Search This Blog

Sunday, April 26, 2020

Menafkahi Orang Tua

BACALAH ! Ada Hal yang Jarang diketahui tentang orang tua
By : Zaharuddin

Assalamu Alaikum Wr. Wb

Pertama-tama,penulis mendoakan kepada seluruh pelanggan/subscriber situs ini beserta keluarga mandiri channel di youtube.com/c/keluargamandirichannel agar senantiasa mendapatkan ma'unah dari Allah swt, karunia, dan dilancarkan rezeki dan senantiasa mendapatkan ridha dan rahmat dari Allah Swt.

Kedua, marilah kita bersyukur kepada Allah, atas segala pemberian-Nya kepada kira semua, begitu pula Salawat dan taslim senantiasa tercurah kepada Nabi besar kita Muhammad Saw.

         Seperti halnya, saat kita membaca dan menemukan informasi mengenai sebuah bencana, wabah atau bahkan kita mengalami ujian dar Allah Swt. Dalam sebuah ayat al-Qur'an memberikan sindiran kepada kita bahwa apakah kita mengharap masuk ke dalam syurga Allah lantas Allah sama sekali belum menguji kita. Apakah dengan sebuah bencana, musibah, atau kondisi-kondisi lain agar Allah dapat menguji kita bahwa seberapa besar keimanan kita, seberapa bertaqwa kita kapada Allah Swt. Sebagaimana cobaan-cobaan yang telah dilalui oleh umat-umat terdahulu. Bahkan para Nabi dan Rasul dengan cobaan yang berat bagi mereka dan mereka sukses dalam menghadapai cobaan dan ujian dari Allah.

BACA JUGA : Wabah Korona Covid 19 Mengingatkan Untuk terus Beribadah

        Semoga kita semua tergolong kepada orang-orang yang pantas masuk surga, sehingga walau dengan sebuah ujian maka kita akan tetap bersabar dalam melaluinya. karena dengan ketidak sabaran itu akan membuat kita berkeluh kesah terus minta tolong. bahkan dalam doanya,Ya Allah kapankah pertolongan-Mu akan segera datang kepada kami ? selamatkanlah kami dari cobaan ini," dalam ayat, ketahuilah bahwa pertolongan Allah sudah dekat. QS. al-Baqarah / 2 : 214.

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

         Betapa menenangkannya informasi di kalimat akhir pada paragraph di atas, yaitu "pertolongan Allah sangat dekat", mengandung makna motivasi agar tidak berputus asa dalam berjuang, serta olah kesabaran agar termasuk dalam kelompok orang-orang yang sabar dan tentunya Allah bersama orang-orang yang sabar.

       Mengenai hal ini, coba kembali buka QS. al-Baqarah / 2 : 214 dan QS Ali Imran / 3 :  142. Jika kita ingin menafsirkan ayat maka dibutuhkan sebuah kaedah seperti mengaitkannya dengan ayat sebelum atau sesudahnya.

      Seperti halnya dalam QS. al-Baqarah ayat 214 di atas, maka cobalah membuka ayat selanjutnya yakni 215 bahwasannya ayat tersbut berkaitan tentang menafkahkan harta.

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

       Wallahu A'lam, bahwasannya, apakah dengan menafkahkan harta dapat memberkan pertolongan kepada kita dari sebuah bencana, meringankan bencana, menghindarkan bencana, atau mampu memberi solusi yang tak disangka dari sebuah bencana bila kita menafkahkan sebagian harta kepada jalan yang di ridhai Allah.

      Nafkah dalam artian berinfaq dengan memberi harta, atau mungkin menanggung kebutuhan hidup, dan bahkan mengurus keperluan-keperluan seseorang tanpa mengharapkan balasan apapun dari orang tersebut dengan landasan keihkhlasan.

KAITANNYA DENGAN ORANG TUA

         Seperti halnya dalam redaksi ayat di atas, lihat QS. al-Baqarah / 2 : 215, ayat itu menomor satukan nafkah kepada orang tua sendiri.

         Jadi, saudara-saudara dan sahabat-sahabat ku yang tercinta, apalagi kepada yang sudah memiliki ekonomi lebih dari kata cukup untul dirinya, bagi yang masih hidup orang tuanya atau sakah satu dari keduanya, berupayalah untuk membahagiakan orang tua dengan memberikan atau menutupi kebutuhan-kebutuhan orang tua dari harta yang saudara miliki karena itu merupakan hal yang sangat mulia. Semoga dengan hal itu, kitabisa terhindar dari marabahaya dan menjadi orang yang sabar terhadap ujian dan cobaan dari Allah Swt, serta iman dan taqwa kita semakin kuat kepada-Nya.

         Jangan pernah ragu dalam berinfaq, yakinlah bahwa Allah akan mengganti dan membalasnya. bahkan menurut info bahwa ada sebuah hadis tentang infaq atau shadaqah dan semacamnya akan melindungi kita dari 70 pintu terjadinya musibah, keburukan atau bencana. Sebagaimana ayat sebelumnya yaitu QS, Al-Baqarah / 2 : 214 tentang pertolongan Allah yang akan selalu ada, dekat kepada orang yang beriman. dan mungkin pertolongan itu akan segera diperoleh dengan melaksanakan pesan dalam ayat berikutnya yaitu menafkahi orang tua atau dalam bahasa umumnya barbuat baik kepada orang tua.

BACA JUGA : Berlomba Dalam Kebaikan Dalam Ramadhan

        Seperti dalam QS. al-Baqarah / 2 : 264, tidak jauh setelah memerintahkan berinfak pada ayat 215, yang kemudian kembali memngingatkan pada ayat 264 bahwa janganlah merusak pahala itu dengan rasa riya, ingin dipuji apalagi dengan menyakiti hati, jiwa dan raga orang. Pertahankanlah, berpegang teguhlah, jagalah amal kebaikan kita, pahala sedekah kita, jangan lah membuatnya hangus seperti api membakar kayu bakar. Sehingga sia-sia tak berguna. Semoga itu semua dapat membantu kita senantiasa dekat kepada Allah mendapat pertolongan Allah dan dijauhkan dari marabahaya. Amin ya rabbal Alamin.

       Saya ingin menutup peretemuan kali ini dengan menyampaikan sebuah kisah riwayat dari kitab sahih Muslim. Bahwasannya, ada seseorang yang memerdekakan budaknya dengan tebusan dari harta yang ia miliki. Namun, berita ini sampai ditelinga Rasulullah saw, lantas beliau berkata kepada orang itu bahwa apakah kamu memiliki harta selain daripada budak ini ? jawaban orang ini adalah tidak. Kemudian Rasulullah Saw bersabda bahwa apakah ada seseorang yang ingin membeli budak ini dari saya ? seorang sahabat bernama Nuaim bin abdullah membeli budak tersebut dengan harga 800 dirham dan langsung diberikan kepada Rasulullah. Rasul pun langsung meneruskan uang tersebut kepada pemilik hamba sahaya tadi dan berkata, gunakanlah uang ini untuk dirimu sendiri, jika ada sisanya maka untuk kerabatmu, dan jika masih ada maka untuk orang sekitar mu. Kisah ini adalah sebuah riwayat dari dalam kitab sahih muslim. Silahkan klik gambar berikut :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)


         Selain dari orang tua, maka orang lain yang dsebutkan dalam ayat 216 adalah keluarga terdekat, kemudian kepada anak yatim dan orang miskin.

       Perlu di ingat bahwa perhatikanlah juga kondisi kita, terlebih kepada orang yang sudah menikah maka harusnya mengutamakan diri sendiri jika memang masih di saat saat yang sulit. Sebagaimana pada penjelasan sebelumnya bahwa saya menekankan hal ini kepada saudara-saudara, sahabat-sahabat tercinta yang telah memiliki kelebihan dan kehidupan ekonomi yang jauh lebih dari kata cukup. SEKIAN !

Wassalam

No comments:

Post a Comment

ARTIKEL POPULER

ARTIKEL BERSPONSOR

FOLLOW SITE