Search This Blog

Monday, May 11, 2020

Peduli Sosial Menurut Hadis - Balasan Saling Membantu

BALASAN MEMBANTU ORANG LAIN SEBAGAI BENTUK KEPEDULIAN SOSIAL
By : Zaharuddin

Cat ; 
Pada Masa covid 19, bantulah orang lain berdasarkan protokol kesehatan, pemerintah dan Agama serta pihak lain yang berwewenang dalam manangani kasus pandemi korona"


Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Kembali lagi bersama saya dalam motivasiibadah.com. masih terus mengingatkan untuk terus bersyukur kepada Allah serta mengirimkan salawat kepada junjungan Nabi besar Muhammad Saw.

        Dalam pertemuan kali ini, kita membahas beberapa poin yang terkait dengan hubungan horizontal kita kepada sesama manusia. Pada pertemuan sebelumnya telah membahas juga tentang silaturrahim yang terkait juga dengan hubungan sesama manusia namun masih dalam bagian permulaan tentang memmulai silaturrahim dan manfaatnya. Sekarang, pembahasan kali ini lebih kepada balasan yang di peroleh setelah berinteraksi positif kepada sesama manusia seperti saling membantu, tolong-menolong, dan masih ada lagi yang lainnya.

ARTIKEL TERKAIT : Cara Menyambung Silaturrahim

        Masih mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim, sebagaimana berkut :

( Klik Gambar Untuk Teks Lebih Jelas )

Dalam hadis di atas, dapat dipahami bahwa redaksi hadis yang di beri kotak merah berkaitan dengan "Tindakan Membantu orang lain". Salah satu contoh Membantu orang lain sebagaimana yang disebut dalam hadis bahwa;

1. Membebaskan seorang mukmin dari Penderitaan

Walau dalam al-Qur'an menegaskan bahwa akan datang kemudahan setelah kesusahan, karena keduanya selalu beriringan, jika ada susah pasti ada senang, karena tidak akan ada istilah kesenangan tanpa istilah kesusahan juga. Seperti itulah Allah menciptakan hidup ini berpasang-pasangan.

        Dengan penuh keyakinan bahwasannya Allah menjanjikan kemudahan setelah kesusahan, tapi tidak ada yang mampu menentuan dirinya berapa lama kesahan itu terjadi dan kapan kesenangan itu akan datang ? hanya doa dan harapan agar kesusahan itu cepat berakhir dan digantinya dengan kesenangan. mungkinah ini berarti bahwa sebuah kesusahan itu adalah cobaan untuk orang yang beriman agar menjadi orang yang sabar ?, atau mungkin Allah membuka peluang lain dalam mendapatkan pahala dan kasih sayang dari Allah.


Dalam ajaran agama islam, fungsi zakat itu adalah untuk kepedulian sosial antara sesama orang muslim. Zakat adalah kewajiban yang mesti ditunaikan bila masanya sudah tiba. Adapun makna dan pengertian atau batasan tentang zakat, bisa ditemukan dalam berbagai referensi, untuk sementara dalam penjelasan ini tidak menjurus ke dalam zakat. Namun Secara umum adalah zakat itu mensucikan jiwa, badan dan harta. Adapun caranya yaitu mengeluarkan kadar tertentu sebagai wajib zakat barang yang kita miliki. dan diberikan kepada orang tertentu pula. hal bisa diwakilkan kepada orang yang mengurus zakat, dalam hal ini badan amil zakat nasonal, atau lembaga resmi yang terkait dengan pengurusan zakat.

       Sebagai dasar bahwa jika ada orang yang melepaskan, membantu seseorang terbebas dari sebuah penderitaan, kesulitan, kesusahan maka dalam hadis di atas Allah akan membalas orang itu dengan melepaskan penderitaannya juga di hari kiamat. Anggap saja penderitaan adalah sebuah siksaan di hari kiamat. 

        Penderitaan di dunia sangatlah berbeda dengan penderitaan di hari kiamat. Tapi karena kemurahan dan kebijaksanaan dari Allah yang Maha pengasih maka orang yang membebaskan penderitaan seseorang di dunia maka Allah akan membalasnya juga dengan balasan yang besar yakni membebaskannya dari penderitaan siksan hari kiamat.

2.  Memudahkan Urusan Orang Mukmin

Satu lagi hal yang luar biasa yang terdapat dalam hadis riwayat dari Muslim di atas bahwasannya jika ada seseorang yang memberi kemudahan kepada orang mukmin maka Allah akan memudahkan urusannya juga di dunia dan di akhirat.

       Jika pada poin pertama hanya balasan di bebaskannya penderitaan di hari kiamat, Tapi dalam poin ini mendapat balasan yang berlakuk di dunia dan berlaku juga di hari kiamat. Yakni di bila memudahkan urusan seorang mukmin dari sebuah kesulitan maka Allah memudahkan urusannya di dunia dan juga di akhirat.

Berbicara tentang penderitaan pada poin pertama dan kemudahan pada poin kedua, memiliki banyak contoh yang di temukan dalam kehidupan kita masing-masing. maka itu tergantung dari diri kita bahwa seperti apa penderitaan yang kita paham, begitu pula membantu memudahkan orang lain dalam kesulitan. Jika kita menerapkannya, besar atau kecilnya maka Allah pasti akan membalasnya.

Ada banyak cara dalam ajaran islam memandu kita dalam menerapkan kegiatan saling tolong menolong sepert, mengeluarkan Zakat (Semua jenis zakat), sedekah, infaq, wakaf, dalam bentuk jaza seperti mengajar, menasehati, meotivasi agar keluar dari zona kegalauan, dan lain-lain.

Kedua hal di atas termasuk dalam kategori saling membantu, olehnya itu ringankanlah tangan kita dan cepatkanlah langkah kaki kita dalam membantu orang lain.Yakinlah bahwa ada manfaat yang sangat besar di balik membantu tersebut, minimal yang kita ketahui adalah bahwa Allah pasti akan membalas kebaikan kita.

3. Menutup Aib Orang Muslim

    Dalam lanjutan hadis di atas, dapat dilihat pada potongan teks di bawah ini :

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

 Potongan teks hadis ini berbicara tentang Aib. Aib yang dipahami dalam khalayak umum adalah sisi negatif yang berkaitan kekurangan, kejelekan, cacat, atau keburukan seseorang.

Jika kita menanyakan kepada seluruh orang bahwa apakan anda rela jika aib diberitakan kepada orang lain ?

        Jawabanya yang paling banyak dapat dipastikan kalau hal itu tidak ada yang mengijinkannya. kecuali bagi orang yang suka menyebarkan, menceritakan, saling bergosip dan menggibah mengenai aib keburukan orang lain. Maka orang yang seperti mendapat undang-undang khusus dalam ajaran agama islam.

Sebagaimana dalam QS. al-Hujurat / 49 : 12, yang berbunya sebagai berikut :

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

Allah sangat menekankan kepada seluruh orang yang beriman untuk tidak saling menggibah, membicarakan keburukan orang lain, sebagaimana perumpamaan dalam ayat di atas kepada orang yang bergibah itu bagaikan orang yang doyang memakan daging busuk orang yang digibahnya setelah meninggal dan dia sendiri jijik memakannya. Sudah tahu busuk tapi tetap di makan, sudah tahu dilarang masih suka bergosip dan menggibah.

Itulah sebabnya dalam hadis di atas menganjurkan untuk saling menutupi aib antara satu sama lain. dengan tawaran balasan kepada dari Allah bahwasannya orang yang menutupi Aib saudara saudaranya maka ia akan ditutupi aibnya oleh Allah dengan masa garansi berlaku di dunia begitupula di hari kemudian.

Siapa sih yang tidak memiliki kesalahan, keburukan, kejelekan ? siapa sih yang ingin di cerita aibnya kepada orang lain ? olehnya itu, jika anda ingin hal itu tidak terjadi maka mulai dari diri anda sendiri untuk tidak menceritakan aib orang lain.

Pada redaksi selajutnya bahwa Allah senantiasa menolong hambanya, selama dia menolong hamba Allah yang lain. Saya kira redaksi ini berlaku untuk ketiga poin di atas.

4. Menuntut ilmu

Lanjutan hadis :
( Klik Gambar Untuk Teks Lebih Jelas )

Terkait potongan hadis yang merupakan lanjutan dari hadis di atas, bahwa orang yang menempuh jalan dalam menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju syurga. tentunya adalah ilmu dalam kebaikan. maka semakin seseorang menuntut ilmu tentag kebaikan maka ia semakin membuka pintu hidayah dan dan kasih sayang Allah dalam menemukan jalan lurus menuju pintu gerbang syurga.

Sebagaimana redaksi selanjutnya bahwa ketika suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah dalam hal ini mesjid untuk belajar dan mengkaji tentang kitab Allah maka rahmat Allah akan senantiasa menyelimuti mereka dan Allah akan menyebut atau memuji mereka di depan para malaikat yang ada di sisi Allah.

Ada banyak hal yang bisa di dapatkan dalam menunut ilmu, selain karena perintah Allah dan Rasulnya dan juga karena menuntut ilmu itu sangat bermanfaat bagi orang yang melakukannya. olehnya itu, ada banyak cara dalam menuntut ilmu di dunia saat ini. maka janganlah sia-siakan dan pelajarilah yang kebaikan dan jauhi keburukan.

Saya kira cukup sekian mengenani pembahasan ini, akhirul kalam

Wassalam.

No comments:

Post a Comment

ARTIKEL POPULER

ARTIKEL BERSPONSOR

FOLLOW SITE