- Get link
- X
- Other Apps
ARTIKEL UNGGULAN
Posted by
KELUARGA MANDIRI
on
- Get link
- X
- Other Apps
PEMAHAMAN UMUM TENTANG HADIS
by : Zaharuddin
Assalamu Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Hadis merupakan sumber kedua dalam syariat Islam setelah Al-Qur'an. Olehnya itu, sangat penting dalam memiliki kepedulian terhadap hadis. Jika ada masalah dalam hadis, tentunya memberi pengaruh yang besar terhadap ajaran Islam karena hadis adalah pondasi atau sumber ajaran Islam.
Ada beberapa hal yang terkait tentang hadis yang perlu dipahami untuk menghindari kesalapahaman terhadap hadis. Salah satunya adalah pengertian atau hakikat serta pembagian dari hadis itu sendiri.
PENGERTIAN UMUM
M. Syuhudi Ismail memberikan penjelasan terkait kaidah kebahasaan tentang hadis seperti al-jadid (yang baru), al-qarib (yang dekat), serta al-habar (berita atau kabar).
Ada beberapa ayat di dalam al-Qur'an yang menyebutkan tentang hadis seperti al-kahfi : 6, al-thuur : 34, dan al-dhuha : 11. Salah satunya sebagai berikut:
Terkait dengan makna peristilahan, ulama sudah memberikan defenisi berbeda-beda. Ajjaj al-Khatib mendefenisikan bahwa hadis adalah apa yang disandarkan kepada Nab Saw baik berupa perkataan, tingkah laku perbuatan, penetapan, sifat, dan sirah sebelum atau sesudah kenabian. Pengertian ini juga dikemukakan oleh ulama dan ahli hadis lainnya. Sementara ulama ushul fiqhi yang hanya memahami bahwa pengertian ini hanya berlaku setelah kenabian saja. Ditambahkan oleh Syuhudi Ismail bahwa ulama ushul menyebut hanya bersangkut dengan hukum.
Bertolak dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa segala yang berasal dari Nabi Saw dapat berupa biografi, akitifitas, akhlak, percakapan, pengakuan terhadap suatu hal, penetapan atau ketentuan dari Nabi Saw, apakah itu berhubungan dengan hukum atau pun tidak maka tetap dikategorikan sebuah hadis. Walaupun dari sisi ulama fiqih yang memandang Nabi sebagai pengambil kebijakan terhadap Undang-undang sehingga hadis itu terbatas kepada hal yang sangkut pautnya dengan hukum.
Selain itu, dapat juga diurai dengan gambaran seperti; sifat Nabi yang di ceritakan oleh sahabat, akhlak dan perbuatan beliau yang di terangkan dalam ucapan sahabat, dapat juga berupa perbuatan dan ucapan sahabat sendiri yang mendapat apresiasi khusus dari Nabi dengan memberikan pendapat dan pengakuan terhadap perbuatan dan ucapan sahabat tersebut (taqrir), terkait dengan ucapan Nabi dapat berasal dari diri beliau sendiri dapat juga berasal dari Allah yang bukan merupakan ayat al-Qur'an (Qudsiy), dan bisa juga berupa surat Nabi yang dikirim kepada sahabat yang bertugas di luar daerah yang berjauhan dengan lokasi Nabi. Hal ini dapat dilihat dalam pengantar ilmu hadis oleh Syuhudi Ismail.
ISTILAH LAIN TERKAIT HADIS
Terdapat kata Khabar yang bermakna berita juga. Sehingga ada yang mengatakan bahwa khabar ini juga adalah sama dengan hadis seperti juga dengan makna istilah hadis sebagaimana paragrap di atas. Walaupun ada ulama yang membatasi bahwa khabar itu bila berasal dari sahabat atau tabi'in. Bahkan ada yang memandang secara bahasa saja sehingga dikatakan bahwa khabar itu bermakna lebih umum daripada hadis.
Terdapat juga istilah Atsar yang dipahami secara bahasa sebagai "sisa", sedangkan makna terminologinya dipahami sebagai istilah yang berbeda dengan hadis yang merupakan sumbernya dari Nabi, sementara atsar itu bersumber dari sahabat dan tabi'in.
Al-Sunnah, Syuhudi Ismail mnegtakan bahwa sunnah itu adalah sinonim dari kata hadis sehingga memiliki defenisi yang sama baik dari pihak ahli hadis maupun ahli ushul. Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa itu adalah tradisi yang berulang kali dikerjakan masyarakat baik terkait ibadah maupun tidak. Sehingga Hasbi Ash-Shiddiqiy memahami bahwa sunnah merupakan suatu amalan yang dilakukan Nabi secara terus menerus dan dipraktekkan kepada kita dari zaman ke zaman secara mutawatir. Maka amalan sunnah itu dikerjakan Nabi bersama sahabat sahabat bersama tabi'in, tabi'in bersama tabi' tabi'in, dan dilaksanakan hingga ke zaman berikutnya. Sebagaimana semua generasi dapat mengamalkan sunnah dalam hadis berikut :
Sepertinya dari hadis di ataslah Mustafa Abu as-Sibaiy memahami Sunnah dalam pengertian bahasa bahwa Sebuah jalan yang ditempuh, baik jalan yang terpuji ataupun tercela.
Hadis Qudsiy, juga merupakan hadis tapi di nisbatkan kepada Allah kemudian disampaikan oleh Nabi. Berbeda dengan hadis sebagaimana di atas yang dinisbatikan kepada Nabi kemudian disampaikan oleh Nabi yang saat ini di kenal dengan hadis Nabawiy.
UNSUR POKOK atau KOMPONEN DALAM HADIS
Satu Contoh hadis yang bisa dijadikan patokan dalam pembahasan komponen hadis, penjelasannya sebagaimana berikut :
1. Sumber Hadis dalam hal ini Rasulullah sebagaimana dalam kotak merah pada gambar di atas.
2. Rawi Hadis
Dia adalah orang yang menyampaikan hadis baik dari bentuk tulisan dalam kitabnya yang ia terima dari gurunya ataupun dalam bentuk ucapan dari hadis yang telah ia hafalkan dengan baik dari gurunya. Bercerita dari gurunya berarti urutan ini berasal dari yang tertinggi sampai kepada orang terakhir yang menerima hadis itu. Dapat dilihat pada kolom cokelat pada gambar di atas mulai dari Jarir menerima dari Nabi dan berentetan informasinya sampai kepada al-Darimiy sebagaimana kotak biru. Kotak biru pertama "telah mengkhabarkan kepada kami" dalam hal ini al-Darimiy yang menerima dari al-Walid. al-Darimiy adalah perawi terakhir dari hadis ini dan dikatakan sebagai "Mukharrij al-Hadis" yang telah menukil dan membukukannya dalam kitabnya.
3. Sanad Hadis
Kebalikan dari Rawi hadis, sanad berarti jalan yang menyampaikan pada matan hadis sebagaimana menurut Syuhudi Ismail. Maka sanad dapat dilihat dari rawi terakhir hingga Jarir (Kebalikan dari rawi menurut beberapa ahli hadis ). Tapi jika merujuk ke buku pengantar ilmu hadis oleh Syuhudi Ismail maka sanad pertama adalah al-Walid, bukan al-Darimiy serta Jaril adalah Sanad terakhir atau perawi pertama dalam hadis di atas.
4. Matan Hadis
Secara bahasa maka matan berarti punggung jalan. Sementara Istilah ialah isi materi atau berita dalam hal ini sabda Nabi, ucapan Nabi, perbuatan, Taqrir pengakuan dan penetapan Nabi yang terletak setelah sanad terakhir. lihat kolom hitam pada gambar di atas.
Saya kira cukup sekian dulu, pemahaman paling umum dalam mengenal hadis. Jika ada kesempatan lagi, akan dicoba masuk dalam pembahasan mengenai disiplin Ilmu yang membahas tentang hadis
Sekian
Wassalam.
by : Zaharuddin
Assalamu Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Hadis merupakan sumber kedua dalam syariat Islam setelah Al-Qur'an. Olehnya itu, sangat penting dalam memiliki kepedulian terhadap hadis. Jika ada masalah dalam hadis, tentunya memberi pengaruh yang besar terhadap ajaran Islam karena hadis adalah pondasi atau sumber ajaran Islam.
Ada beberapa hal yang terkait tentang hadis yang perlu dipahami untuk menghindari kesalapahaman terhadap hadis. Salah satunya adalah pengertian atau hakikat serta pembagian dari hadis itu sendiri.
PENGERTIAN UMUM
M. Syuhudi Ismail memberikan penjelasan terkait kaidah kebahasaan tentang hadis seperti al-jadid (yang baru), al-qarib (yang dekat), serta al-habar (berita atau kabar).
Ada beberapa ayat di dalam al-Qur'an yang menyebutkan tentang hadis seperti al-kahfi : 6, al-thuur : 34, dan al-dhuha : 11. Salah satunya sebagai berikut:
( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )
Terkait dengan makna peristilahan, ulama sudah memberikan defenisi berbeda-beda. Ajjaj al-Khatib mendefenisikan bahwa hadis adalah apa yang disandarkan kepada Nab Saw baik berupa perkataan, tingkah laku perbuatan, penetapan, sifat, dan sirah sebelum atau sesudah kenabian. Pengertian ini juga dikemukakan oleh ulama dan ahli hadis lainnya. Sementara ulama ushul fiqhi yang hanya memahami bahwa pengertian ini hanya berlaku setelah kenabian saja. Ditambahkan oleh Syuhudi Ismail bahwa ulama ushul menyebut hanya bersangkut dengan hukum.
Bertolak dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa segala yang berasal dari Nabi Saw dapat berupa biografi, akitifitas, akhlak, percakapan, pengakuan terhadap suatu hal, penetapan atau ketentuan dari Nabi Saw, apakah itu berhubungan dengan hukum atau pun tidak maka tetap dikategorikan sebuah hadis. Walaupun dari sisi ulama fiqih yang memandang Nabi sebagai pengambil kebijakan terhadap Undang-undang sehingga hadis itu terbatas kepada hal yang sangkut pautnya dengan hukum.
Selain itu, dapat juga diurai dengan gambaran seperti; sifat Nabi yang di ceritakan oleh sahabat, akhlak dan perbuatan beliau yang di terangkan dalam ucapan sahabat, dapat juga berupa perbuatan dan ucapan sahabat sendiri yang mendapat apresiasi khusus dari Nabi dengan memberikan pendapat dan pengakuan terhadap perbuatan dan ucapan sahabat tersebut (taqrir), terkait dengan ucapan Nabi dapat berasal dari diri beliau sendiri dapat juga berasal dari Allah yang bukan merupakan ayat al-Qur'an (Qudsiy), dan bisa juga berupa surat Nabi yang dikirim kepada sahabat yang bertugas di luar daerah yang berjauhan dengan lokasi Nabi. Hal ini dapat dilihat dalam pengantar ilmu hadis oleh Syuhudi Ismail.
ISTILAH LAIN TERKAIT HADIS
Terdapat kata Khabar yang bermakna berita juga. Sehingga ada yang mengatakan bahwa khabar ini juga adalah sama dengan hadis seperti juga dengan makna istilah hadis sebagaimana paragrap di atas. Walaupun ada ulama yang membatasi bahwa khabar itu bila berasal dari sahabat atau tabi'in. Bahkan ada yang memandang secara bahasa saja sehingga dikatakan bahwa khabar itu bermakna lebih umum daripada hadis.
Terdapat juga istilah Atsar yang dipahami secara bahasa sebagai "sisa", sedangkan makna terminologinya dipahami sebagai istilah yang berbeda dengan hadis yang merupakan sumbernya dari Nabi, sementara atsar itu bersumber dari sahabat dan tabi'in.
Al-Sunnah, Syuhudi Ismail mnegtakan bahwa sunnah itu adalah sinonim dari kata hadis sehingga memiliki defenisi yang sama baik dari pihak ahli hadis maupun ahli ushul. Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa itu adalah tradisi yang berulang kali dikerjakan masyarakat baik terkait ibadah maupun tidak. Sehingga Hasbi Ash-Shiddiqiy memahami bahwa sunnah merupakan suatu amalan yang dilakukan Nabi secara terus menerus dan dipraktekkan kepada kita dari zaman ke zaman secara mutawatir. Maka amalan sunnah itu dikerjakan Nabi bersama sahabat sahabat bersama tabi'in, tabi'in bersama tabi' tabi'in, dan dilaksanakan hingga ke zaman berikutnya. Sebagaimana semua generasi dapat mengamalkan sunnah dalam hadis berikut :
( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )
Sepertinya dari hadis di ataslah Mustafa Abu as-Sibaiy memahami Sunnah dalam pengertian bahasa bahwa Sebuah jalan yang ditempuh, baik jalan yang terpuji ataupun tercela.
Hadis Qudsiy, juga merupakan hadis tapi di nisbatkan kepada Allah kemudian disampaikan oleh Nabi. Berbeda dengan hadis sebagaimana di atas yang dinisbatikan kepada Nabi kemudian disampaikan oleh Nabi yang saat ini di kenal dengan hadis Nabawiy.
UNSUR POKOK atau KOMPONEN DALAM HADIS
( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )
1. Sumber Hadis dalam hal ini Rasulullah sebagaimana dalam kotak merah pada gambar di atas.
2. Rawi Hadis
Dia adalah orang yang menyampaikan hadis baik dari bentuk tulisan dalam kitabnya yang ia terima dari gurunya ataupun dalam bentuk ucapan dari hadis yang telah ia hafalkan dengan baik dari gurunya. Bercerita dari gurunya berarti urutan ini berasal dari yang tertinggi sampai kepada orang terakhir yang menerima hadis itu. Dapat dilihat pada kolom cokelat pada gambar di atas mulai dari Jarir menerima dari Nabi dan berentetan informasinya sampai kepada al-Darimiy sebagaimana kotak biru. Kotak biru pertama "telah mengkhabarkan kepada kami" dalam hal ini al-Darimiy yang menerima dari al-Walid. al-Darimiy adalah perawi terakhir dari hadis ini dan dikatakan sebagai "Mukharrij al-Hadis" yang telah menukil dan membukukannya dalam kitabnya.
3. Sanad Hadis
Kebalikan dari Rawi hadis, sanad berarti jalan yang menyampaikan pada matan hadis sebagaimana menurut Syuhudi Ismail. Maka sanad dapat dilihat dari rawi terakhir hingga Jarir (Kebalikan dari rawi menurut beberapa ahli hadis ). Tapi jika merujuk ke buku pengantar ilmu hadis oleh Syuhudi Ismail maka sanad pertama adalah al-Walid, bukan al-Darimiy serta Jaril adalah Sanad terakhir atau perawi pertama dalam hadis di atas.
4. Matan Hadis
Secara bahasa maka matan berarti punggung jalan. Sementara Istilah ialah isi materi atau berita dalam hal ini sabda Nabi, ucapan Nabi, perbuatan, Taqrir pengakuan dan penetapan Nabi yang terletak setelah sanad terakhir. lihat kolom hitam pada gambar di atas.
Saya kira cukup sekian dulu, pemahaman paling umum dalam mengenal hadis. Jika ada kesempatan lagi, akan dicoba masuk dalam pembahasan mengenai disiplin Ilmu yang membahas tentang hadis
Sekian
Wassalam.
Popular Posts
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN dalam Hadis
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN - Hadis tentang Pahala Berlipat Ganda by : Zaharuddin Assalamu Alaikum Wr. Wb. Kembali lagi berjumpa bersama kami dalam motivasiibadah.com , sebuah kesyukuran karena masih bisa berinteraksi sampai saat sekarang ini, tak lupa kita kirimkan salawat kepada Nabi Muhammad Saw yang telah menunjukkan kita kepada jalan-jalan kebaikan dan menjauhkan kita dari jalan keburukan. Pada beberapa pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai konsistensi dalam beribadah, baik dari segi mengontrol mindset dan niat dalam beribadah, begitupula karena faktor kebiasaan yang bisa membantu seseorang agar tetap semangat dalam melaksanakan kebaikan dan bernilai ibadah kepada Allah Swt . ARTIKEL TERKAIT : Cara Semangat ibadah- Mengontrol Mindset dan Niat positif dan baca Juga Tentang Faktor Kebiasaan dan Ketekunan BAGAIMANAKAH ALLAH MEMBALAS KEBAIKAN ITU ? Semangat dalam melak...
DEFENISI DAN HUKUM MAF'UL BIH
BAB I PENDAHULUAN A . Latar Belakang Bahasa Arab sebagai bahasa al- Qur’an dan hadis yang keduanya sumber ajaran pokok(primer) Islam dan kedua sumber ajaran Islam itu harus diamalkan. Namun demikian, tak dapat kita pungkiri bahwa mempelajari bahkan menguasai bahasa Arab tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi bukan berarti kita tidak mempelajarinya. Karena bahasa Arab mempunyai karakter dan keistimewaan tersendiri yang berbeda, bahkan mungkin tidak dimiliki oleh bahasa-bahasa yang lain. Al-Lughah al-‘Arabiyyah merupakan kata yang menerangkan gaya bahasa arab, sedangkan tentang ‘Ulum al-‘Arabiyyah adalah ilmu yang membahas cara pengucapan dan penulisan yakni Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah seperti ‘ Ilm al-sharf wa al-Nahwu Makalah ini merupakan sebagian dari Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah , ilmu ini mengajarkan agar memudahkan dalam pemakaian gaya bahasa, jelas maknanya, dan mendekatkan pemahaman kita sebagai al-Muta’allimin B . Rumusan Masalah ...
Bunga Imitasi, Cara Percantik Rumah
Bunga Imitasi , Cara Percantik Rumah Life Style dalam motivasi ibadah kali ini memberi apresiasi tertulis bagi jiwa kreatif yang terus produktif. Aktifitasnya mampu memberi solusi dan membantu sebagian kalangan. Bunga, sering dijadikan sebagai hiasan banyak orang karena ia mampu memberi nilai positif tersendiri saat terpajang di suatu tempat. Tentunya, ia akan memiliki harga rupiah ( Indonesia Rupiah ) karena suasana cantik yang dihasilkan saat memajang bunga hias itu. Takkala hebohnya, bila bunga hias ini dilirik oleh orang yang memang memiliki hobby dan kesukaan dalam mendekor, merangkai helai dan daun yang cocok, menata ruang dan tempat yang cocok di hias dengan bunga. Maka ia akan familiar dan terkenal dengan keelokannya karena di tata oleh orang tepat. Sehingga, jangan heran bila ia memiliki harga yang lumayan cantik juga.. Bunga hias , sebagian memilih yang hidup dan sebagian juga memilih yang imitasi (hias tidak hidup). Masing masing memiliki alasan tersendiri dan ...
Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan
LARANGAN MENYIKSA HEWAN TANPA HAK DAN PERINTAH MEMBUNUH HEWAN YANG BERBAHAYA by : Zaharuddin Dalam sebuah hadis dari kitan al-Nasaiy yang berbunyi : ( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas ) Terlihat sangat jelas dalam teks hadis di atas, bilamana seseorang membunuh seekor burung tanpa ada tujuan tertentu untuk dimanfaatkan maka itu merupakan sebuah tidakan yang akan dimintai pertanggung jawabnnya di sisi Allah. Jika melihat teks " Saalallahu " Allah akan memintai pertanggung jawabannya, sebagaimana dalam kitan faidh al-Qadir mengenai hadis ini bahwa kata itu dipahami sebagai sebuah hukuman, siksaan di hari kemudian. Manusia hidup di muka bumi tidak seorang diri melainkan bersama makhluk ciptaan Allah lainnya seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan. Semua mempunyai peran dalam kehidupannya masing-masing. Olehnya itu, semua makhluk dituntut untuk hidup damai dan saling memberi manfaat. Manusia dan hewan bisa mempunyai hubungan erat lay...
DISKURSUS QIRA`AH SAB`AH DALAM KITAB AL-TAYSIR FI AL-QIRA`ATI AL-SAB`I
VIDEO - Penyaluran Zakat Langsung Ke Mustahik YATIM DHUAFA - Sanggar Tamarunang Makassar
VIDEO - Penyaluran Zakat Langsung Ke Mustahik YATIM DHUAFA - Sanggar Tamarunang Makassar Salah satu video saat penyaluran zakat sedekah langsung ke mustahiq YATIM DUAFA di SANGGAR TAMARUNANG Sanggar Tamarunang adalah salah 1 bagian dari Yayasan Yatim Mandiri Makassar yang terdaftar di BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL - BAZNAS.
cara agar semangat beribadah - KEBIASAAN dan KETEKUNAN
FAKTOR KEBIASAAN dan KETEKUNAN by ; Zaharuddin "Tempuhlah wahai anakku, jalan yang ditempuh para tokoh- Beperilakulah dengan kebiasaan termulia" (Balagatul Hukama by. Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A) Assalamu Alaikum Wr. Wb Pertama-tama, tetap bersyukur kepada Allah karena iman dan takwa senantiasa ada dalam hati, serta salawat dan taslim kepaada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW sebagai tauladan kita. Pembahasan sebelumnya tentang 'taubat dan konsisten' dan saya mengatakan bahwa sangat berkaitan dengan pembahasan selanjutnya. Nah, inilah yang kita bahas pada pertemuan kali ini yakni KEBIASAAN dan KETEKUNAN. Pernahkah anda mendengar pepatah 'ala bisa karena biasa'? Suatu kegiatan akan mudah terlaksana dan diselesaikan, karena proses kerjanya sudah biasa dilakukan sebelumnya. Seperti halnya pelajaran matematika, fisika, kimia, serta pelajaran lainnya yang membutu...
LAMBAT MANDI JUNUB SAAT PUASA RAMADHAN
Assalamu Alaikum Wr Wb. Pertama yang ingin di sampaikan terkait tema kali ini adalah batalnya puasa. Salah satu hal yang dapat membatalkan puasa adalah makan dan minum. Selain daripada itu ialah bersenggama atau berhubungan badan/bercampur dengan istri di saat sesahg berpuasa dari terbit matahari/imsak hingga terbenam matahari/buka puasa. Pada dasar hukumnya, Dalam al-Qur'an, Allah mengijinkan berhubungan badan bersama istri pada malam hari sebelum imsak. Karena apabila telah melewati waktu imsak melakukan hubungan badan maka secara otomatis puasa jadi batal. Jadi, silahkan, bagi yang tidak bisa menahan nafsu di malam hari, maka datanglah kepada istri. Yang jelasnya, bukan pada istri orang lain, maka itu lebih parah lagi. Selanjutnya adalah ada banyak kebiasaan suami istri pada saat setelah berhubungan badan, mereka tidak langsung mandi junub, pasalnya adalah masih tengah malam, masih dingin, dan faktor kesehatan juga berbahaya. Jadi, banyak yang menunda mandi junubnya hingga sub...
Cara Taubat Nasuha
TAUBAT dan KONSISTEN Oleh ; Zaharuddin at 13 April 2020 Assalamu Alaikum wr. wb Rasa Syukur ini tak lupa kita panjatkan kehadirat Allah atas segala nikmat-Nya kepada kita semua serta marilah kita bersalawat kepada Rasulullah Muhammad Saw sebagai Suri tauladan kepada seluruh umat manusia. Kembali lagi berjumpa pada kesempatan yang penuh mubarakah ini, pada pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai pentingnya mengontrol niat dan pola pikir agar bisa menjalankan ibadah yang lebih giat lagi. Perlu kita ketahui juga bahwa dalam pembahasan sebelumnya, secara tidak langsung telah terdapat keterkaitan dengan apa yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini. Pada pertemuan sebelumnya, mengontrol pola pikir yang harus dilakukan setiap saat karena ada niat ingin berubah, niat ingin berubah menjadi lebih baik inilah yang akan kita bicarakan kali ini. Poin Kedua ; Taubat dan Konsisten (Po...
6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah
CERAMAH RAMADHAN 2025 6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah by : Zaharuddin Pemimpin yang memerintahkan kepada yang keji dan mungkar maka tidak perlu di patuhi Assalamu Alaikum warahmatullah wabaraktuh Alhamdulillah rabbil alamin, nahmaduhu wanastainuhi wanastagfiruh wanaudzubillah min syururi ampusina wasayyiati a'malina, man yahdillah falamudillalah waman yudlil fala hadiyalah. Wassalatu wassalamu ala asyrafil anbiyai walmursalin, sayyidina muhammadin waala alih waashabih ajmain. Ammaa ba'du. Sebuah kesyukuran besar bagi kaum muslimin karena telah dianugrahi pedoman / petunjuk ke jalan yang lurus, tuntunan agar mampu menitih jalan yang tepat menuju kebahagiaan abadi di akhirat kelak yakni Al quran dan hadis Nabi Saw yang sebaiknya dipegang teguh agar iman tidak goyang sebelum hari kiamat terjadi. Olehnya itu, patut mengirimkan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad karena telah menyampaikan , menjelaskan, dan membimbing kaum muslimin agar senantiasa konsisten bera...
KONTEN TERBAIK LAINNYA
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN dalam Hadis
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN - Hadis tentang Pahala Berlipat Ganda by : Zaharuddin Assalamu Alaikum Wr. Wb. Kembali lagi berjumpa bersama kami dalam motivasiibadah.com , sebuah kesyukuran karena masih bisa berinteraksi sampai saat sekarang ini, tak lupa kita kirimkan salawat kepada Nabi Muhammad Saw yang telah menunjukkan kita kepada jalan-jalan kebaikan dan menjauhkan kita dari jalan keburukan. Pada beberapa pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai konsistensi dalam beribadah, baik dari segi mengontrol mindset dan niat dalam beribadah, begitupula karena faktor kebiasaan yang bisa membantu seseorang agar tetap semangat dalam melaksanakan kebaikan dan bernilai ibadah kepada Allah Swt . ARTIKEL TERKAIT : Cara Semangat ibadah- Mengontrol Mindset dan Niat positif dan baca Juga Tentang Faktor Kebiasaan dan Ketekunan BAGAIMANAKAH ALLAH MEMBALAS KEBAIKAN ITU ? Semangat dalam melak...
DEFENISI DAN HUKUM MAF'UL BIH
BAB I PENDAHULUAN A . Latar Belakang Bahasa Arab sebagai bahasa al- Qur’an dan hadis yang keduanya sumber ajaran pokok(primer) Islam dan kedua sumber ajaran Islam itu harus diamalkan. Namun demikian, tak dapat kita pungkiri bahwa mempelajari bahkan menguasai bahasa Arab tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi bukan berarti kita tidak mempelajarinya. Karena bahasa Arab mempunyai karakter dan keistimewaan tersendiri yang berbeda, bahkan mungkin tidak dimiliki oleh bahasa-bahasa yang lain. Al-Lughah al-‘Arabiyyah merupakan kata yang menerangkan gaya bahasa arab, sedangkan tentang ‘Ulum al-‘Arabiyyah adalah ilmu yang membahas cara pengucapan dan penulisan yakni Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah seperti ‘ Ilm al-sharf wa al-Nahwu Makalah ini merupakan sebagian dari Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah , ilmu ini mengajarkan agar memudahkan dalam pemakaian gaya bahasa, jelas maknanya, dan mendekatkan pemahaman kita sebagai al-Muta’allimin B . Rumusan Masalah ...
Bunga Imitasi, Cara Percantik Rumah
Bunga Imitasi , Cara Percantik Rumah Life Style dalam motivasi ibadah kali ini memberi apresiasi tertulis bagi jiwa kreatif yang terus produktif. Aktifitasnya mampu memberi solusi dan membantu sebagian kalangan. Bunga, sering dijadikan sebagai hiasan banyak orang karena ia mampu memberi nilai positif tersendiri saat terpajang di suatu tempat. Tentunya, ia akan memiliki harga rupiah ( Indonesia Rupiah ) karena suasana cantik yang dihasilkan saat memajang bunga hias itu. Takkala hebohnya, bila bunga hias ini dilirik oleh orang yang memang memiliki hobby dan kesukaan dalam mendekor, merangkai helai dan daun yang cocok, menata ruang dan tempat yang cocok di hias dengan bunga. Maka ia akan familiar dan terkenal dengan keelokannya karena di tata oleh orang tepat. Sehingga, jangan heran bila ia memiliki harga yang lumayan cantik juga.. Bunga hias , sebagian memilih yang hidup dan sebagian juga memilih yang imitasi (hias tidak hidup). Masing masing memiliki alasan tersendiri dan ...
Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan
LARANGAN MENYIKSA HEWAN TANPA HAK DAN PERINTAH MEMBUNUH HEWAN YANG BERBAHAYA by : Zaharuddin Dalam sebuah hadis dari kitan al-Nasaiy yang berbunyi : ( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas ) Terlihat sangat jelas dalam teks hadis di atas, bilamana seseorang membunuh seekor burung tanpa ada tujuan tertentu untuk dimanfaatkan maka itu merupakan sebuah tidakan yang akan dimintai pertanggung jawabnnya di sisi Allah. Jika melihat teks " Saalallahu " Allah akan memintai pertanggung jawabannya, sebagaimana dalam kitan faidh al-Qadir mengenai hadis ini bahwa kata itu dipahami sebagai sebuah hukuman, siksaan di hari kemudian. Manusia hidup di muka bumi tidak seorang diri melainkan bersama makhluk ciptaan Allah lainnya seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan. Semua mempunyai peran dalam kehidupannya masing-masing. Olehnya itu, semua makhluk dituntut untuk hidup damai dan saling memberi manfaat. Manusia dan hewan bisa mempunyai hubungan erat lay...
DISKURSUS QIRA`AH SAB`AH DALAM KITAB AL-TAYSIR FI AL-QIRA`ATI AL-SAB`I
VIDEO - Penyaluran Zakat Langsung Ke Mustahik YATIM DHUAFA - Sanggar Tamarunang Makassar
VIDEO - Penyaluran Zakat Langsung Ke Mustahik YATIM DHUAFA - Sanggar Tamarunang Makassar Salah satu video saat penyaluran zakat sedekah langsung ke mustahiq YATIM DUAFA di SANGGAR TAMARUNANG Sanggar Tamarunang adalah salah 1 bagian dari Yayasan Yatim Mandiri Makassar yang terdaftar di BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL - BAZNAS.
cara agar semangat beribadah - KEBIASAAN dan KETEKUNAN
FAKTOR KEBIASAAN dan KETEKUNAN by ; Zaharuddin "Tempuhlah wahai anakku, jalan yang ditempuh para tokoh- Beperilakulah dengan kebiasaan termulia" (Balagatul Hukama by. Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A) Assalamu Alaikum Wr. Wb Pertama-tama, tetap bersyukur kepada Allah karena iman dan takwa senantiasa ada dalam hati, serta salawat dan taslim kepaada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW sebagai tauladan kita. Pembahasan sebelumnya tentang 'taubat dan konsisten' dan saya mengatakan bahwa sangat berkaitan dengan pembahasan selanjutnya. Nah, inilah yang kita bahas pada pertemuan kali ini yakni KEBIASAAN dan KETEKUNAN. Pernahkah anda mendengar pepatah 'ala bisa karena biasa'? Suatu kegiatan akan mudah terlaksana dan diselesaikan, karena proses kerjanya sudah biasa dilakukan sebelumnya. Seperti halnya pelajaran matematika, fisika, kimia, serta pelajaran lainnya yang membutu...
LAMBAT MANDI JUNUB SAAT PUASA RAMADHAN
Assalamu Alaikum Wr Wb. Pertama yang ingin di sampaikan terkait tema kali ini adalah batalnya puasa. Salah satu hal yang dapat membatalkan puasa adalah makan dan minum. Selain daripada itu ialah bersenggama atau berhubungan badan/bercampur dengan istri di saat sesahg berpuasa dari terbit matahari/imsak hingga terbenam matahari/buka puasa. Pada dasar hukumnya, Dalam al-Qur'an, Allah mengijinkan berhubungan badan bersama istri pada malam hari sebelum imsak. Karena apabila telah melewati waktu imsak melakukan hubungan badan maka secara otomatis puasa jadi batal. Jadi, silahkan, bagi yang tidak bisa menahan nafsu di malam hari, maka datanglah kepada istri. Yang jelasnya, bukan pada istri orang lain, maka itu lebih parah lagi. Selanjutnya adalah ada banyak kebiasaan suami istri pada saat setelah berhubungan badan, mereka tidak langsung mandi junub, pasalnya adalah masih tengah malam, masih dingin, dan faktor kesehatan juga berbahaya. Jadi, banyak yang menunda mandi junubnya hingga sub...
Cara Taubat Nasuha
TAUBAT dan KONSISTEN Oleh ; Zaharuddin at 13 April 2020 Assalamu Alaikum wr. wb Rasa Syukur ini tak lupa kita panjatkan kehadirat Allah atas segala nikmat-Nya kepada kita semua serta marilah kita bersalawat kepada Rasulullah Muhammad Saw sebagai Suri tauladan kepada seluruh umat manusia. Kembali lagi berjumpa pada kesempatan yang penuh mubarakah ini, pada pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai pentingnya mengontrol niat dan pola pikir agar bisa menjalankan ibadah yang lebih giat lagi. Perlu kita ketahui juga bahwa dalam pembahasan sebelumnya, secara tidak langsung telah terdapat keterkaitan dengan apa yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini. Pada pertemuan sebelumnya, mengontrol pola pikir yang harus dilakukan setiap saat karena ada niat ingin berubah, niat ingin berubah menjadi lebih baik inilah yang akan kita bicarakan kali ini. Poin Kedua ; Taubat dan Konsisten (Po...
6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah
CERAMAH RAMADHAN 2025 6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah by : Zaharuddin Pemimpin yang memerintahkan kepada yang keji dan mungkar maka tidak perlu di patuhi Assalamu Alaikum warahmatullah wabaraktuh Alhamdulillah rabbil alamin, nahmaduhu wanastainuhi wanastagfiruh wanaudzubillah min syururi ampusina wasayyiati a'malina, man yahdillah falamudillalah waman yudlil fala hadiyalah. Wassalatu wassalamu ala asyrafil anbiyai walmursalin, sayyidina muhammadin waala alih waashabih ajmain. Ammaa ba'du. Sebuah kesyukuran besar bagi kaum muslimin karena telah dianugrahi pedoman / petunjuk ke jalan yang lurus, tuntunan agar mampu menitih jalan yang tepat menuju kebahagiaan abadi di akhirat kelak yakni Al quran dan hadis Nabi Saw yang sebaiknya dipegang teguh agar iman tidak goyang sebelum hari kiamat terjadi. Olehnya itu, patut mengirimkan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad karena telah menyampaikan , menjelaskan, dan membimbing kaum muslimin agar senantiasa konsisten bera...
20 ARTIKEL PILIHAN UNTUK ANDA
- PERBEDAAN Kebaikan dan Keburukan Dalam Hadis
- Peduli Sosial Menurut Hadis - Balasan Saling Membantu
- Penyebab Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan
- NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN berdasarkan Hadis
- Saat Jibril Berwujud Manusia - Ajarkan Islam Iman dan Ihsan
- Cara Agar Amalan Disukai Allah - KECIL TAPI DAHSYAT,
- IMAN BERKURANG KARENA MAKSIAT
- HAL YANG JARANG DIKETAHUI TENTANG ORANG TUA
- CONTOH MUKJIZAT AL-QUR'AN
- CARA MEMAHAMI MAKNA AYAT
- Janji Allah dan Janji Manusia
- PENGANTAR CARA MEMAHAMI HADIS
- Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan
- MEMAHAMI AYAT DENGAN AYAT - TAFSIR BIL MA'TSUR
- UKHUWAH ISLAMIYAH MASA CORONA
- SILATURRAHIM BUKAN SEKEDAR PERINTAH
- CARA MENYAMBUNG SILATURRAHIM
- HADIS TENTANG KESEHATAN DAN WAKTU LUANG
- FAEDAH BACA AL-QUR'AN DAN TERJEMAHNYA
- BERLOMBA KEBAIKAN DALAM RAMADHAN



Comments
Post a Comment