Search This Blog

Sunday, May 10, 2020

Saat Jibril Berwujud Manusia - Ajaran Islam Iman dan Ihsan

RUKUN ISLAM, RUKUN IMAN, DAN IHSAN
by Zaharuddin

Jibril berwujud Manusia Bercerita tentang
Rukun Islam, Rukun Iman dan Ihsan

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Sahabat motivasiibadah.com yang kami banggakan, marilah bersama-sama bersukur kepada Allah atas nikmat iman yang dikaruniakan kepada kita semua sehingga sampai saat ini, kita masih rutin dalam melaksanakan ibadah kepada-Nya. Semoga dengan konsisten beribada maka kita akan mendapatkan ridha dan kasih sayang dari Allah Swt.

Tak lupa juga kita mengirimkan salawat dan taslim kepada Nabi Muhammad Saw yang telah berjuang dalam membela kebenaran ajaran agama islam beserta keluarga, sahabat, tabi'in dan orang-orang yang mengikutinya.

      Saya selalu menyampaikan bahwa jangan pernah melupakan seseuatu yang kecil karena itu adalah sebuah permulaan yang kuat dan akan menjadi besar. Memulai sebuah bisnis, mayoritas orang pada umumnya memulai dari nol, star dari hal yang kecil. terkait ibadah, itu juga adalah sebuah pelatihan dan pembiasaan diri mencoba konsisten dalam mengerjakan sebuah jenis ibadah. Begitu pula dengan dosa, maka jangan pernah mengabaikan betapa pentingnya menghindari dosa kecil, karena kemungkinan berawal dari yang kecil akhirnya menjadi dosa yang menumpuk dan memiliki efek yang besar.

       Terkait apa yang akan kita ungkap pada pertemuan kali ini yakni tentang iman, islam dan ihsan. ketiga hal ini adalah pondasi yang paling dasar dan kuat dalam ajaran agama islam. tanpa itu, maka sulit mengidentifikasi seseorang bahwasannya dia adalah seorang yang beragama islam. dengan demikian, walau ini adalah hal sangat dasar tapi wajib untuk di amalkan.

* ISLAM

        Saya ingin mengungkap sebuah hadis pengantar menuju ke pembahasan ini, sebagaimana riwayat dari imam Muslim sebagai berikut :

( Klik Gambar Untuk Teks Yang Lebih Jelas )


Riwayat tersebut di atas berasal imam Muslim dengan perawi hadis tertinggi yang sampai kepada Nabi dan menerima langsung hadis ini adalah Umar bin Khattab. Bahwasannya suatu ketika Umar duduk di sekitar atau samping Rasulullah,. takkala itu, datang seseorang laki-laki dengan ciri-ciri baju yang sangat putih, dengan jenis rambut yang hitam pekat dan tak terlihat pada dirinya jika ia adalah seorang musafir.

       Pada saat itu, para sahabat yang menyaksikan kejadian ini, tak satupun dari mereka yang mengenal pendatang ini. orang itu datang langsung menemui Nabi pada saat itu.

Yang paling mengherankan para sahabat pada waktu itu adalah karena orang ini tiba-tiba datang kepada Nabi dan langsung menyandarkan kedua lututnya di lutut Nabi Saw. dan langsung melontarkan pertanyaan kepada Nabi (layaknya orang yang sudah sangat akrab) bahwa Wahai Muhamnnad, beitahu kepada saya tentang Islam, dan Nabi pun langsung menjawabnya juga seraya berkata bahwa , Islam itu adalah :

1. Engkau bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah

         Ini adalah sebuah pernyataan dasar yang memiliki kandungan makna sangat mendalam. Sesuatu yang sangat sakral karena bila di ucapkan dengan penuh penghayatan maka mampu menembus titik murni lubuk hati yang paling dalam. dan mampu mensugesti segala perbuatan kita terarah kepada jalan benar.Olehnya itu, pertahankan eksistensi dari pernyataan kesaksian ini dalam diri kita dengan menjalankan seluruh perintah Allah dan Rasulnya serta menjauhi segala yang dilarang Allah dan Rasulnya.

( Klik Gambar Untuk Teks Yang Lebih Jelas )

2. Mendirikan Shalat

        Gambaran kedua tentang islam kepada orang yang datang kepada Nabi adalah mendirikan shalat. Sebagai salah satu wujud dari mempertahankan eksistensi keberadaan kalimat pernyataan kesaksian di dalam hati kita sebagaimana pada nomor satu adalah mendirikan shalat yang mampu menjadi sarana dalam berhubungan langsung kepada Allah.

       Shalat adalah pembahasan yang sangat panjang, maka pada umunya, shalat secara bahasa adalah Doa. dan secara istilah kekinian adalah sebuah aktifitas kegiatan ibadah yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan  salam. Dalam pembagiannya, ada yang bersifat wajib dan ada juga yang sunnah

      Namun yang dimaksudkan dalam hadis diatas adalah shalat 5 waktu yang merupakan kewajiban tiap orang dalam ajaran islam.

3. Menunaikan Zakat

          Zakat merupakan sebuah bentuk kepedulian sosial islam kepada muslim lainnya. Selain amalan yang bersifat langsung berhubugan dengan Allah, maka ajaran dalam islam itu sangat mempedulikan kondisi kehidupan sosial bermasyarkat dalam menyalurkan bantuan ekonomi kepada orang yang tidak mampu dan selanjutnya dikatakan adalan sebuah zakat yang mempererat hubungan antar sesama manusia.

4.Berpuasa pada bulan ramadahan

         Selain hubungan langsung kepada Allah dan manusia, ada juga ajaran islam yang memberikan sebuah latihan individu bagi seorang muslim dalam menahan diri mereka yakni puasa. Puasa pada umumnya berarti menahan, dan dalam istilah berarti menahan segala suatu yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

         Dalam menjaga puasa tetap utuh, baik utuh di jasmani begitupun utuh secara rohani, tentunya tergantung pada pribadi orang yang menjalankannya. dalam hal ini, dia harus mampu menjalankan sesuai syariat islam, maka ia akan mendapatkan khasiat untuk dirinya. jika dia gagal dalam mengontrol dan menahan dirinya dari hal yang membatalkan puasanya maka ia gagal pula dalam ibadah ini. Puasa yang di maksudkan di sini adalah puasa wajib dalam bulan ramadhan. maka tiap individu harus sukses dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan, karena jika tidak maka dia akan berdosa dan mendapatkan balasan daru Allah.

5. Naik Haji bagi yang mampu

       Haji yang dimaksudkan adalah berkunjung ke baitullah di mesjidil haram kota Mekkah dengan catatan bahwa dia mampu untuk menunaikannya. mampu dalam artian mampu jasmani dari kesedian biaya dan rohani dari kesehatan jiwa dalam menempuh perjalanan ke sana. Ada daya dan juga dana.

Setelah menjawab pertanyaan itu dengan 5 hal tentang Islam, orang itupu langsung mengatakan "Shadaqta" , anda benar, ia menjawab dan juga membenarkan jawaban. Dalam hal ini, orang itu seolah-olah tahu apa yang telah di sampaikan Nabi kepadanya. beliau juga langsung bertanya lagi tentang iman sebagaimana berikut.

* IMAN

( Klik Gambar Untuk Teks Yang Lebih Jelas )

Nabi menwajawab pertanyaan beliau bahwa iman itu adalah :
1. Engkau beriman kepada Allah
2 .Engkau percaya malaikat-malaikat Allah
3. Engkau percaya kepada kitab-kitab Allah
4.Engkau percaya kepada Rasul-Rasul Allah
5. Engkau percaya kepada hari akhir /kiamat
6. Engkau percaya kepada takdir baik dan buruk

Melihat informasi ini terasa bagaikan kita kembali kepada masa SD kita, di mana sering disuruh untuk menghafalkan rukun iman, rukun islam. semuanya adalah kesatuan yang tak terpisahkan, jika ada yang kurang maka belum di anggap orang yang beriman. berbeda dengan rukun islam yang yang yang menyuruh kita untuk naik haji bagi orang yang mampu. maka setelah kita punya daya dan dana maka marilah menyempurnakan rukun islam yang terakhir. semoga kita semua mampu berkunjung dan melihat baitullah dengan ibadah haji yang maqbul.

Setelah Nabi menjawab pertanyaan dari orang itu, maka orang itu pun juga membenarkan informasi Nabi, dan sepertinya orang ini memang tahu apa yang Nabi ucapkan. Setelah itu, orang itu kembali menanya Nabi tentang Ihssan, sebagaimana berikut,

*IHSAN

( Klik Gambar Untuk Teks Yang Lebih Jelas )

Nabi menjawab bahwa ihsan itu adalah Engkau menyembah Allah dan seakaan-akan engkau melihatnya dan jika engkau tidak melihatnya maka engkaulah yang di lihat oleh Allah.

Karena Allah Maha melihat maka kita selalu merasa di awasli oleh Allah di manapun dan kapan pun untuk selalu menjauhi larangan Allan dan melaksanakan perintahnya.

*HARI KIAMAT


( Klik Gambar Untuk Teks Yang Lebih Jelas )


Orang itu bertanya lagi kepada Nabi Saw tentang hari akhir, Nabi langsung menjawabnya bahwa sesungguhnya orang yang bertanya lebih tahu daripada orang yang ditanya. Karena sepertinya Nabi tahu juga siapa yang ditemani berbicara. lantas orang itu tanya balik bahwa beritakan kepada saya mengenai tanda-tanda hari akhir / Hari kiamat, Nabipun menjawab bahwa :

- Engkau melihat seorang hambabudak melahirkan anak dari tuannya.
  maksud dari kalimat ini dapat dipahami pada syarah Arbain al-Nawawyyah :

( Klik Gambar Untuk Teks Yang Lebih Jelas )

Bahwa ketika orang muslim mengambil alih daerah kekuasaan orang kafir dan terdapatlah banyak hamba yang telah melahirkan anak tuannya dan anaknya tersebut menggantikan posisi tuannya dan menjadi tuan dari ibunya sendiri sebagai hamba. Mungkin karena tuanya telah meninggal.

Mungkin juga bisa dipahami bahwa orang sudah tidak bisa lagi mengenali siapa dirinya, siapa tuannya, dan bahkan tidak mengnali lagi siapa anaknya sehingga bisa saja dari sini seorang ibu mengawini anaknya sendiri.

Dapat juga dilihat dari syarah imam al-Suyuthi terhadap kitab Muslim :

( Klik Gambar Untuk Teks Yang Lebih Jelas )

Pendapat ini sepertinya mendukung saja pendapat yang sebelumnya dari syarah arbain al-Nawawiy. yakni seorang anak hamba yang mengentikan posisi tuannya.

yang jelasnya, ini adalah tanda-tanda hari kiamat.

- Engkau melihat orang yang dulunya miskin dan mengemis, telah berlomba dalam membuat bangunan besar.

        Sebagaimana Syarah hadis di atas dalam syarah imam Nawawiy dari kitab Muslim, sebagaimana berikut :

( Klik Gambar Untuk Teks Yang Lebih Jelas )

Mungkinkah maksud dari pada ini adalah ketika orang sudah makin sukses di dunia sehingga berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan tinggi sehigga dunia penuh dengan bangunan-bangunan yang tinggi dan megah. lebih mengherankannya bahwa kesuksesan dari orang yang dulunya cuma pengemis, fakir miskin sehigga tiba saatnya mereka mendirikan bangunan tinggi dari hasil mengemisnya.

Kembali kepada kisah riwayat di atas, bahwa setelah orang itu menyelesaikan pertanyaannya, kemudian dia beranjak pergi. Dan Umar ra tetap saja heran kepada orang itu.

Nabi kemudian berbalik berbicara kepada Umar bahwa, wahai Umar, apakah engkau tahu siapa orang yang tadi ? Umar menjawab 'Allah dan Rasulnya yang lebih tahu'. Nabi pun kemudian memberitahkan kepada sahabatnya bahwa ketahuilah orang itu adalah Jibril yang datang kepada kalian dan mengajarkan kepada kalian tentang agama ini.

Begitulah kisah ketika Jibril berubah wujud menjadi manusia biasa dan datang menemui Nabi dan sahabatnya dalam mengajarkan tentang agama yaitu yang berkaitan dengan Islam, iman dan ihsan. sudah sangat mengherankan bahwa antara Nabi dan orang itu sepertinya sudah saling kenal dan ternyata betul bahwa dia adalah Jibril yang terus membawa wahyu kepada Nabi Saw.

Saya kira cukup sekian, jika ada salahnya maka itu untuk kami perbaiki,Sekian

Wassalam

No comments:

Post a Comment

ARTIKEL POPULER

ARTIKEL BERSPONSOR

FOLLOW SITE