Search This Blog

Saturday, May 30, 2020

HIDUP NORMAL - Hidup Sehat dalam Perspektif Ibadah

HIDUP NORMAL ALA POLA HIDUP SEHAT ( KACAMATA IBADAH )
by : Zaharuddin

Assalamu Alaikum Wr Wb.


"Teori Dasar Terkadang Sering Terlupakan -
Hal Kecil Paling sering Dianggap Remeh"

Pembaca motivasiibadah.com yang kami banggakan, semoga semua senantiasa dalam lindungan Allah Swt. Amin Ya Rabbal Alamin. Puji Syukur atas kebesaran Allah Swt, atas karunia, reseki dan magfirah-Nya kepada segenap hamba yang selalu beriman dan bertaqwa. Salawat dan taslim kepada Nabi Muhammad Saw yang telah menjadi panutan bagi seluruh umat manusia.

Hidup tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan. Seseorang terkadang mendambakan hal yang sangat diinginkannya ternyata tak kunjung memberikan jawaban positif kepada harapannya. Meski demikian, perintah untuk selalu  berjuang keras dan tidak berputus asa dalam mendapatkan harapan itu senantiasa di temukan dalam ajaran agama islam. Apakah itu berupa Ayat, hadis ataupun nasehat para ulama.


Walau beberapa bulan terakhir ini, keresahan masyarakat atas mewabahnya corona covid 19 di berbagai mancanegara yang sampai saat ini tak kunjung ditemukannya vaksin akan wabah tersebut. tapi, nampaknya, kesatuan antara pemerintah, tenaga medis, atau pihak yang terkait dalam penanganan wabah ini, sudah mulai memberikan hasil yang positif dengan fakta data kesembuhan sudah mulai melonajak tinggi. itu berarti, penanganan terkait virus ini sudah mulai terkendali. Dengan apresiasi yang sangat besar patut diacungkan jempol atas kebersatuan dalam mencegah dan penyebaran dan membunuh virus pandemi ini.

Ada banyak hal yang dapat dijadikan bahan introspeksi diri terkait penyebaran virus ini. sebagaimana yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya adalah terkait tindakan pemerintah dan kesehatan dalam melakukan pencegahan virus seperti PSBB (Pembatasan Sosial Bernilai Ibadah), hal ini dapat bernilai ibadah sebagaimana dalam postingan dengan judul pembatasan sosial bernilai ibadah, yakni terkait aktifitas yang bisa dilakukan agar bernilai ibadah pada masa PSBB tersebut.

SILAHKAN BACA : Pembatasan Sosial Bernilai Ibadah

Terkait juga dengan hal di atas, kadar normal dalam kehidupan dalam menjaga diri dari penyakit dengan terbiasa hidup bersih atau menjaga kesehatan dengan pola hidup yang sehat seperti mengkomsumsi makanan halal dan sehat, olahraga dan sebagainya.

HIDUP NORMAL

Kata Normal itu sendiri sebagaimana dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, dalam redaksi onlinenya dapat dilihat dalam gambar berikut :

(Klik Gambar -Teks Lebih Jelas )

Dalam hal ini nomal bila aktifitas sesuai dengan pola atau aturan umum. Mungkin dapat dipahami bahwa hidup normal dapat diartikan sebagai aktifitas dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan aturan umum, keadaan umum, dan tidak menyimpang dari keadaan biasanya.

HIDUP SEHAT PERSEPKTIF IBADAH

Dapat dimulai dari sebuah hadis riwayat dari imam Muslim, sebagaimana berikut :

(Klik Gambar -Teks Lebih Jelas )

Hidup bersih dalam hadis marupakan sebagian dari iman digambarkan Dalam pepatah kesehatan "Bersih itu sehat" atau "bersih itu indah" di mana Allah itu menyukai hal-hal yang indah.

Jikalau hidup normal itu sesuai dengan keadaan aturan umum pada biasanya, maka jika dikaitkan dengan aturan perspektif dalam beribadah, dalam hal ini dikaitkan dengan iman dan kepercayaan kepada al-Qur'an dan hadis, maka hidup nomal dari sisi hidup sehat itu dapat mengikuti salah satu atau beberapa anjuran dari ajaran agama, apakah itu dari al-Qur'an ataupun hadis. Hal ini dapat dilihat dalam uraian singkat berikut, seperti :

1. Terbiasa Mencuci Tangan

Dalam praktek ibadah, khususnya dalam ajaran agama Islam, kebiasaan mencuci angggota badan itu sangat terlihat dalam proses berwudhu. Mulai dari mencuci tangan, berkumur-kumur bahkan bersiwak dengan menggosok dan membersihkan gigi, muka, tangan sampai siku, rambut kepala, telinga dan juga kaki. Tentunya anggota badan tersebut sangat rentang dengan kotoran yang bisa membawa penyakit. Apalagi dengan tangan yang mengantarkan makanan masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Maka wajar dalam ilmu kesehatan menganjurkan mencuci tangan sebelum makan.

Ada beberapa hadis yang bisa ditemukan terkait dengan wudhu. Seperti satu hadis yang menyuruh agar menyempurnkan wudhu, menyela jari jemari, membershkan hidung kecuali saat berpuasa. Tentunya hadis yang bekaitan dengan ini sangat mendukung dalam mencuci tangan.

2. Gunakan Tangan kanan Saat Makan dan Baca Basmalah


(Klik Gambar -Teks Lebih Jelas )

Setelah mencuci tangan, maka ada yang diajarkan dalam agama untuk menggunakan tangan kanan. Sebagai catatan karena tangan kiri itu terbiasa dengan hal yang kotor seperti beristinja dengan tangan kiri. Tentunya dalam hadis di atas, jika hendak makan maka serukanlah nama Allah, bacalah bismillah sebagai asumsi bahwasanya berdoa sebelum makan itu dibiasakan agar makan tersebut menjadi berkah dan terhindar dari gangguan jin yang bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan sehingga bisa menjadi penyakit.

3. Konsumsi Makanan Sehat

(Klik Gambar -Teks Lebih Jelas )

Berbicara tentang makan halal dan baik dalam ajaran agama islam memiliki ketentuan tersendiri dan dipermantap dalam penjelasan ilmu fiqih oleh para ulama demi memberikan pemahaman kepada masyarakat islam. Seperti halnya al-Qur'an melarang memakan bangkai, darah, daging babi dan bahkan apa yang disembelih tanpa menyebutkan nama Allah. Binatang bertaring, yang dipukul hingga mati, dan lain sebagainya terkait dengan makanan yang dihalalkan.

Adapun terkait dengan makanan yang baik yakni makanan yang bagus untuk kesehatan seperti dengan mengkonsumsi makanan yang bervitamin, bergizi untuk memperbaiki kekebalan tubuh terhadap virus yang bisa menyerang dan membuat tubuh lemah dan sakit. Dari sini pula ada teori yang dipahami bahwa makanan halal tapi tidak baik untuk tubuh. Mengingat anjuran tenaga medis bagi orang yang pantangan makanan dan setidaknya menghindari makanan yang bisa membuat kondisi fisik orang yang sakit tambah parah. Dengan gejala flu berat maka sangat tidak cocok bila minum es, atau makanan yang kadar lemaknya tinggi.

4. Makan Jangan terlalu kenyang

(Klik Gambar -Teks Lebih Jelas )

Dengan makan yang berlebihan, membuat sesak nafas karena makanan yang masuk tak menyisakan lagi tempat rongga udara untuk bernafas, bukan kah hal ini tidak membuat seseorang merasa tidak nyaman ? makanlah secukupnya semoga makanan yang masuk ke dalam tubuh memberi keuakatan untuk terus beribadah.

5. Tidur yang cukup, dan bangun sepertiga malam

Banyak orang yang sepakat bila tidur itu adalah waktu istrhatnya anggota tubuh, jiwa dan raga. Ada orang yang berpendapat bahwa bangunnya seseorang itu pada sepertiga malam mampu merefresh otak lebih cerdas. Saat itu pula merupakan waktu yang sangat mujarrab dalam beribadah kepada Allah. Sepertinya, bangun shalat tahajjud di sepertiga malam ini merupakan resep kesehatan yang jarang diketahui oleh banyak orang. atau mungkin sudah diketahui namun masih kurang dan tidak peduli dalam mempraktekkannya.

6. Olah Fisik / Olahraga

(Klik Gambar -Teks Lebih Jelas )

Olah raga keterampilan fisik pada masa Nabi sangat diperlukan, apalagi dalam hal memanah maka aktifitas ini sangat membantu pada masa peperangan dan merupakan strategi handal dalam mengalahkan lawan. Walau hanya memanah, tapi olah fisik agar tetap kekar dan kuat dalam memiliki tubuh yang sehat dapat dikatakan sebagai olah raga yang baik untuk kesehatan tubuh.

7.dan masih banyak lagi

Hal-hal yang bisa dipraktekan terkait hidup sehat dalam menjalani kebiasaan hidup yang sesuai dengan anjuran pola hidup normal, seperti berpuasa dapat menyehatkan anggota badan. memperbaiki gerakan shalat merupakan olah raga terbaik, memperbanyak berzikir untuk merefresh pikiran, hati dan jiwa manusia menjadi lebih rileks dan tentang. dll

Sekian dan terima kasih
Wassalam.

Tuesday, May 26, 2020

Puasa Syawal Berurutan atau Tidak ?

PUASA SYAWAL
by : Zaharuddin

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
   
         Sungguh perjuangan yang luar biasa, kita telah melalui bulan Ramadhan dengan sebuah peperangan dalam melawan hawa nafsu, godaan syaithan, dan perbuatan negatif lainnya, demi melatih diri kita menjadi individu yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

        Suatu kesyukuran tak terhingga terhadap kebesaran Yang Maha Kuasa yang telah memberikan umur yang panjang sehingga masih bisa menyaksikan dan beribadah dalam bulan Ramadhan 1441 H. Kami doakan kepada seluruh pengunjung motivasiibadah.com agar Ramadhan kali ini adalah Ramadhan yang paling berarti, ibadah kita yang paling maqbul. Meski demikian, kita tetap berharap bisa tetap hadir pada bulan Ramadhan berikutnya untuk melakukan yang lebih baik pada Ramadhan kali ini. Amin ya Rabbal 'Aalamiin

       Terkadang kita merasa bahwa apa betul puasa kita tidak hampa dalam bulan-bulan Ramadhan? Sehingga hanya lapar dan haus yang kita peroleh. Sepertinya, 1 bulan dengan jumlah 30 hari tidak begitu cukup dalam melatih diri ini menjadi orang yang bertakwa. Dengan sifat kemunafikan yang terus menggoda dalam diri kita, sehingga selain bulan Ramadhan, al-Qur'an jarang lagi dibaca , shalat jama'ah pun entah kapan lagi ke mesjid, apalagi jika hanya puasa sunat di hari senin dan kamis, mungkin itu tidak lagi penting dalam meneruskan manfaat besar dari bulan Ramadhan.


        Saya ingin mengutip sebuah hadis dari Imam Muslim mengenai puasa di luar bulan Ramadhan  yakni puasa di bulan syawal.

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

        Hadis di atas memberikan informasi kepada kita bahwasanya ada puasa yang disunnatkan oleh Nabi selepas melaksanakan puasa Ramadhan. Puasa tersebut adalah puasa di bulan Syawal. Jumlahnya hanya 6 hari dan pendapat ulama mengatakan bahwa tidak mesti harus dilakukan berturut-turut , selama dilaksanakan pada bulan Syawal maka ia akan terhitung dalam 6 hari tersebut. Selepas bulan Ramadhan bukan berarti tidak memiliki lagi perintah untuk melaksanakan puasa. Walau puasa Syawal ini tidak wajib seperti puasa dalam bulan Ramadhan, namun memiliki keistimewaan dan kelebihan tersendiri bagi orang yang melaksanakan puasa Syawal 6 hari selepas bulan Ramadhan.

        Kelebihan yang dimaksudkan adalah sebagaimana dalam terjemahan hadis pada teks di atas bahwa "seolah-olah berpuasa sepanjang masa". Dari teks tersebut dipahami bahwa orang yang berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya 6 hari di bulan Syawal maka ia bagaikan berpuasa sepanjang masa. Sepanjang masa dalam hal ini seumur hidup, atau masa yang dimaksudkan adalah waktu yang ada di dunia, yakni kita hanya memiliki 1 tahun atau 360 hari yang terus berputar dari tanggal 1 Muharram dan kembali lagi 1 Muharram setelah 360 hari. Jadi seumur hidup atau hanya 1 tahun?

Dalam hadis yang lain dikatakan:

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

      Dari hadis ini dikatakan bahwa 6 hari yang dimaksudkan adalah bagaikan berpuasa bila ia berpuasa selama 1 tahun penuh. Dapat juga dilihat dalam sebuah komentar perawi hadis dalam kitab al-Turmudziy sebagaimana berikut :

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

APAKAH MELAKUKAN PUASA LAIN YANG BUKAN MERUPAKAN NIAT PUASA SYAWAL TETAP DIKATAKAN PUASA SYAWAL ?

      Seperti halnya puasa qadha yang tertinggal dalam bulan Ramadhan dan dilakukan dalam bulan Syawal maka ia mendapatkan pahala puasa Syawal bagaikan berpuasa selama 1 tahun penuh ?

      Menurut berbagai informasi , apakah berita Islami atau berasal dari ulama cendekia mengatakan bahwa melakukan puasa seperti puasa senin-kamis, pada bulan Syawal sebagaimana digambarkan dalam hadis bahwa bagaikan berpuasa 1 tahun penuh. Anda dapat melihat pendapat ini juga dalam NU ONLINE dalam judul "Bolehkah Niat Qadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Syawal ?"

Hanya saja, terkait dengan puasa qadha yang yang merupakan kewajiban pengganti pada ramadhan bahwa ada ulama yang memakruhkan puasa syawal sebelum menyelesaikan kewajiban. Darisini dapat dipahami bahwa puasa qadha diluar dari niat puasa sunnat syawal. Sementara ulama sepakat kalau puasa syawal ini adalah puasa sunnat. Secara dsahirnya, ia telah berpuasa pada bulan syawal, karena ini adalah puasa wajib, maka tidak ditemukan ulama yang berpendapat bahwa ia juga memperoleh pahala bulan syawal. Anda juga dapat melihat pada wartakota live terkait niat puasa qadha ramadhan di bulan syawal.

MAKNA 1 TAHUN PENUH ?

        Dari paragraf-paragraf di atas bahwasanya ada kelebihan bagaikan berpuasa 1 bulan penuh bagi orang yang berpuasa 6 hari di bulan Syawal. Hadis tersebut di atas telah dijelaskan dalam banyak kitab syarah hadis, salah satu di antaranya adalah syarah Imam al-Nawawiy, sebagaimana berikut:

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

        Dari penjelasan di atas, Imam al-Nawawy menjelaskan bahwa mazhab al-Syafi'iy, Imam Ahmad, dan Abu Daud sepakat bahwasanya ini adalah ibadah puasa sunnah. Sementara Imam Malik sendiri memakruhkannya karena menurut pendapat beliau tidak pernah dikerjakan oleh orang ahlul ilmi.

        Pada kalimat selanjutnya Imam al-Nawawiy mengatakan kalau para sahabat kami berkata bahwa yang paling afdhalnya adalah agar berpuasa 6 hari secara berturut-turut selepas idul fitri. Namun, jika ada yang memisahkannya (tidak berturut-turut), apakah itu di awal Syawal atau pun mentakhirkannya pada akhir bulan Syawal maka akan tetap mendapatkan kelebihan itu (bagaikan puasa 1 tahun) karena ia telah mengikuti anjuran umum yang diyakini 6 hari dalam bulan Syawal.

         Menurut pendapat ulama yang penulis pahami dari isi kandungan dalam gambar syarah hadis di atas bahwa maksud "bagaikan puasa 1 tahun" itu dengan berlandaskan atas "1 kebaikan bagaikan 10 kebaikan". Maka dikatakanlah ia berpuasa Ramadhan selama 10 bulan dan ditambah dengan syawal yang melengkapi 2 bulannya, maka jadilah 12 bulan.

         Jika ingin diurai, orang yang berpuasa Syawal seperti dikalikan 10, maka puasanya yang 30 hari dalam 1 bulan Ramadhan itu akan dinilai seperti 10 bulan yaitu 300 hari. Plus ditambah dengan 6 hari Syawal menjadi seperti 60 hari (2 bulan). Maka 300 + 60 hari sama dengan 360 hari dalam hal ini 1 tahun. Itu yang saya pahami dari penjelasan Imam al-Nawawy di atas mengenai kelebihan Syawal "bagaikan berpuasa 1 tahun".

Berkaitan dengan 1 kebaikan dan akan dibalas 10 kebaikan oleh Allah, dapat dilihat pada kutipan hadis riwayat dari imam Muslim yang merupakan firman Allah yang diucapan Nabi tapi tidak ada dalam al-Qur'an atau dengan kata lain hadis Qudsiy, berikut ini :

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

ARTIKEL TERKAIT : Nilai Pahala Kebaikan dan Balasan Keburukan dalam Hadis

         Pendapat ini juga setara dengan apa yang dikatakan oleh Ibn al-Jauzy (Abu al-Farj Abdurrahman ibn al-Jauzy) dalam kitab Kasyful Musykil Min Hadis al-Shahihain, sebagaimana berikut:

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

         Kedua pendapat di atas sepertinya tidak jauh berbeda yang memahami bahwa bagaikan puasa 360 hari karena dasar 1 kebaikan itu seperti 10 kebaikan.

PEMAHAMAN LAIN TERHADAP HADIS DAN SYARAHNYA

        Dikatakan bahwa orang yang berpuasa Ramadhan 30 hari lantas berpuasa 6 hari di bulan Syawal maka ia berhak mendapatkan kelebihan "bagaikan berpuasa 360 hari". Dalam artian berlaku kepada orang yang puasa Ramadhannya full sebanyak 30 hari. Maka hitungannya akan cocok dan pas berdasarkan hitungan di atas.

        Maka bila ia tidak berpuasa full, alias memiliki qadha kemungkinan penyebabnya karena ada udzur seperti haid. Maka ada ulama yang tidak menganjurkannya puasa Syawal sebelum menyelesaikan kewajibannya. Jika dilogikakan maka hitungannya memang tidak sampai pada 360 hari. Karena 1 atau 2 dari puasa Ramadhannya bolong. Bahkan ada ulama yang memakruhkannya bila meninggalkan puasa Ramadhan tanpa sebuah udzur (sengaja meninggalkan / membatalkan puasa Ramadhan) kemudian ingin berpuasa Syawal.

Waktu Memulai Pelaksanaan Puasa Syawal

Setelah mencari informasi penguat terkait dalil tentang pelaksanaan puasa syawal, maka dari sisi pribadi penulis belum ditemukan dalil kapan waktu memulai. Hanya saja, dalam hadis di atas, ada yang mengatakan bahwa bisa di awal dan bisa juga di akhir bulan syawal. Mungkin saja ini berarti bahwa selepas shalat idul fitri di tanggal 1 yang merupakan larangan berpuasa dalam hari raya, maka di awal bulan syawal yakni tanggal 2 sudah boleh niat puasa syawal.

Di sisi lain, jika melihat waktu silaturrahim di banyak territori untuk saling menjenguk antar sanak kerabat tentunya dengan hidangan kue, ketupat, dan berbagai macam hidangan lainnya. Maka untuk menghargai orang yang menghidangkannya maka mungkin dengan mencicipinya alias tidak berpuasa dulu. Hanya saja, berdasarkan pandangan dari UAS Ustad Abdul Somad bahwasannya puasa syawal itu lebih baik bila disegerakan, sebagai mana di baca dalam detik dot com dalam gambar berikut :

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

Dalam judul "Puasa Syawal Kapan Sebaiknya di lakukan ? ini Saran ustas abdul somad" bahwa demi menjaga dan melestarikan kebaikan yang didapat dalam bulan ramadhan maka puasa syawal bisa segera dilaksanakan selepas idul fitri. Jadi tidak serta merta menahan makan dan minum di bulan ramadhan dan tidak bisa mengontrol diri dalam makanan pada bulan syawal yang menurut beliau bagaikan kuda lepas dari kandang. (Sumber : dari detik.com "Puasa Syawal Kapan Sebaiknya di lakukan ? ini Saran ustas abdul somad" ).

Karena memang makan dengan berlebihan itu tidak baik untuk kesehatan. Mungkin ini salah satu hikmah yang dapat diperoleh saat puasa syawal.

Saya kira cukup sekian dulu yang sempat saya paparkan pada pertemuan kali ini tentang puasa Syawal. Jika ada benarnya silahkan dimanfaatkan dan jika salah atau khilaf maka biarlah kami perbaiki.

Sekian,
Wassalam...

Friday, May 22, 2020

UCAPAN HARI RAYA ? Minal Idin Walfaizin

MINAL 'IDIN WAL FAIZIN
by : Zaharuddin

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Apa kabar pemirsa motivasiibadah.com yang kami muliakan, kami doakan agar senantiasa diberi kesehatan dan rezeki yang berkah dari yang Maha Kuasa. Amin. Walau ramadhan kali ini berbeda dengan ramadhan sebelumnya, tapi manusia selalu hebat dan kreatif dalam mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Masa lockdown dari virus corona bukan jadi alasan untuk berhenti ibadah, jika dilarang di mesjid, maka rumah pun bisa beribadah lebih banyak lagi. Apalagi didukung dengan fasilitas jaman now yang serba canggih, internet, alat elektronik, penyedia jaza lainya sangat mendukung dalam beribadah. Olehnya itu, jangan lupa memanfaatkannya kepada kebaikan.

       Setiap menjelang hari raya dan pasca hari raya, gemahan kebesaran dan pujian kepada Allah dilantungkan hampir dii seluruh wilayah muslim. Demi merayakan kemenangan yang telah dijalani dalam bulan suci ramadhan, seperti keberhasilan dalam memperbanyak ibadah, menahan segalaa nafsu, menjauhi larangan dan menuntaskan kewajiban, upaya menambah iman dan taqwa, berusaha konsisten bukan hanya di ramadhan tapi juga di luar bulan ramadhan. Silaturrahim kepada sesama manusia menjadi amalan aktifitas yang di trend topikkan oleh banyak kalangan. Seiring dengan berjalannya, ada kalimat yang tak asin lagi ditelinga; minal idin wal faizin, mohon maaf lahir batin, taqabbalallahu minna wa minkum. 

        Ketiga kalimat tersebut di atas tidak memiliki kesamaan makna sama sekali, jika ingin diterjemahkan minal idin wal faizin menjadi maafkan lahir dan batin maka itu sebuah kesalah kafrahan dalam memahaminya.Bahkan kalimat tersebut tidak begitu dipahami oleh orang Arab sendiri yang nota benenya bahwa redaksi kalimatnya dalam bahasa Arab, yang ditemukan hanya makna per kosa katanya. Bahkan menurut informasi media, ada juga dari kalangan ulama bahwa belum ditemukan hadis bahkan ayat yang menyebutkan kalimat itu. Dari generasi sahabat atau mungkin ulama-ulama setelah sahabat.

       Seperti dalam kalimat minal idin wal faizin ini adalah hanyalah sebuah ungkapan penyair yang berasal dari Andalus, ada yang mengatakan bahwa dia adalah Shafiyuddin al Huli, melantungkan syairnya dengan konteks tentang dendang wanita pada hari raya.

        Secara bahasa sendiri, minal aidin dapat berarti orang yang kembali dan wal faizin itu dan orang yang menang. Dapat dipahami bahwa "orang kambali seperti atau bagaikan orang yang menang". Ada juga yang mengatakan bahwa ucapan ini digunakan untuk mengungkap rasa bangga atas kemenangan dalam perang, sebagaimana dalam masa khulafaurrasyidin.

         Berbeda dengan ucapan itu, kembali melihat sebuah dalil yang terdapat dalam sunan al-Kubra li al-Baehaqiy :

(Klik Gambar -Teks Lebih Jelas)

Dengan keterbatasan, hanya dalil di atas yang dapat di ungkapkan dalam waktu yang singkat ini. Sebuah dalil yang berupa hadis dalam kitab al-Baihaqiy, dan bahkan belum diketahui status kualitasnya. Namun, secara redaksi, mampu menjadi alternatif informasi kepada kita bahwa ada redaksi ucapan tentang hari raya telah terjadi di kalangan ulama, kuat atau tidaknya informasi itu, minimal jadi wawasan tambahan kepada kita semua. Hanya saja, dalam redaksi lain tapi mash dalamkita yang sama di sebutkan bahwa redaksi hadis ini adalah munkarul hadis, sebagaimana di bawah :

(Klik Gambar -Teks Lebih Jelas)

Mungkin masih ada teks atau redaksi hadis lain yang lebih kuat, tapi belum sempat dicantumkan oleh penulis. Dengan ini, sebagai tambahan informasi buat kita semua, Dalam teks dari al-Baihaqiy di atas bahwa pada zaman Rasulullah yang diucapkan adalah Taqabbalallahu minna waminkum. Redaksi ini bisa di maknai bahwa Sebuah doa agar Allah menerima amalan-amalan yang telah dilakukan dalam bulan ramadhan, puasa, tarwih, dsb.

Lalu Bagaimana dengan Ucapan Mohon Maaf Lahir dan Batin ?

Saya kira permohonan maaf itu penting, saling memaafkan antara sesama muslim demi membangun silaturrahim adalah sebuah ajaran kebaikan, bahkan Allah sendiri membuka lebar pintu maaf hamba-Nya maka kenapa bila seorang hamba tidak membuka pintu maaf kepada sesama muslim, justru menutup peluang silaturrahim. Walau tidak ada dalil khusus tentang mengucapkannya pada hari raya, tapi merupakan sebuah momen kesempatan saat berkumpulnya sanak keluarga dan kerabat, tetangga dalam menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan.

Pribadi penulis, jika ada yang mengatakan kepada kita minal idin wal faizin, itu artinya mereka membuka peluang silaturrahim, apa salahnya bila kita menjawab dan langsung mendoakannya sebagaimana doa ulama yakni taqabbalallahu minna waminkum, dengan penuh rendah hati dan mengaharapa ridha dan kasih sayang Allah melalui silaturrahim maka marilah saling memaafkan kesalahan lahiriah ataupun yang menyinggung bathiniyyah.

Mohon Maaf Lahir Batin kepada semua pengunjung motivasiibadah.com, semoga apa yang kita lakukan bernilai ibadah dan diterima oleh Allah Swt. Amiin Ya Rabbal Alamin.

Referensi : Wikipedia (Nurcholis Majid/Prisma pergeseran budaya, Quraish Shihab/lentera hati, tribunnews, Sunan Baihaqiy al-Kubra.

Wassalam

Wednesday, May 20, 2020

DETIK TERAKHIR RAMADHAN - Sudahkah Anda ?

PESAN dan KESAN DETIK AKHIR RAMADHAN
by : Zaharuddin

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Sahabat motivasiibadah.com, di mana pun anda berada, semoga selalu mendapatkan rahmat kasih sayang dari Allah Swt. Amiin. Sebuah kesyukuran bisa menjalankan berbagai macam ibadah dalam bulan ramadhan, apakah itu ibadah mahdah / ritual ataupun ibadah gairu mahdah / sosial. Semoga itu bernilai ibadah di sisi Allah dan dilipat gandakan pahalanya. Salawat dan taslim senantiasa tercurah kepada Nabi besar Muhammad Saw sebagai tauladan seluruh umat manusia.

Ramadhan yang penuh berkah, kini tinggal sedikit lagi. Bersamaan dengan terpostingnya tulisan ini, saya turut ingin memberi jejak berupa kesan dan juga pesan di akhir ramadhan kali ini 1441 H / 2020 M. 

Sungguh sangat menyentuh hati di banyak kalangan, sangat mengesankan, karena ramadhan kali ini sangat jauh berbeda ramadhan-ramadhan sebelumnya. Di mana mesjid sangat ramai, aktifitas keagamaan, gemahan takbir, aksi membangunkan sahur, dan lain sebagainya sangat terlihat betapa antusiasnya masyarakat muslim dalam menjalankan ibadah dalam bulan yang penuh berkah ini. Hanya saja, aktifitas itu tidak lagi terlihat di banyak territori karena upaya menghadapi perang internasional dalam melawan penyebaran virus korona covod 19. Virus ini sungguh meresahkan sehingga bukan cuma orang islam yang terdampak efek buruknya bahkan skala dunia internasional menjadi resah di berbagai aspek kehidupan, ekonomi, kesehatan, dll. Semoga upaya pemerintah dalam memutus mata rantai virus ini mampu menolong kita semua. Dukunglah mereka, dengan mengikuti protokol kesehatan, pemerintah serta agama supaya ramadhan selanjutnya tidak menjadi seperti ini lagi.
       Saya ingin mengutip sebuah pesan dari ustas Abdul Shomad ( UAS ) sebagai ulama polpuler dan tauladan saat ini, dalam sebuah pemberitaan media sebagaimana gambar berikut :


Beliau berpesan bahwa dalam bulan ramadhan kali ini anggaplah sebagai bulan ramadhan yang terakhir untuk diri kita . Kata beliau ini sungguh sangat mengagetkan bila di baca, karena seakan-akan mengandung harapan bahwa kita tidak lagi hidup pada ramadhan berikutnya.
Akan tetapi, jika di dengarkan pembahasan lanjutan beliau maka kata-kata tersebut sungguh sangat memotivasi kita untuk lebih giat lagi dalam beibadah.

PERTAHANKAN IBADAH dan TAMBAH LAGI

Dipenghujung ramadhan ini, jika kita membayangkan hal yang sama dengan diucapkan oleh UAS, maka kita seakan-akan tidak ingin membiarkan ramadhan ini pergi. Sehingga tiap waktu, tiap jam, menit dan detik akan dimanfaatkan sebaik mungkin dalam beribadah. Apalagi bagi orang yang kurang memanfaatkan hari-harinya dalam beribadah, maka istrihatlah dari seluruh aktifitas anda dan manfaatkan sisa ramdhan yang ada karena kemungkinan kita tidak akan sampai pada ramadhan berikutnya. Saya ingin mengutip sebuah hadis sebagaimana berikut :


Hadis tersebut di atas merupakan riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, walaupun kualitas hadis tersebut belum saya ketahui, tapi sebagai perbandingan dan informasi tambahan bahwasannya di penghujung ramadhan, Nabi Saw mendirikan shalat semalam penuh. dan bahkan beliau mengatakan bahwa bila ramdhan di undur lagi maka beliau akan tetap shalat semalam penuh lagi. 

Dari hadis di atas, ada beberapa kemungkinan yang bisa kita tarik, seperti kafasitas diri Nabi sebagai seorang rasul, Nabi, atau pemimpin umat mungkin akan berbeda bila dilakukan hanya sebagai manusia biasa. Sebagaimana potongan redaksinya bahwa beliau berbeda dengan kita/sahabatnya/manusia biasa yang mana hanya sebagian dari sisi kita yang melaksanakan shalat malam penuh. Sebagian mencontoh dan ada juga yang tidak melaksanakannya, berbeda dengan beliau sebagai seorang rasul tauladan bagi seluruh umat manusia. Bagi yang mampu melaksanakan seperti beliau maka tentunya akan lebih baik.

Selain dari sisi di atas, dapat juga dipahami bahwa ramadhan sangatlah penting dan berarti. sehingga antusias Rasulullah dalam memanfaatkannya sangat tinggi. sampai-sampai beliau tidak ingin ramdhan berakhir dan berharap ditambah 1 bulan.

BERDOA AKHIR RAMADHAN

Dalam beberapa informasi bahwasannya ada banyak hadis yang bercerita tentang doa Nabi di penghujung ramadhan yang dalam doanya menginginkan agar ramadhan ini bukan menjadi ramadhan terakhir, puasa ramadhan terakhir, berharap agar sampai pada ramadhan berikutnya dalam keadaan sehat walafiyat, dan bilamana Allah berkehendak lain dan beliau berdoa agar ramadhan ini adalah ramadhan yang puasanya paling dirahmati, dan tidak menjadikan puasa yang sia-sia dan tidak berarti. Akan tetapi, redaksi hadis-hadis yang berkaitan dengan doa ini belum sempat ditemukan oleh penulis.

JANGAN LUPA ZAKAT FITRAH

Zakat merupakan kewajiban bagi tiap muslim dan memiliki ketentuan tersendiri. Khusus untuk zakat fitrah yang mana pelaksanaannya khusus di bulan ramadhan. olehnya itu, sebelum ramadhan berakhir maka jangan lupa mengeluarkan zakat fitrah. Sebagaimana hadis berikut :


Hadis ini kuat untuk dijadikan referensi dan dapat dilihat dari kitab sahih al-Muslim. Dalam hadis terlihat jelas bahwa Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitrah di bulan ramadhan kepada umat islam. di mana pada saat itu, di daerah Nabi menjadikan kurma atau gandum untuk di zakatkan karena mrupakan penghasilan dan makanan pokok orang banyak.

Selain dari pada hadis di atas, ada juga hadis lain yang berbunyi :


Dalam hadis ini menjelaskan bahwa bilamana zakat tidak dikeluarkan pada bulan ramadhan maka barang tersebut tidak lagi dikaakan sebagai zakat, tapi hanyalah berarti sedekah. Dipahami bahwa zakat itu wajib pada bulan ramadhan. Di redaksi lain bahwa zakat itu sebagai pembersih, mensucikan orang yang berpuasa dari senda gurau, kata-kata keji dan bentuk kepedulian sosial, hubungan sosial kepada fakir miskin, membantu, memberi makan kepada mereka. dan ini inilah yang dikatakan ibadah gairu mahdah.

MUHASABAH DIRI dan UPAYA LEBIH BAIK

Pesan Ustad Abdul Somad di atas sepertinya sangat menginspirasi dalam memotivasi kita agar semangat dalam beribadah. Dengan mengingat kematian, maka kita akan terus muhasabah diri, introspeksi diri, mempertimbangkan bahwa sudah berapa banyak amalan kebaikan yang kita lakukan, atau mungkin sampai saat ini, bila mana ditimbang antarr kebaikan dan keburukan maka amal keburukan masih sangat menonjol dan lebih banyak dari jumlah kebaikan yang telah dilaksanakan.

Olehnya itu, semoga di beri kesempatan untuk memperbaiki diri dan mengumpulkan bekal untuk hari kemudian dan semoga masih bisa beribadah lebih giat lagi di ramadhan berikutnya. Sehingga dengan segala upaya untuk menjaidikan kehidupan lebih baik dari kehidupan sebelumnya, khususnya dalam perihal ibadah. Dengan demikian, orang yang beruntung adalah orang yang hidupnya saat ini lebih baik dari sebelumnya.

PERBAIKI SILATURRAHIM

Kita sudah membahas beberapa hal tentang silaturrahim, baik dari pandagan tentang silaturrahim begitupula cara menyambung silaturrahim. Dalam memperbaiki ibadah sosial kita, ibadah horizontal kita sesama manusia maka salah satu alternatif adalah dengan memperbaiki silaturrahim, baik kepada orang yang dekat dengan kita, yang sudah lama tidak komunikasi, atau menyambung kembali silaturrahim kepada orang yang terputus komunikasinya denga kita. mungkin karena perselisihan, miskomunikasi berujung pertikaian dan pertengkaran. Meminta maaf duluan bukan berarti kita yang rendah, atau memaafkan bukan berarti kita yang salah, akan tetapi berhati emaslah dengan memaafkan dan saling memaafkan.

IDUL FITRI

Dengan rasa sedih atas habisnya bulan ramadhan, akan tetapi raihlah kemenangan bahwasannya kita telah berhasil memanfaatkan bulan ramadhan sebaik mungkin. mengalahkan hawa nafsu, mengontrol perbuatan ke arah yang baik, menahan lidah dalam mengungkakan ucapan-ucapan yang keji dan tak bermanfaat, penglihatan kepada hal dilarang, serta menganti semua kebaikan menjadi ibadah, shalat malam, mengaji, zikir, membantu orang lain, dan lain sebagainya, Maka berbahagialah karena pahala besar yang telah kita renggut dalam bulan ramadhan, semua itu karena iman dan taqwa kita kepada Allah Swt, sesungguhnya ridha dan rahmat Allah akan diberikan kepada kita semua.

Hari raya idul fitri, menandakan kembalinya kita kembali sebagai orang yang bersih, suci, layaknya orang yang baru lahir dari rahim ibunya. suci dari dosa karena Allah telah mengampuni semua dosa kita, dan menjaukhan kita dari api neraka.

Berangkatlah, rayakanlah idul fitri, serukan kebesaran Allah, serukanlah pujian kepada-Nya, serukan kemenangan atas menjauhi godaan syaithan, dan atas ampunan dan rahmat Allah.  Mulailah melangkah dengan kehidupan yang lebih baik dengan menjadikan malaikat sebagai saksi atas semuanya karena telah mencatat seluruh amal perbuatan kita. Teruslah Istiqamah dan berlomba dalam mengumpulkan kebaikan. karena ridha dan rahmat Allah akan menyertai kita.

Sekian
Wassalam

Wednesday, May 13, 2020

Ketika Allah Jatuh Cinta - Zuhud

BUKAN CUMA MANUSIA , ALLAH PUN JATUH CINTA
HADIS TENTANG ALLAH MENCINTAI ORANG ZUHUD
by Zaharuddin

"Jangan sedih karena peristiwa malam-malam hari-
Peristiwa di dunia tidak ada yang kekal abadi"
(Imam Syafi'i / W. 204 H - Balagatul Hukama by. Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A)

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Pertama-tama, sebaiknya di mulai dengan kata al-hamdulillah  atas atas nikmat iman dalam hati kita semua, begitupula salawat dan taslim kepada Nabi Muhammad yang telah diutus menyempurnakan agama islam.

         Kita sudah sering membahas tentang  amal ibadah, mulai dari berniat melaksanakannya, konsisten, dan lain sebagainya. Bahkan amalan yang paling disukai oleh Allah. Olehnya itu, teruslah memaksimalkan diri dalam beribadah, buatlah ibadah itu menjadi rutinitas yang mendarah daging dalam diri kita, sehingga menjadi kebiasaan baik. Dengan sendirinya kita merasa terpukul menyesal bila tidak melakukannya. Dengan terbiasa akan sesuatu, dekat dengan sesuatu, maka kita akan menjadi akrab dan suka sama sesuatu itu.

        Pada pertemuan yang penuh mubarakah ini, saya diberitahukan oleh istri saya untuk membahas sesuatu tentang cinta tapi berhubungan dengan ibadah. selain daripada paragraph di atas yang merupakan proses sehingga suka pada sesuatu. Saya juga kembali membuka sebuah hadis yang berkaitan dengan cinta. Hanya saja, hadis yang saya pilih adalah tentang Allah cinta kepada hambanya dengan suatu perbuatan. Bagaimana menurut istri/suami saudara bila kita lebih cinta kepada Allah dibandingkan kepada dirinya ?

AMAL PERBUATAN YANG MEMBUAT ALLAH JADI  JATUH CINTA

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ibn Majah, :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

Walau status hadis ini tidak sampai kepada hadis sahih tapi hadis ini masih kuat untuk dijadikan referensi karena kualitasnya tidak sampai status lemah juga, yakni ia adalah hadis hasan yang merupakan pertengahan antara lemah dan kuat. Penjelasan mengenai hal ini, akan di bahas dalam tema khsusus pada label al-qur'an dan hadis dalam situs ini.

          Kita kembali ke topik, dalam hadis diterangkan bahwa pada masa Nabi Saw, ada seseorang yang datang kepada Nabi agar diberitahkan amalan yang jika dikerjakan maka orang itu akan dicintai oleh Allah. Pada saat itu juga Nabi menjawab dan memerintah orang itu untuk berlaku zuhud.

Zuhud itu sendiri telah di gambarkan oleh imam al-Nawawiy dalam syarahnya tentang hadis di atas sebagaimana berikut:

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

imam al-Nawawiy  menerangkan bahwa Rasulullah sendiri telah menganjurkan untuk zuhud yakni tidak terlalu memandang urusan dunia dan dan bahkan meninggalkannya. "zuhud" itu sendiri secara bahasa tidak menyukai, tidak menginginkan, dan meninggalkan sesuatu. Jika dikaitkan dengan dunia maka tidak menyukai dunia dalam hal ini tidak menyukai urusan dunia. dengan mengatakan sebuah cara yaitu kun fid dunya kaannaka garibun aw abiri sabili bahwasannya jadikanlah dirimu bagaikan orang asing terhadap urusan dunia atau orang yang lagi mengembara. karena cinta kepada dunia itu sumber utama dari segala kesalahan.

         Hal ini disaranakan beliau karena dalam hadis lain bahwa beliau menerangkan bahwasannya zuhud terhadap dunia itu akan menyenangkan dan membantu hati manusia di dunia dan di akhirat, akan tetapi senang terhadap urusan dunia maka akan membuat hati menjadi lelah dan penat di dunia dan juga di akhirat.

CINTA KECIL DAN CINTA BESAR

Dunia ini hanya sementara, dan urusan bekal hari akhirat itu menemani kita dalam melihat kehidupan kita yang sesungguhnya di akhirat nanti. Ketika hadis di atas menganjurkan kita untuk zuhud terhadap urusan dunia maka apakah yang akan kita lakukan ?

Dalam hadis dikatakan bahwa jika kita zuhud terhadap dunia maka Allah akan mencintai kita. Allah itu Maha Besar maka jika kita dicintai Allah maka kita memiliki cinta yang besar. Sebaliknya, jika dunia itu semantar atau kecil maka cinta kita itu kecil.

Selama hidup bersama orang yang kita cintai maka apa yang akan kita rasakan, tentu suatu kebahagian. di sayangi, dipedulikan, diperhatikan, dan dirawat bersama orang yang kita cintai. Hal ini bisa saja terjadi pada cinta kita kepada Allah, sebagaimana hadis :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

Hadis ini berasal dari riwayat al-turmudziy denga kualitas hasan, bahwasannya jika kita menjaga Allah maka Allah juga akan menjaga kita. Kata "menjaga" dapat dilihat pada syarah imam al-Nawawiy pada hadis di atas :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

Makna kata "jaga-dijaga" bermakna taat kita kepada Allah dan menajuhi larangan Allah. memiliki makna yang sama saat kita ingin dicintai Allah maka kita zuhud dari dunia dan mementingkan urusan akhirat maka Allah akan mencnitai kita. Dengan demikian, Jagalah Allah dengan mengerjakan perintah dan jauhi larangannya maka Allah juga akan mencintai kita dengan menjaga kita. Apakah anda bisa memperediksi bila Allah akan menjaga kita, menyayangi kita atau mencintai kita ? ini adalah dambaan yang luar biasa. dan semoga kita semua di cintai Allah.

BUKAN CUMA ALLAH, MANUSIA PUN JATUH CINTA

Masih kembali kepada hadis yang utama yaitu tentang zuhud di dunia, maka Allah akan jatuh cinta. Kata zuhud juga berhubungan dengan aktifitas manusia, sebagaimana dalam hadis bahwa berbuat zuhudlah engkau terhadap apa yang dimiliki orang lain maka engkau akan di cintai orang-orang. Berarti tidak meyukai dan mengabaikan apa yang dicintai orang lain.

        Saya ingin bertanya, jika anda menyukai seseornag dan orang lain juga menyukainya, maka apa yang akan terjadi pada anda ? marah, cemburu, bersegera mengamnnkannya, atau merelakannya ? silahkan jawab sendiri dalam hati. tapi ada umumnya adalah manusia mempunyai hasrat ingin memiliki hal yang disukainya. Maka dalam hadis mengatakan hindarilah yang di sukai orang, karena jangan sampai membuat orang marah sehiggaa terjadi persaingan yang tidak sehat, dalam hal ini kejadian dan tingkah laku yang tidak diinginkan. Maka berbuat zuhudlah pada hal itu. Dapat juga dilihat pada syarah hadis di bawah ini :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

Janganlah biarkan hati anda terpikat pada apa yang dimiliki orang lain, berbuat zuhudlah terhadap sesuatu itu, karena itu tak akan berarti apa-apa. bahkan bisa menimbulkan kebencian dan kemarahan kepada anda. contoh yang paling kasar adalah janganlah engkau menyukai dan mencintai istri orang lain.

Ketika kita sudah menerapkan saran dari hadis, bahkan menghargai dan memuji apa yang dimiliki oleh orang lain maka kita akan mendapatkan pertemanan dari orang itu, persahabatan, dan saling membina persaudaraan antara kita.

jadi, jika kita memiliki sikaf zuhud seperti di atas, bukan cuma manusia yang akan akrab dan sayang  kepada kita tetapi Allah pun akan mencintai kita.

Saya ingin menutup perjumpaan ini dengan mengutip sebuah ayat dalam QS. Ali Ali Imran /3 : 31 :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

Cobalah berdoa dengan menggunakan ayat ini, dalam shalat atau di luar shalat,  niatkanlah agar kasih sayang kepada keluarga bisa terbina sakinah mawaddah warahmah, dan usapkan ke muka istri, anak. Ada juga orang yang mencobanya dengan perantara air minum, semoga Allah memberi hidayah kepada kita dengan terus membaca al-Qur'an.

Ada banyak dalil lain tentang Allah jatuh cinta kepada hambanya, Seperti :
1. Allah mencintai orang yang sabar, QS ali Imran : 146.
2. Allah mencintai orang bersih  QS al-baqarah : 222
3. Allah mencintai orang yang bertaubat QS al-baqarah : 222
4. Allah mencintai orang yang bertaqwa, QS ali Imran : 76
5.Allah mencintai orang yang bertwakkal , QS ali Imran : 159.
6.Allah mencintai orang yang berbuat adil, QS al-Maidah : 42
7.Allah mencintai orang yang berjihad, QS. Shaff : 4
8.Allah mencintai orang yang mengikuti Nabi, QS ali Imran : 31.
9 Allah mencintai orang yang yang berbuat kebaikan ,QS ali Imran : 134.


Demikian pertemuan kita kali ini, alangkah hebatnya orang yang memanfaatkan dunia sebagai pengantara menuju ridha Allah, maka akan terjadi keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.

Sekian
Wassalam

PERBEDAAN KAYA DAN MISKIN MENURUT HADIS

ORANG KAYA VS ORANG DHU'AFA - Sedekah Bukan Hanya Tentang Uang
by : Zaharuddin

Assalamu Alaikum Wr, Wb.

      Syukur kita panjatkan kehadirat Allah, atas segala karunianya sehingga masih sempat berinteraksi pada kesempatan ini. Salawat dan taslim kepada Nabi Muhammad Saw, tauladan seluruh umat manusia atas akhlakul karimahnya.

         Kepada seluruh pengunjung dan pembaca yang budiman, kami doakan agar senantiasa mendapat kesehatan, dilancarkan resekinya, dimudahkan urusannya, selalu dalam lindungan, ridha dan rahmat Allah. Amin ya Rabbal alamin.

        Pada kesempatan yang penuh mubarakah ini, saya ingin mengangkat sebuah hadis riwayat dari imam  Muslim. Hadis ini berkaitan dengan Amal perbuatan kita dalam sehari-hari. Saya ingin memberikan sedikit perbandingan mengenai amal kebajikan seorang yang memiliki kemampuan ekonomi di bawah standar rata-rata atau dalam kategori golongan dhu'afa. Dibandingkan dengan amal kebajikan orang yang kemampuan ekonominya jauh labih dari kata cukup atau golongan kaya.

        Jika seandainya kedua golongan ini memiliki iman dan taqwa yang sama (50 :50), seimbang, semangat dalam beribadah juga sama. Seperti golongan dhu'afa rajin shalat jama'ah 5 waktu di mesjid. Begitu pula dengan golongan yang kaya, dalam ibadah lain juga sama, seperti dari segi keihklasan, rajin mengaji, melaksanakan berbagai macam ibadah sunnah. Semua memiliki kemampuan seri, imbang, kecuali 1 hal yakni golongan kaya mampu beramal saleh yang lebih besar dari segi kepedulian melalui sedekah atau infak dalam jumlah yang besar, tapi golongan dhu'afa belum mampu mencapai dan melakukan hal ini.

        Dapat dipahami dari paragraf di atas bahwa jika orang kaya berebut pahala dalam mencari ridha dan rahmat Allah melalui sedekah maka mereka sangat berpotensi mendapatkannya karena mereka memiliki kecukupan dari segi ekonomi. Berbeda dari orang yang kehidupan ekonominya sangat kurang dan bahkan tidak berkecukupan.Jika golongan dhu'afa ingin bersedekah maka kemungkinan mereka juga bisa namun hanya berapa saja yang bisa mereka keluarkan dibandingkan mereka yang berkecukupan.

       Pembahasan ini tidak berati mengucilkan golongan dhu'afa, akan tetapi sebaliknya, ini adalah semangat baru bagi golongan orang yang berkecukupan untuk mencari ridha Allah dengan cara memngumpulkan pahala sebanyak mungkin dari harta-harta yang mereka miliki,seperi zakat, infak, sedekah jariyah, waqaf, membantu yang lemah, pokoknya semua jenis kebaikan, ibadah, yang berhubungan dengan ekonomi atau harta. Bahkan golongan orang kaya memilki undangan khusus dari Allah dan Nabinya dalam berkunjung ke Baitullah bagi orang yang mampu. Dilakukan dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur kepada Allah, tanpa pamrih dan semata-mata karena mengharpakan ridah dan rahmat Allah. mencoba menyerupai sifat pemurahnya Nabi Ibrahim dalam berkurban bahkan anaknya pun hendak di kurbankan kepada Allah pada saat itu.

         Bukankah hal ini sangat luar biasa? Olehnya itu, sahabat - sahabat yang saya cintai, harta di dunia ini hanyalah pinjaman dari Allah, harta itu akan menjadi milik paten kita bila kita menafkahkannya ke dalam jalan yang diridhai. Harta dunia tidak akan membela kita saat meninggal. Justru harta akan menjadi beban tanggungan karena kita akan ditanyai sumber didapatkannya dan kemana arah menggunakannya. Jika ia digunakan di jalan Allah maka selamat dan beruntunglah kita, dan jika digunakan ke jalan yang dibenci Allah maka tunggulah siksaan yang pedih. Dengan demikian,  selagi masih hidup dan memiliki harta maka segeralah menafkahkannya, agar harta itu tidak menjadi lagi beban tanggung jawab dan menjadi ujian kepada kita.

     Akan tetapi sampai disini, jangan ada yang salah paham dulu. Mengeluarkan nafkah bukan berarti kita harus mengeluarkannya ke sembarang penerima. Dapat juga dikatakan seperti memberi nafkah kepada istri, orang tua, mertua, anak, saudara, kerabat terdekat beserta sanak family lainnya.

ARTIKEL TERKAIT : Bacalah ! Hal yang jarang diketahui, menafkahi orang tua

Hanya saja, dalam artikel ini, saya tidak membahas panjang lebar mengenai sebuah harta yang dinafkahkan ke jalan yang diridhai Allah akan di gantikan berkali-lipat oleh Allah. Tapi jangan jadikan ini sebagai niat utama dalam menutut ganti akan harta yang di nafkahkan.krena dikhawatirkannya mengenai rasa keihklasann dalam mengeluarkan harta berubah arah dari mengharapkan ridha Allah semata bukan karean menuntut ganti yang lebih banyak lagi. meskipun kedua perkara ini masing masing memiliki  dalil yang kuat, hanya dibedakan dari segi niat dan maksudnya.


SEDEKAH BUKAN HANYA TENTANG UANG

Sahabat-sahabat ku yang saya cintai, mayoritas paragraf di atas berbicara tentang ibadah terkait dengan ekonomi, baik dari sedekah, infaq dan sebagainya. inilah yang membedakan antara orang yang mampu dan tidak mampu atau sebagaimana dalam pembahasan di atas terdapat golongan kaya dan ada juga golongan du'afa.

        Pembahasan tentang sedekah dari orang kaya ini, pernah terjadi pada masa Nabi Saw, sebagaimana hadis yang diriwayatakan oleh imam Muslim, sebagaimana berikut :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

     Dalam hadis di atas, sepertinya antusias berlomba dalam berbuat kebaikan pada masa Nabi sangat kental bagi orang yang beriman kepadanya. Terlihat dari sisi rasa iri sahabat dalam menilai orang yang tajir berduit lebih berpeluang mendapatkan pahala yang lebih banyak karena harta yang mereka miliki, seperti orang kaya juga rajin ibadah wajib, puasa dan shalat, dan lain-lain, begitupula dengan ibadah sunnah, bahkan orang kaya lebih banyak bersedekah dari harta mereka sebagaimana dalam hadis.

        Maka dari sinilah, pembahasan dalam paragraf-paragraf sebelumnya dapat dilanjutkan tentang perbedaan orang kaya dan du'afa dalam hal ibadah utamanya yang berkaitan dengan harta benda, sebagaimana dapat dilihat dalam lanjutan hadis di atas :

(Klik Gambar - Teks Lebih Jelas)

       Rasulullah terus memberi semangat kepada sahabat untuk terus menambah dan memaksimalkan diri dalam beribadah dengan mengatakan bahwa ketahuilah di setiap tasbih itu adalah sedekah, takbir, tahmid, tahlil juga ada sedekah, amar ma'ruf nahi mungkar juga sedekah.

        Bahkan Nabi mengatakan dalam kemalauan seseorang terdapat juga sedekah. Sehingga para sahabat bertanya bahwa jika kita meyalurkan syahwat, maka kita akan mendapatkan pahala? Nabi langsung membalas bahwa ketika kita menyalurkan ke tempat yang terlarang maka kita akan mendapat dosan, dan begitupula dengan menyalurkannya ke tempat yang halal (istri) maka akan dapat pahala juga.

Hadis di atas memiliki banyak hikmah yang bisa kita petik, seperti :
  1. Banyak jalan dalam bersedekah, bahkan senyum juga sedekah
  2. Sedekah itu bukan cuma dalam bentuk uang
  3. Berlomba dalam kebaikan
  4. Jangan putus asa dalam beribadah, maksimalkan, masih banyak peluang lain.
  5. Orang kaya memiliki kelebihan lain yakni mendapatkan panggilan spesial dan segera dari Allah dan Nabinya untuk berkunjung ke baitullah karena termasuk orang yang sudah mampu ekonomi, sisa mempersiapkan kemampuan kesehatan.
  6. Sepertinya orang kaya berpeluang lebih unggul dalam perihal ekonomi bila dia memanfaatkan ke jalan yang di ridhai dengan penuh keihklasan , tanpa pamrih dan penuh rasa syukur.
  7. Demikan poin berdasarkan hadis
Saya kira cukup sekian dulu dalam pertemuan kali ini, ambillah manfaatnya dan biarlah kesalahannya untuk kami perbaiki.

Sekian
Wassalam

Tuesday, May 12, 2020

Kebaikan dan Keburukan Dalam Hadis

PERBEDAAN KEBAIKAN DAN KEBURUKAN
by : Zaharuddin

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

       Allah menciptakan manusia dan memberikannya kemampuan dalam melakukan dan memikirkan sesuatu, karena manusia memiliki perbedaan dengan makhluk lainnya. Hewan diciptakan hanya memiliki nafsu tapi tidak memilki pikiran, maka wajar bila mereka bertindak seadanya tanpa memikirkan baik atau buruknya. Malaikat diciptakan hanya memiliki pikiran tapi tidak memilki nafsu, maka wajar juga bagi mereka melakukan kebaikan terus menerus karena tidak memiliki nafsu keinginan dalam kejahatan. Akan tetapi, manusia memiliki keduanya, nafsu dan pikiran, sehingga mereka memiliki pilihan dalam menentukan apa yang akan dikerjakannya. Memiliki hasrat keinginan dalam melakukan sesuatu dan memikirkan sesuatu itu layak dikerjakan atau tidak.

       Karena manusia memilki kedua anugerah ini, manusia di gelar dalam al-Qur'an sebagai makhluk ciptaan Allah yang terbaik dan mulia. karena selain dari pada itu, manusia memilki bentuk anggota tubuh yang sangat ideal dan menawan. Sabagaimana dalam QS. al-Tin : 2 :

( Klik Gambar Untuk Teks Lebih Jelas )

Kementerian agama menafsirkan bila manusia diciptakan memilki fisik dan psikis yaitu pikiran dan perasaan, sehingga membuatnya menjadi makhluk yang sempurna.

        Hanya saja, bila manusia tidak memanfaatkan kelebihan itu dengan sebaik mungkin dan melanggar perintah dan tidak mengerjakan kewajiban, maka dia akan menjadi makhluk paling rendah, bahkan lebih rendah dan sesat daripada hewan. Sebagaimana dalam QS. al'A'raf/ 7 : 179 :

( Klik Gambar Untuk Teks Lebih Jelas )

       Olehnya itu, manfaatkanlah anugerah tuhan yang paling dahsyat ini dalam mengarungi kehidupan di dunia, sehingga tergolong ke dalam orang-orang yang beruntung. Mulailah berfikir untuk menentukan mana jalan yang baik dan benar begitupula mana jalan yang buruk dan salah. kerjakanlah hal kebaikan dan jauhi keburukan. Jika kebaikan maka dicatat sebagai pahala dan jika keburukan maka dicatatkan dosa.



BAGAIMANA MEMBEDAKAN KEBAIKAN DAN KEBURUKAN ?

Jika anda masih ragu dalam membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, maka ada sebuah riwayat yang membahas tentang perbedaan keduanya, Sebagaimana riwayat dari Muslim berikut :


( Klik Gambar Untuk Teks Lebih Jelas )

      Nabi Saw menjelaskan kepada sahabatnya dan seluruh umat Islam bahwa kebaikan itu adalah akhlakul karimah, perbuatan yang baik, berbudi pekerti yang bagus. sementara Dosa atau keburukan itu adalah suatu kelakuan yang bila dikerjakan dapat menyesakkan dada, membuat hati terasa was-was, dan bahkan anda sendiri tidak suka bila ada orang lain mengetahui apa yang anda kerjakan.

Jika anda ragu mengenai suatu tindakan maka tinggalkan saja bahwasannya Nabi menyuruh untuk meninggalkan yang diragukan dan menggantinya dengan yang tidak diragukan, Dha' maa yariibuka ila maa laa yaribuka".

     Kita akan memebuka sebuah kitab syarah penjelasan hadis di atas dalam kitab syarh al-Nawawiy ala Muslim. Sebagaimana berikut :

( Klik Gambar Untuk Teks Lebih Jelas )

      Penjelasan imam Nawawiy bahwa ulama memahami kebaikan itu adalah suatu hubungan, dan juga perbuatan lemah lembut, serta kebaikan dalam persahabatan. Sementara kata haka fis shadr adalah bergerak-gerak, berderbar-debar, ragu dan bimbang, dan dada tidak lapang terhadapnya (sesat) sehigga menimbulkan keraguan dan ketakutan dalam hati manusia.

PERBANDINGAN HADIS

      Selain hadis riwayat dari imam Muslim, saya juga mengutip sebagai pembanding redaksi dalam hadis riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sebagaimana berikut :

( Klik Gambar Untuk Teks Lebih Jelas )

      Walaupun redaksi hadis ini lebih panjang dan sedikit berbeda dengan riwayat dari Muslim, Namun makna hadis masih memilki kesamaan tentang perbedaan kebaikan dan keburukan, dosa atau bukan dosa. Mengenai hal ini, terdapat banyak hadis yang berkaitan dengannya.

      Jika, kita sudah mengetahui ciri perbedaan kebaikan dan keburukan, maka sebaiknya di praktekkan demi meminimalisir kesalahan kita yang bisa mengakibatkan kita berdosa dan berbuah kehancuran di dunia.
        
TEORI TIDAK SELALU SAMA DENGAN FAKTA, Beragam Tindakan Manusia

Setelah mengetahui berbagai macam ajaran-ajarana agama, mayoritas manusia sudah tahu dan mengerti akan makna dan perbedaan kebaikan dan keburukan. Akan tetapi, teori tidak selalu sama dengan fakta. Yang pada akhirnya, sangat memungkinkan bila mana mereka mengetahui teori tapi tidak melaksanakan dan melanggar isi dari teori tersebut.

Jika dikatakan terlarang, tapi masih banyak kriminal dari orang terpelajar. Jika dikatakan wajib melaksanakannya, tapi masih banyak yang tinggal diam tanpa melakukan apa-apa.

Inilah salah satu sebab diterbitkannya motivasiibadah.com, karena bentuk kasih sayang kami kepada orang yang masih butuh peningkatan dalam beribadah. Bukan berati kami ahli ibadah, tapi saling mengingatkan kepada kebaikan itu juga akan lebih baik untuk kita semua.

Saya kira cukup cukup sekian dulu perjumpaan kita di waktu yang penuh rahmat dan mubarakah, karena barang siapa yang merintis dan menempuh sebuah jalan dalam belajar, menuntut ilmu, ikut kajian dan lain sebagainya, maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju pintu gerbang syurga dan di masukkan di dalamnya. Amin ya Rabbal alamin.

Sekian
Wassalam

Monday, May 11, 2020

Peduli Sosial Menurut Hadis - Balasan Saling Membantu

BALASAN MEMBANTU ORANG LAIN SEBAGAI BENTUK KEPEDULIAN SOSIAL
By : Zaharuddin

Cat ; 
Pada Masa covid 19, bantulah orang lain berdasarkan protokol kesehatan, pemerintah dan Agama serta pihak lain yang berwewenang dalam manangani kasus pandemi korona"


Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Kembali lagi bersama saya dalam motivasiibadah.com. masih terus mengingatkan untuk terus bersyukur kepada Allah serta mengirimkan salawat kepada junjungan Nabi besar Muhammad Saw.

        Dalam pertemuan kali ini, kita membahas beberapa poin yang terkait dengan hubungan horizontal kita kepada sesama manusia. Pada pertemuan sebelumnya telah membahas juga tentang silaturrahim yang terkait juga dengan hubungan sesama manusia namun masih dalam bagian permulaan tentang memmulai silaturrahim dan manfaatnya. Sekarang, pembahasan kali ini lebih kepada balasan yang di peroleh setelah berinteraksi positif kepada sesama manusia seperti saling membantu, tolong-menolong, dan masih ada lagi yang lainnya.

ARTIKEL TERKAIT : Cara Menyambung Silaturrahim

        Masih mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim, sebagaimana berkut :

( Klik Gambar Untuk Teks Lebih Jelas )

Dalam hadis di atas, dapat dipahami bahwa redaksi hadis yang di beri kotak merah berkaitan dengan "Tindakan Membantu orang lain". Salah satu contoh Membantu orang lain sebagaimana yang disebut dalam hadis bahwa;

1. Membebaskan seorang mukmin dari Penderitaan

Walau dalam al-Qur'an menegaskan bahwa akan datang kemudahan setelah kesusahan, karena keduanya selalu beriringan, jika ada susah pasti ada senang, karena tidak akan ada istilah kesenangan tanpa istilah kesusahan juga. Seperti itulah Allah menciptakan hidup ini berpasang-pasangan.

        Dengan penuh keyakinan bahwasannya Allah menjanjikan kemudahan setelah kesusahan, tapi tidak ada yang mampu menentuan dirinya berapa lama kesahan itu terjadi dan kapan kesenangan itu akan datang ? hanya doa dan harapan agar kesusahan itu cepat berakhir dan digantinya dengan kesenangan. mungkinah ini berarti bahwa sebuah kesusahan itu adalah cobaan untuk orang yang beriman agar menjadi orang yang sabar ?, atau mungkin Allah membuka peluang lain dalam mendapatkan pahala dan kasih sayang dari Allah.


Dalam ajaran agama islam, fungsi zakat itu adalah untuk kepedulian sosial antara sesama orang muslim. Zakat adalah kewajiban yang mesti ditunaikan bila masanya sudah tiba. Adapun makna dan pengertian atau batasan tentang zakat, bisa ditemukan dalam berbagai referensi, untuk sementara dalam penjelasan ini tidak menjurus ke dalam zakat. Namun Secara umum adalah zakat itu mensucikan jiwa, badan dan harta. Adapun caranya yaitu mengeluarkan kadar tertentu sebagai wajib zakat barang yang kita miliki. dan diberikan kepada orang tertentu pula. hal bisa diwakilkan kepada orang yang mengurus zakat, dalam hal ini badan amil zakat nasonal, atau lembaga resmi yang terkait dengan pengurusan zakat.

       Sebagai dasar bahwa jika ada orang yang melepaskan, membantu seseorang terbebas dari sebuah penderitaan, kesulitan, kesusahan maka dalam hadis di atas Allah akan membalas orang itu dengan melepaskan penderitaannya juga di hari kiamat. Anggap saja penderitaan adalah sebuah siksaan di hari kiamat. 

        Penderitaan di dunia sangatlah berbeda dengan penderitaan di hari kiamat. Tapi karena kemurahan dan kebijaksanaan dari Allah yang Maha pengasih maka orang yang membebaskan penderitaan seseorang di dunia maka Allah akan membalasnya juga dengan balasan yang besar yakni membebaskannya dari penderitaan siksan hari kiamat.

2.  Memudahkan Urusan Orang Mukmin

Satu lagi hal yang luar biasa yang terdapat dalam hadis riwayat dari Muslim di atas bahwasannya jika ada seseorang yang memberi kemudahan kepada orang mukmin maka Allah akan memudahkan urusannya juga di dunia dan di akhirat.

       Jika pada poin pertama hanya balasan di bebaskannya penderitaan di hari kiamat, Tapi dalam poin ini mendapat balasan yang berlakuk di dunia dan berlaku juga di hari kiamat. Yakni di bila memudahkan urusan seorang mukmin dari sebuah kesulitan maka Allah memudahkan urusannya di dunia dan juga di akhirat.

Berbicara tentang penderitaan pada poin pertama dan kemudahan pada poin kedua, memiliki banyak contoh yang di temukan dalam kehidupan kita masing-masing. maka itu tergantung dari diri kita bahwa seperti apa penderitaan yang kita paham, begitu pula membantu memudahkan orang lain dalam kesulitan. Jika kita menerapkannya, besar atau kecilnya maka Allah pasti akan membalasnya.

Ada banyak cara dalam ajaran islam memandu kita dalam menerapkan kegiatan saling tolong menolong sepert, mengeluarkan Zakat (Semua jenis zakat), sedekah, infaq, wakaf, dalam bentuk jaza seperti mengajar, menasehati, meotivasi agar keluar dari zona kegalauan, dan lain-lain.

Kedua hal di atas termasuk dalam kategori saling membantu, olehnya itu ringankanlah tangan kita dan cepatkanlah langkah kaki kita dalam membantu orang lain.Yakinlah bahwa ada manfaat yang sangat besar di balik membantu tersebut, minimal yang kita ketahui adalah bahwa Allah pasti akan membalas kebaikan kita.

3. Menutup Aib Orang Muslim

    Dalam lanjutan hadis di atas, dapat dilihat pada potongan teks di bawah ini :

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

 Potongan teks hadis ini berbicara tentang Aib. Aib yang dipahami dalam khalayak umum adalah sisi negatif yang berkaitan kekurangan, kejelekan, cacat, atau keburukan seseorang.

Jika kita menanyakan kepada seluruh orang bahwa apakan anda rela jika aib diberitakan kepada orang lain ?

        Jawabanya yang paling banyak dapat dipastikan kalau hal itu tidak ada yang mengijinkannya. kecuali bagi orang yang suka menyebarkan, menceritakan, saling bergosip dan menggibah mengenai aib keburukan orang lain. Maka orang yang seperti mendapat undang-undang khusus dalam ajaran agama islam.

Sebagaimana dalam QS. al-Hujurat / 49 : 12, yang berbunya sebagai berikut :

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

Allah sangat menekankan kepada seluruh orang yang beriman untuk tidak saling menggibah, membicarakan keburukan orang lain, sebagaimana perumpamaan dalam ayat di atas kepada orang yang bergibah itu bagaikan orang yang doyang memakan daging busuk orang yang digibahnya setelah meninggal dan dia sendiri jijik memakannya. Sudah tahu busuk tapi tetap di makan, sudah tahu dilarang masih suka bergosip dan menggibah.

Itulah sebabnya dalam hadis di atas menganjurkan untuk saling menutupi aib antara satu sama lain. dengan tawaran balasan kepada dari Allah bahwasannya orang yang menutupi Aib saudara saudaranya maka ia akan ditutupi aibnya oleh Allah dengan masa garansi berlaku di dunia begitupula di hari kemudian.

Siapa sih yang tidak memiliki kesalahan, keburukan, kejelekan ? siapa sih yang ingin di cerita aibnya kepada orang lain ? olehnya itu, jika anda ingin hal itu tidak terjadi maka mulai dari diri anda sendiri untuk tidak menceritakan aib orang lain.

Pada redaksi selajutnya bahwa Allah senantiasa menolong hambanya, selama dia menolong hamba Allah yang lain. Saya kira redaksi ini berlaku untuk ketiga poin di atas.

4. Menuntut ilmu

Lanjutan hadis :
( Klik Gambar Untuk Teks Lebih Jelas )

Terkait potongan hadis yang merupakan lanjutan dari hadis di atas, bahwa orang yang menempuh jalan dalam menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju syurga. tentunya adalah ilmu dalam kebaikan. maka semakin seseorang menuntut ilmu tentag kebaikan maka ia semakin membuka pintu hidayah dan dan kasih sayang Allah dalam menemukan jalan lurus menuju pintu gerbang syurga.

Sebagaimana redaksi selanjutnya bahwa ketika suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah dalam hal ini mesjid untuk belajar dan mengkaji tentang kitab Allah maka rahmat Allah akan senantiasa menyelimuti mereka dan Allah akan menyebut atau memuji mereka di depan para malaikat yang ada di sisi Allah.

Ada banyak hal yang bisa di dapatkan dalam menunut ilmu, selain karena perintah Allah dan Rasulnya dan juga karena menuntut ilmu itu sangat bermanfaat bagi orang yang melakukannya. olehnya itu, ada banyak cara dalam menuntut ilmu di dunia saat ini. maka janganlah sia-siakan dan pelajarilah yang kebaikan dan jauhi keburukan.

Saya kira cukup sekian mengenani pembahasan ini, akhirul kalam

Wassalam.

Sunday, May 10, 2020

NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN dalam Hadis

NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN - Hadis tentang Pahala Berlipat Ganda
by : Zaharuddin

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Kembali lagi berjumpa bersama kami dalam motivasiibadah.com, sebuah kesyukuran karena masih bisa berinteraksi sampai saat sekarang ini, tak lupa kita kirimkan salawat kepada Nabi Muhammad Saw yang telah menunjukkan kita kepada jalan-jalan kebaikan dan menjauhkan kita dari jalan keburukan.

       Pada beberapa pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai konsistensi dalam beribadah, baik dari segi mengontrol mindset dan niat dalam beribadah, begitupula karena faktor kebiasaan yang bisa membantu seseorang agar tetap semangat dalam melaksanakan kebaikan dan bernilai ibadah kepada Allah Swt.

ARTIKEL TERKAIT : Cara Semangat ibadah- Mengontrol Mindset dan Niat positif dan baca Juga Tentang  Faktor Kebiasaan dan Ketekunan

BAGAIMANAKAH ALLAH MEMBALAS KEBAIKAN ITU ?

        Semangat dalam melakukan sesuatu akan sangat terlihat bila sesuatu itu tidak dilakukan sia-sia dan memiliki manfaat yang besar buat diri orang yang melaksanakan kebaikan tersebut. Seperti halnya seorang pebisnis, bilamana ia mendengar keuntungan besar dalam bisnisnya maka semangat yang dahsyat akan keluar dari dalam dirinya. Tapi saya ingin membahas hal ini dalam perihal ibadah yakni kebaikan yang dilaksanakan oleh hamba Allah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, sebagaimana berikut :

( Klik Gambar Untuk Teks Yang Lebih Jelas )

Hadis tersebut di atas dapat ditemukan dalam kitab sahih al-Bukhariy begitupula dalam kitab sahih al-Muslim, biasanya dikenal dengan istilah muttafaqun alaih, ini adalah salah hadis yang memiliki nilai motivasi yang sangat tinggi dalam melaksanakan ibadah kepada Allah Swt. karena di dalamnya mengandung statement yang bermakna janji dari Allah pada setiap kebaikan yang dikerjakan orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya.


       Berdasarkan dalam hadis di atas, bahwa Allah pasti akan membalas amal perbuatan hambanya.  apakah ia melakukan kejahatan ataupun ia melakukan kejahatan, pasti akan di balas oleh Allah Swt. Bahkan walau dengan sebesar atom terkecil atau dalam bahasa al-Qur'an adalah seberat zarrah maka pasti akan dibalas Allah. Sebagaimana firman Allah dalam QS. al-Zalzalah : 7-8 :

( Klik Gambar Untuk Teks Yang Lebih Jelas )

Nampak sangat jelas bahwa Allah pasti akan membalas perbuatan baik hamba-Nya walau hanya seberat zarrah. Begitupula bagi orang yang berbuat keburukan, pasti akan di balas Allah walau hanya sebesar zarrah.

SEBERAPA BESAR BALASAN ALLAH ATAS PERBUATAN MANUSIA ?

Mari kembali melihat hadis di atas lebih dalam, bahwa Nabi Saw memberi penjelasan :

1. Berniat melakukan kebaikan tanpa melaksanakan kebaikan itu

         Dalam hadis di atas, disebutkan bahwa jika ada seseorang memiliki niat positif dalam melakukan sebuah kebaikan namun tidak dilakukannya maka niat itupun akan di balas oleh Allah dan dicatat oleh malaikat dengan 1 kebaikan.
   
        Subhanallah, betapa mulianya kebaikan itu. walau hanya dengan niat tapi mungkin karena ada halangan sehingga kebaikan itu tidak jadi di amalkan maka tetap mendapatkan 1 pahala kebaikan di sisi Allah. Akan tetapi, jangan hanya berhenti di sini karena ada peluang lain yang lebih besar terhadap balasan dari Allah. Sebagaimana selanjutnya.

2. Berniat melakukan kebaikan dan melaksanakan kebaikan itu

Dalam bagian pertama bahwa jika dengan niat saja tanpa melaksanakan kebaikan maka Allah membalasnya dengan 1 pahala kebaikan. Maka pada bagian ini, bila seseorang berniat melaksanakan suatu amal kebaikan dan betul-betul melakasanakan kebaikan itu maka Allah membalasanya lebih dari yang pertama yakni membalasnya dengan 10 kebaikan. Wow, luar biasa, 10 kali lipat dari yang pertama.

       Bukan cuma 10 kali llipat saudara-saudaraku yang saya cintai, tapi dalam redaksi hadis selanjutnya bahwa akan dilipatgandakan lagi menjadi 700 kali lipat dan bahkan tak ada batasan sama sekali. Sangat-sangat dan sangat dahsyat, betapa pemurahnya Allah kepada hambanya yang beriman. Maka apalagi yang menyebabkan kita enggan dalam melaksanakan kebaikan, amal shaleh, atau beribadah kepada Allah ?

        Saya tekankan kembali bahwa hanya berawal dari sebuah niat, maka seseorang dapat terlatih menjadi orang yang konsisten dalam beribadah kepada Allah Swt. Selain dari segi ganjaran pahala yang didapatkan seseorang tapi dengan konsisten dalam beribadah mampu menarik rasa cinta dan kasih sayang Allah kepada hambanya yang rajin beribadah dalam hal ini semoga dengan ini kita memperoleh ridha, rahmat dan magfirah dari Allah Swt

BACA JUGA : Cara Mengontrol Mindset/Pola Pikir dan Niat positif bernilai Ibadah

3. Niat Keburukan tanpa melaksanakan keburukan

       Dalam redaksi lanjutan hadis di atas :

( Klik Gambar Untuk Teks Yang Lebih Jelas )

         Lagi dan lagi, betapa pemurah dan pemaafnya Tuhan semesta Alam, di mana Allah menunjukkan betapa Dia mencintai dan mempedulikan hambanya. Bahwasannya, jika seseorang berniat ingin melakukan sebuah kejelekan lantas dia tidak jadi melaksanakan kejelekan itu maka Allah tetap membalasnya dengan 1 kebaikan.

       Sangatlah wajar bila berniat suatu kebaikan maka di balas dengan kebaikan, tapi yang satu ini adalah balasan yang paling aneh karena berniat keburukan maka di balas 1 kebaikan bila tidak melaksanakan keburukan itu. Meski demikian, jangan pernah berniat melakukan keburukan, sebisa mungkin jauhi dan hindari niat tersebut dan gantilah dengan niat kebaikan. itulah manfaatnya bila sejak dari dini, niat harus dikendalikan dan mindset terhadap perihal positif harus dikontrol. Dengan niat kebaikan dan melaksanakannya maka ada balasan yang luar biasa dari Allah Swt.

4.Berniat keburukan dan melaksanakan keburukan

         Satu lagi yang paling dahsyat atas balasan dari apa yang kita lakukan yakni bila seseorang berniat melakukan kebaikan dan melakukannya maka ia akan dilipat gandakan pahalanya 700 kali lipat bahkan lebih. lantas bagaimana bila niat keburukan dan melaksanakannya ? apa balasan keburukannya juga akan berlipat ganda lebih dari 700 kali lipat ? maka perhatikan dan renungkanlah betapa Maha bijaksana dan pemurahnya Allah Swt, bahwasannya niat keburukan dan melaksanakan keburukan itu hanya mendapat balasan 1 nilai keburukan atau kejahatan saja. Masya Allah.

Jika di hari kemudian tepatnya di akhirat, semua amal ibadah seseorang akan ditimbang, maka apa yang anda pikirkan bila kejahatan anda, nilai keburukan anda lebih berat dari kebaikan yang telah anda lakukan di dunia, cobalah untuk introspeksi sedikit bahwa bila dengan menggunakan kalkulasi balasan Allah berdasarkan hadis yang kuat di atas, lantas nilai keburukan masih lebih berat dari kebaikan, maka sungguh sangat terlalu, betapa buruknya tingkah laku selama hidup di dunia.

          Sebagai renungan introspeksi dalam diri kita masing-masing, cobalah muhasabah diri, sudah berapa banyak jenis dosa yang telah kita lakukan di dunia, sudah berapa lama dosa itu berlangsung, dan hanya berapa menit saja yang telah kita habiskan dalam melaksanakan kebaikan dan beribadah kepada Allah Swt.

Saya kira cukup sekian, jika ada manfaatnya maka semoga itu bisa menjadi berkah kepada kita semua, dan jika banyak salahnya maka biarlah untuk diri pribadi penulis untuk diperbaiki.

Sekian
Wassalam

ARTIKEL POPULER

ARTIKEL BERSPONSOR

FOLLOW SITE