- Get link
- X
- Other Apps
ARTIKEL UNGGULAN
Posted by
KELUARGA MANDIRI
on
- Get link
- X
- Other Apps
COVID 19 DAN NUANSA RAMADHAN
by ; Khairil Anwar
Setiap orang dan setiap insan dalam hidup ini mempunyai nuansa rasa dalam diri mereka masing masing, rasa yang mungkin hanya dia yang bisa membayangkannya ini tentang sebuah memori yang memang ditananamkan dalam diri manusia sejak awal penciptaannya, sehingga dengan kemampuan manusia yang diberikan kelebihan dari makhluk yang lainnya maka dengan medah dia menguasai apa yang ada disekitarnya, inilah yang penting dalam menciptakan nuansa berbeda dalam diri masing-masing manusia, ada orang yang mampu memutar kembali memorinya pada masa lalu sehingga tervisualisasikan masa-masa di mana masa lalu itu terjadi. Entah pada saat ia anak atau pada saat momen tertentu yang menciptakan perasaan haru, bahagia atau mungkin kesedihan.
Ramadhan kali ini tentu kita sebagai muslim menghadirkan ragam rasa kita yang berangkat dari aktif nya memori dalam otak dan fikiran kita sehingga yang terjadi adalah visualisasi tentang apa yang kita rasa baik hari ini ataupun apa yang yang kita rasa pada ,masa lalu dan kemudian system receptor dalam otak kita akan menganalisa dan membandingkan yang bermuara pada apakah sensasi ramadhan yang kita rasakan pada ramadahn kali ini sama atau kah berbeda, apakan vibrasi yang dimunculkan dalam tentunya energy dalam diri kita sama dengan vibrasi atau energy yanmg muncul dan kita rasakan pada ramadhan ramadhan sebelumnya.
Mari kita merenung sejenak dalam sisi energy ramadhan kali ini, ini adalah pengalaman batin dari penulis tentang rasa yang berangkat dari kontemplasi jika yang tentu melibatkan memori sebagai system sensori dalam otak, kemudian memunculkan energy yang kemudian memberikan makna yang jelas lewat rasa dari penulis rasakan. Baiklah, ramadhan, kita bicara tentang rasa dari suasana karena sejatinya ramadhan dalam konteks bulan tetaplah akan datang pada kita pada bentuki fisik tapi kita berbicara ramadhan dalam bentuk rasa karena ini yang penting, kenapa pada saat kita kecil setiap ramadhan tiba kita ingat hal hal yang khas dan terkadang kita tersenyum sendiri mengingatnya keusilan dan kenakalan kita bermain hingga lupa pulang. Kadang membuat jengkel sang ibu, tapi suasana ramadhan itu semua amazing, emua enjoyable semua riang. Pada saat kita kecil dan kanak kanak, kita riang sekali bermain,seolah rangkaian bulan ramadhan dari pagi sampai malam menjadi kehidupan yang sangat menyenangkan kita larut dalam bermain bersama anak anak yang lain.
Ini bisa berarti ramadhan dalam alkisah kita waktu kecil adalah ramadhan yang membahagiakan. Kita sejenak memplashback, mengulang kembali memori kita pada masa lalu dalam momentum ramadhan. Namun, tentu setiap orang mempunyai pengalaman rohani yang berbeda ketika memaknai ramadhan dalam konteks energy rasa, masyarakat desa tentunya berbeda dengan masyarakat perkotaan dalam menerjemahkan nuansa hati mereka pada momentum ramadhan. Begitu kaum miskin dan kaum kaya, kaum dhuafa dan anak yatim tentu mereka punya nuansa berbeda dengan kebanyakan kita dalam merasakan sensasi ramadhan.
Sekali lagi kita berbicara tentang rasa, kita cenderung melihat sesuatu pada perspektif kita apa yang kita lihat apa yang kita rasa adalah sesuatu yang tampak nyata dalam rasa dan indra kita, sehingga yang muncul sensasi itu kemudian berkembang lewat sikap kita dalam interaksi kita dengan orang lain. Namun, lagi dan lagi, persepektif itu nisbi sifatnya hanya pada rasa individu. Seperti kita mempunyai pengalaman yang berbeda tentang bulan ramadhan.
Saya pribadi, setiap menjalani ramadhan dalam perantauan tentu yang teringat adalah saat-saat bersama keluarga dikampung halaman; saat buka dan sahur menikmati masakan ibu yang khas dari pulau terpencil. Yang saya rasa tentu perasaan rindu yang hebat, ingin kembali ke masa itu, bermain di pantau ngabuburit bersama teman teman sesekali ke surau sekedar ngantri untuk mendapatkan jatah 1 porsi nasi ayam lengkap sebagai takjil dan setelah dapat pulanglah ke rumah membawa seporsi nasi ayam itu sebagai pelengkap dari menu buka puasa kami waktu itu. Setelah itu kami bermain lilin di malam hari sesekali petasan dan kembang api, jika ingat itu ada perasaan sesak dan rindu yang hebat, ingin rasa seketika ada di sana, di masa lalu itu, tapi. Inilah kehidupan setiap detiknya adalah sangat berharga karena ia takkan kembali lagi begitu kata warrant fuffet yang pengusaha terkenal.
Itulah yang saya rasakan setiap kali ramadhan itu datang, tentu seperti yang saya katakan bahwa ramadhan datang berwujud dalam dua sisi yang pertama sisi fisi seperti bulan-bulan yang lain, dia adalah bulan yang sesuai hukum yang Allah tentukan tentu dia akan datang kepada kita. Entah di antara kita dalam keadaan muda, tua, sakit, sehat atau telah tiada bulan ramadhan tetap datang kepada kita dalam hitungan bulan hijriah,kemudian dalam bentuk yang lain yaitu ramadhan dalam bentuk rasa dan sensasi, inilah yang diirindukan oleh setiap ummat muslim. Mereka rindu ramadhan karena mereka menyambut dengan rasa, sehingga yang muncul kemudian haru biru dengan ramadhan, ada yang menangis terharu, ada jauh sebelumnya sudah mempersiapkan diri dalam menyambut ramadhan yaitu dengan membiasan puasa senin-kamis dan membiasakan tilawah Alqur’an sehingga pada saat bulan ramadhan tiba mereka dengan suka ria membaca dan menghatamkan Alqur’an dan ada bnayak macam cara ummat islam mengekpresikan rindu mereka dengan Ramadhan.
Kini Ramadhan telah berada di tengah tengah kita dengan wujud yang sama sebagai salah satu bulan dalam hitungan miladiyah. Namun, datang dalam sensasi yang berbeda dari tahun tahun sebelumnya bahkan mungkin sepanjang tahun selama kita hidup. Sejak mewabahnya covid 19 di dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya, sontak wajah wajah yang rindu itu berubah menjadi sesuatu yang mungkin sulit untuk menafsirkannya satu persatu dari wajah kaum muslimin yang tentu sejatinya memang selalu menunggu bulan ramadhan sebagai bulan spesial dari Allah untuk ummat ini.
BACA JUGA : Covid 19 dan Tantangan Dunia Pendidikan Berbasis Karakter
Namun ini berbeda, bulan ramadhan ini mungkin di antara kita ada yang menangis sejadi jadinya, menangis karena mereka tak bisa lagi datang ke mesjid untuk tarwih berjamaah, tadarrus, iktikaf, bahkan tak ada lagi nuansa interaksi sosial masyarakat relegius dalam bentuk buka puasa bersama dan tradisi ummat muslim Indonesia lainnya pada bulan ramadhan. Semua seketika terhenti, semua larut dalam tafakkur dengan rasa yang berbeda, jiwa yang rindu masjid, jiwa yang rindu memakmurkan mesjid, jiwa yang rindu tilawah Alqur’an di mesjid dan jiwa yang rindu kumpul bercengkrama dengan saudara muslimnya. Kali ini tak ada lgi semua harus kembali pada kesunyian, seperti sunyi dalam pengasingan, dan seperti sunyinya di dalam goa. Ini bukan karena kebetulan, inipun bukan lagi scenario manusia, ini adalah scenario Allah, karena Allah telah menegaskan dalam Alqu’an bahwa sebaik apapun sekenario yang manusia buat secanggih apapun manusia membuat scenario pada akhirnya sekenario Allah yang terjadi.
Poin yang paling penting dari semua ketidak berdayaan kita, dari tangis rindu kita pada ramadhan dalam wajah yang berbeda. Rindu kita yang tampaknya tidak menjadi wujud seperti wujud yang kita hrap tapi inilah cara Allah, kita seolah selalu digiring untuk menarik sejuta hikmah dari setiap detik ujian yang Allah hadapkan pada kita. Poin yang pertama, tetaplah kita pada jalan Allah, jika kita selalu pada jlan Allah hati kita akan bijak melihat dengan takaran hati yang benar tentang musibah ini. Pemerintah dan para ulama pun sudah bekerja dan akhirnya melahirkan sebuah solusi mungkin bukanlah solusi yang terbaik yang pernah ada tapi sebuah bentuk keputusan atau langkah yang mungkin inilah yang cocok buat kita pada saat ini. Seperti mana dalam kaedah fiqih dinyatakan’ Dar’ul mafasid wa jalbul masalih’ menolak kemudaratan lebih diutamakan dari pada mencari maslahat, artinya dalam kaedah fikih ditnyatakan’ idza gulibatil halau wal haraqmu gulibatil haram’ apabila bercampur yang halal dan haram di dalamnya maka yang dimenangkan oleh yang haram.
Dalam kasus covid 19 dan nuansa ramadhan 1441 H, tentu kita sejatinya ingin menyemarakkan ramadhan dengan cara dan tradisi kita khususnya muslim di Indonesia. namun covid 19 mempunyai dampak yang jauh lebih mematikan dari kasus-kasus yang terjadi saat ini. Wabah ini sifatnya menular dari manusia ke manusia dan virus ini semakin aktif penyebarannya ketika pada suatu kerumunan. Inilah yang menjadi esensi kenapa kita dihimbau untuk bekerja di rumah, beraktifitas di rumah dan beribadah di rumah, untuk menghentikan mata rantai dari virus covid 19 ini.
Allahua’lam
Wassalam
Mari kita merenung sejenak dalam sisi energy ramadhan kali ini, ini adalah pengalaman batin dari penulis tentang rasa yang berangkat dari kontemplasi jika yang tentu melibatkan memori sebagai system sensori dalam otak, kemudian memunculkan energy yang kemudian memberikan makna yang jelas lewat rasa dari penulis rasakan. Baiklah, ramadhan, kita bicara tentang rasa dari suasana karena sejatinya ramadhan dalam konteks bulan tetaplah akan datang pada kita pada bentuki fisik tapi kita berbicara ramadhan dalam bentuk rasa karena ini yang penting, kenapa pada saat kita kecil setiap ramadhan tiba kita ingat hal hal yang khas dan terkadang kita tersenyum sendiri mengingatnya keusilan dan kenakalan kita bermain hingga lupa pulang. Kadang membuat jengkel sang ibu, tapi suasana ramadhan itu semua amazing, emua enjoyable semua riang. Pada saat kita kecil dan kanak kanak, kita riang sekali bermain,seolah rangkaian bulan ramadhan dari pagi sampai malam menjadi kehidupan yang sangat menyenangkan kita larut dalam bermain bersama anak anak yang lain.
Ini bisa berarti ramadhan dalam alkisah kita waktu kecil adalah ramadhan yang membahagiakan. Kita sejenak memplashback, mengulang kembali memori kita pada masa lalu dalam momentum ramadhan. Namun, tentu setiap orang mempunyai pengalaman rohani yang berbeda ketika memaknai ramadhan dalam konteks energy rasa, masyarakat desa tentunya berbeda dengan masyarakat perkotaan dalam menerjemahkan nuansa hati mereka pada momentum ramadhan. Begitu kaum miskin dan kaum kaya, kaum dhuafa dan anak yatim tentu mereka punya nuansa berbeda dengan kebanyakan kita dalam merasakan sensasi ramadhan.
Sekali lagi kita berbicara tentang rasa, kita cenderung melihat sesuatu pada perspektif kita apa yang kita lihat apa yang kita rasa adalah sesuatu yang tampak nyata dalam rasa dan indra kita, sehingga yang muncul sensasi itu kemudian berkembang lewat sikap kita dalam interaksi kita dengan orang lain. Namun, lagi dan lagi, persepektif itu nisbi sifatnya hanya pada rasa individu. Seperti kita mempunyai pengalaman yang berbeda tentang bulan ramadhan.
Saya pribadi, setiap menjalani ramadhan dalam perantauan tentu yang teringat adalah saat-saat bersama keluarga dikampung halaman; saat buka dan sahur menikmati masakan ibu yang khas dari pulau terpencil. Yang saya rasa tentu perasaan rindu yang hebat, ingin kembali ke masa itu, bermain di pantau ngabuburit bersama teman teman sesekali ke surau sekedar ngantri untuk mendapatkan jatah 1 porsi nasi ayam lengkap sebagai takjil dan setelah dapat pulanglah ke rumah membawa seporsi nasi ayam itu sebagai pelengkap dari menu buka puasa kami waktu itu. Setelah itu kami bermain lilin di malam hari sesekali petasan dan kembang api, jika ingat itu ada perasaan sesak dan rindu yang hebat, ingin rasa seketika ada di sana, di masa lalu itu, tapi. Inilah kehidupan setiap detiknya adalah sangat berharga karena ia takkan kembali lagi begitu kata warrant fuffet yang pengusaha terkenal.
Itulah yang saya rasakan setiap kali ramadhan itu datang, tentu seperti yang saya katakan bahwa ramadhan datang berwujud dalam dua sisi yang pertama sisi fisi seperti bulan-bulan yang lain, dia adalah bulan yang sesuai hukum yang Allah tentukan tentu dia akan datang kepada kita. Entah di antara kita dalam keadaan muda, tua, sakit, sehat atau telah tiada bulan ramadhan tetap datang kepada kita dalam hitungan bulan hijriah,kemudian dalam bentuk yang lain yaitu ramadhan dalam bentuk rasa dan sensasi, inilah yang diirindukan oleh setiap ummat muslim. Mereka rindu ramadhan karena mereka menyambut dengan rasa, sehingga yang muncul kemudian haru biru dengan ramadhan, ada yang menangis terharu, ada jauh sebelumnya sudah mempersiapkan diri dalam menyambut ramadhan yaitu dengan membiasan puasa senin-kamis dan membiasakan tilawah Alqur’an sehingga pada saat bulan ramadhan tiba mereka dengan suka ria membaca dan menghatamkan Alqur’an dan ada bnayak macam cara ummat islam mengekpresikan rindu mereka dengan Ramadhan.
Kini Ramadhan telah berada di tengah tengah kita dengan wujud yang sama sebagai salah satu bulan dalam hitungan miladiyah. Namun, datang dalam sensasi yang berbeda dari tahun tahun sebelumnya bahkan mungkin sepanjang tahun selama kita hidup. Sejak mewabahnya covid 19 di dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya, sontak wajah wajah yang rindu itu berubah menjadi sesuatu yang mungkin sulit untuk menafsirkannya satu persatu dari wajah kaum muslimin yang tentu sejatinya memang selalu menunggu bulan ramadhan sebagai bulan spesial dari Allah untuk ummat ini.
BACA JUGA : Covid 19 dan Tantangan Dunia Pendidikan Berbasis Karakter
Poin yang paling penting dari semua ketidak berdayaan kita, dari tangis rindu kita pada ramadhan dalam wajah yang berbeda. Rindu kita yang tampaknya tidak menjadi wujud seperti wujud yang kita hrap tapi inilah cara Allah, kita seolah selalu digiring untuk menarik sejuta hikmah dari setiap detik ujian yang Allah hadapkan pada kita. Poin yang pertama, tetaplah kita pada jalan Allah, jika kita selalu pada jlan Allah hati kita akan bijak melihat dengan takaran hati yang benar tentang musibah ini. Pemerintah dan para ulama pun sudah bekerja dan akhirnya melahirkan sebuah solusi mungkin bukanlah solusi yang terbaik yang pernah ada tapi sebuah bentuk keputusan atau langkah yang mungkin inilah yang cocok buat kita pada saat ini. Seperti mana dalam kaedah fiqih dinyatakan’ Dar’ul mafasid wa jalbul masalih’ menolak kemudaratan lebih diutamakan dari pada mencari maslahat, artinya dalam kaedah fikih ditnyatakan’ idza gulibatil halau wal haraqmu gulibatil haram’ apabila bercampur yang halal dan haram di dalamnya maka yang dimenangkan oleh yang haram.
Dalam kasus covid 19 dan nuansa ramadhan 1441 H, tentu kita sejatinya ingin menyemarakkan ramadhan dengan cara dan tradisi kita khususnya muslim di Indonesia. namun covid 19 mempunyai dampak yang jauh lebih mematikan dari kasus-kasus yang terjadi saat ini. Wabah ini sifatnya menular dari manusia ke manusia dan virus ini semakin aktif penyebarannya ketika pada suatu kerumunan. Inilah yang menjadi esensi kenapa kita dihimbau untuk bekerja di rumah, beraktifitas di rumah dan beribadah di rumah, untuk menghentikan mata rantai dari virus covid 19 ini.
Allahua’lam
Wassalam
- Get link
- X
- Other Apps
Popular Posts
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN dalam Hadis
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN - Hadis tentang Pahala Berlipat Ganda by : Zaharuddin Assalamu Alaikum Wr. Wb. Kembali lagi berjumpa bersama kami dalam motivasiibadah.com , sebuah kesyukuran karena masih bisa berinteraksi sampai saat sekarang ini, tak lupa kita kirimkan salawat kepada Nabi Muhammad Saw yang telah menunjukkan kita kepada jalan-jalan kebaikan dan menjauhkan kita dari jalan keburukan. Pada beberapa pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai konsistensi dalam beribadah, baik dari segi mengontrol mindset dan niat dalam beribadah, begitupula karena faktor kebiasaan yang bisa membantu seseorang agar tetap semangat dalam melaksanakan kebaikan dan bernilai ibadah kepada Allah Swt . ARTIKEL TERKAIT : Cara Semangat ibadah- Mengontrol Mindset dan Niat positif dan baca Juga Tentang Faktor Kebiasaan dan Ketekunan BAGAIMANAKAH ALLAH MEMBALAS KEBAIKAN ITU ? Semangat dalam melakukan s...
DEFENISI DAN HUKUM MAF'UL BIH
BAB I PENDAHULUAN A . Latar Belakang Bahasa Arab sebagai bahasa al- Qur’an dan hadis yang keduanya sumber ajaran pokok(primer) Islam dan kedua sumber ajaran Islam itu harus diamalkan. Namun demikian, tak dapat kita pungkiri bahwa mempelajari bahkan menguasai bahasa Arab tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi bukan berarti kita tidak mempelajarinya. Karena bahasa Arab mempunyai karakter dan keistimewaan tersendiri yang berbeda, bahkan mungkin tidak dimiliki oleh bahasa-bahasa yang lain. Al-Lughah al-‘Arabiyyah merupakan kata yang menerangkan gaya bahasa arab, sedangkan tentang ‘Ulum al-‘Arabiyyah adalah ilmu yang membahas cara pengucapan dan penulisan yakni Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah seperti ‘ Ilm al-sharf wa al-Nahwu Makalah ini merupakan sebagian dari Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah , ilmu ini mengajarkan agar memudahkan dalam pemakaian gaya bahasa, jelas maknanya, dan mendekatkan pemahaman kita sebagai al-Muta’allimin B . Rumusan Masalah ...
Bunga Imitasi, Cara Percantik Rumah
Bunga Imitasi , Cara Percantik Rumah Life Style dalam motivasi ibadah kali ini memberi apresiasi tertulis bagi jiwa kreatif yang terus produktif. Aktifitasnya mampu memberi solusi dan membantu sebagian kalangan. Bunga, sering dijadikan sebagai hiasan banyak orang karena ia mampu memberi nilai positif tersendiri saat terpajang di suatu tempat. Tentunya, ia akan memiliki harga rupiah ( Indonesia Rupiah ) karena suasana cantik yang dihasilkan saat memajang bunga hias itu. Takkala hebohnya, bila bunga hias ini dilirik oleh orang yang memang memiliki hobby dan kesukaan dalam mendekor, merangkai helai dan daun yang cocok, menata ruang dan tempat yang cocok di hias dengan bunga. Maka ia akan familiar dan terkenal dengan keelokannya karena di tata oleh orang tepat. Sehingga, jangan heran bila ia memiliki harga yang lumayan cantik juga.. Bunga hias , sebagian memilih yang hidup dan sebagian juga memilih yang imitasi (hias tidak hidup). Masing masing memiliki alasan tersendiri dan ...
Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan
LARANGAN MENYIKSA HEWAN TANPA HAK DAN PERINTAH MEMBUNUH HEWAN YANG BERBAHAYA by : Zaharuddin Dalam sebuah hadis dari kitan al-Nasaiy yang berbunyi : ( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas ) Terlihat sangat jelas dalam teks hadis di atas, bilamana seseorang membunuh seekor burung tanpa ada tujuan tertentu untuk dimanfaatkan maka itu merupakan sebuah tidakan yang akan dimintai pertanggung jawabnnya di sisi Allah. Jika melihat teks " Saalallahu " Allah akan memintai pertanggung jawabannya, sebagaimana dalam kitan faidh al-Qadir mengenai hadis ini bahwa kata itu dipahami sebagai sebuah hukuman, siksaan di hari kemudian. Manusia hidup di muka bumi tidak seorang diri melainkan bersama makhluk ciptaan Allah lainnya seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan. Semua mempunyai peran dalam kehidupannya masing-masing. Olehnya itu, semua makhluk dituntut untuk hidup damai dan saling memberi manfaat. Manusia dan hewan bisa mempunyai hubungan erat lay...
VIDEO - Penyaluran Zakat Langsung Ke Mustahik YATIM DHUAFA - Sanggar Tamarunang Makassar
VIDEO - Penyaluran Zakat Langsung Ke Mustahik YATIM DHUAFA - Sanggar Tamarunang Makassar Salah satu video saat penyaluran zakat sedekah langsung ke mustahiq YATIM DUAFA di SANGGAR TAMARUNANG Sanggar Tamarunang adalah salah 1 bagian dari Yayasan Yatim Mandiri Makassar yang terdaftar di BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL - BAZNAS.
DISKURSUS QIRA`AH SAB`AH DALAM KITAB AL-TAYSIR FI AL-QIRA`ATI AL-SAB`I
cara agar semangat beribadah - KEBIASAAN dan KETEKUNAN
FAKTOR KEBIASAAN dan KETEKUNAN by ; Zaharuddin "Tempuhlah wahai anakku, jalan yang ditempuh para tokoh- Beperilakulah dengan kebiasaan termulia" (Balagatul Hukama by. Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A) Assalamu Alaikum Wr. Wb Pertama-tama, tetap bersyukur kepada Allah karena iman dan takwa senantiasa ada dalam hati, serta salawat dan taslim kepaada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW sebagai tauladan kita. Pembahasan sebelumnya tentang 'taubat dan konsisten' dan saya mengatakan bahwa sangat berkaitan dengan pembahasan selanjutnya. Nah, inilah yang kita bahas pada pertemuan kali ini yakni KEBIASAAN dan KETEKUNAN. Pernahkah anda mendengar pepatah 'ala bisa karena biasa'? Suatu kegiatan akan mudah terlaksana dan diselesaikan, karena proses kerjanya sudah biasa dilakukan sebelumnya. Seperti halnya pelajaran matematika, fisika, kimia, serta pelajaran lainnya yang membutu...
LAMBAT MANDI JUNUB SAAT PUASA RAMADHAN
Assalamu Alaikum Wr Wb. Pertama yang ingin di sampaikan terkait tema kali ini adalah batalnya puasa. Salah satu hal yang dapat membatalkan puasa adalah makan dan minum. Selain daripada itu ialah bersenggama atau berhubungan badan/bercampur dengan istri di saat sesahg berpuasa dari terbit matahari/imsak hingga terbenam matahari/buka puasa. Pada dasar hukumnya, Dalam al-Qur'an, Allah mengijinkan berhubungan badan bersama istri pada malam hari sebelum imsak. Karena apabila telah melewati waktu imsak melakukan hubungan badan maka secara otomatis puasa jadi batal. Jadi, silahkan, bagi yang tidak bisa menahan nafsu di malam hari, maka datanglah kepada istri. Yang jelasnya, bukan pada istri orang lain, maka itu lebih parah lagi. Selanjutnya adalah ada banyak kebiasaan suami istri pada saat setelah berhubungan badan, mereka tidak langsung mandi junub, pasalnya adalah masih tengah malam, masih dingin, dan faktor kesehatan juga berbahaya. Jadi, banyak yang menunda mandi junubnya hingga sub...
Cara Taubat Nasuha
TAUBAT dan KONSISTEN Oleh ; Zaharuddin at 13 April 2020 Assalamu Alaikum wr. wb Rasa Syukur ini tak lupa kita panjatkan kehadirat Allah atas segala nikmat-Nya kepada kita semua serta marilah kita bersalawat kepada Rasulullah Muhammad Saw sebagai Suri tauladan kepada seluruh umat manusia. Kembali lagi berjumpa pada kesempatan yang penuh mubarakah ini, pada pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai pentingnya mengontrol niat dan pola pikir agar bisa menjalankan ibadah yang lebih giat lagi. Perlu kita ketahui juga bahwa dalam pembahasan sebelumnya, secara tidak langsung telah terdapat keterkaitan dengan apa yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini. Pada pertemuan sebelumnya, mengontrol pola pikir yang harus dilakukan setiap saat karena ada niat ingin berubah, niat ingin berubah menjadi lebih baik inilah yang akan kita bicarakan kali ini. Poin Kedua ; Taubat dan Konsisten (Po...
6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah
CERAMAH RAMADHAN 2025 6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah by : Zaharuddin Pemimpin yang memerintahkan kepada yang keji dan mungkar maka tidak perlu di patuhi Assalamu Alaikum warahmatullah wabaraktuh Alhamdulillah rabbil alamin, nahmaduhu wanastainuhi wanastagfiruh wanaudzubillah min syururi ampusina wasayyiati a'malina, man yahdillah falamudillalah waman yudlil fala hadiyalah. Wassalatu wassalamu ala asyrafil anbiyai walmursalin, sayyidina muhammadin waala alih waashabih ajmain. Ammaa ba'du. Sebuah kesyukuran besar bagi kaum muslimin karena telah dianugrahi pedoman / petunjuk ke jalan yang lurus, tuntunan agar mampu menitih jalan yang tepat menuju kebahagiaan abadi di akhirat kelak yakni Al quran dan hadis Nabi Saw yang sebaiknya dipegang teguh agar iman tidak goyang sebelum hari kiamat terjadi. Olehnya itu, patut mengirimkan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad karena telah menyampaikan , menjelaskan, dan membimbing kaum muslimin agar senantiasa konsisten bera...
KONTEN TERBAIK LAINNYA
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN dalam Hadis
NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN - Hadis tentang Pahala Berlipat Ganda by : Zaharuddin Assalamu Alaikum Wr. Wb. Kembali lagi berjumpa bersama kami dalam motivasiibadah.com , sebuah kesyukuran karena masih bisa berinteraksi sampai saat sekarang ini, tak lupa kita kirimkan salawat kepada Nabi Muhammad Saw yang telah menunjukkan kita kepada jalan-jalan kebaikan dan menjauhkan kita dari jalan keburukan. Pada beberapa pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai konsistensi dalam beribadah, baik dari segi mengontrol mindset dan niat dalam beribadah, begitupula karena faktor kebiasaan yang bisa membantu seseorang agar tetap semangat dalam melaksanakan kebaikan dan bernilai ibadah kepada Allah Swt . ARTIKEL TERKAIT : Cara Semangat ibadah- Mengontrol Mindset dan Niat positif dan baca Juga Tentang Faktor Kebiasaan dan Ketekunan BAGAIMANAKAH ALLAH MEMBALAS KEBAIKAN ITU ? Semangat dalam melakukan s...
DEFENISI DAN HUKUM MAF'UL BIH
BAB I PENDAHULUAN A . Latar Belakang Bahasa Arab sebagai bahasa al- Qur’an dan hadis yang keduanya sumber ajaran pokok(primer) Islam dan kedua sumber ajaran Islam itu harus diamalkan. Namun demikian, tak dapat kita pungkiri bahwa mempelajari bahkan menguasai bahasa Arab tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi bukan berarti kita tidak mempelajarinya. Karena bahasa Arab mempunyai karakter dan keistimewaan tersendiri yang berbeda, bahkan mungkin tidak dimiliki oleh bahasa-bahasa yang lain. Al-Lughah al-‘Arabiyyah merupakan kata yang menerangkan gaya bahasa arab, sedangkan tentang ‘Ulum al-‘Arabiyyah adalah ilmu yang membahas cara pengucapan dan penulisan yakni Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah seperti ‘ Ilm al-sharf wa al-Nahwu Makalah ini merupakan sebagian dari Qawa’id al-Lughah al-‘Arabiyyah , ilmu ini mengajarkan agar memudahkan dalam pemakaian gaya bahasa, jelas maknanya, dan mendekatkan pemahaman kita sebagai al-Muta’allimin B . Rumusan Masalah ...
Bunga Imitasi, Cara Percantik Rumah
Bunga Imitasi , Cara Percantik Rumah Life Style dalam motivasi ibadah kali ini memberi apresiasi tertulis bagi jiwa kreatif yang terus produktif. Aktifitasnya mampu memberi solusi dan membantu sebagian kalangan. Bunga, sering dijadikan sebagai hiasan banyak orang karena ia mampu memberi nilai positif tersendiri saat terpajang di suatu tempat. Tentunya, ia akan memiliki harga rupiah ( Indonesia Rupiah ) karena suasana cantik yang dihasilkan saat memajang bunga hias itu. Takkala hebohnya, bila bunga hias ini dilirik oleh orang yang memang memiliki hobby dan kesukaan dalam mendekor, merangkai helai dan daun yang cocok, menata ruang dan tempat yang cocok di hias dengan bunga. Maka ia akan familiar dan terkenal dengan keelokannya karena di tata oleh orang tepat. Sehingga, jangan heran bila ia memiliki harga yang lumayan cantik juga.. Bunga hias , sebagian memilih yang hidup dan sebagian juga memilih yang imitasi (hias tidak hidup). Masing masing memiliki alasan tersendiri dan ...
Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan
LARANGAN MENYIKSA HEWAN TANPA HAK DAN PERINTAH MEMBUNUH HEWAN YANG BERBAHAYA by : Zaharuddin Dalam sebuah hadis dari kitan al-Nasaiy yang berbunyi : ( Klik Gambar - Teks Lebih Jelas ) Terlihat sangat jelas dalam teks hadis di atas, bilamana seseorang membunuh seekor burung tanpa ada tujuan tertentu untuk dimanfaatkan maka itu merupakan sebuah tidakan yang akan dimintai pertanggung jawabnnya di sisi Allah. Jika melihat teks " Saalallahu " Allah akan memintai pertanggung jawabannya, sebagaimana dalam kitan faidh al-Qadir mengenai hadis ini bahwa kata itu dipahami sebagai sebuah hukuman, siksaan di hari kemudian. Manusia hidup di muka bumi tidak seorang diri melainkan bersama makhluk ciptaan Allah lainnya seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan. Semua mempunyai peran dalam kehidupannya masing-masing. Olehnya itu, semua makhluk dituntut untuk hidup damai dan saling memberi manfaat. Manusia dan hewan bisa mempunyai hubungan erat lay...
VIDEO - Penyaluran Zakat Langsung Ke Mustahik YATIM DHUAFA - Sanggar Tamarunang Makassar
VIDEO - Penyaluran Zakat Langsung Ke Mustahik YATIM DHUAFA - Sanggar Tamarunang Makassar Salah satu video saat penyaluran zakat sedekah langsung ke mustahiq YATIM DUAFA di SANGGAR TAMARUNANG Sanggar Tamarunang adalah salah 1 bagian dari Yayasan Yatim Mandiri Makassar yang terdaftar di BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL - BAZNAS.
DISKURSUS QIRA`AH SAB`AH DALAM KITAB AL-TAYSIR FI AL-QIRA`ATI AL-SAB`I
cara agar semangat beribadah - KEBIASAAN dan KETEKUNAN
FAKTOR KEBIASAAN dan KETEKUNAN by ; Zaharuddin "Tempuhlah wahai anakku, jalan yang ditempuh para tokoh- Beperilakulah dengan kebiasaan termulia" (Balagatul Hukama by. Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A) Assalamu Alaikum Wr. Wb Pertama-tama, tetap bersyukur kepada Allah karena iman dan takwa senantiasa ada dalam hati, serta salawat dan taslim kepaada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW sebagai tauladan kita. Pembahasan sebelumnya tentang 'taubat dan konsisten' dan saya mengatakan bahwa sangat berkaitan dengan pembahasan selanjutnya. Nah, inilah yang kita bahas pada pertemuan kali ini yakni KEBIASAAN dan KETEKUNAN. Pernahkah anda mendengar pepatah 'ala bisa karena biasa'? Suatu kegiatan akan mudah terlaksana dan diselesaikan, karena proses kerjanya sudah biasa dilakukan sebelumnya. Seperti halnya pelajaran matematika, fisika, kimia, serta pelajaran lainnya yang membutu...
LAMBAT MANDI JUNUB SAAT PUASA RAMADHAN
Assalamu Alaikum Wr Wb. Pertama yang ingin di sampaikan terkait tema kali ini adalah batalnya puasa. Salah satu hal yang dapat membatalkan puasa adalah makan dan minum. Selain daripada itu ialah bersenggama atau berhubungan badan/bercampur dengan istri di saat sesahg berpuasa dari terbit matahari/imsak hingga terbenam matahari/buka puasa. Pada dasar hukumnya, Dalam al-Qur'an, Allah mengijinkan berhubungan badan bersama istri pada malam hari sebelum imsak. Karena apabila telah melewati waktu imsak melakukan hubungan badan maka secara otomatis puasa jadi batal. Jadi, silahkan, bagi yang tidak bisa menahan nafsu di malam hari, maka datanglah kepada istri. Yang jelasnya, bukan pada istri orang lain, maka itu lebih parah lagi. Selanjutnya adalah ada banyak kebiasaan suami istri pada saat setelah berhubungan badan, mereka tidak langsung mandi junub, pasalnya adalah masih tengah malam, masih dingin, dan faktor kesehatan juga berbahaya. Jadi, banyak yang menunda mandi junubnya hingga sub...
Cara Taubat Nasuha
TAUBAT dan KONSISTEN Oleh ; Zaharuddin at 13 April 2020 Assalamu Alaikum wr. wb Rasa Syukur ini tak lupa kita panjatkan kehadirat Allah atas segala nikmat-Nya kepada kita semua serta marilah kita bersalawat kepada Rasulullah Muhammad Saw sebagai Suri tauladan kepada seluruh umat manusia. Kembali lagi berjumpa pada kesempatan yang penuh mubarakah ini, pada pertemuan sebelumnya, telah kita bahas mengenai pentingnya mengontrol niat dan pola pikir agar bisa menjalankan ibadah yang lebih giat lagi. Perlu kita ketahui juga bahwa dalam pembahasan sebelumnya, secara tidak langsung telah terdapat keterkaitan dengan apa yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini. Pada pertemuan sebelumnya, mengontrol pola pikir yang harus dilakukan setiap saat karena ada niat ingin berubah, niat ingin berubah menjadi lebih baik inilah yang akan kita bicarakan kali ini. Poin Kedua ; Taubat dan Konsisten (Po...
6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah
CERAMAH RAMADHAN 2025 6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah by : Zaharuddin Pemimpin yang memerintahkan kepada yang keji dan mungkar maka tidak perlu di patuhi Assalamu Alaikum warahmatullah wabaraktuh Alhamdulillah rabbil alamin, nahmaduhu wanastainuhi wanastagfiruh wanaudzubillah min syururi ampusina wasayyiati a'malina, man yahdillah falamudillalah waman yudlil fala hadiyalah. Wassalatu wassalamu ala asyrafil anbiyai walmursalin, sayyidina muhammadin waala alih waashabih ajmain. Ammaa ba'du. Sebuah kesyukuran besar bagi kaum muslimin karena telah dianugrahi pedoman / petunjuk ke jalan yang lurus, tuntunan agar mampu menitih jalan yang tepat menuju kebahagiaan abadi di akhirat kelak yakni Al quran dan hadis Nabi Saw yang sebaiknya dipegang teguh agar iman tidak goyang sebelum hari kiamat terjadi. Olehnya itu, patut mengirimkan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad karena telah menyampaikan , menjelaskan, dan membimbing kaum muslimin agar senantiasa konsisten bera...
20 ARTIKEL PILIHAN UNTUK ANDA
- PERBEDAAN Kebaikan dan Keburukan Dalam Hadis
- Peduli Sosial Menurut Hadis - Balasan Saling Membantu
- Penyebab Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan
- NILAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN berdasarkan Hadis
- Saat Jibril Berwujud Manusia - Ajarkan Islam Iman dan Ihsan
- Cara Agar Amalan Disukai Allah - KECIL TAPI DAHSYAT,
- IMAN BERKURANG KARENA MAKSIAT
- HAL YANG JARANG DIKETAHUI TENTANG ORANG TUA
- CONTOH MUKJIZAT AL-QUR'AN
- CARA MEMAHAMI MAKNA AYAT
- Janji Allah dan Janji Manusia
- PENGANTAR CARA MEMAHAMI HADIS
- Hadis tentang Larangan Menyiksa Hewan
- MEMAHAMI AYAT DENGAN AYAT - TAFSIR BIL MA'TSUR
- UKHUWAH ISLAMIYAH MASA CORONA
- SILATURRAHIM BUKAN SEKEDAR PERINTAH
- CARA MENYAMBUNG SILATURRAHIM
- HADIS TENTANG KESEHATAN DAN WAKTU LUANG
- FAEDAH BACA AL-QUR'AN DAN TERJEMAHNYA
- BERLOMBA KEBAIKAN DALAM RAMADHAN
Comments
Post a Comment