- Get link
- X
- Other Apps
ARTIKEL UNGGULAN
Posted by
KELUARGA MANDIRI
on
- Get link
- X
- Other Apps
PEMBANGUNAN MESJID DALAM KACAMATA KOSMOLOGI, METAFISIK, dan PENDEKATAN SOSIAL
PEMBANGUNAN MESJID DALAM KACAMATA KOSMOLOGI, METAFISIK, dan PENDEKATAN SOSIAL
Ulama klasik Imam Badruddin al-Zarkasyi dalam kitab I’lam al-Sajid menafsirkan pembangunan masjid sebagai manifestasi kosmologis dan rekayasa sosial-spiritual, bukan sekadar ruang sujud fisik.
Pendekatan Fiqh al-Arba'ah beliau menekankan pentingnya Al-Binâ’ al-Ghaibî (pembangunan metafisik/niat) dan penyucian dana, serta menegaskan larangan membangun masjid megah jika mengabaikan kemaslahatan ekonomi tetangga sekitar.
Daftar isi:
.
Arsitektur Ruhani: Penafsiran Kosmologis dan Sosial Imam Badruddin al-Zarkasyi tentang Pembangunan Masjid
Pembangunan masjid dalam era modern sering kali terjebak pada pemaknaan yang reduktif: sebuah proyek fisik, perlombaan estetika kubah, atau simbol prestise kelompok. Narasi yang beredar di berbagai artikel digital umumnya hanya mengulang teks-teks fikih standar mengenai hukum makruhnya menghias masjid (tazyin al-masajid) secara berlebihan atau keutamaan membangun tempat sujud demi meraih rumah di surga.
Namun, jika kita menyelami literatur klasik yang jarang tersentuh digitalisasi populer—salah satunya kitab I’lam al-Sajid bi Ahkam al-Masajid karya Imam Badruddin al-Zarkasyi (745–794 H)—pembangunan masjid dipandang melalui kacamata yang jauh lebih radikal. Al-Zarkasyi tidak melihat batu bata dan semen; beliau melihat sebuah "rekayasa kosmologis" dan "intervensi sosial-spiritual" yang menembus batas-batas material.
Struktur Metafisik
1. Al-Binâ’ al-Ghaibî: Struktur Metafisik Sebelum Pondasi Fisik
Dalam naskah-naskah klasik yang belum terjamah ringkasan artikel internet, Al-Zarkasyi memperkenalkan konsep yang bisa kita sebut sebagai Al-Binâ’ al-Ghaibî (pembangunan gaib/metafisik). Beliau menegaskan bahwa struktur sebuah masjid sejati sudah harus berdiri di alam malakut sebelum batu pertama diletakkan di bumi.
Pondasi metafisik ini dibangun di atas tiga pilar utama:
Penyucian Ruang dari Hak Adami: Tanah yang akan dibangun masjid tidak boleh hanya sah secara hukum fikih (legal-formal), tetapi harus bersih dari "jejak emosional" yang negatif. Jika tanah tersebut didapat dari waris yang belum sepenuhnya diikhlaskan oleh salah satu ahli waris—meski secara pengadilan sudah diputus—Al-Zarkasyi menilai getaran spiritual masjid tersebut telah cacat.
Penyucian Dana dari Syubhat Mikro: Artikel online sering membahas larangan dana korupsi untuk masjid. Namun, ulama klasik melangkah lebih jauh: mereka meneliti syubhat mikro, seperti uang yang dihasilkan dari transaksi yang mengeksploitasi keputusasaan orang lain (misalnya membeli barang di bawah harga pasar karena penjualnya sedang butuh uang darurat). Dana seperti ini dianggap membawa "energi kegelapan" yang akan menghalangi turunnya kekhusyukan (sakinah) di dalam masjid.
Penyelarasan Niat Kolektif: Masjid tidak boleh dibangun oleh satu ego tokoh atau satu faksi politik. Jika sebuah masjid dibangun dengan motif laten untuk menyaingi komunitas lain (masjid dhirar dalam dimensi modern), maka secara kosmologis bangunan itu dianggap runtuh sebelum berdiri.
Struktur kosmologi
2. Teori Struktur Kosmos: Masjid sebagai "Anatomi Makrokosmos"
Salah satu penafsiran paling mendalam dan orisinal dari tradisi klasik yang jarang ditulis di media digital adalah analogi antara tubuh manusia, alam semesta, dan arsitektur masjid. Al-Zarkasyi dan beberapa ulama sufi-fikih memandang bahwa geometri masjid mencerminkan hierarki langit.
Pondasi dan Lantai: Melambangkan bumi (al-ardh), tempat manusia bersujud dan menyadari asal-usul penciptaannya yang rendah dari tanah.
Tiang-Tiang Penyangga: Melambangkan para nabi, ulama, dan pilar-pilar keadilan yang menjaga agar langit moralitas umat tidak runtuh menimpa bumi.
Kubah dan Atas Masjid: Melambangkan langit (al-sama’) dan Arsy Allah. Keberadaan kubah yang melengkung tanpa sudut tajam diartikan sebagai simbol ketakterbatasan (infinitas) dan kelembutan rahmat Allah yang menaungi seluruh makhluk tanpa sekat-sekat sektarian.
Oleh karena itu, pembangunan fisik masjid wajib memperhatikan keharmonisan alam. Merusak ekosistem sekitar—seperti menggusur daerah resapan air, menebang pohon-pohon rindang pelindung kota, atau memutus jalur angin warga demi megahnya bangunan masjid—adalah sebuah pelanggaran kosmis. Menurut cara pandang ini, kita tidak bisa membangun rumah Allah dengan cara merusak alam yang juga merupakan tasbih hidup bagi-Nya.
Pendekatan Sosial
3. Fikih Tetangga: Larangan Menghias Masjid di Atas Kemiskinan Publik
Artikel-artikel di internet biasanya hanya mengutip hadis pelarangan menghias masjid secara normatif. Namun, tafsir sosial ulama klasik terhadap teks tersebut sangat menohok realitas hari ini. Al-Zarkasyi menekankan aspek relasional-sosial yang sangat ketat terkait anggaran pembangunan.
Beliau merumuskan sebuah parameter moral: "Sangat tercela (bahkan bisa mencapai derajat haram) memperindah eksterior masjid menggunakan ornamen mewah, sementara di radius suara azan masjid tersebut masih terdapat janda yang kelaparan, anak yatim yang putus sekolah, atau tetangga yang rumahnya bocor."
Dalam pandangan klasik ini, esensi masjid adalah jemaahnya, bukan dindingnya. Dinding masjid hanyalah pelindung dari panas dan hujan. Ketika pengurus masjid menghabiskan ratusan juta untuk kaligrafi berlapis emas atau karpet impor dari Turki, sementara masyarakat di sekelilingnya terjerat utang rentenir, maka bangunan fisik masjid tersebut justru menjadi "monumen kemunafikan sosial." Masjid seperti ini telah kehilangan fungsi utamanya sebagai institusi jaring pengaman sosial (social safety net).
4. Transformasi Ruang: Membawa "Pasar" ke dalam "Masjid" (Secara Konseptual)
Dalam sejarah klasik, pembangunan masjid tidak pernah dipisahkan dari pembangunan pusat ekonomi (suq). Narasi internet masa kini sering kali memisahkan secara ekstrem antara wilayah sakral (masjid) dan wilayah profan (pasar). Ulama klasik justru melihat keduanya harus terintegrasi secara spiritual.
Saat membangun masjid, tata letak geografisnya harus dirancang agar aktivitas ekonomi masyarakat berputar mengelilingi rumah ibadah. Tujuannya bukan untuk mengomersialkan masjid, melainkan untuk "mensakralkan pasar." Dengan mendekatkan pasar ke masjid:
Para pedagang dapat dengan mudah menutup toko begitu mendengar azan.
Nilai-nilai kejujuran, keadilan timbangan, dan larangan riba yang diajarkan di dalam masjid bisa langsung dipraktikkan beberapa meter di luar pintunya.
Artinya, pembangunan masjid yang sukses dalam kacamata klasik tidak diukur dari berapa ribu jemaah yang hadir saat salat Jumat, melainkan seberapa jujur transaksi perdagangan yang terjadi di sekitar radius masjid tersebut pada hari Senin hingga Kamis.
Kesimpulan
Kesimpulan: Mengembalikan Jiwa Masjid
Penafsiran ulama klasik seperti Imam Badruddin al-Zarkasyi memberikan kita kacamata baru yang jernih dan tajam. Pembangunan masjid bukanlah proyek arsitektur sipil semata, melainkan sebuah manifestasi dari kesadaran teologis, ekologis, dan kemanusiaan yang mendalam.
Masjid sejati dibangun dengan semen keikhlasan, batu bata keadilan sosial, dan atap kepedulian terhadap sesama. Tanpa pemaknaan spiritual dan sosial yang radikal ini, bangunan masjid megah abad ke-21 hanya akan menjadi menara gading yang indah di media sosial, namun hampa dari ruh petunjuk dan keberkahan di dunia nyata
- Get link
- X
- Other Apps
Popular Posts
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN dalam Hadis
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN - Hadis tentang Pahala Berlipat Ganda by : Zaharuddin Assalamu Alaikum Wr. Wb. Kembali lagi berjumpa bersama kami dalam motivasiibadah.com , sebuah kesyukuran karena masih bisa berinteraksi sampai saat sekarang ini, tak lupa kita kirimkan salawat kepada Nabi Muhammad Saw yang telah menunjukkan kita kepada jalan-jalan kebaikan dan menjauhkan kita dari jalan keburukan. Pada beberapa pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai konsistensi dalam beribadah, baik dari segi mengontrol mindset dan niat dalam beribadah, begitupula karena faktor kebiasaan yang bisa membantu seseorang agar tetap semangat dalam melaksanakan kebaikan dan bernilai ibadah kepada Allah Swt . ARTIKEL TERKAIT : Cara Semangat ibadah- Mengontrol Mindset dan Niat positif dan baca Juga Tentang Faktor Kebiasaan dan Ketekunan BAGAIMANAKAH ALLAH MEMBALAS KEBAIKAN ITU ? Semangat dalam melak...
DEFENISI DAN HUKUM MAF'UL BIH
BAB I PENDAHULUAN A . Latar Belakang Bahasa Arab sebagai bahasa al- Qur’an dan hadis yang keduanya sumber ajaran pokok(primer) Islam dan kedua sumber ajaran Islam itu harus diamalkan. Namun demikian, tak dapat kita pungkiri bahwa mempelajari bahkan menguasai bahasa Arab tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi bukan berarti kita tidak mempelajarinya. Karena bahasa Arab mempunyai karakter dan keistimewaan tersendiri yang berbeda, bahkan mungkin tidak dimiliki oleh bahasa-bahasa yang lain. Al-Lughah al-‘Arabiyyah merupakan kata yang menerangkan gaya bahasa arab, sedangkan tentang ‘Ulum al-‘Arabiyyah adalah ilmu yang membahas cara pengucapan dan penulisan yakni Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah seperti ‘ Ilm al-sharf wa al-Nahwu Makalah ini merupakan sebagian dari Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah , ilmu ini mengajarkan agar memudahkan dalam pemakaian gaya bahasa, jelas maknanya, dan mendekatkan pemahaman kita sebagai al-Muta’allimin B . Rumusan Masalah ...
Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan
LARANGAN MENYIKSA HEWAN TANPA HAK DAN PERINTAH MEMBUNUH HEWAN YANG BERBAHAYA by : Zaharuddin Dalam sebuah hadis dari kitan al-Nasaiy yang berbunyi : ( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas ) Terlihat sangat jelas dalam teks hadis di atas, bilamana seseorang membunuh seekor burung tanpa ada tujuan tertentu untuk dimanfaatkan maka itu merupakan sebuah tidakan yang akan dimintai pertanggung jawabnnya di sisi Allah. Jika melihat teks " Saalallahu " Allah akan memintai pertanggung jawabannya, sebagaimana dalam kitan faidh al-Qadir mengenai hadis ini bahwa kata itu dipahami sebagai sebuah hukuman, siksaan di hari kemudian. Manusia hidup di muka bumi tidak seorang diri melainkan bersama makhluk ciptaan Allah lainnya seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan. Semua mempunyai peran dalam kehidupannya masing-masing. Olehnya itu, semua makhluk dituntut untuk hidup damai dan saling memberi manfaat. Manusia dan hewan bisa mempunyai hubungan erat lay...
Bunga Imitasi, Cara Percantik Rumah
Bunga Imitasi , Cara Percantik Rumah Life Style dalam motivasi ibadah kali ini memberi apresiasi tertulis bagi jiwa kreatif yang terus produktif. Aktifitasnya mampu memberi solusi dan membantu sebagian kalangan. Bunga, sering dijadikan sebagai hiasan banyak orang karena ia mampu memberi nilai positif tersendiri saat terpajang di suatu tempat. Tentunya, ia akan memiliki harga rupiah ( Indonesia Rupiah ) karena suasana cantik yang dihasilkan saat memajang bunga hias itu. Takkala hebohnya, bila bunga hias ini dilirik oleh orang yang memang memiliki hobby dan kesukaan dalam mendekor, merangkai helai dan daun yang cocok, menata ruang dan tempat yang cocok di hias dengan bunga. Maka ia akan familiar dan terkenal dengan keelokannya karena di tata oleh orang tepat. Sehingga, jangan heran bila ia memiliki harga yang lumayan cantik juga.. Bunga hias , sebagian memilih yang hidup dan sebagian juga memilih yang imitasi (hias tidak hidup). Masing masing memiliki alasan tersendiri dan ...
Cara Taubat Nasuha
TAUBAT dan KONSISTEN Oleh ; Zaharuddin at 13 April 2020 Assalamu Alaikum wr. wb Rasa Syukur ini tak lupa kita panjatkan kehadirat Allah atas segala nikmat-Nya kepada kita semua serta marilah kita bersalawat kepada Rasulullah Muhammad Saw sebagai Suri tauladan kepada seluruh umat manusia. Kembali lagi berjumpa pada kesempatan yang penuh mubarakah ini, pada pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai pentingnya mengontrol niat dan pola pikir agar bisa menjalankan ibadah yang lebih giat lagi. Perlu kita ketahui juga bahwa dalam pembahasan sebelumnya, secara tidak langsung telah terdapat keterkaitan dengan apa yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini. Pada pertemuan sebelumnya, mengontrol pola pikir yang harus dilakukan setiap saat karena ada niat ingin berubah, niat ingin berubah menjadi lebih baik inilah yang akan kita bicarakan kali ini. Poin Kedua ; Taubat dan Konsisten (Po...
DISKURSUS QIRA`AH SAB`AH DALAM KITAB AL-TAYSIR FI AL-QIRA`ATI AL-SAB`I
Selain MAKANAN BERGIZI, Apa Lagi yang Lebih Penting ?
VIRAL ! MAKANAN BERGIZI ? Selain Makanan bergizi, kira-kira apalagi yang paling penting untuk dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari ? Viralnya makanan bergizi gratis dari program pemerintah pusat ke seluruh wilayah Republik Indonesia menjadi sorotan utama publik saat ini, baik di media sosial jaringan internet begitu juga di pembicaraan langsung dari mulut ke mulut warga. meski hingga saat ini, masih ada beberapa sekolah yang belum menerima MAKANAN BERGIZI GRATIS tersebut tetapi mereka tetap penasaran menanti kedatangan makanan bergizi gratis tersebut. Program Makanan Bergizi ini, pada awalnya mendapat cemoohan publik karena beberapa kasus di beritakan bahwa ada yang tidak beres pada makanan yang disediakan sehingga sempat dilaporkan berdampak buruk bagi kesehatan anak yang mengkomsumsinya. pada akhirnya di beritakan bahwa orang yang memakannya menjadi jatuh sakit sehingga dikatakan keracunan makanan dari makanan yang disalurkan dari MBG . Meski demikian, MBG tetap berjal...
CARA SEDERHANA MENGUKUR TAQWA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Daftar isi: GAMBARAN TAQWA Cara Sederhana mengukur atau mengetahui TAQWA MENGUKUR TAQWA HASIL dan NILAI TAQWA . Motivasiibadah.com - Taqwa bagi seorang muslim merupakan puncak meraih kemuliaan di hadapan Allah SWT . Dalam Ramadhan dikatakan sebagai madrasah ibadah , sekolah pelatihan penghambaan kepada Allah dari seluruh aspek ketaatan dalam beribadah kepada Allah. Satu hal yang menjadi peringkat tertinggi pencapaian hamba Allah adalah TAQWA. CARA SEDERHANA MENGUKUR TAQWA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Apakah Pasca Ramadhan, seseorang sudah mampu meraih peringkat TAQWA sebagaimana yang nasehat dari Alquran ? GAMBARAN TAQWA GAMBARAN TAQWA Secara sepintas, seseorang bisa saja mengklaim dirinya sudah bertaqwa kepada Allah, namun apakah semudah itu di katakan sudah bertaqwa ? Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak momen yang bisa diperhatikan saat sedang beraktifitas. Baik dalam hal ibadah wajib, sunat, pekerjaan, rutinitas lainnya seperti urusa...
MEMAHAMI AYAT DENGAN AYAT - TAFSIR BIL MA'TSUR
MEMAHAMI AYAT DENGAN AYAT - TAFSIR BIL MA'TSUR by : Zaharuddin Assalamu Alaikum Wr. Wb. Perkenankan, pembahasan singkat dalam memahami ayat al-Qur'an dengan menggunakan ayat lain yang bisa dikenal dalam istilah metode tafsir bi al-ma'tsur . cara ini sudah diterapkan oleh para ulama kita khususnya yang bergelut dalam dunia tafsir al-Qur'an. Cara ini dilakukan oleh mereka karena pada umumnya, jika kita memperhatikan ayat al-Qur'an dan juga disertai dengan artinya bahwa terlihat di banyak ayat yang menjelaskan sendiri makna suatu ayat. Kita akan mengupas sedikit mengenai tafsir, bahwa secara bahasa Arab " fassara " artinya menjelaskan atau menerangkan sehingga bentuk isimnya "tafsir" berarti penjelasan atau keterangan. penjelasan ini bisa dilihat dalam buku studi ilmu al-Qur'an oleh Muhammad Ali. begitupula tafsir dalam istilah adalah suatu ilmu dalam menerangkan, menjelaskan dan memahami ayat al-Qur'an yang diturunkan kep...
cara agar semangat beribadah - KEBIASAAN dan KETEKUNAN
FAKTOR KEBIASAAN dan KETEKUNAN by ; Zaharuddin "Tempuhlah wahai anakku, jalan yang ditempuh para tokoh- Beperilakulah dengan kebiasaan termulia" (Balagatul Hukama by. Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A) Assalamu Alaikum Wr. Wb Pertama-tama, tetap bersyukur kepada Allah karena iman dan takwa senantiasa ada dalam hati, serta salawat dan taslim kepaada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW sebagai tauladan kita. Pembahasan sebelumnya tentang 'taubat dan konsisten' dan saya mengatakan bahwa sangat berkaitan dengan pembahasan selanjutnya. Nah, inilah yang kita bahas pada pertemuan kali ini yakni KEBIASAAN dan KETEKUNAN. Pernahkah anda mendengar pepatah 'ala bisa karena biasa'? Suatu kegiatan akan mudah terlaksana dan diselesaikan, karena proses kerjanya sudah biasa dilakukan sebelumnya. Seperti halnya pelajaran matematika, fisika, kimia, serta pelajaran lainnya yang membutu...
KONTEN TERBAIK LAINNYA
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN dalam Hadis
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN - Hadis tentang Pahala Berlipat Ganda by : Zaharuddin Assalamu Alaikum Wr. Wb. Kembali lagi berjumpa bersama kami dalam motivasiibadah.com , sebuah kesyukuran karena masih bisa berinteraksi sampai saat sekarang ini, tak lupa kita kirimkan salawat kepada Nabi Muhammad Saw yang telah menunjukkan kita kepada jalan-jalan kebaikan dan menjauhkan kita dari jalan keburukan. Pada beberapa pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai konsistensi dalam beribadah, baik dari segi mengontrol mindset dan niat dalam beribadah, begitupula karena faktor kebiasaan yang bisa membantu seseorang agar tetap semangat dalam melaksanakan kebaikan dan bernilai ibadah kepada Allah Swt . ARTIKEL TERKAIT : Cara Semangat ibadah- Mengontrol Mindset dan Niat positif dan baca Juga Tentang Faktor Kebiasaan dan Ketekunan BAGAIMANAKAH ALLAH MEMBALAS KEBAIKAN ITU ? Semangat dalam melak...
DEFENISI DAN HUKUM MAF'UL BIH
BAB I PENDAHULUAN A . Latar Belakang Bahasa Arab sebagai bahasa al- Qur’an dan hadis yang keduanya sumber ajaran pokok(primer) Islam dan kedua sumber ajaran Islam itu harus diamalkan. Namun demikian, tak dapat kita pungkiri bahwa mempelajari bahkan menguasai bahasa Arab tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi bukan berarti kita tidak mempelajarinya. Karena bahasa Arab mempunyai karakter dan keistimewaan tersendiri yang berbeda, bahkan mungkin tidak dimiliki oleh bahasa-bahasa yang lain. Al-Lughah al-‘Arabiyyah merupakan kata yang menerangkan gaya bahasa arab, sedangkan tentang ‘Ulum al-‘Arabiyyah adalah ilmu yang membahas cara pengucapan dan penulisan yakni Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah seperti ‘ Ilm al-sharf wa al-Nahwu Makalah ini merupakan sebagian dari Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah , ilmu ini mengajarkan agar memudahkan dalam pemakaian gaya bahasa, jelas maknanya, dan mendekatkan pemahaman kita sebagai al-Muta’allimin B . Rumusan Masalah ...
Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan
LARANGAN MENYIKSA HEWAN TANPA HAK DAN PERINTAH MEMBUNUH HEWAN YANG BERBAHAYA by : Zaharuddin Dalam sebuah hadis dari kitan al-Nasaiy yang berbunyi : ( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas ) Terlihat sangat jelas dalam teks hadis di atas, bilamana seseorang membunuh seekor burung tanpa ada tujuan tertentu untuk dimanfaatkan maka itu merupakan sebuah tidakan yang akan dimintai pertanggung jawabnnya di sisi Allah. Jika melihat teks " Saalallahu " Allah akan memintai pertanggung jawabannya, sebagaimana dalam kitan faidh al-Qadir mengenai hadis ini bahwa kata itu dipahami sebagai sebuah hukuman, siksaan di hari kemudian. Manusia hidup di muka bumi tidak seorang diri melainkan bersama makhluk ciptaan Allah lainnya seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan. Semua mempunyai peran dalam kehidupannya masing-masing. Olehnya itu, semua makhluk dituntut untuk hidup damai dan saling memberi manfaat. Manusia dan hewan bisa mempunyai hubungan erat lay...
Bunga Imitasi, Cara Percantik Rumah
Bunga Imitasi , Cara Percantik Rumah Life Style dalam motivasi ibadah kali ini memberi apresiasi tertulis bagi jiwa kreatif yang terus produktif. Aktifitasnya mampu memberi solusi dan membantu sebagian kalangan. Bunga, sering dijadikan sebagai hiasan banyak orang karena ia mampu memberi nilai positif tersendiri saat terpajang di suatu tempat. Tentunya, ia akan memiliki harga rupiah ( Indonesia Rupiah ) karena suasana cantik yang dihasilkan saat memajang bunga hias itu. Takkala hebohnya, bila bunga hias ini dilirik oleh orang yang memang memiliki hobby dan kesukaan dalam mendekor, merangkai helai dan daun yang cocok, menata ruang dan tempat yang cocok di hias dengan bunga. Maka ia akan familiar dan terkenal dengan keelokannya karena di tata oleh orang tepat. Sehingga, jangan heran bila ia memiliki harga yang lumayan cantik juga.. Bunga hias , sebagian memilih yang hidup dan sebagian juga memilih yang imitasi (hias tidak hidup). Masing masing memiliki alasan tersendiri dan ...
Cara Taubat Nasuha
TAUBAT dan KONSISTEN Oleh ; Zaharuddin at 13 April 2020 Assalamu Alaikum wr. wb Rasa Syukur ini tak lupa kita panjatkan kehadirat Allah atas segala nikmat-Nya kepada kita semua serta marilah kita bersalawat kepada Rasulullah Muhammad Saw sebagai Suri tauladan kepada seluruh umat manusia. Kembali lagi berjumpa pada kesempatan yang penuh mubarakah ini, pada pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai pentingnya mengontrol niat dan pola pikir agar bisa menjalankan ibadah yang lebih giat lagi. Perlu kita ketahui juga bahwa dalam pembahasan sebelumnya, secara tidak langsung telah terdapat keterkaitan dengan apa yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini. Pada pertemuan sebelumnya, mengontrol pola pikir yang harus dilakukan setiap saat karena ada niat ingin berubah, niat ingin berubah menjadi lebih baik inilah yang akan kita bicarakan kali ini. Poin Kedua ; Taubat dan Konsisten (Po...
DISKURSUS QIRA`AH SAB`AH DALAM KITAB AL-TAYSIR FI AL-QIRA`ATI AL-SAB`I
Selain MAKANAN BERGIZI, Apa Lagi yang Lebih Penting ?
VIRAL ! MAKANAN BERGIZI ? Selain Makanan bergizi, kira-kira apalagi yang paling penting untuk dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari ? Viralnya makanan bergizi gratis dari program pemerintah pusat ke seluruh wilayah Republik Indonesia menjadi sorotan utama publik saat ini, baik di media sosial jaringan internet begitu juga di pembicaraan langsung dari mulut ke mulut warga. meski hingga saat ini, masih ada beberapa sekolah yang belum menerima MAKANAN BERGIZI GRATIS tersebut tetapi mereka tetap penasaran menanti kedatangan makanan bergizi gratis tersebut. Program Makanan Bergizi ini, pada awalnya mendapat cemoohan publik karena beberapa kasus di beritakan bahwa ada yang tidak beres pada makanan yang disediakan sehingga sempat dilaporkan berdampak buruk bagi kesehatan anak yang mengkomsumsinya. pada akhirnya di beritakan bahwa orang yang memakannya menjadi jatuh sakit sehingga dikatakan keracunan makanan dari makanan yang disalurkan dari MBG . Meski demikian, MBG tetap berjal...
CARA SEDERHANA MENGUKUR TAQWA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Daftar isi: GAMBARAN TAQWA Cara Sederhana mengukur atau mengetahui TAQWA MENGUKUR TAQWA HASIL dan NILAI TAQWA . Motivasiibadah.com - Taqwa bagi seorang muslim merupakan puncak meraih kemuliaan di hadapan Allah SWT . Dalam Ramadhan dikatakan sebagai madrasah ibadah , sekolah pelatihan penghambaan kepada Allah dari seluruh aspek ketaatan dalam beribadah kepada Allah. Satu hal yang menjadi peringkat tertinggi pencapaian hamba Allah adalah TAQWA. CARA SEDERHANA MENGUKUR TAQWA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Apakah Pasca Ramadhan, seseorang sudah mampu meraih peringkat TAQWA sebagaimana yang nasehat dari Alquran ? GAMBARAN TAQWA GAMBARAN TAQWA Secara sepintas, seseorang bisa saja mengklaim dirinya sudah bertaqwa kepada Allah, namun apakah semudah itu di katakan sudah bertaqwa ? Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak momen yang bisa diperhatikan saat sedang beraktifitas. Baik dalam hal ibadah wajib, sunat, pekerjaan, rutinitas lainnya seperti urusa...
MEMAHAMI AYAT DENGAN AYAT - TAFSIR BIL MA'TSUR
MEMAHAMI AYAT DENGAN AYAT - TAFSIR BIL MA'TSUR by : Zaharuddin Assalamu Alaikum Wr. Wb. Perkenankan, pembahasan singkat dalam memahami ayat al-Qur'an dengan menggunakan ayat lain yang bisa dikenal dalam istilah metode tafsir bi al-ma'tsur . cara ini sudah diterapkan oleh para ulama kita khususnya yang bergelut dalam dunia tafsir al-Qur'an. Cara ini dilakukan oleh mereka karena pada umumnya, jika kita memperhatikan ayat al-Qur'an dan juga disertai dengan artinya bahwa terlihat di banyak ayat yang menjelaskan sendiri makna suatu ayat. Kita akan mengupas sedikit mengenai tafsir, bahwa secara bahasa Arab " fassara " artinya menjelaskan atau menerangkan sehingga bentuk isimnya "tafsir" berarti penjelasan atau keterangan. penjelasan ini bisa dilihat dalam buku studi ilmu al-Qur'an oleh Muhammad Ali. begitupula tafsir dalam istilah adalah suatu ilmu dalam menerangkan, menjelaskan dan memahami ayat al-Qur'an yang diturunkan kep...
cara agar semangat beribadah - KEBIASAAN dan KETEKUNAN
FAKTOR KEBIASAAN dan KETEKUNAN by ; Zaharuddin "Tempuhlah wahai anakku, jalan yang ditempuh para tokoh- Beperilakulah dengan kebiasaan termulia" (Balagatul Hukama by. Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A) Assalamu Alaikum Wr. Wb Pertama-tama, tetap bersyukur kepada Allah karena iman dan takwa senantiasa ada dalam hati, serta salawat dan taslim kepaada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW sebagai tauladan kita. Pembahasan sebelumnya tentang 'taubat dan konsisten' dan saya mengatakan bahwa sangat berkaitan dengan pembahasan selanjutnya. Nah, inilah yang kita bahas pada pertemuan kali ini yakni KEBIASAAN dan KETEKUNAN. Pernahkah anda mendengar pepatah 'ala bisa karena biasa'? Suatu kegiatan akan mudah terlaksana dan diselesaikan, karena proses kerjanya sudah biasa dilakukan sebelumnya. Seperti halnya pelajaran matematika, fisika, kimia, serta pelajaran lainnya yang membutu...
20 ARTIKEL PILIHAN UNTUK ANDA
- PERBEDAAN Kebaikan dan Keburukan Dalam Hadis
- Peduli Sosial Menurut Hadis - Balasan Saling Membantu
- Penyebab Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan
- NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN berdasarkan Hadis
- Saat Jibril Berwujud Manusia - Ajarkan Islam Iman dan Ihsan
- Cara Agar Amalan Disukai Allah - KECIL TAPI DAHSYAT,
- IMAN BERKURANG KARENA MAKSIAT
- HAL YANG JARANG DIKETAHUI TENTANG ORANG TUA
- CONTOH MUKJIZAT AL-QUR'AN
- CARA MEMAHAMI MAKNA AYAT
- Janji Allah dan Janji Manusia
- PENGANTAR CARA MEMAHAMI HADIS
- Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan
- MEMAHAMI AYAT DENGAN AYAT - TAFSIR BIL MA'TSUR
- UKHUWAH ISLAMIYAH MASA CORONA
- SILATURRAHIM BUKAN SEKEDAR PERINTAH
- CARA MENYAMBUNG SILATURRAHIM
- HADIS TENTANG KESEHATAN DAN WAKTU LUANG
- FAEDAH BACA AL-QUR'AN DAN TERJEMAHNYA
- BERLOMBA KEBAIKAN DALAM RAMADHAN
.png)
Comments
Post a Comment