Begitu pula salawat dan taslim senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad SAW, Nabi penutup dari semua Nabi, Nabi yang telah menyempurnakan agama kita sehingga bisa selamat dunia-akhirat. Aamiin


      Saya memberikan kabar gembira kepada seluruh temanku yang saya cintai dan banggakan tepat di hari terbitnya postingan ini telah terbuka lowongan kerja besar-besaran kepada seluruh umat manusia. Pekerjaan yang sangat istimewa dengan gambaran spesifikasi:

      1. Gaji yang besar mampu berkali lipat dari UMK
      2. insentif yang sangat menarik
      3. tunjangan bonus yang tak terbatas
      4. tunjangan jabatan melebihi jabatan yang lainnya
      5. jenjang karir yang menjanjikan
      6. dan masih banyak peluang-peluang lainnya

        Seperti yang sering ungkapkan, terutama kepada keluarga pribadi penulis bahwa, usahakan seluruh info yang kita terima agar sekiranya diarahkan ke hal yang positif karena semoga dengan berpositif thinking maka kita akan menarik seluruh hal positif di kehidupan kita sebagaimana hukum tarik-menarik yang telah dikemukakan oleh motivator-motivator handal.

        Serta ungkapan saya juga bahwa bukan hanya semangat dalam mencari uang, bekerja yang perlu dimotivasi justru saat ini ibadah seseorang yang perlu diangkat, didorong karena seiring perkembangan zaman telah terdapat cobaan iman yang begitu banyak sehingga motivasi perlu dilakukan.

        Hari ini kita memiliki lowongan keja yang sangat luar biasa dan jangan pernah menyia-nyiakannya, dan jangan sampai terlewatkan dan manfaatkan sebaik mungkin.

         Lowongan kerja bulan suci Ramadhan, spesifikasi tugas pekerjaan harian:

1. mengontrol konsisten dalam meninggalkan yang tidak baik dan megganti yang lebih baik
2. mengontrol jalannya kewajiban
3. menjaga sahur sebelum shubuh
4. melaksanakan puasa
5. memperbanyak aktifitas ibadah dalam menjaga puasa tetap aman dan terjaga
6. membaca al-Qur'an sebanyak-banyaknya
7. mengeluarkan zakat, infaq, da sedekah
8. menjaga badan agar tidak memicu pergerakan negatif seperti tutur kata yang negatif
9. menjaga buka puasa tiap maghrib
10. membimbing keluarga
11. mengerjakan shalat malam seperti tarawih, witir, tahajjud, dan lain-lain
12. bersilaturrahmi dengan memperbaiki komunikasi sesama manusia terutama kepada orang yang dikenal, klien, pelanggan, rekan kerja lainnya
13. biasakan saling Memaafkan
14. dan masih banyak lagi pekerjaan lainnya yang belum sempat disebutkan

     Buruan, lowongan kerja ini sangat luar biasa teman-teman, syaratnya hanya:
"BERTEKAD dan MAU MENGERJAKANNYA"

    Ayo buruan, stok posisi sangat banyak, adapun aturan mainnya bisa konsultasi kepada pembimbing yang kita percaya dan lebih tahu mengenai ibadah dan agama seperti aturan orang yang tidak bisa mengerjakan suatu pekerjaan seperti perempuan yang masih haid, istihadhah, dan sebagainya.

    Ayo, ayo dan ayo segera persiapkan diri anda dalam mendapatkan hasil sebanyak mungkin, tunjukkan antusias anda dalam bekerja, berlomb-lomba dalam mengerjakan kebaikan, dan mengumpulkan pahala.

     Ada banyak rahasia yang besar yang bisa kita temukan dalam pekerjaan ini. Olehnya itu, teruslah bekerja karena salah satu hal yang besar dan telah dijanjikan adalah AGAR KITA BERTAKWA.

Jika yang lainnya bertaubat, kenapa kita tidak?

Jika yang lainnya berubah ke hal yang lebih baik, kenapa kita tidak?

Jika yang lainnya berpuasa, kenapa kita tidak?

Jika yang lainnya tarawih, kenapa kita tidak?

Jika yang lainnya mengaji, kenapa kita tidak?

Jika yang lainnya shalat malam, kenapa kita tidak?

Jika yang lainnya shalat malam, kenapa kita tidak?

Jika yang lainnya berzakat, infaq, dan sedekah, kenapa kita tidak?

Jika yang lainnya semangat dan antusias, kenapa kita tidak?

Jika yang lainnya konsisten, kenapa kita tidak?

Jika yang lainnya bersilaturrahim, kenapa kita tidak?

Jika yang lainnya sukses , kenapa kita tidak?

Jika yang lainnya beriman dan bertakwa kepada Allah, kenapa kita tidak?

"KENAPA KITA TIDAK"

          Kenapa kita TIDAK BISA? Jangan pernah meremehkan kemampuan anda, karena itu adalag anugerah Allah. SEBENARNYA KEMAMPUAN ANDA adalah BISA, ANDA BISA, ANDA BISA, dan ANDA BISA seperti mereka yang BISA.

     Lowongan kerja ini terdapat di seluruh manca negara, umat muslim kini mempersiapkan dirinya menjelang masuk bulan Ramadhan. Kini umat muslim sedang berbahagia menunggu kedatangan bulan yang istimewa, bulan yang sangat luar biasa, bulan penuh berkah, pemimpin dari bulan-bulan yang ada. Olehnya karenanya ini adalah pekerjaan yang sangat bermanfaat di dunia dan jangan pernah menyia-nyiakannya.

      Perlu diketahui bahwa dalam hadis yang terdapat dalam kitab shahih Bukhari bahwa "Jika Ramadhan tiba maka pintu surga terbuka". Dalam hal ini terbuka kepada seluruh orang yang memanfaatkan bulan Ramadhan dengan penuh pekerjaan yang bernilai positif, ibadah. Begitu pula hadis yang diriwayatkan oleh Muslim yang sama maknanya dengan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari namun beliau memiliki redaksi tambahan, "Jika Ramadhan tiba maka pintu surga dibuka, dan pintu neraka tertutup, dan syetan-syetan dibelenggu". Tentunya untuk orang yang BISA memanfaatkan bulan Ramadhan sebaik mungkin, yang bekerja dalam bulan Ramadhan.

    Ramadhan yang lalu, bagi yang BELUM BISA maka SEKARANG antusias untuk BISA.

    Demikian LOWONGAN KERJA Bulan Ramadhan ini, saya informasikan bahwa cepat berubah menjadi lebih baik maka itu lebih luar biasa kepada kita.

     Semoga dalam bulan Ramadhan kita semua diberikan kesehatan sehingga bisa nyaman dalam beribadah, sehingga kita termasuk orang yang beriman dan bertakwa mendapat AMPUNAN, RIDHA dan RAHMAT, serta ITQUN MINANNAR dijauhkan dari api neraka. Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin

Wassalam

Saturday, April 18, 2020

Pembatasan Sosial Bernilai ibadah

Info Terkini bisa menjadi motivasi Ibadah.

Pihak Motivasiibadah.com memberi Tips dan dan saran dalam menanggapi info info terkini agar info yang kita terima bisa di arahkan ke perihal yang bersifat positif. seperti halnya yang terjadi pada saat ini dengan mewabahnya virus korona covid 19 tentunya banyak pihak, banyak individu yang ikut diresahkan akibat dari wabah tersebut.

          Sebagaimana berita dunia sudah lebih dari 2 juta jiwa yang positif terjangkit virus tersebut dalam kurung waktu yang singkat. Berdasarkan kasus ini, tentunya seluruh negara yang terkait dengan virus ini memiliki perhatian besar dalam melindungi warga negaranya.

       Termasuk Indonesia, di mana instansi dan pejabat tinggi negara sudah sangat antusias dalam melawan penyebaran korona covid 19 yang bisa menular dari anggota badan manusia ke anggota badan manusia dengan beinteraksi langsung. bahkan ada ada yang mengatakan bisa menular tanpa bersentuhan tapi melayang di udara seperti bersin dri orang yang terjangkit virus tersebut dan bahkan asap rokoknya bisa jadi tempat penularan virus mematikan ini.

Baca Juga : Corona Covid 19 Ajang Renungan Introspeksi Giat beribadah

          Ada banyak tindakan yang dilakukan pemerintah seperti himbauan untuk menjaga jarak dalam bahasa umumnya sosial distance dan akhirnya merambak ke fisikal distance yang menyarankan kepada warga untuk tidak berinteraksi langsung, menjaga jarak jika ingin berinteraksi, dan bahkan lock down dilarang berkeliaran, masuk dan pindah daerah demi memutus mata rantai virus ini. sudah terjadi di beberapa daerah yang mencapai status garis merah dari banyaknya kasus di daerah itu. dengan banyaknya kasus, pemerintah memutuskan bahwa ini adalah kasus besar dan darurat nasional. Bahkan dalam waktu dekat, sejak dari tanggal 16 April sudah beredar info tentang akan diterapkan nya PSBB yaitu pembatasan sosisal yang berskala besar. Mungkin bukan cuma daerah tertentu akan tetapi mayorias daerah dalam indonesia akan menerapkan PSBB.



       Melihat info kasus di atas, pihak dari motivasi ibadah memandang bahwa itu adalah tindakan yang sangat luar biasa. menyarankan agar ikut mendukung tindakan positif apa yang telah di di perintahkan dari orang yang lebih ahli dalam kasus ini, termasuk di dalamnya pemerintah pusat ataupun daerah, mejelis dan instansi keagamaan, dan yang lebih khusus lagi kepada bagian Instansi kesehatan, komunitas kesehatan dan para anggota medis yang berjuang keras dalam menangani kesehatan nasional.

        ada tips dari keluarga mandiri selaku author dari website motivasiibadah.com agar arahan dari atas dijadikan hal positif seperti ;
  • Jaga jarak maka kita harus menjaga wudhu kita dan tidak terlalu bersentuhan dengan orang lain supaya senantiasa bernilai ibadah plus.
  • tidak berkeliaran di luar kecuali ada hal penting seperti kelengkapan dapur dan sebagainya, dapat di alihkan untuk tetap bezikir, mengaji dan shalat sunnat di rumah.
  • Menjauhi keramaian, dalam hal ini termasuk di antaranya shalat jama'ah di mesjid jika tidak dilakukakan antisipasi ketat seperti shaf yang berjauhan jarak, full antiseptik. tapi kelompok persatuan mesjid lebih banyak yang tidak melakukan hal tersebut dan menggantinya shalat di rumah saja. sebagai motivasi ibadah bahwa ini adalah kesempatan besar dalam tiap keluarga untuk mengomandangkan adzan di tiap maisng masing rumah keluarga dan menjadi imam kepada keluarga senidiri, di sisi lain semua anak akan ikut rajin berjamaah dalam pantauan keluarga.
  • Anjuran untuk selalu menjaga kebersihan karena kebersihan sebagian dari iman seperti saat pulang dari belanja keperluan, maka usahakan mencuci tangan, bahkwan mandi jika perlu, baju yang di pakai keluar sebaiknya tidak di pakai lagi. maka ini bisa terhindar dari najis saat hendak beribadah.
  • Berbaurlah kepada keluarga di rumah, jangan biarkan kesempatan ini juga untuk membuat anggota keluarga hanya terdiam dalam rumah. Buatlah mereka bahagia, senang, dan terikat batin untuk saling kasih mengsihi, sayang menyayangi. dengan pertimbangan, mungkin banyak yang disibukkan dengan pekerjaan sehingga jarang bersama keluarganya.


  • Jangan lupa mengkonsumsi makanan yang bervitamin untuk menambah kekebalan tubuh kita agar bisa tetap bugar dan sehat. tentunya makanan yang halalan tayyiban.
  • arahkan pemikiran kita ke hal yang positif . jangan berlama lama berfikir negatif nanti pikiran itu sendiri yang bisa membuat kita jadi tidak sehat, pusing, stres, dll.
  • perbanyaklah berdoa, ikhtiar, meminta ampunan dan pertolongan dari Allah Swt.
  • Mungkin masih banyak lagi hal yang bisa kita lakukan mengenai virus korona ini sehingga bisa bernilai ibadah di sisi Allah seperti sami'na wa ata'na kepada orang yang lebih ahli bisa bernilai pahala kepada kita.
  • semoga kita semua dalam lindungan Allah, mendapatkan ridha dan rahmat Allah. Amin
Dalam ayat seperti di akhir surat al-Baqarah yang memberitahukan bahwa Rasul dan orang yang beriman terhadap apa  yang telah diturunkan kepada rasul-Nya, dan semuanya beriman tanpa terkecuali dan mengaktakan sami'na wa ata'na. begtupula dalam ayat lain bahwasannya ada perintah dalam mentaati Allah dan rasulnya dan ulil amri (pemerintah) di antara kita.

Mungkin ini dulu dari pihak kami sebagai motivasi harian dalam beribadah, khususnya tanggapan kepada info info terupdate, terbaru dan tentunya di dalam halaman INFO TERKINI.

Wassalam
   

Wednesday, April 15, 2020

cara agar semangat beribadah - KEBIASAAN dan KETEKUNAN

FAKTOR KEBIASAAN dan KETEKUNAN
by ; Zaharuddin

"Tempuhlah wahai anakku, jalan yang ditempuh para tokoh-
Beperilakulah dengan kebiasaan termulia"
(Balagatul Hukama by. Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A)



Assalamu Alaikum Wr. Wb
     
     Pertama-tama, tetap bersyukur kepada Allah karena iman dan takwa senantiasa ada dalam hati, serta salawat dan taslim kepaada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW sebagai tauladan kita.

     Pembahasan sebelumnya tentang 'taubat dan konsisten' dan saya mengatakan bahwa sangat berkaitan dengan pembahasan selanjutnya. Nah, inilah yang kita bahas pada pertemuan kali ini yakni KEBIASAAN dan KETEKUNAN.

     Pernahkah anda mendengar pepatah 'ala bisa karena biasa'? Suatu kegiatan akan mudah terlaksana dan diselesaikan, karena proses kerjanya sudah biasa dilakukan sebelumnya. Seperti halnya pelajaran matematika, fisika, kimia, serta pelajaran lainnya yang membutuhkan pemahaman tentang rumus dan proses kerja yang sulit diselesaikan bilamana rumusnya tidak diketahui. Sebaliknya, jika rumus tersebut sudah dipahami dan pernah dilalui maka pekerjaan selanjutnya akan mudah. Lebih dahsyat lagi jika pekerjaan tersebut diiringi dengan pembiasaan, rutinitas,bahkan serasa mendarah daging dalam kecanduan akan nikmatnya melaksanakan pekerjaan itu, di mana hati terasa senang dan bahagia bila menyelesaikannya dan terasa resah bila tidak menengoknya atau serasa ada yang kurang bila tidak melakukannya. Nah, inilah yang dikatakan, 'KEBIASAAN'. Jika dalam makanan dan minuman ada yang menyebutnya 'kecanduan' jika dalam pekerjaan maka ada yang menyebutnya 'tekun'. Kebiasaan yang menjadi rutinitas melahirkan ketekunan dalam diri seseorang.

     Faktor kebiasaan yang melahirkan ketekunan dalam hal positif dapat membuat seseorang sangat bermutu dan bisa bermanfaaat bagi makhluk lain. Sebagaimana dalam ungkapan:
"Kita tidak membutuhkan orang yang cerdas, orang kaya, dan orang yang beruntung tapi kita membutuhkan orang yang tekun dan tidak pernah berpikir dirinya akan kalah"

Atau dalam kalimat lain:

"Orang yang paling banyak sukses di dunia ini adalah orang yang tekun"

  BACA JUGA : Cara Kontrol Mindset

Pernah jugakah anda mendengar bahwa seorang perokok terlibat dalam kecanduan karena salah satu faktornya adalah 'kebiasaan' mereka dalam menghisap rokok, pergi ke sana ambil roko, singgah di situ bakar rokok, pulang ke rumah tetap menghisap rokok lagi, di mana-mana ada rokok yang menempel di bibirnya yang pada akhirnya merasa kebiasaan dengan menghisap rokok, merasa kehilangan tanpa ada rokok di sisinya, dan ketika tidak ada rokok maka terasa rindu ingin merokok lagi. Dan akan melakukan berbagai cara agar bisa memuaskan keinginannya meski dengan jalan yang tidak benar. Bukankah ini yang dikatakan 'kecanduan'?

      Satu contoh lagi kebiasaan seseorang dalam rumah selalu berdampingan dengan istri dan anak. Setelah kondisi yang membuatnya tidak tinggal di rumah berasamaan untuk satu hari dan bahkan mingguan maka barulah terasa rindu ingin bersama lagi, tempat tidur terasa sunyi dan hampa tidak ada yang tertawa, menangis, dan tidak ada pelukan atau ciuman serta tidak ada lagi yang mengganggu atau usil.

      Dari dua contoh di atas, semua melahirkan kata "rasa rindu" dalam hal ini keinginan untuk seperti sebelumnya. Maka analogi-analogi ini, saya ke perihal ibadah. Bagaimana jika seumpama bila kita rindu beribadah terus? Jawabannya adalah hal yang sangat luar biasa. Hati ini terasa terpanggil terus ingin beribadah. Sehingga dalam contoh kecilnya bahwa jika mulut terbiasa berzikir maka dalam tidur pun terkadang mulut ni terasa berzikir, hati ini terus memuja Allah. Bahkan saat menghembuskan nafas terakhir masih mengucapkan La Ilaha Illalah,. Dan barang siapa yang membaca kalimat tersebut di akhir kalam/hayatnya (sekarat) maka ia akan masuk surga. Inilah makna dari kebiasaan dalam beribadah. Subhanallah

      Inilah kaitan antara pembahasan sebelumnya mengenai taubat dan konsisten dalam hal ini 'istiqamah', terus-menerus beribadah akhirnya terbiasa dan menjadi sebuah ketekunan yang berujung husnul khatimah. Aamiin. Ayat tentang istiqamah :


(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)


BACA JUGA : Cara Taubat Nasuha

       Berdasarkan nasihat para ulama bahwa jika anda ingin husnul khatimah maka biasakan dirimu beribadah. Sebagaimana lidah ini terbiasa  berzikir dan pada akhir hayat kita mampu melafadzkan kalimat La Ilaha Illallah dan insya Allah kita akan berada dalam golongan orang yang beruntung. Aamiin.

Saya kira cukup sekian pertemuan kita pada kesempatan ini, semoga bernilai ibadah di sisi Allah, Amin Ya rabbala Alamin.

Wassalam

Sunday, April 12, 2020

Cara Taubat Nasuha

TAUBAT dan KONSISTEN
Oleh ; Zaharuddin
at 13 April 2020

Assalamu Alaikum wr. wb

       Rasa Syukur ini tak lupa kita panjatkan kehadirat Allah atas segala nikmat-Nya kepada kita semua serta marilah kita bersalawat kepada Rasulullah Muhammad Saw sebagai Suri tauladan kepada seluruh umat manusia.

     Kembali lagi berjumpa pada kesempatan yang penuh mubarakah ini, pada pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai pentingnya mengontrol niat dan pola pikir agar bisa menjalankan ibadah yang lebih giat lagi.

       Perlu kita ketahui juga bahwa dalam pembahasan sebelumnya, secara tidak langsung telah terdapat keterkaitan dengan apa yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini. Pada pertemuan sebelumnya, mengontrol pola pikir yang harus dilakukan setiap saat karena ada niat ingin berubah, niat ingin berubah menjadi lebih baik inilah yang akan kita bicarakan kali ini.

Poin Kedua ; Taubat dan Konsisten
(Poin Pertama telah di bahas sebelumnya)

       Ada apa dengan niat ingin berubah ? saya yakin dan percaya bahwasannya saudara saudara ku yang tercinta telah mendengar istilah TAUBAT yang mungkin telah di dengarkan dari penceramah, khatib Jum'at, majelis Taklim, kajian keislaman, dari da'i, Muballigh, guru, ustas, ulama, kiyai, media sosial Online atau Ofline.


( KHUSYU DALAM BERDOA )

       Taubat yang kita pahami secara bahasa berarti menutupi dalam hal ini Allah menutupi kesalahan yang telah kita perbuat. Serta terminologinya, ulama mengartikan bahwa bersungguh sungguh menyesali kesalahan yang dibarengi dengan keinginan untuk meniggalkan segala kesalahan dan tidak mengulanginya lagi sampai akhir hayat dan menggantinya dengan beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt dengan Amalan amalan yang saleh tentunya harus konsisten dalam menjalankannya.

      Perintah dalam bertaubat ini adalah sebuah keharusan kepada setiap muslim agar tidak mengulangi kesalahan lagi yang telah dilakukannya sebagaimana tercantum dalam firman Allah di dalam al Qur'an tentang keharusan bertaubat Nasuha kepada Allah atas segala dosa yang kita lakukan. ....Bertaubatlah  kalian kepada Allah dengan taubat yang Nasuha.....QS.al-Tahrim / 66 : 8

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)


Selain bersifat perintah Allah dalamAl-Qur'an, Penulis memandang bahwa ini adalah salah satu ayat-ayat motivasi yang tanpa kita sadari sangat membantu kita jika ingin menjadi insan yang lebih baik. Bersama ini, penulis juga ingin menyampaikan bahwa dari sekian banyaknya buku, kitab, artikel atau karya tentang motivasi tapi tak satu pun yang mampu melampaui isi kandungan materi tentang motivasi dalam Alqur'an, karena Alquran sendirilah sumber ilmu motivasi. Maka jika materi motivasi di ambil dari Alqur'an diseta dengan bumbu penjelasan dari Hadis Nabi Saw maka itulah motivasi yang terbaik sampai akhirat, karena mampu mengarahkan kita menjadi manusia yang di ridhai Allah Swt.
       Kita Kembali lagi ke masalah Taubat, kalau kita ingin melogokan bahwa taubat Nasuha yang sungguh sungguh sangatlah berbeda dengan Taubat yang tidak sungguh sungguh karena berpotensi hanya taubat sementara. dalam hal ini, kemungkinan ada yang mengalami bahwa taubat sementara ini sifatnya hanya sebentar sehingga dalam prkateknya bahwa hari ini dia mengucapkan taubat dan keesokan harinya dia melakukan kesalahan yang sama lagi dan semoga tidak disengaja melakukan kesalahan itu lagi. itulah sebabnya Nabi Saw sebagai suri tauladan mencontohkan kepada kia semua dengan rutin mengucapkan Istigfar setiap waktu. Sebagaimana hadisnya yang artinya ;

"Rasulullah Saw bersabda ; 'Demi Allah, Sesungguhnya aku beristigfar (meminta ampunan) kepada Allah dalam 1 hari lebih dari 70 kali'.

       Hadis ini memberi asumsi bahwa meminta ampunan dari Allah itu sangat berpengaruh ke dalam diri kita karena mampu membuat jiwa kita terdorong dan termotivasi untuk terus beribadah. Olehnya itu, salah satu hal agar kita tetap ingin mempertahankan niat kita ingin menjadi lebih baik khususnya dalam perihal ibadah yaitu ber Taubat yang sebenar benarnya. Sebagaimana dalam contohnya bahwa mengupayakan sepanjang waktu selalu memohon ampuna kepada Allah, menyesali kesalahan dan tak mengulanginya lagi sebagaimana Nabi lebih dari 70 kali memohon ampunan Allah dalam sehari.

       Jika ingin mengupas lebih dalam lagi tentang taubat, saya kira ini memiliki penjelasan dan topik yang sangat panjang. Saat ini cukup memiliki pengantar teori dasar Al-Qur'an kalau kita disuruh bertaubat kepada Allah sebagai landasan motivasi kita dalam memperbanyak beribadah kepada-Nya.
  
       Selain dari ayat dan hadis di atas tentang taubat, ada beberapa ayat dalam al-Qur'an tentang Istiqamah dalam beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt seperti ......QS. Al-Fushshilat: 30 dan QS. Al-Ahqaf : 13. Salah satunya Al-Fushshilat: 30 :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

        Kedua ayat di atas membahas tentang istiqamah (teguh pendirian) saya kutip sebagai pedoman dasar mengenai niat baik dan kehendak ingin berubah menjadi orang yang rajin ibadah yakni setelah bertaubat maka semestinya dibarengi dengan istiqamah dalam hal ini konsisten dalam menjalankan ibadah.

        Pada judul di atas selain taubat ada juga kata konsisten. Dalam hal ini rutin tetap dan selalu. Hadis Nabi SAW di atas mengajarkan kita agar bisa konsisten beribadah dengan selalu bertaubat menyesali kesalahan setiap hari sebagaimana Nabi istighfar kurang lebih 70x sehari supaya kita bisa konsisten menghindari perbuatan negatif dan menggantinya dengan amal shaleh.

        Telah diketahui bersama bahwa iman seseorang itu kadang naik dan kadang turun, 'yazidu wa yanqus.' Olehnya itu, disinilah fungsi utama makna daripada konsisten yaitu bagaimana kita berupaya agar senantiasa menjaga amal ibadah kita tetap berjalan lancar sehingga walaupun ada istilah iman lagi surut tapi bukan berarti mengabakan ibadah apalagi yang wajib karena bukan lagi 'iman yang surut tapi iman kita hilang.' Olehnya itu, yang lagi merasa surut imannya, semoga dengan motivasi bisa menaikkan lagi keimanan kita dan bersegeralah mengontrol mindset dan berupaya kembali semangat dalam beribadah.

        Sekali lagi, segeralah bertaubat menyesali kesalahan dan jangan mengulanginya lagi serta gantilah dengan perbuatan amal shaleh. Penjelasan selanjutnya sangat berkaitan dengan konsisten yakni kebiasaan baik dan ketekunan akan kita bahas pada pertemuan selanjutnya. Silahkan Follow Blog dan Subscibe akun youtube dalam video di halaman Video Motivasi di atas yakni kolom menu yang ada di bawah judul blog.

    Wassalam

Monday, April 6, 2020

Corona Covid 19 Ajang Renungan Introspeksi Giat beribadah

RENUNGAN IBADAH ATAS KORONA COVID 19
by ; Zaharuddin

Ya Allah, Hamba-Mu sudah bertanya-tanya " Kapan virus corona Berakhir ? "
'ketahuilah : Pertolongan Allah sudah dekat dan akan segera tiba '


       Ada banyak Makhluk Allah di Alam semesta ini, baik yang tampak maupun yang tak terlihat langsung oleh mata. Mulai hal yang palng besar hingga paling kecil, terdapat berbagai macam bentuk mereka dan tentunya memiliki tujuan tertentu yang meski masih banyak yang tidak diketahun manfaat dan bahayanya.


      Salah satunya adalah munculnya makhluk kecil di penghujung 2019 sekitaran Pertengahan November di Negara Cina tepatnya di kota Wuhan yang distilahkan saat ini adalah Corona covid19 yang sudah mewabah dan mencapai status pandemi karena menjangkit lebih dari 1, 2 juta jiwa skala internasional (detik.com PERKEMBANGAN VIRUS CORONA, Update 6 April 2020 pukul 15.50 WIB )


       Sampai saat ini, makhluk kecil ini memporak-porandakan kehidupan dunia skala internasional, di mana kurang lebih 2/3 dunia yang secara ekonomi mengalami perubahan yang signifikan hanya karena makhluk kecil saja. Teringat cerita seketika Kesombongan Raja Namrud ingin melawan kebesaran tuhan Nabi Ibrahim as dengan naik di tempat paling tinggi di daerahnya untuk memanah tuhan Nabi Ibrahim, yang pada akhirnya tidak membuahkan hasil tapi justru meninggal hanya karena makhluk kecil (ada yang mengatkan sejenis nyamuk) masuk ke dalam hidungnya dan raja namrud tidak mampu berbuat apa-apa sampai meniggal.

     Mayoritas orang saat ini mengalami ketakutan melihat kematian yang cukup banyak dalam waktu singkat hanya karena makhluk kecil virus korona covid 19 ini. Akibatnya berefek sampai kepada pelaksanaan hal yang bersifat wajib seperti pelarangan shalat jum'at bagi laki-laki karena di khawatirkan dalam pelaksanaannya berpotensi terjadi penularan virus korona ini dari satu badan ke badan lain, karena di sisi lain pemerinah setempat memberikan perintah wajib jaga jarak dan menghindari perkumpulan untuk menyelamatkan nyawa warga yang lainnya, apalagi kalau hanya shalat jama'ah 5 waktu di mana saat ini mesjid di imbau tidak melaksanakan shalat jama'ah selama virus ini masih status bahaya. bahkan sampai kepada akses internasional di mana Umrah di larang oleh otoritas Saudia dari  negara lain.


       Bahkan juga, berdasarkan surat MUI bahwa shalat Jum'at, Tarwih pada Ramadhan mendatang di akhir bulan 4 dan sampai kepada pelaksanaan Idul fitri berpotensi tidak dikerjakan berjama'ah apalagi dalam daerah yang sudah terjangkit status positif dari virus korona. Sebagaimana Menteri AGAMA telah menghimbau untuk tarwih di rumah saat Ramadhan 2020

       Sebagai renungan pribadi, wahai Tuhan semesta Alam, pencipta seluruh makhluk, apakah diri-Mu sedang marah, di mana tempat tempat ibadah-Mu bahkan tanah suci Mekkah yang dulunya ramai akan orang yang memujamu yang kini menjadi sepi dan berdebu tak terkunjungi.  Mushalla hanya pajangan banguna sahaja tanpa bunyi panggilan shalat dan kajian agama, Bahkan mejelang tarwih ini membuat kita khawatir tidak ke mesjid merasakan indahnya berjama'ah di bulan Ramadhan.

       Silaturrahim dulunya dianggap sepele yang menjadi penyambung hidup kini sudah di kunci dan dilarang berbaur, kumpul dan harus jaga jarak jikalau mendesak, sehingga komunikasi hanya terjadi di elektronik saja. saat kini, barulah sangat terasa betapa keheningan ini membuat hamba-Mu merasa butuh dunia luar karena merasa ada kehilangan dalam kehidupan kita dalam waktu sekejap. Suara Adzan yang dulu bergemah di mana -mana kini sudah tak terdengar lagi lantunan irama muadzin yang berbeda-beda. Klakson dan sirine di jalan raya dan lorong-lorong sudah sepi serta para pecinta jogging dan lari pagi sudah tak terdengar lagi suara hentakan sepatunya saat berlari di jalan.

       Wahai Tuhan Semesta Alam, kami juga saat ini sudah merasakan betapa meresahkannya makhluk yang engkau kirim ini kepada kami, entah apa yang Engkau inginkan sehingga sampai saat ini belum ada yang mampu membuat obat akan virus ini yang walaupun dalam janji-Mu bahwa "Segala penyakit pasti ada penawar obat nya" .

      Ya Allah Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membuat bulan suci-Mu bulan ramadhan menjadi sepi di mana hamba-Mu hanya berada di rumah dan tidak keluar shalat jam'ah tarwih di mesjid. sepi dari Suara musik yang indah dari petugas keliling membangunkan orang agar sahur saat subuh dan indahnya lantunan ayat suci dari orang yang mengaji entah di mesjid atau di teras rumahnya.

       Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau menghilangkan dan menarik nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada kami sebagaimana yang telah kami rasakan sebelum sebelumnya. Apakah Engkau menegur kami ini, jika saat tiba waktu shalat yang di kumandangkan di mesjid hanya mengabaikannya dan memilih melanjutkan pekerjaan demi mendapakan uang yang banyak, melanjutkan pertanian, perkebunan, penjualan dan aktifitas lainnya sehingga kami mengabaikan panggilan shalat di waktu awal, atau memilih bermain hanphone, gadget, elektronil serta hiburan lainnya di bandingkan mengambil air wudhu untuk menghadap kepada-Mu. Seketika ada panggilan bermusyawarah dengan orang sekitar, melayat ke tetangga dan kerabat yang meninggal hanya mengirimkan pesan elektronik berisikan belasungkawa kita tanpa bersilaturahmi kepada tetangga atau kerabat kita.

       Wahai Tuhan semesta Alam, Janganlah engkau cabut anugrah yang telah Engkau berikan, karena betapa pahitnya kondisi ini hanya bisa berkomunikasi lewat elektronik, hp, komputer saja.

DENGAN SEGALA KEHILAPAN KAMI,
AMPUNILAH KAMI YA ALLAH,
TIADA TUHAN SELAIN ENGKAU, MAHA SUCI ENGKAU , KAMI INI TERMASUK ORANG-ORANG YANG DZALIM.

Kami tahu Engkau Maha Pengasih dan Pengampun, hilangkan-Lah virus korona ini, cabutlah kembali, dan jangan biarkan datang lagi dan menjangkiti kami lagi karena kami yakin itu adalah Kuasa atas Kehendak-Mu ya Allah.

Berikanlah solusi kepada kami terhadap saudara saudara kami yang sudah terlanjur terjangkit dan tertular dengan obat yang bisa menyembuhkan mereka dari makhuk virus korona ini.

Biarkanlah kami masih semangat beribadah di bulan suci-Mu dengan rasa aman dan sehat dan bahagia. Amiiiinnn, Amiiiinnn, Amin.

LAA ILAAHA ILLA ANTA, SUBHANAKA INNIY KUNTU MINA DZALIMIIN

Wassalam.

Anda juga dapat TONTON VIDEO YOUTUBE-NYA DI BAWAH INI ;


 
   

Thursday, April 2, 2020

Cara Mengontrol Niat Positif dan Mindset sebagai Motivasi Ibadah

MOTIVASI IBADAH - Mengontrol Mindset dan Niat Positif
by; Zaharuddin

"Kadang orang menjadi mulia karena adabnya di tengah kita-sekalipun dari keturunan rendah"
(Abu al-'Itahiyyah / W. 211H - Balagatul Hukama by. Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A) 


Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Segala fuji bagi Allah beserta dengan segala nikmatnya yang telah diberikan kepada kita semua, serta salawat dan taslim kepada baginda Rasulullah Saw yang telah membawakan nikmat agama islam yang mulia sebagai pedoman jalan lurus menuju hari kemudian.

          Sebagai lanjutan dari materi sebelumnya dan video pada channel kami, yaitu mengebai kondisi sosial millennial di era abad 20-an. Di mana banyak orang yang masih menganggap remeh pesan agama khususnya agama islam dengan mengabaikan dan tidak melaksanakan perintah kewajiban dan menerobos lampu merah larangan Agama. akibat dari pada itu, terjadi banyak pembegalan, pencurian, perjudian bahkan hal yang sangat mendasar pun seperti kewajiban individu dalam melaksanakan shalat 5 waktu masih kadang bolong dan tidak konsisten, bahkan ada sama sekali yang tidak pernah shalat lima waktu sehari semalam.

          Salah satu hal yang dijadikan sebagai motivasi agar bisa meminimalisir kasus keadaan seperti yang disebutkan di atas dengan memulai dari diri kita sendiri, seperti;

Poin Pertama; Memulai dengan Niat

Masih ingat Power of Positif Thinking, atau  The Magic of Thinking Big (Atau buku-buku lain yang berkaitan dengan Motivasi, Penggugah semangat) merupakan buku tentang motivasi kepada seseorang. Hanya saja, kencenderungan materi pesan motivasinya hanya mengarah ke rana pencarian uang, bisnis, pekerjaan yang tidak boleh putus asa serta menarik omzet, uang, dollar dan rezeki sebanyak-banyaknya.

        Akan tetapi, saya akan mengkonversi pemikiran, teori, pesan-pesan motivasi ini menjadi penyemangat, pendorong dalam mengerjakan ibadah, mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya dan semata-mata mencari ridha dan rahma Allah. Makanya dalam motto artikel tentang motivasi ibadah ini adalah "Bukan Cuma Pebisnis Pencari Uang yang Harus di Motivasi, Justru Semangat beribadah sangat di utamakan".

          Kita kembali kepada materi tentang Niat dan Mindset sebagaimana judul tulisan ini bahwa sekaitan dengan yang telah disampaikan beberapa hal pada materi sebelumnya bahwa; sejak dini atau sedari awal kita harus kontrol mindset kita bahwasannya kita adalah Ahli ibadah yaitu orang yang rajin dan taat beribadah.

          Kenapa mesti Niat dan mindset yang harus di setting atau di kontrol ? karena Niat itu adalah Sesuatu yang terjadi dalam hati nurani yang menurut saya itu merupakan alam bawah sadar kita yang akhirnya membentuk pola pikir atau mindset yang mampu menggerakkan jiwa dan raga pada internal diri seseorang, anggota tubuh serta hasrat seseorang. Apa yang ada dalam niat akan memberikan perintah kepada pikiran.Bahkan niat mampu menarik hal hal eksternal dari luar diri seseorang yang akan berimbas  kepada dirinya.
      Jika Niat hati positif maka mampu menarik segala kehidupan yang positif, baik di internal diri (seperti pikiran dan tindakan) maupun eksternal (seperti kondisi realita kejadian yang akan dihadapi). akan tetapi, jika Niat hati negatif maka tunggulah kehidupan negatif akan menjangkit diri anda. Maka inilah kondisi alam bawah sadar kita yang Selanjutnya akan disebut Mindset atau pola pikir kita yang harus di kontrol agar menjadi insan yang mulia. sebagaimana hadis Nabi Saw yang artinya:

"ketahuilah bahwa ada segumpalan dalam diri kita, jika ia baik maka baiklah seluruh diri kita, dan jika ia rusak atau buruk maka buruklah seluruh diri kita, ketahuilah segumpalan itu adalah Qalbu atau hati Nurani"

Atau dalam pepatah bugis;

"Lettu memeng ni ri yolo de'pa na to lettu"

Artinya bahwa sebelum badan sampai pada suatu tujuan, tempat dan kondisi maka pepatah ini menyarankan untuk sampai duluan yaitu niat, hati dan pikiran yang merasakan kehadiran badan di sana dengan kondisi dan hasil yang positif. dalam hal ini ini pikirkanlah hal yang positif sebelum bertindak.

Bahkan dalam teori ekstrimnya, niat dan pikiran ini mampu menjangkau hal hal yang secara logis adalah mustahil. Maka jangan katakan kalau kita mampu mencapai hal yang mustahil. tapi itu benar adanya karena ini adalah kekuatan dahsyat yang Allah karuniakan kepada hamba-Nya dengan dasar firman-Nya "...agar kalian berfikir" . tapi bagi saya ini akan bisa terjangkau dalam bentuk DOA permintaan kepada Tuhan yang maha berkehendak. sebagaimana hal yang luar biasa pada ulama, karamah pada wali dan Mukjizat para Nabi.

Nah sekarang, kita kembali kepada pembahasan utama yaitu Motivasi ibadah dengan mengontrol Niat positif dan mindset pola pikir kita, yang sekarang kita akan jelaskan sebagai mengontrol pola pikir dalam beribadah. Sebagaimana Hadis Nabi Saw yang artinya :

"Sesungguhnya segala perbuatan itu mestinya diawali dengan niat, dan segala urusan tergantung apa yang di niatkan" 

     Saya kira ini adalah dasar motivasi dalam beribadah yaitu tentang niat positif, pikiran positif, kontrol mindset untuk aktif dan selalu beribadah. olehnya itu, sejak bangun pagi atau sejak dari awal di mana saat kita mau berubah menjadi lebih baik maka kita harus setting mindset kita ke arah yang positif khususnya tentang ibadah. Insya Allah dengan bantuan Allah maka segala aktifitas kita pada hari itu akan menarik hal yang positif seperti kerajinan kita dalam beribadah, tekun dan konsisten beribadah, serta jika banyak godaan mengenai pekerjaan dan aktifitas yang berkaitan dengan larangan Agama maka akan kita hindari karena kita adalah ahli ibadah, orang yang rajin beribadah, beriman dan bertaqwa kepada Allah, siap menjauhi dan tidak mengerjakan larangan Allah.

          Contoh dalam prkateknya; Anggap saja kita ini adalah orang yang ingin berubah menjadi lebih baik utamanya dalam perihal ibadah, maka mulai hari ini, tanamkan dalam pikiran bahwa saya berniat menjadi orang yang rajin beribadah, memperbanyak melaksanakan jenis ibadah yang lain, patuh terhadap aturan dan tidak melanggar larangan agama. Jika tiba waktu shalat maka saya bersegera melaksanakan shalat dan jika memungkinkan dengan cara berjama'ah di mesjid.

          Saya akan berhenti menganggu atau menyakiti orang lain, tidak ikut dalam kelompok begal yang meresahkan warga, gang motor yang memberi dampak buruk, dan kalau bisa mengupayakan membantu orang yang membutuhkan. Dan yang paling utama dan menadasar adalah tidak lagi meninggalkan shalat 5 waktu walau hanya sekali.

          Dengan niat untuk memperbaiki diri, jangankan orang cacat yang bisa balap sepeda, orang buta mampu menghapal al-Qur'an, orang tidak punya tangan mampu melukis, menjahit, orang tdak punya kaki dan tangan mampu berenang dan mencari nafkah dan lain sebagainya. Akan tetapi, kita adalah orang yang berbadan sempurna, berjiwa normal maka kita mampu lebih berhasil dibandingkan mereka yang tidak sempurna.

          Dengan contoh ini, semoga motivasi ini bisa membawa berkah sehingga mindset kita terhadap pelaksanaan ibadah dapat dikontrol setiap saat sehingga menjadi orang yang rajin beribadah dan menjauhi larangan. Insya Allah, Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua, dengan  niat perubahan ini, kontrol mindset positif ini, maka segala hal positif bisa kita rangkul dalam kehidupan kita di masa mendatang, bukan hanya urusan dunia tapi terutama dalam hal ibadah sehingga kita bisa mendappatkan ridha dan rahmat Allah.

      Sekali lagi, Kontrol mindset positif kita setiap saat bahwa kita adalah ahli ibadah yang rajin melaksanakan ibadah, taat dan tidak melanggar aturan.Jazakallah Khaeran Katsiran.

Wassalam

ARTIKEL POPULER

ARTIKEL BERSPONSOR

FOLLOW SITE