Pemahaman Umum Tentang Hadis

PEMAHAMAN UMUM TENTANG HADIS
by : Zaharuddin

Assalamu Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Hadis merupakan sumber kedua dalam syariat Islam setelah Al-Qur'an. Olehnya itu, sangat penting dalam memiliki kepedulian terhadap hadis. Jika ada masalah dalam hadis, tentunya memberi pengaruh yang besar terhadap ajaran Islam karena hadis adalah pondasi atau sumber ajaran Islam.

Ada beberapa hal yang terkait tentang hadis yang perlu dipahami untuk menghindari kesalapahaman terhadap hadis. Salah satunya adalah pengertian atau hakikat serta pembagian dari hadis itu sendiri.

PENGERTIAN UMUM

M. Syuhudi Ismail memberikan penjelasan terkait kaidah kebahasaan tentang hadis seperti al-jadid (yang baru), al-qarib (yang dekat), serta al-habar (berita atau kabar).

Ada beberapa ayat di dalam al-Qur'an yang menyebutkan tentang hadis seperti al-kahfi : 6, al-thuur : 34, dan al-dhuha :  11. Salah satunya sebagai berikut:

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

Terkait dengan makna peristilahan, ulama sudah memberikan defenisi berbeda-beda. Ajjaj al-Khatib mendefenisikan bahwa hadis adalah apa yang disandarkan kepada Nab Saw baik berupa perkataan, tingkah laku perbuatan, penetapan, sifat, dan sirah sebelum atau sesudah kenabian. Pengertian ini juga dikemukakan oleh ulama dan ahli hadis lainnya. Sementara ulama ushul fiqhi yang hanya memahami bahwa pengertian ini hanya berlaku setelah kenabian saja. Ditambahkan oleh Syuhudi Ismail bahwa ulama ushul menyebut hanya bersangkut dengan hukum.

Bertolak dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa segala yang berasal dari Nabi Saw dapat berupa biografi, akitifitas, akhlak, percakapan, pengakuan terhadap suatu hal, penetapan atau ketentuan dari Nabi Saw, apakah itu berhubungan dengan hukum atau pun tidak maka tetap dikategorikan sebuah hadis. Walaupun dari sisi ulama fiqih yang memandang Nabi sebagai pengambil kebijakan terhadap Undang-undang sehingga hadis itu terbatas kepada hal yang sangkut pautnya dengan hukum.

Selain itu, dapat juga diurai dengan gambaran seperti; sifat Nabi yang di ceritakan oleh sahabat, akhlak dan perbuatan beliau yang di terangkan dalam ucapan sahabat, dapat juga berupa perbuatan dan ucapan sahabat sendiri yang mendapat apresiasi khusus dari Nabi dengan memberikan pendapat dan pengakuan terhadap perbuatan dan ucapan sahabat tersebut (taqrir), terkait dengan ucapan Nabi dapat berasal dari diri beliau sendiri dapat juga berasal dari Allah yang bukan merupakan ayat al-Qur'an (Qudsiy), dan bisa juga berupa surat Nabi yang dikirim kepada sahabat yang bertugas di luar  daerah yang berjauhan dengan lokasi Nabi. Hal ini dapat dilihat dalam pengantar ilmu hadis oleh Syuhudi Ismail.

ISTILAH LAIN TERKAIT HADIS

Terdapat kata Khabar yang bermakna berita juga. Sehingga ada yang mengatakan bahwa khabar ini juga adalah sama dengan hadis seperti juga dengan makna istilah hadis sebagaimana paragrap di atas. Walaupun ada ulama yang membatasi bahwa khabar itu bila berasal dari sahabat atau tabi'in. Bahkan ada yang memandang secara bahasa saja sehingga dikatakan bahwa khabar itu bermakna lebih umum daripada hadis.

Terdapat juga istilah Atsar yang dipahami secara bahasa sebagai "sisa", sedangkan makna terminologinya dipahami sebagai istilah yang berbeda dengan hadis yang merupakan sumbernya dari Nabi, sementara atsar itu bersumber dari sahabat dan tabi'in.

Al-Sunnah, Syuhudi Ismail mnegtakan bahwa sunnah itu adalah sinonim dari kata hadis sehingga memiliki defenisi yang sama baik dari pihak ahli hadis maupun ahli ushul. Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa itu adalah tradisi yang berulang kali dikerjakan masyarakat baik terkait ibadah maupun tidak. Sehingga Hasbi Ash-Shiddiqiy memahami bahwa sunnah merupakan suatu amalan yang dilakukan Nabi secara terus menerus dan dipraktekkan kepada kita dari zaman ke zaman secara mutawatir. Maka amalan sunnah itu dikerjakan Nabi bersama sahabat sahabat bersama tabi'in, tabi'in bersama tabi' tabi'in, dan dilaksanakan hingga ke zaman berikutnya. Sebagaimana semua generasi dapat mengamalkan sunnah dalam hadis berikut :

( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

Sepertinya dari hadis di ataslah Mustafa Abu as-Sibaiy memahami Sunnah dalam pengertian bahasa bahwa Sebuah jalan yang ditempuh, baik jalan yang terpuji ataupun tercela.

Hadis Qudsiy, juga merupakan hadis tapi di nisbatkan kepada Allah kemudian disampaikan oleh Nabi. Berbeda dengan hadis sebagaimana di atas yang dinisbatikan kepada Nabi kemudian disampaikan oleh Nabi yang saat ini di kenal dengan hadis Nabawiy.

UNSUR POKOK atau KOMPONEN DALAM HADIS


( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas )

Satu Contoh hadis yang bisa dijadikan patokan dalam pembahasan komponen hadis, penjelasannya sebagaimana berikut :

1. Sumber Hadis dalam hal ini Rasulullah sebagaimana dalam kotak merah pada gambar di atas.

2. Rawi Hadis

        Dia  adalah orang yang menyampaikan hadis baik dari bentuk tulisan dalam kitabnya yang ia terima dari gurunya ataupun dalam bentuk ucapan dari hadis yang telah ia hafalkan dengan baik dari gurunya. Bercerita dari gurunya berarti urutan ini berasal dari yang tertinggi sampai kepada orang terakhir yang menerima hadis itu. Dapat dilihat pada kolom cokelat pada gambar di atas mulai dari Jarir menerima dari Nabi dan berentetan informasinya sampai kepada al-Darimiy sebagaimana kotak biru. Kotak biru pertama "telah mengkhabarkan kepada kami" dalam hal ini al-Darimiy yang menerima dari al-Walid. al-Darimiy adalah perawi terakhir dari hadis ini dan dikatakan sebagai "Mukharrij al-Hadis" yang telah menukil dan membukukannya dalam kitabnya.

3. Sanad Hadis

         Kebalikan dari Rawi hadis, sanad berarti jalan yang menyampaikan pada matan hadis sebagaimana menurut Syuhudi Ismail. Maka sanad dapat dilihat dari rawi terakhir hingga Jarir (Kebalikan dari rawi menurut beberapa ahli hadis ). Tapi jika merujuk ke buku pengantar ilmu hadis oleh Syuhudi Ismail maka sanad pertama adalah al-Walid, bukan al-Darimiy serta Jaril adalah Sanad terakhir atau perawi pertama dalam hadis di atas.

4. Matan Hadis

         Secara bahasa maka matan berarti punggung jalan. Sementara Istilah ialah isi materi atau berita dalam hal ini sabda Nabi, ucapan Nabi, perbuatan, Taqrir pengakuan dan penetapan Nabi yang terletak setelah sanad terakhir. lihat kolom hitam pada gambar di atas.

Saya kira cukup sekian dulu, pemahaman paling umum dalam mengenal hadis. Jika ada kesempatan lagi, akan dicoba masuk dalam pembahasan mengenai disiplin Ilmu yang membahas tentang hadis

Sekian
Wassalam.

Comments

Popular posts from this blog

Corona Covid 19 Ajang Renungan Introspeksi Giat beribadah

DETIK TERAKHIR RAMADHAN - Sudahkah Anda ?

Cara Mengontrol Niat Positif dan Mindset sebagai Motivasi Ibadah

COVID 19 DAN TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER

Puasa Syawal Berurutan atau Tidak ?

Ketika Allah Jatuh Cinta - Zuhud

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Power of Word - RAHASIA DIBALIK UCAPAN

HADIS TENTANG KESEHATAN DAN WAKTU LUANG

Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan